Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2020–2024. Periode ini merupakan fase pemulihan ekonomi pasca pandemi, sehingga efektivitas investasi dan belanja pemerintah menjadi isu penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 10 kabupaten/kota selama lima tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing, dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto dengan nilai probabilitas < 0,05. Secara parsial, Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto, sedangkan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,950304 menunjukkan bahwa 95,03% variasi Produk Domestik Regional Bruto, dapat dijelaskan oleh ketiga variabel dalam model.Temuan ini mengindikasikan bahwa pada periode pemulihan ekonomi, peran belanja modal pemerintah lebih dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan investasi swasta. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai efektivitas investasi dan kebijakan fiskal daerah pada fase pemulihan ekonomi regional.