Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Kapasitas IRT Kue Tradisional Bali 'Bu Dayu' dengan Inovasi dan Pemasaran Digital Indra Swari, Dw Ayu Agung; Agustino, Dedy Panji; Artanaya, I Made Dwi Darma; Andika, I Komang Adi Dutta; Lindu, Alson Saingo; Sukmasari, Ni Putu Erika Yunita
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6194

Abstract

Di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, eksistensi kue tradisional khas Bali tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Salah satu pelaku usaha yang terus mempertahankan tradisi ini adalah Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Kue Tradisional “Bu Dayu”, yang berlokasi di Banjar Biaung, Kesiman, Denpasar. Usaha ini telah berdiri selama lebih dari delapan tahun dan dipimpin oleh Ibu Ida Ayu Ketut Alit Fatmayanti, dengan berbagai produk kue khas Bali yang bernilai budaya tinggi. Namun, kelompok ini menghadapi sejumlah tantangan, antara lain sistem pengelolaan yang masih tradisional serta keterbatasan sarana produksi dan promosi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, tim menawarkan solusi strategis dalam tiga aspek utama: (1) produksi, melalui pengadaan alat bantu berupa kompor dan blender; (2) branding, melalui pembuatan identitas usaha seperti logo, nota, stempel, dan video profil; serta (3) pemasaran digital, dengan pembuatan akun Instagram dan TikTok, serta bantuan pendaftaran usaha ke platform layanan pesan-antar makanan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan mitra, partisipasi aktif, pelaksanaan program berbasis keahlian dosen dan mahasiswa, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh elemen program telah berhasil dilaksanakan sesuai rencana. Mitra kini memiliki identitas usaha yang lebih profesional, alat produksi yang lebih memadai, dan kanal pemasaran digital yang aktif. Diharapkan, penguatan aspek digital ini dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar dari usaha “Bu Dayu”. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku IRT dapat menghasilkan solusi nyata yang berdampak langsung dan berkelanjutan
Comparison of the DBSCAN Algorithm and Affinity Propagation on Business Incubator Tenant Customer Segmentation Agustino, Dedy Panji; Budaya, I Gede Bintang Arya; Harsemadi, I Gede; Dharmendra, I Komang; Pande, I Made Suandana Astika
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol. 12 No. 2 (2023): JULI
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v12i2.1682

Abstract

The increasingly complex business environment necessitates businesses to design more effective and efficient strategies for company development, including market expansion. To understand customer behaviors, customer data analysis becomes crucial. One common approach used to group customers is segmentation based on RFM analysis (Recency, Frequency, and Monetary). This study aims to compare the performance of two clustering algorithms, namely DBSCAN and Affinity Propagation (AP), in providing customer profile segment recommendations using RFM analysis. DBSCAN algorithm is employed due to its ability to identify arbitrarily shaped clusters and handle data noise. On the other hand, Affinity Propagation (AP) algorithm is chosen for its capability to discover cluster centers without requiring a pre-defined number of clusters. The transaction dataset used in this research is obtained from one of the business incubator tenants at STIKOM Bali. The dataset undergoes preprocessing steps before being segmented using both DBSCAN and AP algorithms. Performance evaluation of the algorithms is conducted using the Silhouette Scores and Davies-Bouldin Index (DBI) matrices. The research findings indicate that the AP algorithm outperforms DBSCAN in this customer segmentation case. The AP algorithm yields Silhouette Scores of 0.699 and DBI of 0.429, along with recommendations for 4 customer segments. Furthermore, further analysis is performed on the AP results using a statistical approach based on the mean values of each segment for the RFM variables. The four customer segments generated by the AP algorithm, based on the mean values of the RFM variables, can be associated with the concept of customer relationship management.
Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu dengan Metode Sustainable Livelihoods Approach (SLA) di Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Santoso, Pande Putu Agus; Agustino, Dedy Panji
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 1 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.487 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i1.559

Abstract

ABSTRAKMitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat kurang mampu atas nama I Wayan Ragia yang tinggal di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Bangli. Profesi mitra adalah buruh tani harian lepas dimana pada saat tidak ada pekerjaan, beliau hanya menganggur. Padalah di sisi lain, mitra memiliki halaman luas yang belum termanfaatkan. Luas rumah mitra adalah 3 are, terdiri atas banguan seluas 1 are dan halaman seluas 2 are. Berdasarkan hasil obeservasi terungkap bahwa mitra memiliki keinginan yang kuat untuk bertani sayuran, khususnya labu siam di halaman rumahnya. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah (1) keterbatasan modal untuk pengadaan alat dan bahan (bibit serta pupuk) pertanian, dan (2) keterbatasan pengetahuan tentang teknik bertani labu siam. Upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat dengan The Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA pada dasarnya merupakan upaya pelibatan masyarakat untuk belajar dan beraktivitas secara berkelanjutan dengan cara unik mereka menjalani hidup. Starting point dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah potensi SDA, potensi SDM dan keinginan masyarakat mitra. Pemberdayaan masyarakat berbasis SLA ini terdiri atas tiga tahapan kegiatan. Tahap penyadaran (awareness) melalui sosialisasi. Tahap pendampingan (scaffolding) melalui (a) Transfer teknologi berupa alat dan bahan untuk membangun kebun labu siam, (b) Pemberian hibah bibit dan pupuk, serta (c) Pembangunan kebun serta pelatihan bertani labu siam. Tahapan pelembagaan (institutionalization) melalui Komunitas Taman Hati dan Pro Bali Ambassador Familly.Kata kunci : Masyarakat kurang mampu, SLA, Desa Penglumbaran, dan Labu Siam.ABSTRACTPartners in community service activities are the underprivileged people on behalf of I Wayan Ragia who live in Banjar Sribatu, Penglumbaran Village, Susut, