Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Effectiveness of STEM Learning Model and Project-Based Learning to Enhance Critical Thinking Skills in Senior High School S. Bandjar, Budhyawan; Rindarjono, Mohammad Gamal; Prihadi, Singgih
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 2 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i2.26532

Abstract

STEM and Project-Based Learning (PjBL) learning models have been applied to support 21st century learning. However, no empirical evidence has been found to reveal the combined effectiveness of the two models. This study aims to determine the effectiveness of STEM, Project-Based Learning (PjBL), and lecture learning models in improving critical thinking skills. The research was conducted at SMA Negeri 8 Ternate City, North Maluku Province, involving 64 students divided into three classes studying Indonesian natural resource management. A concurrent embedded strategy combining quantitative and qualitative data collection was used. Initial test data indicated reliability at 0.76, with normality tests for the STEM model at 0.08, the PjBL model at 0.13, and lecture learning at 0.14, all showing normally distributed data. The homogeneity test showed homogeneous data with a value of 1.097. The balance test using one-way ANOVA indicated balanced initial abilities (Fhitung 2.52 Ftabel 3.14). Results demonstrated that by applying the STEM and PjBL learning models, students achieved proficiency in critical thinking skills. Final test data, including normality tests, one-way unequal ANOVA, and post-ANOVA tests, showed significant improvement in critical thinking skills. The STEM model and PjBL model were both effective with no significant differences between them, while both differed significantly from the lecture learning model. The results suggest that both STEM and PjBL models are effective in enhancing critical thinking skills. To address the shortcomings of traditional lecture methods, educators should consider integrating STEM and PjBL approaches into their teaching practices.
Effectiveness of Learning Model Implementation STEM and Project Based Learning to Improve Students' Critical Thinking Skills Bandjar, Budhyawan S.; Rindarjono, Mohammad Gamal; Prihadi, Singgih
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 12 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i12.50071

Abstract

This research aims to describe the process and results of developing a STEM learning model using the PjBL model to improve students' critical thinking abilities. This type of research is a combination method of the Concurrent Triangulation model which consists of step one, qualitative research using the learning development model proposed by Kemp 1994, while step two is quantitative research using quasi experimental design research. The implementation of the development of this model was carried out at SMA Negeri 8 Ternate City, North Maluku Province involving 64 students in class students in experimental class 2 PjBL Model. Critical thinking ability data was taken using a test instrument with a reliability of 0.76. Data analysis was carried out using the one way unequal Anova test. The results of the research show that there is no significant difference in critical thinking skills between the STEM learning model and the PjBL model on critical thinking skills on the subject of Indonesian natural resource management in the large category.
PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KUMUH LIAR (STUDI KASUS DUKUH KALISARI DESA BANYUDONO KEC. BANYUDONO KAB. BOYOLALI) Azqiya, Aida Nur; Rindarjono, Mohammad Gamal; Noviani, Rita
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v3i1.1087

Abstract

The problem of slum organizations begins with various interrelated variables, including education level, population density level, building density level, income and poverty level. Illegal slum settlements are defined as organizations that experience a decline in housing function with illegal land ownership status or not land with Ownership Rights Status. This research aims to (1) Analyze the development of slum organizations of liars in Kalisari Hamlet, Banyudono Village, Banyudono District, Boyolali Regency in 2012, 2017 and 2022; (2) Find out the level of slum organization of liars in Kalisari Hamlet, Banyudono Village, Banyudono District, Boyolali Regency; and (3) Analyze the incidence of fraudulent slum organizations in Kalisari Hamlet, Banyudono Village, Banyudono District, Boyolali Regency. The research method used in this research is the case study method. In this research, the development of illegal slum organizations is analyzed through the development of the number of house occupants and the number of house rooms whose changes are analyzed in 2012-2017 and 2017-2022. The level of slums is determined using the 3x3x3 method, then from the level of slums the appropriate treatment can be identified based on the main problems in the slum organization area. Dukuh Kalisari developed into a fraudulent slum organization due mainly to errors in government policy, the legality of the land occupied by residents, and the condition of the organization located along the river.
Dinamika Slum Area di Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali Tahun 2017 – 2022 Azqiya, Aida Nur; Rindarjono, Mohammad Gamal; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.81564

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti latar belakang pendidikan, tingkat kepadatan penduduk dan bangunan, pendapatan masyarakat, serta angka kemiskinan. Permukiman kumuh liar merujuk pada wilayah yang mengalami penurunan kualitas sebagai tempat tinggal dan memiliki status kepemilikan lahan yang tidak sah. Umumnya, penduduk di kawasan ini berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan kehadiran mereka sering kali memicu persoalan sosial lainnya, seperti menurunnya kedisiplinan dan ketertiban umum. Berdasarkan hasil penelitian, munculnya permukiman kumuh liar di Dukuh Kalisari disebabkan oleh kesalahan dalam perumusan kebijakan pemerintah, yang mengakibatkan terjadinya tumpang tindih aturan. Tingkat kekumuhan di wilayah ini tergolong sedang, dengan status legalitas yang tidak resmi. Faktor utama yang menyebabkan kekumuhan meliputi kondisi fisik bangunan serta pengelolaan sampah yang buruk. Upaya penanganan permukiman kumuh liar di Dukuh Kalisari dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT melalui pemanfaatan matriks IFAS dan EFAS
Analisis Pola Interaksi Spasial Industri Batik Home Dress di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta Tahun 2024 Bidari, An-Nissara Putri; Rindarjono, Mohammad Gamal; Prihadi, Singgih
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.91371

