Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Identifikasi komponen harmonik di Selat Lombok berdasarkan data arus time series Rizal Fadlan Abida; Widodo Setiyo Pranowo; Yogo Pratomo; Engki Andri Kisnarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.1.2361

Abstract

Abstract. Lombok Strait is one part of Indonesia Through Flow (ITF), important for national and international maritime economic. The strait is passed by ITF, i.e., a displacement water from the Pacific Ocean into the Indian Ocean caused by a difference in the sea water level. ITF flows across the Makassar Strait to south direction and passes through the smaller straits along Bali to Flores. ITF pattern is influenced by its local area condition which creates unique characteristics in each place. ITF passes through the Lombok Strait in part directly related to the Indian Ocean, as well as a very diverse state bathymetry of shallow ocean to ocean trenches. Various oceanographic phenomena affect ITF in the Lombok Strait: tides and waves are formed due to the interaction between the ocean currents from the Indian Ocean to the Lombok Strait, met with ITF flowing from the Lombok Strait into the Indian Ocean. As tides, currents are influenced by the tides that have harmonic components, but there are differences in the frequency and phase are formed. Harmonic component is one of indicators in determining the characteristics of a body of water. The purpose of this study is to obtain the derived harmonic components by analysing currents data in the Lombok Strait acquired from The International Nusantara Stratification and Transport (INSTANT) Expedition Mooring Deployment 1 conducted in 2004 to 2005. Based on the analysis it is known that the characteristic harmonic currents in the Lombok Strait is influenced by significant harmonic components such as Solar Semi Annual (SSA) and Solar Annual (SA)constituents be used, as the result of harmonic analyses of tidal data at ports all over the world reveal that they are dominated by the seasonal variations of sun.Keywords : ITF; Sea Current; Harmonic Component; INSTANT ExpeditionAbstrak. Selat Lombok merupakan salah satu alur lintas kepulauan Indonesia (ALKI) yang penting bagi perekonomian maritim nasional dan internasional, sekaligus sebagai alur dari arus lintas Indonesia (Arlindo). Arlindo merupakan peristiwa perpindahan masa air dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia, yang disebabkan oleh perbedaan ketinggian air laut. Jalur Arlindo melintasi Selat Makasar menuju selatan, kemudian terbagi melewati selat-selat yang lebih kecil diperairan Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Pola Arlindo dipengaruhi keadaan perairan setempat yang dilewatinya, sehingga Arlindo memiliki karakteristik yang unik pada masing-masing tempat. Pada Selat Lombok yang berhubungan langsung dengan Samudera Hindia,  fenomena oseanografi mempengaruhi ARLINDO di Selat Lombok diantaranya adalah pasang surut dan internal wave yang terbentuk karena interaksi antara arus laut dalam yang berasal dari Samudera Hindia menuju Selat Lombok. Arus pasut memiliki komponen harmonik seperti gaya pembangkitnya, namun terdapat perbedaan pada frekuensi dan fasa yang terbentuk. Komponen harmonik pasut dan arus pasut merupakan salah satu indikator dalam penentuan karakteristik suatu perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh besaran komponen harmonik yang diturunkan dari arus di Selat Lombok dari Ekspedisi INSTANT Mooring Deployment 1 yang dilaksanakan pada tahun 2004 hingga 2005. Berdasarkan analisis harmonik diketahui bahwa karakteristik arus di Selat Lombok dipengaruhi oleh komponen harmonik signifikan seperti Solar Semi Annual dan Solar Annual yang merupakan komponen yang dipengaruhi oleh pergerakan matahari secara paruh tahun maupun tahunan.Kata kunci : Arlindo; Arus Laut; Komponen Harmonik; Ekspedisi INSTANT
Pemodelan Gelombang Laut di Perairan Teluk Jakarta Bulan Januari 2024: Modeling Ocean Waves in Water Jakarta Bay in January 2024 L.M Dandi Wahyu Purnama; Yulianto; Awaluddin; Hawati; Ibnu Azies; Kurnia Malik; Widodo Setiyo Pranowo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v16i2.92

