Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Aglomerasi Industri Terhadap Short Sea Shipping Sebagai Kompetitor Truk Untuk Angkutan Kontainer Donie Aulia; Ibnu Syabri; Puspita Dirgahayani; Pradono Pradono
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 2 No 2 (2021): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.553 KB) | DOI: 10.34010/crane.v2i2.5012

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan, namun angkutan barang masih didominasi oleh transportasi darat (truk). Padahal angkutan laut jauh lebih efisien dan memiliki kapasitas transportasi lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan biaya dan waktu pengangkutan barang antara truk (unimoda) dengan Short Sea Shipping (intermoda) pada teori angkutan barang koridor tunggal dengan skenario lokasi industri (aglomerasi). Studi kasus adalah pengiriman kontainer area Kota Bandung Jawa Barat ke kota Medan Sumatera Utara. Transportasi kontainer menggunakan truk kontainer dan kapal kontainer. Hasil analisa menunjukkan biaya dan waktu apabila lokasi indusstri jauh dari pelabuhan maka biaya dan waktu menggunakan truk adalah 15 juta dan 77,2 jam, sedangkan menggunakan Short Sea Shipping 19 juta dan 183,6 jam. Apabila lokasi industry terletak di kawasan pelabuhan laut maka, biaya dan waktu angkut menggunakan truk adalah 10 juta dan 179,6 jam, sedangkan menggunakan Short Sea Shipping adalah 15,5 juta dan 74 jam. Terjadi efisiensi biaya dan waktu sebesar 33% dan 6% bila lokasi industry/pabrik berada di kawasan pelabuhan.
Kajian Jangkauan Layanan Stasiun KRL Jabodetabek di Wilayah Suburban (Studi kasus: Stasiun Tenjo dan Stasiun Tigaraksa) Tinambunan, Hanna Dwipaningtyas Boru; Syabri, Ibnu
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v8i2.15846

Abstract

The Jabodetabek commuter rail is an essential supporting public transportation system connecting suburban areas to city-centre workplaces. Determining service coverage is one thing that needs to be considered in a transit service availability system. This research tries to increase the range of services with park-and-ride and ridesourcing facilities at Jabodetabek commuter rail station locations in suburban areas. This is expected to increase interest in using the Jabodetabek commuter rail. For this reason, quantitative performance is needed to state what factors influence the service area coverage of a station in suburban areas, which are analyzed using the multiple linear regression method. Station service coverage is measured by the length of the journey from the place of residence to the starting station for Jabodetabek commuter rail users, with the station of origin of the trip being Tenjo Station and Tigaraksa Station, using the perspective of distance and travel time from the place of residence to the station of origin of the trip. The estimation results show that the radius of station service coverage, namely the travel time from residence to the station of origin of the journey (minutes), has a higher coefficient of determination than the distance from residence to the station of origin of the journey (km). Apart from that, 9 (nine) factors were identified that influenced travel time from residence to the station of origin of the journey (minutes). In contrast, the distance from residence to the journey's origin (km) station was identified as 6 (six) factors. Then, the estimated tolerance value for the station's service range is obtained in the range of 0.5-9.0 km and 5-26 minutes.
Preferensi Pemilihan Lokasi Idle-Time Pengemudi Ojek Daring di Kota Bandung Safira, Maya; Nazamuddin, Azwan; Fawwaz, Hafiyyan Hilmy; Iman, Hanafi Kholifatul; Natalivan, Petrus; Syabri, Ibnu
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 3 (2024): JPWK Volume 20 No. 3 September 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i3.65131