Abstract

Kampung Batik Kauman merupakan kampung kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi salah satunya berkaitan dengan industri batik. Pada tahun 2009 Pemerintah Kota Surakarta menetapkan Kauman sebagai Kampung Wisata Batik. Kehadiran sentra industry batik ini menjamin dihasilkannya batik dengan kualitas terbaik dan banyak diminati masyarakat luas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) Mengetahui persebaran industri batik home dress di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta (2) Mengetahui karakteristik industri batik di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta (3) Mengetahui pola interaksi spasial industri batik di Kampung Batik Kauman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Sampling. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, kuisioner, dokumentasi. Dalam penelitian menggunakan Teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif dan deskripsi spasial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Karakteristik sosio-demografi pemilik industri batik di Kampung Batik Kauman didominasi laki-laki, dengan didominasi oleh rentang usia 51-60 tahun, tingkat pendidikan sarjana, status pekerjaan industri batik merupakan sebuah pekerjaan utama (2) Karakteristik industri batik di Kampung Batik Kauman didominasi oleh industri rumah tangga, usia industri batik diatas 5 tahun yang paling banyak berada direntang usia 13- 20 tahun, jenis produk batik yang paling banyak dijual berupa daster batik atau home dress batik, kemeja batik dan blouse batik. (3) Wilayah pemasok batik berasal dari sekitar wilayah Kauman dan luar Kota Surakarta.
Analisis Potensi dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Karanganyar Saputriningsih, Mitha; Rindarjono, Mohammad Gamal; Ajar, Seno Budhi
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.46881

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam menunjang percepatan pembangunan nasional. Banyak daerah di Indonesia yang tengah giat menggali potensi pariwisata dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan kebudayaan pada masing-masing daerah. Penilaian terhadap potensi wisata dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi wisata dan partisipasi masyarakat pada lokasi desa-desa wisata di Kabupaten Karanganyar sehingga  strategi pengembangan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan keadaan pada saat ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata di Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi sedang dan tinggi karena tiap desa wisata mempunyai keunikan atraksi sesuai dengan sumberdaya alam dan budaya pada masing-masing desa. Partisipasi masyarakat termasuk ke dalam derajat partisipasi semu yang berarti masyarakat telah di dengar dan ikut mengemukakan pendapat, tetapi tidak ada jaminan bahwa pandangan yang dikemukakan dapat diterima oleh pemegang kekuasaan dan sangat kecil untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Strategi pengembangan yang dapat diambil yaitu strategi strengths-threats dengan menjalankan kegiatan wisata sesuai dengan protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah dan mencantumkan bukti bahwa kawasan desa wisata merupakan zona hijau agar menghindari penyebaran covid-19.
Analisis Perubahan Perilaku Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat (Studi Kasus Penggerak Wisata Desa Candirejo) Tahun 2022 Setyowati, Dani; Rindarjono, Mohammad Gamal; Tjahjono, Gentur Adi
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.68440

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Candirejo, salah satu desa wisata di Kabupaten Magelang yang memiliki potensi pariwisata untuk dikembangkan oleh masyarakat setempat. Pengembangan pariwisata yang dikelola oleh masyarakat melalui Koperasi Candirejo terus berkembang berkat beragam atraksi yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui distribusi dan potensi objek wisata di Desa Candirejo; (2) untuk menganalisis dampak ekonomi dari pengembangan pariwisata yang melibatkan masyarakat; dan (3) untuk mengevaluasi perubahan perilaku ekonomi masyarakat Desa Candirejo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) distribusi objek wisata menunjukkan pola yang merata, dengan dua kelas potensi yaitu kelas kurang potensial dan cukup potensial. (2) Dengan potensi pariwisata ini, masyarakat mengembangkannya dan merasakan dampak ekonomi berupa pembukaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan, meskipun ada dampak negatif berupa ketergantungan beberapa responden pada sektor pariwisata. (3) Perubahan perilaku ekonomi muncul di masyarakat yang tergolong sebagai penggerak pariwisata, dengan perubahan mata pencaharian dan peningkatan pendapatan di beberapa kelompok pendapatan.
Pemanfaatan Citra GeoEye-1 untuk Kajian Kualitas Permukiman dan Kondisi Sosial Ekonomi di Kecamatan Demak Kabupaten Demak Tahun 2020 Ma'sum, Muhammad Fuad; Rindarjono, Mohammad Gamal; Utomowati, Rahning
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.75137

