Salmiah Agus
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Ekspresi Ki-67 dan Tipe Stroma Peritumoral dengan Varian Histopatologik Karsinoma Sel Basal Silvi Yelitha; Salmiah Agus; Satya Wydya Yenny
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.1, Januari 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangKarsinoma sel basal (KSB) merupakan keganasan kulit tersering pada manusia. Walaupun jarang bermetastasis KSB terutama varian agresif bersifat destruksi lokal dan dapat terjadi kekambuhan. Mekanisme terjadinya varian KSB agresif dan non-agresif masih belum dimengerti, diduga tingginya tingkat proliferasi sel yang berperan dalam patogenesis tumor ini. Tingkat proliferasi sel dapat dinilai dengan ekspresi Ki-67. Sel tumor yang menginfiltrasi stroma akan menimbulkan reaksi sel stroma peritumoral. Belum diketahui secara pasti tipe stroma peritumoral yang berperan pada varian KSB.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan ekspresi Ki67 dan tipe stroma peritumoral dengan varian histopatologik KSB.MetodeSampel yang digunakan sebanyak 40 terdiri atas 20 sampel KSB agresif dan 20 sampel KSB non agresif. Sampel diwarnai dengan pewarnaan imunohistokima (IHK) Ki-67 dan histokimia (van Gieson dan Alcian Blue).HasilKSB agresif lebih banyak mengekspresikan Ki-67 tinggi (78,3%) dan memiliki stroma tipe desmoplasia (66,7%), sedangkan KSB non-agresif lebih banyak mengekspresikan Ki-67 rendah (88,2%) dan memiliki stroma tipe miksoid (70%).KesimpulanSecara klinikopatologik ekspresi Ki-67 dan tipe stroma peritumoral berperan untuk membedakan KSB varian agresif dengan non-agresif.
Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor dan Peningkatan Microvessel Density pada Karsinoma Nasofaring Tidak Berkeratin Muina Muina; Salmiah Agus; Sukri Rahman
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.3, September 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangKarsinoma nasofaring (KNF) tidak berkeratin mempunyai prognosis yang buruk. Vascular endothelial growth factor (VEGF) merupakan biomolekuler penanda progresivitas pada KNF sehingga ekspresi VEGF ini digunakan sebagai marker biologis terapi target. VEGF berperan penting pada angiogenesis yang terlihat dengan peningkatan microvessel density (MVD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekspresi VEGF dan MVD pada KNF tidak berkeratin.MetodePenelitian analitik dengan menggunakan desain potong lintang komparatif pada 44 sampel blok parafin penderita KNF tidak berkeratin, didapatkan masing-masing 22 blok parafin subtipe tidak berkeratin berdiferensiasi dan yang tidakberdiferensiasi. Masing-masing sampel dilakukan pemeriksaan ekspresi VEGF dan CD31 dengan metode pewarnaan imunohistokimia Labeled Streptavidin Biotin Complex dilakukan dengan prosedur manual. Antibodi primer yang digunakan adalah VEGF dan CD31 dari Dako, Glostrup, Denmark. Data dianalisis dengan uji statistik chi-square.HasilEkspresi VEGF ditemukan sebesar 68,2%. Pada KNF yang tidak berkeratin menunjukkan ekspresi VEGF didapatkan MVD tumor yang tinggi (66,7%). Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara ekspresi VEGF dan MVD (p=0,001).KesimpulanEkspresi VEGF pada KNF tidak berkeratin menunjukkan peningkatan MVD
Peran Imunoekspresi Bcl-2 pada Derajat Histopatologik dan Kedalaman Invasi Miometrium pada Karsinoma Endometrium Tipe I Linna Chandra; Salmiah Agus; Pelsi Sulaini
Majalah Patologi Indonesia Vol. 28 No. 1, Januari 2019
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangDerajat keganasan dan kedalaman invasi pada karsinoma endometrium merupakan faktor penting dalammenentukan prognosis dan stadium. Saat ini, telah banyak ditemukan penelitian molekuler yang berhubungandengan karsinogenesis karsinoma endometrium, antara lain Bcl2 yang merupakan protoonkogen yangmenghambat kematian sel terprogram (apoptosis). Peranan Bcl-2 terhadap karsinogenesis karsinomaendometrium belum jelas. Overekspresi Bcl-2 memainkan peranan penting pada karsinogenesis danprogresifitas karsinoma endometrium.MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional comparative terhadap42 spesimen hasil operasi histerektomi total di Laboratorium Patologi Anatomik Sumatera Barat periode 2011-2014. Pemeriksaan ulang preparat HE dilakukan untuk menilai jenis histologik, derajat keganasan, dankedalaman invasi. Ekspresi Bcl-2 dinilai dari pulasan imunohistokimia meggunakan antibodi monoklonal.Hasilnya dibandingkan dengan derajat keganasan dan kedalaman invasi. Hubungan antara ekspresi Bcl-2dengan derajat keganasan dan kedalaman invasi dianalisa menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan denganuji Mann Withney.HasilBerdasarkan perhitungan sampel didapat sampel sebanyak 42, terdiri atas 14 sampel derajat 1, 19 sampelderajat 2, 9 sampel derajat 3, 6 sampel invasi <½ ketebalan miometrium, dan 36 sampel invasi ≥½ ketebalanmiometrium. Ekspresi Bcl2 positif pada sitoplasma sebanyak 28 kasus (66,7%). Analisa statistik tidak terdapathubungan yang bermakna antara ekspresi Bcl2 dengan berbagai derajat keganasan dan kedalaman invasi padakarsinoma endometrium.KesimpulanImunoekspresi Bcl-2 menunjukkan hubungan tidak bermakna dengan derajat histopatologik dan kedalamaninvasi miometrium pada karsinoma endometrium.