Abstract

Teluk Jakarta merupakan salah satu perairan Indonesia yang memiliki tingkat kegiatan di sektor kelautan dan perikanan sangat tinggi. Pemahaman dalam aspek dinamika laut, salah satunya adalah gelombang laut sangat dibutuhkan guna pengambilan keputusan dalam kelancaran kegiatan ekonomi di perairan teluk Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi gelombang yang dipengaruhi oleh angin pada puncak musim angin barat (Januari) 2024, berdasarkan hasil simulasi pemodelan gelombang laut menggunakan Perangkat lunak MIKE 21. Input model berupa data angin bersumber dari arsip data CMEMS Marine Copernicus. Batimetri dan garis pantai menggunakan Peta Laut Indonesia terbitan Pushidrosal. Data rekaman gelombang in situ (observasi) menggunakan RBR Duo pada saat Latek STTAL Hidros, digunakan untuk validasi model. Hasil validasi menunjukan nilai RMSE mencapai 0,0612 (sangat kecil), sehingga dikatakan hasil model mendekati akurat. Hasil analisa menunjukan arah dan kecepatan angin di perairan Teluk Jakarta pada Januari 2024 mencapai 1,4 – 2,8 m/s dengan dominan arah dari Utara dengan variasi arah Barat laut. Berdasarkan hasil kecepatan angin, diperoleh rata-rata tinggi gelombang signifikan di perairan Teluk Jakarta mencapai 0,312 m. Jelas, bahwa karakteristik dari tinggi gelombang laut di perairan teluk Jakarta sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin.
Peningkatan Data Tinggi dan Kecepatan Hanyut Gelombang pada Sistem Informasi Fusi Oseanografi STTAL: Improved Wave Height and Drift Velocity Data on The STTAL Oceanographic Fusion Information System Miranto, Miranto; Widodo Setiyo Pranowo; Arta Adhi Surya
Jurnal Hidropilar Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v9i2.321

Abstract

Sistem Aplikasi Basis Data Fusi Oseanografi merupakan hasil kerjasama antara STTAL dengan Marine Coastal Data Laboratory (MCDL) Pusat Riset Penelitian Kelautan dan Perikanan dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2019 yang bertujuan untuk pengelolaan data observasi dan teknologi prediksi Oseanografi Nasional. Pengembangan yang berkelanjutan dengan menambahkah variabel baru seperti Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang sangat di butuhkan dalam pemutakhiran Basis Data. Dalam Tugas Akhir ini dilaksanakan pengolahan data Gelombang Angin dan kecepatan Hanyut Gelombang Permukaan selama tahun 2021 dan 2022. Data penelitian bersumber dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS). Gelombang tersebut kemudian di olah menggunakan software ODV versi 5.3.0 untuk menghasilkan peta Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang dan dilakukan komputasi menggunakan Software Microsoft Excel untuk mengetahui nilai dari Kecepatan Hanyut Gelombang Permukaan. Hasil pengolahan selanjutnya di unggah kedalam Basis Data Fusi Oseanografi untuk ditampilkan pada Aplikasi Android Fusioseanografi V4 untuk dapat di akases bagi pengguna. Penelitian ini menghasilkan peta variabel Gelombang Angin dan Kecepatan Hanyut Gelombang permukaan yang di aplikasikan kedalam 12 WFO disetiap tahun dengan setiap WFO berjumlah 12 bulan dengan setiap bulannya berjumlah 1 gambar. Pengolahan selama 2 tahun sehingga menghasilkan peta hasil ploting sejumlah 288 gambar. Hasil penelitian selama 2 tahun didapatkan nilai tertinggi Gelombang Alun berada di bulan Desember 2021 dan bulan Maret di tahun 2022. Keduanya memiliki tinggi Gelombang 4m. Himbauan untuk keselamatan pelayaran pada bulan ini sangat penting mengingat gelombang yang berbahaya bagi keselamatan pelayaran.
Karakteristik Arus Permukaan Laut pada Selat Madura: Characteristics of Sea Surface Current in Madura Strait Dumatubun, Innocentius Arya Panji Pramudewata; Widodo Setiyo Pranowo; Aida Sartimbul; Johar Setiyadi; Syarifah Hikmah Julinda Sari; Fahreza Okta Setyawan
Jurnal Chart Datum Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v10i1.325

Abstract

Selat Madura merupakan perairan yang memisahkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura yang memiliki ciri yaitu relatif dangkal dan perairan semi tertutup. Sehingga pola pergerakan arus di Selat Madura mendapatkan pengaruh dari sistem angin muson di Indonesia yang berbeda tiap musimnya dan pergerakan massa air dari Laut Jawa dan Laut Bali bertemu di Selat Madura. Data arus permukaan didapatkan dari Marine Copernicus yang kemudian divisualisasikan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan dan arah arus permukaan laut di Selat Madura beragam tiap musimnya. Ketika Musim Barat, pergerakan massa air mayoritas datangnya dari Laut Jawa dengan kecepatan kemudian berbelok masuk ke Selat Madura begitu sebaliknya yang terjadi saat Musim Timur. Rata-rata kecepatan arus berdasarkan area kajian dimana pada Utara Selat Madura (III) memiliki kecepatan sebesar 0,06-0,41 m/s. Area kajian tepat pada Selat Madura (I dan II) memiliki rata-rata kecepatan yang terbilang rendah dengan nilai berkisar 0,03-0,15 m/s. Hal tersebut dikarenakan perairan Selat Madura merupakan perairan semi-tertutup sehingga angin yang bertiup di atas permukaan laut tidak konstan.
Analisis Karakter Gelombang Laut di Selat Madura Periode Tahun 2024 Sutjipto; Widodo Setiyo Pranowo; Viv Djanat Prasita
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.169