Abstract

Jumlah dan kepadatan penduduk yang bervariasi serta distribusi yang tidak merata pada setiap wilayah permukiman dapat menyebabkan kesenjangan sosial di masyarakat. Sebagian besar wilayah di Kecamatan Demak adalah lahan basah berupa sawah, sementara lahan permukiman yang sempit tetap memiliki konsentrasi jumlah penduduk yang tergolong tinggi sampai saat ini. Wilayah permukiman ini merupakan tempat terkonsentrasinya kegiatan ekonomi di Kabupaten Demak dengan bangunan dan perumahan elit. Kenampakan lahan perkotaan yang rumit dapat memerlukan data pengindraan jauh berupa citra GeoEye-1 untuk mempermudah kajian pada wilayah permukiman. Sehingga penelitian ini berjutuan untuk mengetahui tingkat ketelitian citra GeoEye-1 untuk pemetaan kualitas permukiman, menganalisis kualitas permukiman dan sosial ekonomi, dan mengetahui hubungan antara keduanya di Kecamatan Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan keruangan. Penelitian dilakukan pada tiga desa yang tersebar di Kecamatan Demak yaitu Bintoro, Mangunjiwan, dan Karangmlati. Pengumpulan data dilakukan melalui interpretasi citra, observasi, kusioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik confussion matrix, skoring, dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat ketelitian Citra GeoEye-1 untuk identifikasi kualitas permukiman adalah 94%, (2) Kualitas permukiman di Kecamatan Demak terdiri dari 80% kelas baik dan 20% kelas sedang, (3) Kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Demak terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu 20% kondisi baik, 71% kondisi sedang, dan 9% kondisi buruk. (4) Kondisi sosial ekonomi dan tingkat kualitas permukiman terbukti memiliki hubungan yang signifikan, tingkat hubungan yang kuat dan bersifat searah. Dengan ini masyarakat di Kecamatan Demak diharapkan mampu meningkatkan kondisi sosial ekonomi sehingga nantinya akan berdampak pada meningkatnya kualitas permukiman.
Potensi Pengembangan Ekowisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Tahun 2022 Prahastiwi, Arista Tiara; Rindarjono, Mohammad Gamal; Nugraha, Setya
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.70845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Potensi wisata budaya di Desa Wanurejo, (2) Potensi ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Wanurejo, (3) Arahan pengembangan pariwisata dan ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Wanurejo, (4) Aplikasi referensi materi yang berkaitan dengan tema Potensi Ekowisata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan geografi analisis keruangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan populasi penelitian, teknik sampel menggunakan purposive sampling yaitu wawancara dengan pengelola objek wisata, pemerintah dan masyarakat, dan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk masyarakat. Accidental dan snowball sampling untuk wisatawan. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan diskusi kelompok (FGD). Teknik uji validitas yang digunakan adalah teknik triangulasi data, yaitu menggunakan beberapa sumber data dan teknik yang berbeda dalam pengumpulannya. Hasil penelitian menunjukkan 1) Terdapat lima kelas klasifikasi potensi wisata yaitu sangat potensial, potensial, cukup potensial, kurang potensial dan sangat tidak potensial. 2) Terdapat tiga kelas klasifikasi potensi ekowisata, yaitu sangat potensial, potensial dan kurang potensial. 3) Berdasarkan hasil analisis Trend Analysis dapat ditentukan arah pengembangan ekowisata pada masing-masing obyek 4) Implementasi tema analisis Potensi dan Komunitas  
Efektivitas Pembelajaran Geografi Melalui Integrasi Whatsapp Group dan Gnomio Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMA Negeri 8 Surakarta Anggrihar Saputro, Yoseph Vido; Sugiyanto, Sugiyanto; Rindarjono, Mohammad Gamal
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.53931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran antara geografi pembelajaran melalui integrasi WhatsApp Group dan Gnomio dengan integrasi WhatsApp Group dan Google Classroom, sehingga nantinya dapat menentukan efektivitas pembelajaran geografi melalui integrasi WhatsApp Group dan Gnomio pada hasil belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji N-Gain, dan Uji T Sampel Independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest di kelas eksperimen adalah 64,86 dan di kelas kontrol adalah 61,03, sedangkan hasil nilai rata-rata posttest di kelas eksperimen adalah 81,71 dan di kelas kontrol adalah 73,97. Selanjutnya, hasil perhitungan N-Gain di kelas eksperimen memiliki Skor Gain rata-rata 0,4781 dan untuk kelas kontrol memiliki Skor Gain rata-rata 0,225. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki indeks perolehan hasil belajar dalam kategori sedang dan kelas kontrol memiliki indeks perolehan hasil belajar dalam kategori rendah, ini mengacu pada tabel kategori efektivitas Skor Gain menurut Hake pada Mchunu Imenda (2015) Selanjutnya, menguji hipotesis pada hasil skor N-Gain menggunakan tes-T Sampel Independen,  yang dari perhitungan tersebut menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,011, sehingga p < 0,05 maka hipotesis Ha dapat diterima, sehingga hasil tes membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran geografi melalui integrasi Whatsapp Group dan Gnomio dengan kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran geografi melalui integrasi Whatsapp Group dan Google Classroom pada siswa kelas XI pada SMA Negeri 8 Surakarta.