Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perancangan Baru Interior Rumah Singgah Kanker Anak Ykaki Di Cilandak Jakarta Dengan Pendekatan Paliatif Ammara Purwaningrum, Kinanti; Friestya Asharsinyo, Doddy; Salayanti, Santi
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is the 2nd deadly disease in the world where in Indonesia there are 877,531 cases and there are around 209,236 children diagnosed with cancer in 2023. This happens because more than 50% of cancer cases in children come to health facilities in an advanced stage, due to the factor that the majority of pediatric cancer hospitals are in big cities like Jakarta, so it requires a large amount of money for treatment. A halfway house is a facility specitically designed to create a comfortable and safe place to stay, providing emotional, social, spiritual support to children and caregivers of patients who are undergoing cancer treatment outside the city without any costs that need to be incurred by the family. Patients and families who have a diagnosis of a disease with minimal cure rates have a sense of low fighting spirit, so palliative care was formed with the aim of improving the quality of life of patients and families in dealing with problems related to life-threatening diseases which are generally aimed at patients with high mortality rates, one of which is cancer. Creating an optimistic interior atmosphere for recovery is one of the things that can be done by applying palliative principles in an interior, by providing a sense of comfort, calm, not passive, and by applying natural elements in it. Keyword : interior design, shelter, palliative
PERANCANGAN INTERIOR RUMAH SINGGAH KANKER ANAK YKAKI DI CILANDAK, JAKARTA DENGAN PENDEKATAN PALIATIF Purwaningrum, Kinanti Ammara; Doddy Friestya Asharsinyo; Santi Salayanti
Jurnal Desain Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JDLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/JDLBI.v1i2.394

Abstract

Kanker merupakan penyakit mematikan ke 2 di dunia yang dimana di Indonesia terdapat 877.531 kasus serta terdapat sekitar 209.236 anak yang terdiagnosis kanker pada tahun 2023. Hal tersebut terjadi dikarenakan lebih dari 50% kasus kanker pada anak datang ke fasilitas kesehatan dalam keadaan stadium lanjut, dikarenakan faktor rumah sakit kanker anak mayoritas berada di kota besar seperti Jakarta, sehingga membutuhkan biaya yang besar untuk berobat. Rumah singgah adalah sebuah fasilitas yang dirancang khusus untuk membuat tempat tinggal yang nyaman dan aman, memberikan dukungan emosional, sosial, spiritual kepada anak – anak dan para pendamping pasien yang sedang menjalani perawatan kanker di luar kota tanpa adanya biaya yang perlu dikeluarkan oleh pihak keluarga. Pasien serta keluarga yang memiliki diagnosis penyakit dengan minimnya tingkat penyembuhan memiliki rasa semangat untuk berjuang rendah, sehingga perawatan paliatif dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus keluarga dalam menghadapi masalah terkait penyakit yang mengancam jiwa yang umumnya ditujukan pada pasien dengan tingkat kematian tinggi, salah satunya yaitu kanker. Menciptakan suasana interior yang optimis untuk sembuh merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip paliatif dalam sebuah interior, dengan memberikan rasa nyaman, tenang, tidak pasif, serta dengan menerapkan unsur – unsur alam di dalamnya.
