Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : ABDIMAS KAUNIAH

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENANAMAN MANGROVE DI KELURAHAN BIRA KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Tamsil, Andi; Hasnidar, Hasnidar; Akram, Andi Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i1.135

Abstract

Bira Village, Tamalanrea District, Makassar City is one of the villages that has extensive mangrove forest potential. The people of the village have a very high dependence on the mangrove ecosystem, but their understanding and concern for the importance of maintaining the mangrove ecosystem is still low, even though in Bira Village there are Community Leaders who have received the Kalpataru Award from the Government of the Republic of Indonesia. This PKM aims to increase partners' understanding of ecological and biological aspects and improve partners' skills in mangrove planting. PKM activities will be held on January 5, 2022 in Bira Village, Tamalanrea District, Makassar City. The implementation methods carried out are 1) Education about aspects of mangrove ecology; 2) Education on aspects of mangrove biology; 3) Mangrove planting training. The implementation of the service activities went smoothly and received very high appreciation by partners (Lantebung Mangrove Observer Group); Partners' skills in choosing and how to plant mangroves are improving. The community really hopes to be given assistance in a sustainable manner, not only for ecological and biological interests but also economic interests.
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP Ihsan, Ihsan; Tamsil, Andi; Saenong, Muh
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i2.152

Abstract

PKM Inovasi Pembuatan Karamba Jaring Dasar Untuk Budidaya Lobster di Perairan Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Setiap hari nelayan menangkap lobster, tetapi terkendala pada ukuran, lebih dominan yang tertangkap pada ukuran kecil sehingga menimbulkan permasalahan mendasar yang dihadapi nelayan adalah: (1). nelayan menangkap lobster berukuran kecil melanggar PermenKP No 12/2020; (2) nelayan tetap menangkap lobster berukuran kecil dan menjualnya secara ilegal, harga yang diterima sangat rendah; (3). nelayan melakukan pembudidayaan tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melakukan budidaya lobster; 4) nelayan tidak memiliki pengetahuan administrasi dan manajemen usaha budidaya lobster yang baik. Sebagai solusi, yang akan dilakukan kepada nelayan adalah 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam budidaya lobster, 2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam administrasi dan manajemen usaha budidaya lobster. Hasil tangkapan lobster, berukuran kecil harus dibudidayakan dalam karamba jaring ditenggelamkan sampai mencapai berat ekonomis dijual. Tujuan PKM adalah memberikan inovasi teknologi baru berupa budidaya lobster dalam karamba jaring ditenggelamkan dan peningkatan manajemen dan administrasi usaha kepada kelompok nelayan mitra. Hasil inovasi PKM diharapkan menjaga kelestarian lobster, meningkatkan pendapatan nelayan dan produksi lobster secara berkelanjutan serta membuka peluang kerja baru berupa bisnis jual beli bibit lobster dan sumber pendapatan baru bagi nelayan yakni kegiatan penangkapan bibit lobster. Metode yang digunakan dalam PKM adalah metode penyuluhan yang disertai dengan praktek langsung dengan melibatkan 1 kelompok nelayan mitra. Luaran PKM adalah berupa publikasi ilmiah nasional jurnal/prosiding dan Jurnal Ilmiah Nasional PKM Jurnal ABDIMAS KAUNIAH; publikasi media massa nasional online ‘FAJAR ONLINE, dan video Inovasi Pembuatan Karamba Jaring Dasar untuk budidaya lobster yang terupload di link youtube FPIK. Inovasi pembuatan karamba jaring dasar dapat dikembangkan sebagai salah satu peluang usaha bagi masyarakat untuk dikembangakan sehingga tarap hidup dan kesejahteraannya lebih baik;Produksi lobster kelompok nelayan mitra melalui kegiatan budidaya lobster dalam karamba jaring dasar diharapkan berhasil meningkat produksi lobster disamping hasil penangkapan lobster di laut; Produksi lobster dari hasil tangkapan di laut yang berukuran kecil, yang tidak memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku dari hasil tangkapan kelompok nelayan mitra, langsung dapat dibudidayakan dalam karamba jaring dasar sampai mencapai ukuran dewasa; Intensitas penangkapan lobster dapat dikurangi melalui budidaya dalam Karamba Jaring dasar; Pengetahuan dan keterampilan kelompok nelayan mitra dalam melakukan budidaya lobster semakin mandiri; Pengetahuan dan keterampilan kelompok nelayan mitra dalam melaksanakan kewirausahaan, pembukuan keuangan dan pemasaran seamakin baik.
PEMBINAAN PEMBUDIDAYA IKAN KOI DI KELURAHAN BALANG BARU KOTA MAKASSAR Hasnidar, Hasnidar; Tamsil, Andi; Akram, Andi Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 1 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v1i2.176

