Tri Jayanti, Tri
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jalan Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202, 53182, Telp. (0281) 636751

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

REVIEW JARINGAN TRAYEK ANGKUDES DI KABUPATEN SLEMAN: UPAYA MENUJU PEMERATAAN PELAYANAN BERTRANSPORTASI Jayanti, Tri; Sutomo, Heru
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.641 KB)

Abstract

Abstrak Sesuai SK Bupati Kabupaten Sleman No.42/Kep.KDH/1996 tanggal 16 Februari 1996, kebutuhan mobilitas masyarakat antar wilayah dalam Kabupaten Sleman telah difasilitasi oleh 16 (enam belas) trayek, dimana dalam operasionalisasinya trayek-trayek tersebut dijalankan oleh sebanyak 335 armada angkutan perdesaan di bawah 1 (satu) pengelolaan Koperasi PEMUDA. Kondisi wilayah Sleman yang terbagi atas beberapa bagian, yaitu wilayah aglomerasi, sub-urban, wilayah penyangga (buffer zone), dan beberapa kawasan rural menyebabkan jumlah demand terhadap angkutan perdesaan juga berbeda-beda. Kenyataan bahwa jumlah demand pada wilayah aglomerasi dan sub-urban yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan demand pada wilayah penyangga dan rural menyebabkan sebagian sopir angkutan tidak menjalankan keseluruhan trayek yang telah ditetapkan. Sebagian dari mereka hanya memilih menjalankan trayek pada wilayah-wilayah aglomerasi dan sub-urban bahkan sampai masuk dalam wilayah administratif lain. Akibatnya di satu sisi pada segmen-segmen “basah” sering terjadi tumpang tindih trayek, sementara di sisi lain pada beberapa kawasan rural yang notabene secara ekonomi termasuk dalam kategori miskin menjadi semakin terisolir karena tidak terjangkau oleh angkutan umum. Penelitian ini dilakukan untuk me-review kinerja jaringan trayek angkutan perdesaan eksisting di Kabupaten Sleman untuk kemudian dapat disiapkan rumusan jaringan trayek angkutan perdesaan yang dapat melayani seluruh kebutuhan pergerakan masyarakat Kabupaten Sleman di masa sekarang hingga 10 (sepuluh) tahun ke depan. Dari penelitian ini direkomendasikan sistem pelayanan berdasarkan wilayah yang dibagi dalam 3 (tiga) zona pelayanan dengan keseluruhan trayek yang dijalankan sebanyak 25 trayek, masing-masing 8 (delapan) trayek pada WP I, 10 (sepuluh) trayek pada WP II, dan 7 (tujuh) trayek pada WP III. Untuk menjamin dijalankannya seluruh trayek yang telah direncanakan, penelitian ini juga mengusulkan manajemen penyelenggaraan baru yang melibatkan peranserta Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Agar perencanaan yang dihasilkan bisa secara bertahap dan sistematis dilaksanakan, maka aspek-aspek regulasi, kelembagaan, pengusahaan, SDM, pendanaan, dan penguatan harus dengan seksama disiapkan secara simultan. Kata-kata kunci: demand, sub-urban, rural, buffer zone, aglomerasi
REVIEW JARINGAN TRAYEK ANGKUDES DI KABUPATEN SLEMAN: UPAYA MENUJU PEMERATAAN PELAYANAN BERTRANSPORTASI Jayanti, Tri; Sutomo, Heru
Jurnal Transportasi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.641 KB) | DOI: 10.26593/jt.v5i1.1779.%p

Abstract

Abstrak Sesuai SK Bupati Kabupaten Sleman No.42/Kep.KDH/1996 tanggal 16 Februari 1996, kebutuhan mobilitas masyarakat antar wilayah dalam Kabupaten Sleman telah difasilitasi oleh 16 (enam belas) trayek, dimana dalam operasionalisasinya trayek-trayek tersebut dijalankan oleh sebanyak 335 armada angkutan perdesaan di bawah 1 (satu) pengelolaan Koperasi PEMUDA. Kondisi wilayah Sleman yang terbagi atas beberapa bagian, yaitu wilayah aglomerasi, sub-urban, wilayah penyangga (buffer zone), dan beberapa kawasan rural menyebabkan jumlah demand terhadap angkutan perdesaan juga berbeda-beda. Kenyataan bahwa jumlah demand pada wilayah aglomerasi dan sub-urban yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan demand pada wilayah penyangga dan rural menyebabkan sebagian sopir angkutan tidak menjalankan keseluruhan trayek yang telah ditetapkan. Sebagian dari mereka hanya memilih menjalankan trayek pada wilayah-wilayah aglomerasi dan sub-urban bahkan sampai masuk dalam wilayah administratif lain. Akibatnya di satu sisi pada segmen-segmen “basah” sering terjadi tumpang tindih trayek, sementara di sisi lain pada beberapa kawasan rural yang notabene secara ekonomi termasuk dalam kategori miskin menjadi semakin terisolir karena tidak terjangkau oleh angkutan umum. Penelitian ini dilakukan untuk me-review kinerja jaringan trayek angkutan perdesaan eksisting di Kabupaten Sleman untuk kemudian dapat disiapkan rumusan jaringan trayek angkutan perdesaan yang dapat melayani seluruh kebutuhan pergerakan masyarakat Kabupaten Sleman di masa sekarang hingga 10 (sepuluh) tahun ke depan. Dari penelitian ini direkomendasikan sistem pelayanan berdasarkan wilayah yang dibagi dalam 3 (tiga) zona pelayanan dengan keseluruhan trayek yang dijalankan sebanyak 25 trayek, masing-masing 8 (delapan) trayek pada WP I, 10 (sepuluh) trayek pada WP II, dan 7 (tujuh) trayek pada WP III. Untuk menjamin dijalankannya seluruh trayek yang telah direncanakan, penelitian ini juga mengusulkan manajemen penyelenggaraan baru yang melibatkan peranserta Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. Agar perencanaan yang dihasilkan bisa secara bertahap dan sistematis dilaksanakan, maka aspek-aspek regulasi, kelembagaan, pengusahaan, SDM, pendanaan, dan penguatan harus dengan seksama disiapkan secara simultan. Kata-kata kunci: demand, sub-urban, rural, buffer zone, aglomerasi
MENGURANGI PERILAKU SISWA TIDAK TEGAS MELALUI PENDEKATAN REBT DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING Jayanti, Tri
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 1 No 1 (2012): September 2012
Publisher : Department of Guidance and Counseling, UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENULIS CERITA BIOGRAFI BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP Jayanti, Tri; Nuryatin, Agus; Mardikantoro, Hari Bakti
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.865 KB)

