Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Incorporating Entrepreneurial Digital Storytelling in Teaching Business English Muhammad Nasir
Alphabet Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.alphabet.2024.07.01.05

Abstract

Entrepreneurship, as an academic discipline, in higher education institutions (HEIs) is crucial in supporting the government's mission to promote entrepreneurial education.  As part of this trend, there have been growing interests in integrating entrepreneurship into a course’s curriculum, including in English as a Foreign Language (EFL) class, specifically within the Business English subject. This study proposes the incorporation of entrepreneurial digital storytelling (EDST) contents, encompassing personal narratives and real-life experiences of successful entrepreneurs within the Business English course in higher education settings. This study employs a qualitative approach through literature review to support the theoretical perspective and practical implementation of this study. The article highlights the benefits of incorporating entrepreneurial storytelling content to support EFL students in enhancing their motivation to learn English, particularly to improve the language skills. Furthermore, its implementation is useful for the development of students' entrepreneurial intentions and motivation while simultaneously enhancing their English language proficiency and academic growth.
ANALISIS ATRIBUT TOKO DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DI SWALAYAN MAJU BERSAMA MEDAN Baskoro, Danny Ajar; Ahsan, Jabal; Nasir, M.
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan barang, harga, lokasi toko, dan pelayanan terhadap keputusan pembelian di Swalayan Maju Bersama Medan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 100 orang yang pernah melakukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan barang, harga, lokasi toko, dan pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelengkapan barang memiliki pengaruh yang paling besar, diikuti oleh harga, lokasi toko, dan pelayanan. Dalam konteks penelitian ini, atribut toko memiliki dampak yang signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Swalayan Maju Bersama. Diversifikasi dan peningkatan atribut toko, serta penyesuaian harga yang bijak, dapat menjadi strategi yang relevan bagi Swalayan Maju Bersama untuk meningkatkan daya tarik dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik. Keterbatasan penelitian ini, seperti ukuran sampel yang terbatas pada satu lokasi toko, perlu diperhatikan dalam interpretasi hasil.
DINAMIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PASCA PANDEMI: PERSPEKTIF MAHASISWA DAN DOSEN Baskoro, Danny Ajar; Poluan, Nadia Amelia Elyana; Nasir, M
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v9i1.28908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola penggunaan teknologi dalam pembelajaran sebelum, selama, dan setelah pandemi, serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunan penggunaan teknologi pascapandemi di kalangan mahasiswa dan dosen. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 115 mahasiswa pendidikan bisnis dan 8 dosen dari berbagai prodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi, 40% responden menggunakan teknologi secara moderat hingga intensif, yang meningkat menjadi 95% selama pandemi, tetapi menurun kembali menjadi 55% setelah pandemi. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti digital fatigue (88% mahasiswa dan 87% dosen merasa lelah), preferensi pembelajaran tatap muka (86% mahasiswa merasa lebih nyaman), serta keterbatasan infrastruktur kampus (83% responden mengeluhkan fasilitas yang kurang memadai). Selain itu, kebijakan institusi yang belum sepenuhnya mendukung integrasi teknologi juga menjadi tantangan. Meskipun demikian, mahasiswa dan dosen menyatakan bahwa teknologi tetap penting sebagai pelengkap pembelajaran hybrid, meskipun integrasinya belum optimal. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dalam merancang kebijakan dan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih efektif di masa depan.
HARNESSING DIGITAL MARKETING TO PROMOTE CULTURAL SENSITIVITY IN INDONESIAN TOURISM Nasir, Muhammad
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): Pesona Pariwisata
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v2i1.9