Abstract

Ornamental fish farming in Makassar City is growing rapidly, both as a main livelihood and as an alternative. Demand continues to increase and prices are high, causing many people to cultivate freshwater ornamental fish, both as breeders and enlargement activities. One species of ornamental fish that has high economic value is koi fish (Cyprinus carpio). Along with the higher demand and the hope that new varieties will be found, cultivators/breeders are trying to do crosses. However, low lineage records and the use of unselected parents lead to frequent inbreeding. To obtain high-quality fish seeds, good parental quality, skills in reproduction, spawning, hatching, larval rearing and harvesting are needed. The ornamental fish cultivating group in kelurahan Balang Baru, kecamatan Tamalate, Makassar City as partners, was held on November 21, 2021. The aims of the PKM are: 1) Increasing public knowledge and understanding through counseling about the biology and reproduction aspects of koi fish; (2) Training on procedures for selecting broodstock, selecting and preparing broodstock for the process of reproduction, mating, spawning, hatching, rearing larvae, harvesting and packing. The expected outputs from this activity are: cultivators who become partners who understand the reproductive biology aspects of koi fish and are skilled at carrying out brood selection procedures, selecting and preparing broodstock for reproduction, mating, spawning, hatching, and larval rearing processes
PELATIHAN PEMANFAATAN IKAN MOLLY SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI UNTUK PAKAN IKAN Tamsil, Andi; Hasnidar, Hasnidar; Saenong, Muhammad; Akram, Andi Muhammad; Kamaruddin, Kamaruddin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.248

Abstract

Ikan molly termasuk hama di tambak, selain menjadi kompotitor ruang, makanan, oksigen dan bahkan dapat memangsa benih ikan dan udang peliharaan. Ikan ini berukuran kecil, ovovivipar yaitu melahirkan anaknya. Karena ukurannya yang sangat kecil sehingga mudah lolos masuk ke dalam tambak dan berkembangbiak sangat cepat. Petani tambak menangkap dengan memasang jaring di pintu pemasukan air. Hasil tangkapan tersebut biasanya dijadikan sebagai pakan ternak itik dan jika berlebih dibuang begitu saja. Potensi ikan molly yang terbuang ini dapat diolah menjadi lebih bermanfaat yaitu menjadi tepung ikan sebagai sumber protein hewani. Ikan molly memiliki kandungan protein tinggi, asam amino dan lemak esensial yang lengkap. Pengabdian bertujuan untuk mengedukasi dan melakukan pelatihan kepada petani tambak untuk memamfaatkan ikan molly sebagai penyedia sumber protein hewani untuk bahan pakan ikan. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan tentang nilai gizi ikan molly dan peluang pemanfaatannya, materinya disampaikan dalam bentuk ceramah, didukung oleh bahan visualisasi menggunakan LCD. Pelatihan mengolah ikan molly menjadi tepung selanjutnya membuat pakan ikan. Hasil kegiatan ini adalah mitra terampil mengolah ikan molly menjadi tepung ikan dan cara membuat pakan ikan. Sejak kegiatan ini selesai, mitra tidak lagi membuang hasil tangkapannya melainkan dimanfaatkannya sebagai bahan baku pakan buatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN NELAYAN DAN IBU NELAYAN DALAM PERSEMAIAN BIBIT MANGROVE SEBAGAI MATA PENCAHARIAN ALTERNATIF DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT NUSA TENGGARA BARAT Ihsan, Ihsan; Tamsil, Andi; Setiawan, Alim; Zakar, Alam
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.319

Abstract

Ekosistem mangrove yang begitu besar, maka diperlukan suatu sistim pengelolaan yang dapat menjaga kelestarian secara ekologis, namun secara ekonomis dapat meningkatkan pendapatan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai sosialisasi, pelatihan dan dilanjutkan dengan pendampingan membuat persemaian, melakukan persemaian dan penanaman bibit mangrove hasil persemaian di Pulau Namo dan Pulau Kalong. Sosialiasi dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 17 - 18 Juni 2021. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada Bulan Juli, Agustus, September 2021.Pelaksanaan pelatihan meliputi 1) Pelatihan Peningkatan Mitra; 2) Pelatihan pemilihan bibit mangrove; 3) Penyemaian bibit mangrove; 4) Pelatihan teknik pemeliharaan bibit mangrove yang disemaikan; 5) Pendampingan kepada nelayan dan ibu rumah tangga mitra; dan 6) Monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan dan ibu nelayan dalam persemaian bibit mangrove sebagai mata pencaharian alternative dapat meningkatkan wawasan dan mengasah kreatitivitas nelayan dan ibu-ibu nelayan di Kecamatan Pototanu Kabupaten Sumbawa Barat. Adanya kegiatan peningkatan kreativitas yang diberikan kepada nelayan dan ibu nelayan dapat meningkatkan wawasannya terkait ekosistem mangrove dan menjadi sumber pendapatan bagi nelayan dan ibu-ibu nelayan sehingga taraf hidup dan kesejahteraannya semakin meningkat.
PKM PELATIHAN BUDIDAYA RAJUNGAN SISTEM KARAMBA JARING DASAR BAGI MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN BAWASALO KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP PROVINSI SULAWESI SELATAN Saenong, Muhammad; Ihsan, Ihsan; Tamsil, Andi; Asbar, Asbar; Jamal, Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v2i1.345

