Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Can Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) Reduce Academic Anxiety in High School Students? Novinta, Debby Nia; Mastuti, Endah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9787

Abstract

Teenagers experience rapid development and growth during high school. During this phase, adolescents experience many challenging changes, including changes in emotional and physical development. If these changes are not properly managed, they can lead to problems such as anxiety. One of the sources of teenage anxiety is their academic problems. "Academic anxiety" is what this form of anxiety is called. It can be a challenge for students to focus, learn, and feel confident. Interventions are needed to assist students in controlling their anxiety so that they can be successful in achieving their academic endeavours. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) method in reducing high school students' academic anxiety levels. The participants in this study were 17-year-old high school students. The method used is a single case experimental design in which this single case refers to one individual within a certain scope. The results showed that REBT can reduce high school students' academic anxiety levels. Based on their experience of carrying out activities during the intervention, students are aware of irrasional thoughts that lead to behavior and feelings and replace them with rational thoughts by confronting these irrasional thoughts.Remaja mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat selama masa sekolah menengah atas. Pada fase ini remaja mengalami banyak perubahan yang menantang, termasuk perubahan perkembangan emosi dan fisik. Jika perubahan ini tidak dikelola dengan benar, maka dapat menimbulkan masalah seperti kecemasan. Sumber kecemasan remaja salah satunya ialah persoalan akademik mereka. "Kecemasan akademis" adalah sebutan yang diberikan untuk bentuk kecemasan ini. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi siswa untuk fokus, belajar, dan merasa percaya diri. Intervensi diperlukan untuk membantu siswa dalam mengendalikan kecemasan mereka sehingga mereka dapat berhasil dalam mencapai usaha akademis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) dalam menurunkan tingkat kecemasan akademis siswa sekolah menengah atas. Partisipan penelitian ini adalah siswa sekolah menengah atas yang berusia 17 tahun. Metode yang digunakan adalah single case experimental design yang dimana single case ini mengacu pada salah satu individu didalam suatu lingkup tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa REBT dapat menurunkan tingkat kecemasan akademis siswa SMA. Berdasarkan pengalaman mereka melakukan aktivitas selama intervensi, siswa menyadari pemikiran irasional yang mengarah pada perilaku dan perasaan dan menggantinya dengan pemikiran rasional dengan cara mengkonfrontasi pemikiran yang irasional tersebut.  
HAV Matrix: Employee Development in PT. X based on Potential Review Assessment Putri, Nadia Shafira; Mastuti, Endah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14981

Abstract

The individual assessment potential review was conducted as part of talent management activities to obtain a comprehensive understanding of the individual’s potential and to identify competencies that require improvement. In addition to providing psychological measures to map employee profiles, the organization also considered performance evaluation results. The tool used in this assessment was the HAV Matrix. The subject of this study was an employee of PT. X. This research employed two data collection methods: psychological testing tools and interviews. At the end of the process, counseling sessions were conducted to provide developmental suggestions tailored to the individual’s needs through counseling programs, aiming to enable the individual to perform optimally. The research findings indicated that the subject falls into the "current star" category in the HAV Matrix analysis, which means the subject is classified as a high performer with moderate potential. This finding confirms that the subject is a promising candidate for the position of Purchasing Section Head but requires further development in certain areas. Penelitian asesmen individu potential review dilakukan sebagai bagian dari kegiatan talent management untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi yang dimiliki oleh individu serta mengidentifikasi kompetensi yang perlu ditingkatkan. Selain menyediakan pengukuran psikologis untuk memetakan profil karyawan, organisasi juga mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja. Tools yang digunakan dalam asesmen ini adalah HAV Matriks. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu alat tes psikologi dan wawancara. Pada akhir kegiatan dilakukan konseling untuk memberikan saran pengembangan yang diperlukan untuk kebutuhan pengembangan SDM melalui program konseling agar individu dapat bekerja dengan optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek termasuk dalam kategori “current star” dalam analisis HAV matriks, yaitu subjek berada pada rentang high performer dan moderate potential. Hal tersebut membuktikan bahwa subjek termasuk kader potensial untuk menduduki jabatan kasie purchasing namun membutuhkan beberapa pengembangan.
The Effectiveness of Reading using the Fernald Method for Mentally Retarded Children Putri, Brilliandani Kirara; Mastuti, Endah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.17236

Abstract

Reading is a very important skill to master. The ability to read is an important part of human life as a window of knowledge. But not all students can read and understand reading fluently. Especially mentally retarded students who have intellectual abilities, memory, and concentration are very limited. The purpose of this study was to see the effect of Fernald's method in learning to read children with mental retardation who have problems in reading. The subjects of this study were third grade elementary school students with mental retardation who had early reading problems. The research method is single subject experiment and analysis technique using pretest posttest score chart. The data collection instrument used is WISC. Fernald's method was given in 6 meeting Sessions. The results of the study showed an increase in reading ability after the intervention to the subjects. So it can be concluded that Fernald's method can improve reading skills in third grade students who are mentally retarded. Membaca merupakan keterampilan esensial yang berperan sebagai pintu gerbang pengetahuan. Namun, tidak semua peserta didik memiliki kapasitas yang sama dalam menguasainya, terutama siswa dengan retardasi mental yang mengalami keterbatasan dalam intelegensi, memori, dan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas metode Fernald dalam pembelajaran membaca bagi siswa dengan hambatan intelektual. Subjek penelitian adalah siswa kelas tiga SD yang mengalami kesulitan dalam membaca awal. Menggunakan pendekatan eksperimen subjek tunggal dan analisis grafis melalui skor pretest dan posttest, data dikumpulkan dengan instrumen WISC. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kompetensi membaca setelah enam sesi penerapan metode Fernald, yang menegaskan potensi metode ini dalam mendukung perkembangan literasi pada anak berkebutuhan khusus. Tes informal disusun berdasarkan kurikulum sekolah Abdurahman (2012).