Articles
IDENTIFIKASI TELUR CACING ZOONOTIK PADA FESES Rattus tanezumi DI PASAR KOTA BANJARNEGARA
Dyah widiastuti;
Nova pramestuti;
Novia tri astuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.246 KB)
|
DOI: 10.22435/blb.v10i2.762
ABSTRAKTikus dikenal sebagai reservoir alami dari beberapa infeksi cacing yang penting bagi kesehatan masyarakat. Tikusmengandung mikroorganisme tersebut yang dapat ditularkan melalui kontak dengan kotoran tikus yang terinfeksi ataumelalui ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi telur cacing zoonotik pada Rattus spp. di Pasar KotaBanjarnegara. Penelitian ini merupakan studi observasional yang dilakukan di Pasar Kota Banjarnegara pada bulan Agustus2013. Penangkapan tikus dilakukan selama tiga malam berturut-turut menggunakan 200 perangkap hidup yang dipasangpada tempat yang berbeda, yaitu kios buah, kios sembako dan kios beras. Prevalensi cacing zoonotik pada feses tikusR. tanezumi sebesar 10% Capilaria hepatica; 5% Hymenolepis diminuta dan 5% Sypachia muris. Pencemaran telur cacingzoonotik dalam feses tikus perlu diwaspadai sebagai investigasi awal sumber penularan penyakit kecacingan melalui tikus.
VIRUS WEST NILE: EPIDEMIOLOGI, KLASIFIKASI DAN DASAR MOLEKULER
Bina ikawati;
Dyah widiastuti;
Puji astuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.118 KB)
|
DOI: 10.22435/blb.v10i2.771
ABSTRAKVirus west nile (WN) dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Di Indonesia virus west nile mulaidiperhatikan karena menginfeksi 12 warga Surabaya pada tahun 2014. Pemahaman mengenai virus west nile ditinjau dariaspek epidemiologi, klasifikasi dan dasar molekuler diperlukan untuk mengenal apa dan bagaimana sifat dari virus WNdalam rangka upaya deteksi dini dan pencegahan terjadinya KLB virus WN. Tulisan ini merupakan telaah denganmengumpulkan informasi dari berbagai jurnal dan buku teks mengenai virus west nile. Secara epidemiologi virus dapattersebar melalui vektor nyamuk utamanya Culex sp., dan Aedes sp. sebagai vektor sekunder. Virus ini d jugaditemukan pada burung/unggas. Penularan virus melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi ke hewan dan manusia. Virus westnile merupakan anggota famili Flaviviridae dari genus Flavivirus. Virus ini memiliki genom yang terdiri dari satu singlestranded (ss) RNA yang dikelilingi suatu nucleocapsid berbentuk icosahedral atau isometric. Genom virus west nilememiliki panjang 11.029 nukleotida. Upaya pencegahan terhadap infeksi virus WN dapat dilakukan dengan mengendalikanpopulasi nyamuk, mengurangi gigitan nyamuk, dan secara berkala melakukan survei pada unggas/burung utamanya yangdipelihara dalam skala besar maupun yang sedang bermigrasi.
PEMERIKSAAN VIRUS DENGUE-3 PADA NYAMUK Aedes aegypti YANG DIINFEKSI SECARA INTRATHORAKAL DENGAN TEKNIK IMUNOSITOKIMIA MENGGUNAKAN ANTIBODI DSSE10
Dyah Widiastuti;
Sitti Rahmah Umniyati;
Nastiti Wijayanti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 8 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (852.491 KB)
|
DOI: 10.22435/blb.v8i1.782
Dengue viruses, globally the most prevalent arboviruses, are transmitted to humans by persistently infected Aedes mosquitoes. The most important vector of Dengue virus is the mosquito Ae.aegypti, which should be the main target of surveillance and control activities. Virologic surveillance for dengue viruses in its vector has been used as an early warning system to predict outbreaks. Detection of Dengue virus antigen in mosquito head squash using immunocytochemical streptavidin biotin peroxidase complex (SBPC) assay is an alternative method for dengue vector surveillance. The study aimed to develope immunocytochemical SBPC assay to detect Dengue virus infection in head squash of Ae.aegypti. The study design was experimental. Artificially-infected adult Ae. aegypti mosquitoes of DENV 3 were used as infectious samples and non-infected adult Ae. aegypti mosquitoes were used as normal ones. The immunocytochemical SBPC assay using monoclonal antibody DSSE10 then was applied in mosquito head squash to detect Dengue virus antigen. The results were analyzed by descriptive analysis. The immunocytochemical SBPC assay can detect Dengue virus antigen in mosquito head squash at day 2 postinfection. There are some false positive results found in immunocytochemical SBPC assay.