PERANCANGAN BARU INTERIOR DAY SPA & REFLEXOLOGY BALI DI KOTA BANDUNG Syifa, Nebula Ariqa; Salayanti, Santi; Asharsinyo, Doddy Friestya
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan  interior  Day  Spa  &  Reflexology  Bali  di  Kota  Bandung  ini merupakan  perwujudan  sebagai  wadah  perawatan  dan  kebutuhan  relaksasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat perkotaan. Permasalahan yang dikaji yaitu antara lain  untuk mengatasi  permasalahan  interior  dalam  Balinese  Spa  sebagai  fasilitas relaksasi dengan organisasi ruang, material yang digunakan, hubungan antar ruang dan sirkulasi yang menunjang proses perawatannya. Bali memiliki ciri khas tersendiri dari  mulai  keindahan  alamnya  sampai  interior  bangunannya.  Untuk  mengatasi permasalahan yang ada, Day  Spa  &  Reflexology  Bali  ini  akan menerapkan  konsep Balinese Relaxing Sense, dimana akan memasukkan unsur khas bali pada organisasi ruang, material, hubungan antar ruang dan sirkulasinya dengan pendekatan relaksasi melalui panca  indera penglihatan, pendengaran dan penciuman. Rangsangan pada indera manusia didapat melalui pemanfaatan unsur alam. Unsur alam yang dimaksud dalam studi adalah melalui elemen alami seperti batu, air, kayu yang diaplikasikan pada ruang maupun interiornya. Kata kunci: Balinese Spa, Relaksasi, Panca Indera
PERANCANGAN INTERIOR SECARA "NEW DESIGN" MUSEUM ARKEOLOGI, KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN SEQUENCE INTERIOR Rismaniar, Rismaniar; Asharsinyo, Doddy Friestya; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan  sarana  edukasi  juga  rekreasi  saat  ini  menjadi  salah  satu kebutuhan bagi masyarakat umum dewasa ini. Sarana edukasi dan rekreasi ini bisa didapatkan dari berkunjung ke museum, yang menyajikan berbagai informasi untuk pengetahuan serta  terdapat aspek rekreasi  juga. Museum saat  ini menjadi sebuah ketertarikan bagi masyarakat umum. Berbagai museum hadir dengan keunikannya sendiri  yang  sangat  menarik  untuk  dikunjungi  sebagai  alasan  rekreasi  maupun edukasi.  Museum  merupakan  sebuah  institusi  resmi  yang  bersifat  tetap  untuk mengumpulkan, merawat, meneliti, serta memamerkan berbagai koleksi dari benda-benda yang dapat dijadikan sebagai warisan budaya yang dapat menjadi perhatian masyarakat dengan tujuan untuk pendidikan, penelitian, rekreasi, juga sebagai bukti adanya sejarah dari manusia dan lingkungannya yang terjadi selama ini. Kata kunci: museum arkeologi, Kota Baru Parahyangan, rekreasi, edukasi, sejarah
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR PUPR (BALE WIWITAN) KOTA TASIKMALAYA DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS DAN PERILAKU Pancalaksana, Raden Djati; Asharsinyo, Doddy Friestya; Akhmadi, Akhmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini adalah penelitian tentang perencanaan ulang  interior yang berfokus pada  pendekatan  aktivitas  dan  perilaku  di  kantor  PURP  (Bale Wiwitan)  Kota  Tasikmalaya. Tujuan daripenelitian ini adalah 1). Mengetahui bagaimana cara untuk memanfaatkan ruang kosong  sebagai  ruang  rapat,  memaksimalkan  pencahayaan  pada  setiap  ruang  sesuai kebutuhan,  danmendesain  ruang  arsip  agar  terkesan  rapi  dan  teratur.  2).  Mengetahui bagaimana  merancang  sirkulasi  (furniture/alur  ruang)  menjadi  lebih  efektif  dan  efesien ruangan kantor PUPR Kota  Tasikmalaya. 3). Mengetahui bagaimana cara mendisain kantor PUPR Kota Tasikmalaya sesuai dengan visi misi dan branding kantor. Jenis penelitian ini adalah pendekatan  aktivitas  dan  perilaku  dan  dengan menerapkan  konsep  Geometri  Adaptable. Hasil dari penelitian adalah 1). Fasilitas yang dapat memberikan kemudahan dalam mengurus berbagai  bidang  yang  ada  di  PUPR  dan merancang  tata  letak  ruang  yang  sesuai  dengan aktivitas dan perilakustaff atau karyawan agar kegiatan pada kantor dapat berjalan dengan baik. 2). Bentuk geomtris tegas yang diterapkan pada ruang-ruang kerja untuk memberikan kesan formal. Menambahkan penggayaan modern dan menambah aksen batik pada ruang, menjadikan ciri khas daerah menjadi timbul. 3). Penerapan konsep keamanan yang digunakan pada  kantor  berupa  penerapan  Thermogun  untuk  area masuk  kantor,  CCTV,  dan  smoke detector. Kata  Kunci:  Perancangan  Ulang  Interior,  Pendekatan  Aktivitas  dan  Perilaku,  Geometri Adaptable.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR RUMAH SAKIT UMUM BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI (Pendekatan : Efektivitas Ruang) Rizki Syafira, Tiara; Friestya Asharsinyo, Doddy; Rachmawati, Rizka