Hubungan Ekspresi Reseptor Progesteron dan Ki-67 Labeling Index dengan Derajat Histopatologik Meningioma Dwi Sri Rejeki; Salmiah Agus; Yuliarni Syafrita
Majalah Patologi Indonesia Vol. 28 No. 3, September 2019
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundMeningioma is tumor originating from meningothelial cells (arachnoid) attached to duramater. These is thesecond most tumor in central nervous system. All degrees meningioma have risk for recurrence, unfortunatelythe biologic behavior of meningioma can’t be seen from histopathology alone. Therefore, many studies haveshown progesterone receptor influence the degree of meningioma and Ki-67 LI also has important role indetermining risk of recurrence in the degree meningioma. Therefore, the examination of progesterone receptorand Ki-67 LI in meningioma is required to see character of meningioma tumor cells and hence to determinetreatment and prognosis.MethodsThe study was a cross-sectional study, which conducted patients with diagnosis of meningioma from 5Pathological Anatomy Laboratories in West Sumatra. Total of 64 cases meningioma were obtained duringJanuary 2012 to December 2015 and 35 samples were taken and met the inclusion criteria.Immunohistochemical examination was using specific antibodies to progesterone receptor and Ki-67. Datacollected were analyzed using the Kruskal-Wallis test and p value <0.05 was considered as statisticallysignificant.ResultsFrom 35 samples, 29 samples (82.9%) classified meningioma grade I, 4 samples (11.4%) meningioma grade IIand 2 samples (5.7%) meningioma grade III. Meningioma was most prevalent the age range 41-50 years,female gender and histopathological grade I.ConclusionNo differences expression progesterone receptor on the degree histopathological meningioma. No differencesexpression Ki-67 LI on the degree histopathological meningioma. There is inverse relationship betweenexpression progesterone receptor and Ki-67 LI on the degree histopathological meningioma
Hubungan Ekspresi Ki-67 dan E-Cadherin dengan Kedalaman Invasi Melanoma Malignum Berdasarkan Clark Level Santy Saberko; Salmiah Agus; Satya Wydya Yenny
Majalah Patologi Indonesia Vol. 28 No. 3, September 2019
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundMalignant melanoma (MM) is a neoplasia derived from melanocytes. This is the most aggressive cancer ofskin. Even small tumors may have a tendency to metastasize and thus lead to a relatively unfavorableprognosis. Malignant melanoma depth of invasion based on Clark level is one of the important prognosticfactors to determine survival rate of MM patient. Determination of invasion based on this Clark level issubjective, more objective checks such as Ki-67 and E-Cadherin are required. This examination isexpected to see the risk of metastasis in MM. Cell proliferation is the main key for tumor progression and itcan be measured with Ki-67 expression. E-cadherin is one of transmembrane protein that plays importantrole in metastasis. The purpose of this study is to determine correlation between Ki-67 and E-Cadherinexpression with depth of invasion of malignant melanoma based on Clark level.MethodsThis is cross sectional study in Padang and Jakarta, with 42 cases of malignant melanoma which havebeen diagnosed in Pathology Anatomic Laboratory in West Sumatera. Samples were obtained fromparaffin block of or tissue from surgery and have been reviewed depth of invasion based on the Clark level.These samples were divided into I-V Clark level group. Ki-67 expression of cells nuclei and expression ofE-Cadherin of cells membrane were analyzed using immunohistochemistry assay. One Way Annovabivariate statistical analysis were used and value p<0.05 were considered significant.ResultsPositive Ki-67 expression were found in 42 cases, 6 samples with II Clark level, 8 samples with III Clarklevel, 19 samples with IV Clark level, 9 samples with V Clark level. Malignant melanomas were mostlyfound in male 60-79 age group and depth of invasion in IV Clark level. Positive E-Cadherin expression in IIClark level. There was significant correlation between Ki-67 and E-Cadherin
Hubungan Ekspresi Matriks Metaloproteinase-9 dengan Jenis Histopatologi Karsinoma Serviks dan Invasi Limfovaskular Meta Oktora; Salmiah Agus; Pelsi Sulaini
Majalah Patologi Indonesia Vol. 28 No. 3, September 2019
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BackgroundMatrix Metalloproteinase 9 (MMP-9) is a proteolytic enzyme assumed to have an important role in cervicalcarcinogenesis. Limfovascular invasion (LVI) and higher expression of MMP-9 will make cervical tissuedegradation faster, invasion process and metastasist easier. Adenocarcinoma is suspected of having poorprognostic than squamous cell carcinoma (SCC). The aim of this study was to examine the relationshipbetween expression of MMP-9 with histopathological cervical carcinoma and LVI.MethodsA cross sectional analytic study was performed on 36 sample that divided into 18 KSS and 18 adenokarsinoma.Samples were tooken from block paraffin from surgery or biopsy in Anatomic Pathology laboratories are locatedin West Sumatra. Sample are reviewed and found the LVI. Immunohistochemical was staining with primaryantibody MMP-9 then its expression were assessed in stroma and cytoplasmic cell tumour.ResultsMMP-9 expression was found positive in 80.6% (41.1% for SCC and 58.6% for cervical adenocarcinoma. Themean of expression of SCC was 17.4 and cervical adenocarsinoma was 19.56. Expression of MMP-9 waspositive in LVI sample.ConclusionThere is not significant relationship between the expression of MMP-9 with type of histopatologic cervicalcarcinoma (p=0.088) and LVI (p=0.566). Expression of MMP-9 in cervical adenocarcinoma was higher thanSCC, but it was not significant (p=0.563).