Abstract

Selat Madura merupakan wilayah perairan dengan dinamika gelombang yang dipengaruhi oleh faktor oseanografi dan meteorologi, khususnya angin muson dan transisi antar-musim. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi spasial-temporal karakter gelombang laut sepanjang tahun 2024. Data sekunder diperoleh dari arsip CMEMS Marine Copernicus dengan resolusi temporal 3 jam, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV) melalui tahapan normalisasi, penyaringan anomali, dan visualisasi. Analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang bervariasi antara 0,02–2,2 m dengan arah dominan ke timur dan timur laut. Gelombang tertinggi terjadi pada bulan Maret (2,2 m) dipengaruhi transisi pancaroba, sementara gelombang relatif rendah tercatat pada November (0,02 m). Pola muson barat menghasilkan gelombang lebih tinggi dengan arah ke timur laut, sedangkan muson timur cenderung menghasilkan gelombang stabil ke arah timur. Pergeseran pola gelombang pada musim pancaroba menunjukkan pengaruh kuat perubahan atmosfer regional. Temuan ini menegaskan bahwa variasi musiman dan transisi iklim lokal sangat menentukan dinamika gelombang di Selat Madura. Hasil penelitian berimplikasi penting bagi navigasi, perencanaan infrastruktur maritim, serta mitigasi risiko pesisir.
Analisis Karakter Gelombang Laut di Selat Madura Periode Tahun 2024 Sutjipto; Widodo Setiyo Pranowo; Viv Djanat Prasita
Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar) Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jrkt.v7i2.169

Abstract

Selat Madura merupakan wilayah perairan dengan dinamika gelombang yang dipengaruhi oleh faktor oseanografi dan meteorologi, khususnya angin muson dan transisi antar-musim. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi spasial-temporal karakter gelombang laut sepanjang tahun 2024. Data sekunder diperoleh dari arsip CMEMS Marine Copernicus dengan resolusi temporal 3 jam, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV) melalui tahapan normalisasi, penyaringan anomali, dan visualisasi. Analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang bervariasi antara 0,02–2,2 m dengan arah dominan ke timur dan timur laut. Gelombang tertinggi terjadi pada bulan Maret (2,2 m) dipengaruhi transisi pancaroba, sementara gelombang relatif rendah tercatat pada November (0,02 m). Pola muson barat menghasilkan gelombang lebih tinggi dengan arah ke timur laut, sedangkan muson timur cenderung menghasilkan gelombang stabil ke arah timur. Pergeseran pola gelombang pada musim pancaroba menunjukkan pengaruh kuat perubahan atmosfer regional. Temuan ini menegaskan bahwa variasi musiman dan transisi iklim lokal sangat menentukan dinamika gelombang di Selat Madura. Hasil penelitian berimplikasi penting bagi navigasi, perencanaan infrastruktur maritim, serta mitigasi risiko pesisir.
MANGROVE FOREST CHANGE IN NUSA PENIDA MARINE PROTECTED AREA, BALI - INDONESIA USING LANDSAT SATELLITE IMAGERY August Daulat; Widodo Setiyo Pranowo; Syahrial Nur Amri
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2018.v15.a2955

Abstract

Nusa Penida, Bali was designated as a Marine Protected Area (MPA) by the Klungkung Local Government in 2010 with support from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Republic of Indonesia. Mangrove forests located in Nusa Lembongan Island inside the Nusa Penida MPA jurisdiction have decreased in biomass quality and vegetation cover. It’s over the last decades due to influences from natural phenomena and human activities, which obstruct mangrove growth. Study the mangrove forest changes related to the marine protected areas implementation are important to explain the impact of the regulation and its influence on future conservation management in the region. Mangrove forest in Nusa Penida MPA can be monitored using remote sensing technology, specifically Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) from Landsat satellite imagery combined with visual and statistical analysis. The NDVI helps in identifying the health of vegetation cover in the region across three different time frames 2003, 2010, and 2017. The results showed that the NDVI decreased slightly between 2003 and 2010. It’s also increased significantly by 2017, where a mostly positive change occurred landwards and adverse change happened in the middle of the mangrove forest towards the sea.