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : RS Umum tipe C di Kota Sukabumi diantaranya RSU Hermina, RS Assyifa, dan RSU Bhayangkara Setukpa. Ketiga rumah sakit tersebut memiliki kondisi fisik maupun non fisik yang berbeda, serta kelayakan berdasarkan standar rumah sakit yang berbeda. RS Umum Bhayangkara Setukpa Sukabumi adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan Kepolisian Tingkat II dengan tipe C. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit Kepolisian satu - satunya di Sukabumi dan menjadi rujukan utama pasien siswa Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi. Rumah sakit ini diselenggarakan untuk pasien umum yang menyediakan pelayanan kesehatan yang cukup baik, namun tidak diimbangi dengan kondisi lingkungan fisik yang memadai serta kenyamanan dan keamanan bagi pasien. Permasalahan pada rumah sakit ini belum sesuai dengan standar Pedoman Teknis Sarana Rumah Sakit tipe C maupun Peraturan Kepala Kepolisian tentang Rumah Sakit Bhayangkara berupa efektivitas tata letak, sirkulasi, serta perawatan pada kondisi elemen interior yang kurang sesuai. Ketidaknyamanan tersebut akan berpengaruh pada mutu pelayanan rumah sakit. Sehingga diperlukan peningkatan dan penyesuaian standar yang benar. Hal tersebut bertujuan untuk membantu efektivitas pelayanan rumah sakit kepada pengguna serta mementingkan keselamatan pada pasien. Didukung oleh pendekatan efektivitas yang menggunakan tema Healthy and Friendly Environment dengan konsep Integrated Care pada rumah sakit Polri.Kata kunci: rumah sakit umum, kepolisian, efetivitas, healthy and friendly environment.
PERANCANGAN BARU INTERIOR SEKOLAH ALAM MANDALAMEKAR BANDUNG DENGAN PENDEKATAN ANALOGI BERMAIN Azaria, Nadine Anela; Asharsinyo, Doddy Friestya; Raja, M. Togar Mulya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting yang harus ditempuh masyarakat. Bandung adalah salah satu Kota Pendidikan. Namun sangat disayangkan, saat ini baik kuantitas maupun kualitas pendidikan di Bandung masih tergolong kurang, terutama di Kecamatan Cimenyan. Terdapat beberapa tahapan metode perancangan yaitu tahap pengumpulan data yang merupakan mengumpulkan studi literatur dari topik terkait, wawancara, dan studi lapangan yang hasilnya kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil rancangan yang optimal. Untuk meningkatkan kuantitas pendidikan perlu adanya penambahan sekolah pada kawasan tersebut, sedangkan untuk meningkatkan kualitas dapat dengan fasilitas pendidikan yang dapat menarik minat belajar yaitu salah satunya metode pembelajaran action learning yang diterapkan pada sekolah alam. Selain itu juga pengaplikasian pendidikan yang dapat menarik minat belajar siswa dapat dengan pendekatan analogi bermain pada perancangan interior. Dengan adanya Sekolah Alam Mandalamekar Bandung yang menerapkan pendekatan analogi bermain pada rancangan interiornya, diharapkan dapat menarik minat belajar masyarakat, khususnya pada tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA sehingga kualitas pendidikan di wilayah tersebut dapat meningkat.Kata kunci: sekolah alam, action learning, bermain
PERANCANGAN INTERIOR SPACE SCIENCE CENTER MENGENAI ASTRONOMI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI Priyambodo, Anggita Herfitri; Cardiah, Tita; Asharsinyo, Doddy Friestya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan formal dapat mengambil alternatif pendidikan yang lain, yaitu pendidikan nonformal. Science center menjadi salah satu kegiatan belajar nonformal. Science center mengenai ilmu astronomi yang menghadapi perkembangan teknologi dengan tujuan dari perancangan ini untuk merancang sarana fasillitas pendidikan nonformal dan menjadi tempat wisata dan rekreasi, namun tidak melupakan tujuan utamanya yaitu untuk mengedukasi dan memberikan pengalaman ruang mengenai outer