Abstract

Peningkatan jumlah turis asing di negara-negara dengan keberagaman budaya, seperti Indonesia, telah memunculkan perhatian dalam tejadinya konflik budaya antara wisatawan asing dan penduduk lokal. Masalah ini dapat terjadi akibat kurangnya kesadaran lintas budaya dan adanyamiskomunikasi tentang negara yang dikunjungi. Di sisi lain, pemanfaatan pemasaran digital dalam sektor pariwisata semakin luas dan berdampakbesar. Meskipun demikian, penelitian yang telah dilakukan untuk mengeksplorasi integrasi sensitivitas budaya dalam kampanye pemasaran digitalpariwisata masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan mengkaji potensi promosi sensitivitas budaya melaluipemasaran digital dalam pariwisata, terutama di Indonesia. Melalui pendekatan eksploratif dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan datasekunder, penelitian ini mendiskusikan signifikansi dan dampak dari promosi sensitivitas budaya (cultural sensitivity) melalui pemasaran digitalpariwisata. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya sensitivitas budaya dalam pengembangan pariwisata dan menunjukkan bahwa sensitivitas budayadapat dipromosikan secara efektif melalui berbagai alat dan kegiatan pemasaran digital. Integrasi sensitivitas budaya dalam pemasaran digitalpariwisata memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman budaya para pengunjung, membina pengalaman dan hubungan positif antara pengunjungdan penduduk lokal, serta berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan unsur sensitivitas budayadalam strategi pemasaran digital, diharapkan konflik budaya dapat diminimalisir dan hubungan yang lebih kuat antara wisatawan dan penduduk lokaldapat terjalin. Kata Kunci: Sensitivitas Budaya, Pemasaran digital, Wisatawan asing, Indonesia.
How digital branding enhances digital trust: a case study of three msmes in Medan Miftah El Fikri; Danny Ajar Baskoro; Muhammad Nasir
Economic: Journal Economic and Business Vol. 5 No. 2 (2026): ECONOMIC: Journal Economic and Business
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar (LARISMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejeb.v5i2.1647

Abstract

The rapid growth of digital technology has transformed how Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) build relationships with consumers through social media. This study examines the influence of Social Media Marketing on Digital Brand Trust through the mediating roles of Content Marketing and Digital Trust among three MSMEs in Medan: Miricare Oil, Syakir Collection, and Cemilan Kanaya. A quantitative approach was employed using a survey of 252 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The findings reveal that Social Media Marketing has a positive and significant effect on Content Marketing, Digital Trust, and Digital Brand Trust. Digital Trust emerged as the strongest predictor of Digital Brand Trust, highlighting the importance of security, credibility, and reliability in digital interactions. Content Marketing significantly enhances Digital Brand Trust but does not directly influence Digital Trust. Furthermore, both Content Marketing and Digital Trust serve as significant mediating variables in strengthening the relationship between Social Media Marketing and Digital Brand Trust. These findings provide practical insights for MSMEs in developing effective digital marketing strategies that prioritize trust-building to improve brand competitiveness and long-term consumer relationships in the digital marketplace.
Village Marketing Digitalization Model: Based on Behavior and Community Readiness Miftah El Fikri; Muhammad Nasir; Nadia Amelia Poluan; Rizal Ahmad; Dewi Nurmasari Pane; Rahmadani Rahmadani
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v4i2.183

Abstract

Digitalization is a big question about how to accept and adapt to it. People's behavior and culture are also affected by the development of the internet, especially in tourist areas, which has the potential to use it to meet their needs, shop online, sell to visitors and get important information that can increase the scale of their small business. But of course, this does not happen in Pamah Similir Hamlet–Telagah Village where the community still has limited access to digitalization. Telagah Village is ready to face digitalization, but with several improvements in factors that affect the digitalization of village marketing, namely irritation, credibility, interactivity, accessibility, and transformative, this research was carried out on the application of digitalization. The purpose of this study is to analyze how much the influence factor of Village Marketing Digitalization and how the community is ready to deal with it. The results of this study show that all factors influencing Village Marketing Digitalization have a positive and significant effect on the variables of Village Marketing Digitalization. The influencing factors are Irritation, Credibility, Accesibility, Transformative, and Interactivity Variables. From the model test, the largest direct influence is the transformative variable on the credibility variable with a Tstatistic of 22.259 and a P value of 0.000, while the largest indirect influence is the accesibility variable on the credibility variable through the transformative variable with a Tstatistic of 18.755 and a P value of 0.000. The conclusion of this study shows that the Telagah Village community is ready to accept the digitalization of their village marketing, although there are several priority obstacles in terms of signal reception and the amount of signal obtained, road infrastructure and network stability in the village.