Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK IDENTIFIKASI BATUAN KAPUR Noraini, Alifah; Jasmani, Jasmani; Sudiasa, I Nyoman
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i1.26936

Abstract

Selain dikenal sebagai Negara Maritim, Indonesia merupakan negara  kaya  tambang  mineral  dan  logam,  salah satunya batuan kapur (limestone). Namun, potensi  tersebut  belum  dimanfaatkan  secara  maksimal  oleh masyarakat  sekitar  pegunungan  kapur, salah satunya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Untuk mengidentifikasi potensi batu kapur dapat mengaplikasikan ilmu penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kelebihan metode penginderaan jauh adalah efisiensi waktu dan biaya yang digunakan. Dalam kegiatan ini dilakukan metode skoring menggunakan parameter tutupan lahan, indeks vegetasi, suhu permukaan tanah, dan unsur geologi. Data yang digunakan berupa data citra satelit Landsat 9 yang terdiri dari 11 saluran kanal dengan karakteristik, Peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Lamongan skala 1:25.000 dan Peta Geologi skala 1:25.000. Hasil proses perhitungan NDVI dalam studi area, diperoleh nilai indeks vegetasi dengan rentang nilai antara -0,189 hingga 0,568. Nilai indeks vegetasi Kecamatan Babat didominasi oleh kelas sedang dengan rentang 0,15 hingga 0,25. Hasil klasifikasi tutupan lahan menghasilkan 5 (lima) kelas, yaitu kelas daerah bukan pertanian, daerah pertanian, lahan terbuka, permukiman, dan perairan. Kecamatan Babat didominasi oleh kelas tutupan lahan daerah bukan pertanian dengan persentase 53,29%. Hasil skoring dari keempat parameter menunjukkan bahwa Kecamatan Babat didominasi oleh kelas batuan kapur dengan potensi sedang dengan persentase 47,88% dari seluruh luas wilayah. Kata Kunci: Batuan kapur, Landsat 9, Penginderaan jauh, SIG DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i1.26936
Identifikasi Kekeringan Lahan Kabupaten Lamongan Berdasarkan Citra Satelit Noraini, Alifah; Tjahjadi, Martinus Edwin; Sudiasa, I Nyoman
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.958

Abstract

Kekeringan lahan merupakan salah satu permasalahan masyarakat Indonesia yang terjadi pada musim kemarau. Kekeringan lahan mengakibatkan aktivitas pertanian terganggu karena pasokan air terhambat. Salah satu kabupaten yang mengalami kekeringan lahan adalah Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan lahan di Kabupaten Lamongan agar dampak kekeringan dapat diminimalisir. Metode identifikasi kekeringan lahan yang digunakan berdasarkan pengolahan data penginderaan jauh, yaitu memanfaatkan data citra satelit Landsat 8 saluran 4 (merah), saluran 5 (Near InfraRed/ NIR), dan saluran 6 (Short Wavelength InfraRed/ SWIR). Sebelum proses pengolahan citra, dilakukan proses penggabungan antar scene (mosaicking). Citra Landsat 8 dipotong sesuai batas administrasi wilayah kabupaten dan diolah berdasarkan algoritma NDDI untuk mengidentifikasi kekeringan lahan. Algoritma yang digunakan terdiri dari parameter tingkat kebasahan air dan tingkat kehijauan vegetasi yang menutupi wilayah Kabupaten Lamongan. Tingkat kebasahan diperoleh dari pengolahan citra menggunakan algoritma NDWI, sedangkan tingkat kerapatan vegetasi diperoleh berdasarkan pengolahan citra menggunakan algoritma NDVI. Hasil pengolahan citra satelit Landsat 8 menunjukkan bahwa Kabupaten Lamongan didominasi oleh tingkat kebasahan kelas rendah sebesar 893,236 Km2 dan kerapatan vegetasi kelas sedang sebesar 691,012 Km2. Adapun hasil identifikasi kekeringan lahan di Kabupaten Lamongan didominasi oleh kelas klasifikasi kekeringan berat sebesar 62,14% atau 1.097,087 Km2 dari total luas area.
Classification of Slope for Coffee Plantation in Ngajum District, Indonesia Noraini, Alifah; Tjahjadi, Martinus Edwin; Jasmani, Jasmani
Poltanesa Vol 25 No 1 (2024): June 2024
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v25i1.2227

Abstract

Slope classification activity aims to provide information to coffee farmers about the slope, especially in Ngajum District, Malang Regency. Ngajum is one of the sub-districts located on the slopes of Mount Kawi. The people of Ngajum generally work as cattle and goat breeders as well as coffee plantations. Information on the slope (altitude) affects the classification of the quality of the coffee produced. In addition, the varieties of coffee planted also depend on the slope of the mountain slopes. Making a slope map utilizes satellite imagery which has altitude information, namely in the form of Digital Elevation Model (DEM) satellite imagery. Administrative boundary data are used according to the sub-district so that the slope classification can be focused. The method used in this activity is the analysis of spatial data from the results of slope classification. Slope class is divided into 7 (seven) slope classes, i.e. flat, wavy, wavy-bumpy, bumpy-hilly, hilly-mountainous, steep mountain, and mountainous. The results of slope classification show that 2377.171 Ha or 35.971% of the Ngajum area is undulating class. The slope of the wavy slope is a suitable class for coffee cultivation but must be accompanied by the suitability of other parameters so that the productivity of coffee plants increases. The drawback of the results of this activity is that it has not been able to determine which varieties of coffee plants are suitable for planting with the slope of the area, so further research is needed.  
Land Surface Temperature Estimation Using Landsat 9 Satellite Imagery in Lamongan Regency, Indonesia Noraini, Alifah; Sudiasa , I Nyoman
Poltanesa Vol 25 No 2 (2024): December 2024
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v25i2.2228

Abstract

Gerbangkertasusila area (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, and Lamongan) is a target area for accelerating economic development. Land use change are one of the phenomena that often occur in districts that have the potential for developing the area, one of the areas that has the potential to become a Creative Economy Zone is Lamongan Regency. This study aims to estimate changes in Land Surface Temperature (LST) in Lamongan Regency by utilizing Landsat 9 satellite imagery. Landsat 9 satellite imagery is processed based on a temperature algorithm for estimating temperature calculations. The Landsat 9 satellite was launched in 2021 and is a replacement satellite for the Landsat 8 satellite. The Landsat 9 satellite has 9 (nine) spectral bands and 2 (two) thermal bands. Estimation of LST uses band 4, band 5, and band 10. The LST algorithm used is the mono window algorithm. The mosaic process was carried out on path 118 raw 65 and path 119 raw 65. The results showed that the Lamongan Regency area has a greenish level with a value range of (-0.611) to 0.5 which is dominated by medium density levels. The estimation results of LST in Lamongan Regency are dominated by temperatures in the range of 23°C – 26°C with the highest temperature being 29°C – 33°C.