space guna meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A., menyatakan harapannya untuk dapat meningkatkan minat siswa untuk berpartisipasi aktif dalam penyebaran ilmunya. Khususnya di bidang astronomi untuk dapat berperan aktif mewujudkan sumbangsih dan kontribusi Indonesia bagi perkembangan astronomi domestik dan global. Maka dari itu diperlukan perancangan desain interior science center yang dapat makin menguatkan peminat astronomi untuk generasi muda. Setelah masalah desain dipecahkan, diterapkan pendekatan psikologi yang menitikberatkan pada masalah pengalaman interaksi manusia untuk menstimulus pengunjung agar lebih aktif.Kata kunci: Science Center, Edukasi, Astronomi
PERANCANGAN KLINIK UMUM PRATAMA MUAFFA MEDIKA DI TASIKMALAYA DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG Sa'adah, Silvy Amelia Nur; Asharsinyo, Doddy Friestya; Yuniati, Arnanti Primiana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik merupakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes) tingkat 1, sehinggamenjadi tempat pelayanan kesehatan pertama yang dikunjungi oleh masyarakat. Tingkatkebutuhan masyarakat akan fasilitas klinik cukup besar. Menurut hasil observasikuesioner yang dilakukan, sekitar 76% masyarakat lebih sering untuk mendatangi fasilitasklinik dan sekitar 84% masyarakat lebih memilih klinik umum sebagai fasilitas kesehatanpertama yang dikunjungi ketika sakit. Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlahklinik paling banyak di Indonesia, salah satunya yaitu Kabupaten Tasikmalaya.Tasikmalaya memiliki jumlah total 58 klinik yang terdiri dari 56 klinik pratama, 2 klinikutama dan 16 klinik yang menyediakan fasilitas rawat inap. Klinik Umum Muaffa Medikamenjadi salah satu klinik berjenis Pratama yang terletak di Kecamatan Manonjaya,Kabupaten Tasikmalaya. Klinik ini terdiri dari 2 lantai dan menyediakan beberapa cakupanpelayanan medik yang terdiri dari pelayanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat,laboratorium dan instalasi farmasi. Pendekatan psikologi ruang diterapkan padaperancangan sebagai upaya untuk mempercepat penyembuhan serta menekan tingkatstres pada pengguna ruang terutama pasien dengan menciptakan sebuah lingkungan yangnyaman pada setiap ruang klinik. Penerapan desain ini diharapkan mampu memberikenyamanan serta memicu energi positif pasien untuk optimis sembuh dari penyakitnya.Kata kunci: klinik, klinik pratama, psikologi ruang, penyembuhan, kenyamanan
PERANCANGAN ULANG INTERIOR MUSEUM NASIONAL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI Maheswari, Pinkan Resti; Asharsinyo, Doddy Friestya; Hanum, Imtihan
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum menjadi tempat yang menyimpan fragmen-fragmen dari masa lalu sebagaibuk__ bahwa seiring dengan berjalannya waktu, segala aspek dalam kehidupan akan mengalamiperkembangan. Museum memiliki fungsi utama antara lain fungsi konservasi, fungsi edukasi, danfungsi rekreasi. Fungsi rekreasi __dak harus dalam bentuk tertentu, karena pada dasarnya dalamkonteks ini merupakan upaya agar pengunjung __dak jenuh dengan benda-benda yangdipamerkan di dalam museum yang dapat disebut dengan fenomena kelelahan museum ataufenomena museum fa__gue. Dengan adanya fungsi rekreasi pada museum diharapkan dapatmengurangi adanya fenomena tersebut. Museum Nasional Indonesia merupakan salah satumuseum yang terda__ar sebagai bangunan cagar budaya yang sudah memenuhi fungsi museumpada umumnya. Namun, museum ini masih minim fungsi rekreasi yang berada dalam lingkupinterior. Sehingga dibutuhkan penyelesaian masalah yang dikhususkan dalam lingkup interiordengan mengimplementasikan aspek teknologi pada ruang pamernya yang dikhususkan padaruang pamer keris dan senjata, serta pada ruang pamer wayang. Pada pengaplikasiannyamenggunakan tema Encouraging the Four Human Sensory yang bertujuan untuk mens__mulasiempat indera manusia, yaitu audial, visual, termal, dan olfaktori, serta menerapkan konsepBeyond Through Dynamism yang berfokus pada penggunaan aspek-aspek yang dinamis untukmenciptakan kesan yang __dak membosankan, sehingga dapat menyelesaikan permasalahanfenomena museum fa__gue tersebut.Kata Kunci: desain interior, indera, museum, teknologi