Kenaikan selisih antara tarif rumah sakit dan tarif Ina CBG's untuk tindakan bedah orthopedi, yang berisiko menyebabkan kerugian rumah sakit akibat kenaikan biaya operasional jika tidak ada efisiensi pengendalian biaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh cost awareness, cost monitoring, dan cost management terhadap pengendalian biaya tindakan bedah orthopedi di rumah sakit. Metode penelitian menggunakan metode kombinasi (mixed method) dengan desain Sequential Explanatory, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan enam informan kunci dan survei terhadap 46 dokter bedah ortopedi. Data kualitatif dianalisis dengan analisa tema. Hasil penelitian didapatkan pada tahap I Hasil analisis kuantitatif menunjukkan pengaruh positif yang signifikan dari ketiga variabel independen terhadap pengendalian biaya, dengan nilai R² sebesar 0.811. Tahap II Temuan kualitatif mengungkapkan praktik-praktik efektif seperti rapat rutin antara manajemen dan dokter, standarisasi implant "joglo semar", dan evaluasi penggunaan bahan habis pakai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik dalam pengendalian biaya, yang melibatkan kesadaran biaya, pemantauan aktif, dan manajemen yang efektif, sangat penting dalam mengoptimalkan efisiensi biaya tindakan bedah ortopedi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu peningkatan edukasi finansial untuk tenaga medis, implementasi sistem informasi terintegrasi, dan penguatan kolaborasi antara manajemen dan staf medis dalam perencanaan dan pengendalian biaya perlu dilakukan untuk pengendalian biaya tindakan bedah orthopedi di rumah sakit.