Abstract

Ojek daring, merupakan salah satu inovasi TIK yang terjadi pada bidang transportasi yang melayani kebutuhan perjalanan hingga pengantaran berbagai kebutuhan harian masyarakat. Penelitian ini membahas implikasi ojek daring berbasis Transport Super Applications (TSA) dalam transportasi perkotaan. Implikasi tersebut berkaitan dengan aktivitas waktu tunggu (idle-time) pengemudi yang menyebabkan masalah kemacetan, berkurangnya ketersediaan parkir, pemiihan moda transportasi publik yang menurun, dan penggunaan area publik yang mengganggu kenyamanan. Fokus pada dampak idle-time pengemudi yang mencari pesanan, studi ini menganalisis pola pergerakan dan pemilihan lokasi. Metode kuesioner dengan skala likert pada 244 pengemudi di Kota Bandung digunakan untuk mengumpulkan data persepsi pengemudi terhadap lokasi idle-time pada berbagai waktu. Hasil menunjukkan variasi karakteristik responden dan mengidentifikasi jam puncak layanan pada interval 06:00-08:00, 11:00-13:00, dan 16:00-21:00. Lokasi komersial seperti restoran, pasar, dan pusat perbelanjaan menjadi pilihan utama sepanjang hari. Hal ini sejalan dengan hasil analisis dari catatan perjalanan pengemudi yang dikumpulkan. Faktor operasional, termasuk penggunaan informasi potensi pesanan dan jam aktif pengemudi, terbukti signifikan dalam menentukan lokasi idle-time.
Pengembangan Varian Model Vehicle Route Problem (VRP) Untuk Penentuan Rute Angkutan Laut Penumpang Studi Kasus Pt. Pelni (Persero) Danandjojo, Imbang; Kombaitan, B; Santoso, Idwan; Syabri, Ibnu
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i3.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan varian modelVRP untuk menyusun rute angkutan umum penumpang. Sebagai bahan pertimbangan adalah karakteristik rutenya tertutup yang berawal dan berakhir pada terminal atau pangkalan yang sama, karakteristik pelanggannya deterministik dengan volume permintaan layanan tetap dan dalam kurun waktu saturound trip tertentu, serta karakteristik kendaraan yang dioperasikan memiliki variasi kapasitas dan biaya operasi. Rute disusun untuk memperoleh efisiensi biaya operasional yang optimal, setiap jalur yang ada dalam jaringan pelayanan dilewati tepat satu kali dengan alasan pemberian frekuensi layanan yang sama untuk setiaplink pergerakan penumpang. Penyusunan rute dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap inisialisasi dengan pendekatan metoda Nearest Addition atau Nearest Neighborhood Heuristic dan tahap perbaikan dengan pendekatan metoda Genetic Algorithm. Model ini belum mempertimbangkan adanya pola rute dengan naik-turun penumpang yang dinamis, serta kecepatan dan waktu tempuh kendaraan yang bersifat stokastik, permintaan pergerakan penumpang setiap jalur yang bersifat stokastik, ataupun jumlah pelabuhan dalam jaringan pelayanan yang bersifat stokastik. Sehingga membuka peluang penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penyusunan ulang rute pelayanan kapal-kapal milik PELNI, total biaya operasional seluruh kapal dapat ditekan jauh lebih efisien hingga mencapai 64,38% dari total biaya aktual. Sedangkan dari sisi total jarak tempuh, dapat ditekan lebih efektif hingga mencapai 59,64% dari total jarak tempuh aktual. Kata kunci: VRP, angkutan laut penumpang, efisiensi biaya, efektivitas jaringan
Pengembangan Varian Model Vehicle Route Problem (VRP) Untuk Penentuan Rute Angkutan Laut Penumpang Studi Kasus Pt. Pelni (Persero) Danandjojo, Imbang; Kombaitan, B; Santoso, Idwan; Syabri, Ibnu
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i3.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan varian modelVRP untuk menyusun rute angkutan umum penumpang. Sebagai bahan pertimbangan adalah karakteristik rutenya tertutup yang berawal dan berakhir pada terminal atau pangkalan yang sama, karakteristik pelanggannya deterministik dengan volume permintaan layanan tetap dan dalam kurun waktu saturound trip tertentu, serta karakteristik kendaraan yang dioperasikan memiliki variasi kapasitas dan biaya operasi. Rute disusun untuk memperoleh efisiensi biaya operasional yang optimal, setiap jalur yang ada dalam jaringan pelayanan dilewati tepat satu kali dengan alasan pemberian frekuensi layanan yang sama untuk setiaplink pergerakan penumpang. Penyusunan rute dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap inisialisasi dengan pendekatan metoda Nearest Addition atau Nearest Neighborhood Heuristic dan tahap perbaikan dengan pendekatan metoda Genetic Algorithm. Model ini belum mempertimbangkan adanya pola rute dengan naik-turun penumpang yang dinamis, serta kecepatan dan waktu tempuh kendaraan yang bersifat stokastik, permintaan pergerakan penumpang setiap jalur yang bersifat stokastik, ataupun jumlah pelabuhan dalam jaringan pelayanan yang bersifat stokastik. Sehingga membuka peluang penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penyusunan ulang rute pelayanan kapal-kapal milik PELNI, total biaya operasional seluruh kapal dapat ditekan jauh lebih efisien hingga mencapai 64,38% dari total biaya aktual. Sedangkan dari sisi total jarak tempuh, dapat ditekan lebih efektif hingga mencapai 59,64% dari total jarak tempuh aktual. Kata kunci: VRP, angkutan laut penumpang, efisiensi biaya, efektivitas jaringan