CAPLAK, TIDAK HANYA MEMBUAT GATAL
Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 006 Nomor 01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1470.696 KB)
CAPLAK, TIDAK HANYA MEMBUAT GATAL
Capillaria hepatica
Novia Tri Astuti;
Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 006 Nomor 01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1318.578 KB)
SPOT SURVEY PENINGKATAN KASUS MALARIA DI DESA WONOHARJO WILAYAH PUSKESMAS ROWOKELE KABUPATEN KEBUMEN
Dyah Widiastuti;
Anggun Paramita Djati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 8 Nomor 2 Desember 2012
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1052.352 KB)
|
DOI: 10.22435/blb.v8i2.799
Introduction : There was an increasing malaria cases on August 2011 in Wonoharjo village, Banyumas regency. 12 malaria cases were reported by Local Health Office. The aim of this study was to investigate the prevalence rate and the entomological situation in transmission area. Methods : Mass blood survey for microscopic diagnosis was conducted at Dukuh Beji and Lokarsa in Wonoharjo village on 13-15 August 2011. Entomological survey using landing collection method and light traps was conducted only at Dukuh Lokarsa in Wonoharjo village on 15-16 August 2011. Results : A total of 7 samples among 68 were positive by microscopy, giving a point prevalence of 10.3%. The species distribution was 57.1% trophozoit Plasmodium falciparum (Pfr), 28,6% trophozoit and gametosit P.falciparum (Pfrg) and 14.3% falciparum-vivax mixed infection. Increasing malaria cases was caused by imported cases in Wagirpadan village which located next to Wonoharjo village. The suspected mosquito vectors were An.balabacensis and An. maculatus which caught from indoor and outdoor resting collection. Conclussions : Indigenous malaria transmission occured in Wonoharjo with the suspected vector were An.balabacensis and An.maculatus. The peak of mosquito bitting time was on 20.00 – 21.00 WIB. Migration surveillance need to be done effectively.
GAMBARAN PEMAKAIAN INSEKTISIDA RUMAH TANGGA DI DAERAH ENDEMIS DBD KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2013
Sunaryo Sunaryo;
Puji Astuti;
Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 11 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.86 KB)
|
DOI: 10.22435/blb.v11i1.864
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Angkakesakitan DBD per 100.000 penduduk di Kabupaten Grobogan dari tahun 2011-2013 semakin meningkat. Penggunaaninsektisida sebagai upaya pengendalian vektor paling banyak dilakukan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan insektisida rumah tangga di Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan adalah surveidan wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar masyarakat menggunakan insektisida rumahtangga (86,33%) dengan intensitas penggunaan paling banyak sehari sekali (85,4%) dengan lama penggunaan lebih dari 5tahun (74,51%). Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan merupakan golongan sintetik piretroid. Hal inimerupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kerentanan Ae. aegypti terhadap insektisida yang digunakan olehprogram.
Anopheles aconitus
Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 01 Nomor 001/Tahun I Juni 2005
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1034.027 KB)
Trichinella spiralis, CACING YANG MENGINFEKSI OTOT
Novia Tri Astuti;
Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 5 Nomor 1 Juni 2009
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1254.867 KB)
LAPORAN MAGANG KERJA DI INSTITUTE FOR MEDICAL RESEARCH, KUALA LUMPUR, MALAYSIA
Dyah Widiastuti;
Nur Ika Hariastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 004 Nomor 1/Tahun III Juni 2007
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1761.263 KB)