Mukhlis Imanto, Mukhlis
Bagian Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL), Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Seorang Laki-laki 17 tahun dengan Otitis Media Supuratif Kronis Benigna Kusuma, Anggia Shinta Wijaya; Imanto, Mukhlis; Khairani, Khairani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1164

Abstract

Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan radang kronis telinga tengah dengan perforasi pada membran timpani dan riwayat keluar sekret dari telinga (otorea) yang terus menerus atau hilang timbul lebih dari 2 bulan dan biasanya diikuti dengan gangguan pendengaran. Etiologi tersering adalah Pseudomonas aeruginosa 34.8% yang merupakan bakteri aerob gram negatif dan bakteri aerob gram positif paling banyak adalah Staphylococcus aureus dengan persentase 33.3%. Pasien, seorang laki-laki An.R 17 tahun keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluhan keluar cairan pada telinga sebelah kiri, berwarna putih kekuningan tapi tidak disertai darah, cairan yang keluar hilang timbul, cairan banyak keluar saat pagi hari. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada daerah meatus akustikus telinga kiri tampak sekret berwarna kuning kental yang menutupi sebagian besar meatus akustikus. Terapi yang diberikan pada pasien berupa pencucian telinga menggunakan H202 3% dan pemberian antibiotika oral, co-amoxiclav. Terapi OMSK Benigna tipe aktif sebaiknya dilakukan pencucian telinga dengan H2O2 3% dan pemberian antibiotik sistemik berdasarkan hasil kultur bakteri dan uji resistensi. Beberapa hasil penelitian didapatkan beberapa antibiotik yang sensitifitasnya tinggi terhadap bakteri penyebab OMSK, diantaranya adalah ciprofloksasin, gentamisin, dan ofloksasin, dibekacin dan co-amoxiclav. Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan OMSK secara tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi.Kata kunci: antibiotik, otitis media supuratif kronis, terapi.
Sinusitis Maksilaris Sinistra Akut Et Causa Dentogen Augesti, Gita; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Imanto, Mukhlis
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1165

Abstract

Sinusitis merupakan suatu inflamasi pada (mukosa) hidung dan sinus paranasal, disertai dua atau lebih gejala dimana salah satunya adalah buntu hidung (nasal blockage/obstruction/congestion) atau nasal discharge (anterior/posterior nasal drip) ditambah nyeri fasial dan penurunan atau hilangnya daya penciuman. Pasien perempuan berusia 42 tahun datang dengan keluhan keluar ingus dari hidung kiri berwarna kekuningan dan berbau busuk sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tumpul pada pipi kiri dan rasa penuh pada wajah. Pasien mengatakan bahwa 3 bulan yang lalu pasien sakit gigi dan berlubang pada gigi graham bagian kiri atas namun belum berobat ke dokter gigi. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan nyeri tekan pada hidung dan pipi kiri,pada pemeriksaan rhinoskopi anterior didapatkan edema, sekret dan hipertrofi pada konka inferior serta pada pemeriksaan foto rontgen posisi Waters’ didapatkan edema mukosa dan cairan dalam sinus. Pasien didiagnosa dengan sinusitis akut maksilaris sinistra et causa dentogen. Diagnosis pasien ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan diberikan edukasi tentang penyakit pasien, oksimetazolin HCl spray 15 ml 2x1 puff, amoksisilin tablet 3x500 mg dan asam mefenamat tablet 3x500 mg, serta merujuk pasien ke dokter pada bidang gigi.Kata Kunci : dentogen, sinusitis maksilaris, Waters’
Tuli Konduktif e.c Suspek Otosklerosis Auris Sinistra pada Pasien Laki-laki berusia 49 Tahun Salima, Jeanna; Imanto, Mukhlis; Khairani, Khairani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1167