Abstract

Buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter sebagai pendamping buku teks pelajaran dirasa penting. Hal tersebut dikarenakan buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi biografi, dan diharapkan peserta didik  mampu menulis teks cerita biografi sesuai dengan struktur teks biografi. Adapun pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dalam pengembangan buku pengayaan ini dimaksudkan agar peserta didik mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, serta mampu mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Buku pengayaan menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter bagi peserta didik kelas VIII SMP dinyatakan efektif guna membimbing peserta didik dalam menulis cerita biografi bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.
MENGURANGI PERILAKU SISWA TIDAK TEGAS MELALUI PENDEKATAN REBT DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING Jayanti, Tri
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 1 No 1 (2012): September 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v1i1.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku siswa tidak tegas terhadap te-man-teman sekelasnya yang tidak bersahabat melalui pendekatan Rational Emo-tive Behavior Therapy (REBT) dengan teknik assertive training. Penelitian ini dilak-sanakan dengan menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan model concurrent embedded (campuran tidak berimbang). Subyek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII di SMP Teuku Umar Semarang yang berperilaku tidak te-gas terhadap teman-teman sekelasnya yang tidak bersahabat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik anali-sis data yang digunakan adalah analisis data interaktif  Miles and Huberman, serta analisis deskriptif  persentase. Hasil penelitian adalah ketiga klien mampu men-gubah keyakinan irrasional menjadi rasional, sehingga ketiga klien mampu men-gubah perilaku tidak tegas menjadi perilaku tegas terhadap teman-teman sekelasnya yang tidak bersahabat. Perilaku tidak tegas ketiga klien berkurang dari frekuensi ser-ing menjadi jarang. Dengan ketiga klien berperilaku asertif  terjalin hubungan baik antara ketiga klien dengan teman-teman sekelasnya yang tidak bersahabat. Simpu-lan dari penelitian ini adalah perilaku siswa tidak tegas terhadap teman-teman seke-lasnya yang tidak bersahabat dapat dikurangi melalui pendekatan REBT dengan teknik assertive training The purpose of  the research is to decrease the students’ non assertive behavior toward their not friendly classmate through the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with the assertive training technique. This research uses the mixed methods with the concurrent embedded design. The Subject of  this research is the students’ at eighth grade of  Junior High School Teuku Umar Semarang that consist of  three students who had non assertive behavior toward their not friendly classmate. The methods for collecting data are interview, observation, and documentation. The data analysis technique uses the analysis interactive Miles and Hu-berman, and the analysis technique descriptive presentation. The result of  the research shows that the three client can change the irrational believe becomes the rational believe. Therefore, they can change the non assertive behavior becomes the assertive behavior toward their not friendly classmate. The non assertive behavior of  three clients decrease from often frequency to rare frequency. After the three clients have assertive behavior, they can make good relationship with their not friendly classmate. The conclusion of  the research is the non assertive behavior student’s toward their not friendly classmate can be decreased through the REBT approach with the assertive training technique
Enhancing Vocabulary Mastery Using Audiovisual Learning Wordwall Jayanti, Tri; Rosdiana, Alivia
Tamaddun Life Vol 24 No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tamaddun.v24i1.937

Abstract

This study examined Enhancing Vocabulary Mastery Using Audiovisual Learning Wordwall among fourth-grade elementary school students. Elementary schools faced challenges with limited instructional time for English language learning, creating a need for more efficient and engaging vocabulary teaching methods. This research used a pre-experimental design with one group taking both a pretest and posttest, including 33 fourth-grade students at SDN 1 Purwogondo. The intervention utilized Wordwall interactive audiovisual activities to teach vocabulary related to the "Be on Time" topic. Data was examined using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test. Results showed an important improvement in vocabulary mastery, with average scores increasing from 47.27 at the beginning to 81.21 at the end. The standard deviation decreased from 15.567 to 9.845, showing more consistent performance across different student ability levels. The findings suggested that Wordwall provided multiple ways for vocabulary learning, changing vocabulary study into an active, engaging process. The study added to evidence supporting technology-enhanced language learning for vocabulary development at the elementary level.