Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH RASIO ENERGI PROTEIN RANSUM BERBASIS LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN SERAT KASAR SECARA IN VITRO (The Influence of Energy Protein Ratio on Complete Feed Palm Oil Plantations Wasted Based to In Vi Andini, Widya; Subrata, Agung; Nuswantara, Limbang K.
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.531 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rasio energi-proteincomplete feed berbasis limbah perkebunan kelapa sawit terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO) dan kecernaan serat kasar (KcSK) secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yaitu T1 (rasio energi-protein 5; TDN 60% dan PK 12%), T2 (rasio energi-protein 5,25; TDN 63% dan PK 12%) dan T3 (rasio energi-protein 5,5; TDN 66% dan PK 12%). Data diolah dengan analisis ragam (ANOVA), jika menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwarasio energi-proteincomplete feed berbasis limbah perkebunan kelapa sawit berpengaruh nyata (p<0,05) meningkatkan KcBK, KcBO dan KcSK. Nilai KcBK T1 (51,22%) berbeda nyata(p<0,05) lebih rendah daripada T2 (53,97%) dan T3 (55,03%), namun T2 tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan T3.  Nilai KcBO T1 (50,09%) berbeda nyata (p<0,05) lebih rendah daripada T2 (53,03%) dan T3 (54,24%), namun T2 tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan T3 . Semakin tinggi rasio energi-protein complete feed berpengaruh nyata (p<0,05) meningkatkan KcSK. Kesimpulanpenelitian ini adalahcomplete feedberbasis limbah perkebunan kelapa sawit dengan rasio energi-protein 5,5 atau mengandung TDN 66 dan PK 12% menghasilkan kecernaan bahan kering, bahan organik dan serat kasar terbaik. Kata kunci : complete feed, limbah perkebunan kelapa sawit, kecernaan in vitro. ABSTRACT Thepurposeof this research was to determine the influence of energy-protein ratio of complete feed palm oil waste based to in-vitro digestibility of dry matter, organic matter and crude fiber. The design of the research used Complete Random Design (CRD) with 3 treatments and 5 replications. The data would processed with ANOVA test. If the results of data was significant, it would be continued with Duncan test. T1 (energy-protein ratio 5; TDN 60% and CP 12%), T2 (energy-protein ratio 5,25; TDN 63% and CP 12%) and T3 (energy-protein ratio 5,5; TDN 66% and CP 12%). The results showed that the energy-protein ratio of complete feed palm oil waste based significantly affected (p<0,05) increase dry matter, organic matter and crude fiber digestibility. The dry matter digestibility of T1 (51,22%) significantly different (p<0,05) lower than T2 (53,97%) and T3 (55,03%), but T2 did not significant (p>0,05) with T3. The organic matter digestibiity of T1 (50,09%) significantly different (p<0,05) lower than T2 (53,03%) and T3 (54,24%), but T2 did not significant (p>0,05) with T3. The higher energy-protein ratio significantly affected (p<0,05) increase the crude fiber digestibility.  The conclusion was that the complete feed palm oil waste based with 5,5 energy-protein ratio or its contained 66%TDN and 12% CP had the best digestibility.                                                 Key notes : complete feed; palm oil waste; in vitro digestibility.
Senam Tai Chi Dan Tanggo Argentina Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Lanisa Nur Alpiah, Dini; Amallia, Firdausiyah; Andini, Widya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/1q2qex73

Abstract

  Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh pada lansia semakin menurun, sehingga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Perubahan pada tubuh manusia baik fisiologi maupun patologis yang terjadi diantaranya mengalami perubahan sistem saraf, fungsi kardiovaskuler, perubahan hormonal, berkurangnya massa otot, berkurangnya fungsi ginjal dan masalah psikososial, penurunan kualitas hidup, aktifitas fisik dan depresi. Hal ini juga menjadi penyebab dari gangguan keseimbangan, fleksibilitas dan fungsional berjalan pada lansia.  Senam tai chi dan tango argentia meupakan Latihan yang dapat meningkatkan kesehatan, mengurangi stress, menambah energi, meningkatkan fleksibilitas, menstabilkan tekanan darah, memperkuat tulang dan otot, mencegah osteoporosis, dan yang terakhir efektif untuk mengontrol rasa sakit dan meningkatkan fungsi fisik. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melihat apakah ada efek dari pemberian senam tai chi dan tango argentina terhadap kesehatan fisik dan mental lansia. Metode yang digunakan adalah melihat efek sebelum dan sesudah diberikan senam. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pada variabel tingkat kecemasan, fungsi kognitif dan keseimbangan memunjukan hasil uji Paired Sampel T-Test kelompok eksperiment di dapat p <.005 yang berarti signifikan terbukti efektif untuk masalah kesehatan fisik dan mental lansia. Simpulan Kegiatan PKM Senam Tai Chi dan Tango Argentina terhadap kesehatan fisik dan mental lansia berhasil diselenggarakan dengan baik serta berdampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental lansia yang membuat lansia menjadi lebih sehat, produktif dan bahagia.
Faktor risiko anemia pada remaja putri Andini, Widya; Apriningsih, Apriningsih; Wasir, Riswandy; Ardhiyanti, Lusyta Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2021