Abstract

Otosklerosis merupakan penyakit pada kapsul tulang labirin yang mengalami spongiosis di daerah kaki stapes, sehingga stapes menjadi kaku dan tidak dapat menghantarkan getaran suara ke labirin dengan baik. Pasien laki-laki berusia 49 tahun datang dengan keluhan penurunan kemampuan mendengar kronis, yang dirasakan memburuk secara progresif. Pendengaran yang membaik dalam keadaan ramai, rasa berdengung pada telinga dan rasa pusing berputar. Pada status lokalis telinga ditemukan adanya area kemerahan pada membram timpani (schwartze sign), setelah dilakukan pemeriksaan pendengaran ditemukan gangguan pendengaran bersifat konduktif dengan lateralisasi ke kiri, dari hasil audiogram ditemukan adanya carhart’s notch. Diagnosis pada pasien ini adalah Tuli konduktif e.c suspek otosklerosis. Penatalaksanaan diberikan edukasi tentang penyakit pasien, pengobatan simtomatik berupa Betahistine 2x6 mg, Methyl cobalamine 1x1 mg. Serta pengertian mengenai kemungkinan dilakukannya pemeriksaan penunjang tambahan berupa Timpanometri dan Ct scan untuk penegakan diagnosis dan tindakan selanjutnya.Kata Kunci : Tuli Konduktif, Otosklerosis, Telinga Hidung tenggorok
Edukasi Upaya Pencegahan Gangguan Kesehatan Mata di Rumah Sakit Harapan Bunda Kabupaten Lampung Tengah Yusran, Muhammad; Anggraini, Dwi Indria; Imanto, Mukhlis; Fauzi, Ahmad; Rodiani, Rodiani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3057

Abstract

Gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang besar diseluruh dunia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan yang cukup besar dibandingkan beberapa negara di ASEAN. Prevalensi kebutaan di Indonesia sebesar 3 % dan berkontribusi sebesar 13%terhadap angkan kebutaan di negara-negara ASEAN. Gangguan kesehatan mata dapat dicegah dengan melakukanupaya skrining kesehatan mata secara berkala, pembatasan penggunaan gawai dan penggunaan alat pelinduing diri ditempat kerja. Rumah Sakit Harapan Bunda Lampung Tengah merupakan rumah sakit rujukan di kabupaten lampungtengah dengan populasi penduduk sebagian besar petani yang rentan terjadi penyakit akibat kerja. Evaluasi awaldidapatkan pengetahuan yang kurang dalam tindakan pencegahan dan deteksi dini. Penyuluhan tindakan pencegahangangguan kesehatan mata telah dilakukan dengan metode edukasi di Rumah Sakit Harapan Bunda pada tanggal 13Oktober 2022 dan diikuti oleh 50 orang keluarga pasien rawat jalan. Hasil evaluasi kegiatan didapatkan peningkatanpengetahuan peserta dalam upaya pencegahan gangguan kesehatan mata..Kata Kunci: Gangguan mata, Edukasi, Pencegahan
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) Pada Remaja Putri di Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Hanriko, Rizki; Suharmanto, Suharmanto; Imanto, Mukhlis; Ulya, M. Ridho
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3236

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), mendapatkan prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk pada tahun 2013 dan 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Data Global Burden Cancer, International Agency for Research on Cancer tahun 2012, terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan melalui pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) pada remaja putri di Kelurahan Jatimulyo Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) sebanyak 80%. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi). Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Pesertabertanya tentang materi yang belum dipahami tentang pencegahan kanker payudara dengan PemeriksaannPayudara Sendiri (SaDaRi). Berdasarkan hasil pre-test yang telah dilakukan dengan nilai 20% peserta yang sudahmemahami tentang pencegahan kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) dan setelah melakukan post-test mendapatkan hasil sebesar lebih dari 80% peserta telah memahami tentang pencegahan kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi). Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja putri tentang pencegahan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi) di Kelurahan Jatimulyo.Kata Kunci: kanker payudara, keterampilan, pencegahan, pengetahuan, SaDaRi