Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA ATURAN SINUS DAN ATURAN COSINUS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PALU Astuti, Wiwik
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.526 KB)

Abstract

Abstrak : Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Palu pada materi aturan sinus dan cosinus, sehingga untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, maka peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dalam mengajarkan aturan sinus dan cosinus. Penelitian ini mengikuti pola penelitian tindakan kelas ( Classroom Aktion Research ) dan dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan meliputi : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan (Obserwasi). 4) Refleksi .Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1Palu Kelas X R5, pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 41 orang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikan tes individu kepada siswa pada setiap akhir siklus. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil belajar siswa pada siklus I, menunjukkan bahwa dari 41 siswa yang mengkuti tes terdapat 21 orang yang tidak tuntas belajar dengan persentase ketuntasan klasikal 51,3 %. Hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan bahwa dari 41 siswa terdapat 38 orang tuntas belajar dengan persentase ketuntasan klasikal 92,7 %. Selain itu, diperoleh peningkatan akivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT pada aturan sinus dan cosinus dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X R5 SMA Negeri 1 Palu. Kata Kunci: Kooperatif, NHT, Hasil Belajar, Sinus, Cosinus, SMA Negeri
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA ATURAN SINUS DAN ATURAN COSINUS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PALU Astuti, Wiwik
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.526 KB)

Abstract

Abstrak : Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Palu pada materi aturan sinus dan cosinus, sehingga untuk meningkatkan hasil belajar siswa tersebut, maka peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT) dalam mengajarkan aturan sinus dan cosinus. Penelitian ini mengikuti pola penelitian tindakan kelas ( Classroom Aktion Research ) dan dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan meliputi : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan (Obserwasi). 4) Refleksi .Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1Palu Kelas X R5, pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 41 orang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan data hasil belajar siswa yang diperoleh dengan memberikan tes individu kepada siswa pada setiap akhir siklus. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil belajar siswa pada siklus I, menunjukkan bahwa dari 41 siswa yang mengkuti tes terdapat 21 orang yang tidak tuntas belajar dengan persentase ketuntasan klasikal 51,3 %. Hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan bahwa dari 41 siswa terdapat 38 orang tuntas belajar dengan persentase ketuntasan klasikal 92,7 %. Selain itu, diperoleh peningkatan akivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT pada aturan sinus dan cosinus dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X R5 SMA Negeri 1 Palu. Kata Kunci: Kooperatif, NHT, Hasil Belajar, Sinus, Cosinus, SMA Negeri
PENERAPAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN GOOGLE SITES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR POLINOMIAL KELAS XI MIPA 2 SMA NEGERI 1 PALU I Wayan Bayu Rasdana; Muh. Rizal; Wiwik Astuti
INSPIRAMATIKA Vol 9 No 1 (2023): Inspiramatika: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, June 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/inspiramatika.v9i1.4259

Abstract

This research aims to determine the implementation of animated video media and Google Sites to improve learning outcomes in polynomials. The type of research used is classroom action research. This research design refers to Arikunto's research design, which consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were all students of class XI MIPA 2 at SMA Negeri 1 Palu, totaling 35 people. The research was conducted in two cycles. The research results showed that (1) There was an increase in individual student mastery from in the first cycle to in the second cycle. (2) There was an increase in classical student mastery from 71.4% in the first cycle to 88.5% in the second cycle. (3) The teacher and student activities in each activity were categorized as good and very good. (4) The students' response showed that learning through the implementation of video media and Google Sites, namely, animated video media, made the students interested in learning and facilitated their understanding of the given problems. Google Sites reduced the use of mobile phones for non-learning-related matters, and it also facilitated students in searching for references and information. Based on the researcher's findings, it is recommended that educators implement animated video media and Google Sites in relevant subjects.
Prediksi Aspek Evolusi Xantofil pada Exiguobacterium Sp. yang Berasosiasi dengan Halimeda Macroloba, Hasil Isolasi dari Perairan Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa Astuti, Wiwik; Radjasa, Ocky Karna; Karwur, Ferry Fredy; Rondonuwu, Ferdy Semuel
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.617 KB)

Abstract

Xantofil merupakan oksikarotenoid yang memiliki kemampuan sebagai fotoprotektor, sehingga merupakan senyawa antioksidan yang potensial. Sebarannya yang luas dari tumbuhan tingkat tinggi hingga organisme tingkat rendah, termasuk pada bakteri, menyebabkan xantofil mudah didapat, terlebih lagi dengan sifat kepolarannya, membuat pigmen oksikarotenoid ini relatif mudahuntuk diisolasi dari senyawa karoten lain. 3 jenis xantofil, yaitu dinosantin, P457, dan diadinokrom yang teridentifikasi dari Exiguobacterium sp. MK_HM, bakteri yang berasosiasi dengan karang Halimeda macroloba, hasil isolasi dari perairan Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa, memiliki kesamaan dengan xantofil yang dihasilkan oleh beberapa Dinoflagellata. Hal ini dimungkinkan karena efek asosiasi sekunder yang dilakukan inangnya, Halimeda macroloba dengan Dinoflagellata tertentu.
Environment Cultural Learning Model: A New Perception in Socio-Cultural-Based Environment History Learning Wahyudi, Deny Yudo; Wijaya, Daya Negri; Kusdiyanti, Heny; Utari, Shela Dwi; Astuti, Wiwik
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.14289

Abstract

The purpose of this study is to describe a new learning model for teaching environmental history based on a sociocultural approach. This research employs a qualitative design, in which questionnaires were distributed to history teachers to collect data. The analysis process was conducted in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The result of this study is the development of a new learning model referred to as Environment Cultural Learning. This model has a syntax consisting of five stages: exploration, contextualization, application, collaboration, and reflection. The findings indicate that no specific model has previously outlined environmental history along with sociocultural values. Therefore, this study aims to provide an innovative learning model to support teachers. The Environment Cultural Learning model can be applied in the teaching of environmental history by exploring the environment and identifying sociocultural values that can be taught to students. This model consists of five stages: exploration, contextualization, application, collaboration, and reflection.