Abstract

Background: Anaemia is a significant nutritional issue among adolescent girls, affecting growth, concentration in learning, and future reproductive health. Socioeconomic factors, dietary habits, and food quality significantly influence the prevalence of anemia.  Purpose: To determine the risk factors for anemia among adolescent girls. Method: This research was conducted at State Senior High School 1 Majalaya Karawang using an observational analytical framework. Sample comprised 230 female adolescent students, selected through purposive sampling.  Data was gathered via surveys. The investigation included the chi-square test and Cox regression to identify the primary factors affecting the prevalence of anemia. Results: The research findings indicate that factors significantly correlated with the incidence of anaemia encompass paternal education, maternal education, paternal occupation, maternal occupation, paternal income, maternal income, nutritional literacy, iron supplement consumption, nutritional status, and the quality index of nutritional intake. The primary determinant is the mother's occupation, with an odds ratio of 0.029 (p = 0.000), signifying that employed moms have a reduced chance of getting anaemia relative to their non-working counterparts. Socioeconomic and nutritional behavioral factors significantly influence the prevalence of anemia in teenage females.  Conclusion: Factors contributing to anemia in adolescent girls include father's education, mother's education, father's occupation, mother's occupation, father's income, mother's income, nutritional literacy, iron supplement consumption, nutritional status, and nutritional intake quality index. The main determinant is mother's employment status, indicated by an odds ratio of 0.029 (p = 0.000), meaning that employed mothers have a lower risk of anemia compared to unemployed mothers. These findings underscore the importance of women's economic empowerment and improving family nutritional knowledge as methods to reduce the prevalence of anemia in the community.   Keywords: Anaemia; Adolescent Girls; Nutrition Literacy; Nutritional Status; Quality of Nutrient Intake.   Pendahuluan: Anemia adalah masalah gizi yang signifikan di kalangan remaja putri, memengaruhi pertumbuhan, konsentrasi dalam belajar, dan kesehatan reproduksi di masa depan. Faktor sosial ekonomi, kebiasaan makan, dan kualitas makanan secara signifikan memengaruhi prevalensi anemia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Majalaya Karawang dengan menggunakan kerangka analitis observasional. Sampel penelitian terdiri dari 230 siswa remaja perempuan yang dipilih melalui pengambilan sampel, data dikumpulkan melalui survei. Penyelidikan ini mencakup uji chi-kuadrat dan regresi Cox untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi prevalensi anemia. Hasil: Faktor-faktor yang berkorelasi signifikan dengan kejadian anemia meliputi pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan ayah, pendapatan ibu, literasi gizi, konsumsi suplemen zat besi, status gizi, dan indeks kualitas asupan gizi. Penentu utama adalah pekerjaan ibu, dengan rasio odds 0.029 (p = 0.000), yang menunjukkan bahwa ibu yang bekerja memiliki peluang lebih kecil untuk menderita anemia dibandingkan dengan rekan mereka yang tidak bekerja. Faktor perilaku sosial ekonomi dan gizi secara signifikan memengaruhi prevalensi anemia pada remaja putri. Simpulan: Faktor anemia pada remaja putri meliputi pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan ayah, pendapatan ibu, literasi gizi, konsumsi suplemen zat besi, status gizi, dan indeks kualitas asupan gizi. Penentu utamanya adalah status pekerjaan ibu, yang ditunjukkan oleh rasio odds sebesar 0.029 (p = 0.000), yang berarti bahwa ibu yang bekerja memiliki risiko anemia lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan dan peningkatan pengetahuan gizi keluarga sebagai metode untuk mengurangi prevalensi anemia dalam masyarakat.   Kata Kunci: Anemia; Literasi Gizi; Mutu Asupan Gizi; Remaja Putri; Status Gizi.