Abstract

Kabupaten Pangkep memiliki potensi melimpah, diantaranya rajungan. Sesuai permasalahan teridentifikasi maka PKM ini bertujuan melakukan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar. PKM dilaksanakan 2 tahapan utama, a) melakukan pelatihan kelompok nelayan mitra, dan b) melaksanakan pendampingan kelompok nelayan mitra. Setelah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa hal menjadi temuan dalam observasi yakni pengetahuan dan keterampilan masih rendah, pekerjaan didominasi sebagai nelayan penangkapan rajungan dan sangat bergantung pada sumberdaya perikanan dan kelautan, dan tingkat literasi yang rendah. Dengan demikian kami dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia khususnya prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan melaksanakan rangkaian PKM berupa pelatihan budidaya rajungan sistem karamba jaring dasar dan peningkatan kewirausahaan dan keuangan. Diharapkan yang dilakukan, menjadi bagian dari pemecahan masalah ekonomi dan sosialkemasayarakatan di wilayah pesisir. Potensi dari luaran PKM, secara praktis, bertambahnya kelompok masyarakat sebagai pelaku usaha budidaya karamba jaring dasar yang baik dalam meningkatkan tarap hidup dan kesejahteraan.
PELATIHAN PEMANFAATAN IKAN SAPU-SAPU SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PAKAN IKAN Hasnidar, Hasnidar; Tamsil, Andi; Muhammad Akram, Andi; Kamruddin, Kamruddin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i1.486

Abstract

Danau Tempe adalah danau di Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai penghasil ikan untuk konsumsi lokal dan nasional. Produksinya terus menurun akibat pencemaran, pendangkalan, kelebihan tangkap, pertumbuhan gulma air dan hadirnya ikan sapu-sapu. Ikan ini berkembang pesat karena mampu beradaptasi dengan lingkungan danau, tidak mempunyai predator, tidak dikonsumsi dan pemanfaatan lainnya belum ada. Hadirnya ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp) membuat masyarakat menjadi resah karena hasil tangkapan ikan konsumsi menurun dan merusak alat tangkapnya. Merespon keresahan masyarakat diperlukan alternative pemanfaatannya. Potensi pemanfaatannya adalah sebagai sumber protein pakan ikan. Kegiatan ini bertujuan: 1) mengedukasi mitra tentang pemanfaatkan ikan sapu-sapu; 3) memberikan keterampilan mengolah ikan sapu-sapu menjadi pakan ikan. Manfaat PKM adalah selain dapat memulihkan komposisi jenis ikan khususnya ikan asli, juga dapat menjadikan ikan sapu-sapu bernilai ekonomi. Metode pelaksanaannya adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pelatihan bertujuan untuk memberikan keterampilan mengolah ikan sapu-sapu menjadi tepung ikan dan pakan ikan. Kegiatan ini diapresiasi sangat baik oleh mitra dan pemerintah setempat. Ikan sapu-sapu hasil tangkapan nelayan dikeringkan dan dijual untuk diolah sendiri menjadi tepung. Pembudidaya ikan memiliki keterampilan membuat pakan mandiri digunakan untuk kegiatan budidayanya. Mitra berharap ada bantuan alat untuk mencacah dan pencetak pakan.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos chanos) MEMANFAATKAN PAKAN MANDIRI DI KELURAHAN LAKKANG KECAMATAN TELLO, KOTA MAKASSAR Tamsil, Andi; Hasnidar, Hasnidar; Akram, Andi Muhammad
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i2.565

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya ikan bandeng di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dalam menerapkan teknologi budidaya dan pemanfaatan pakan mandiri berbasis bahan baku lokal. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan praktis pada tanggal 11 November 2024, dengan partisipasi aktif dari kelompok pembudidaya “Bonto Perak 1” yang beranggotakan 15 orang. Materi yang diberikan mencakup teknik pembuatan pakan mandiri, formulasi nutrisi ikan bandeng, analisis efisiensi ekonomi pakan, dan penerapan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), khususnya pada aspek penebaran benih. Pelatihan ini menggunakan metode demonstrasi dan diskusi partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan skor ≥75% dari total nilai evaluasi. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa pakan mandiri dapat menekan biaya produksi hingga Rp1.710–Rp6.710 per kilogram dibandingkan pakan komersial. Kegiatan ini berhasil meningkatkan efisiensi budidaya, pendapatan mitra, dan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrik, serta mendukung sistem budidaya yang mandiri dan berkelanjutan.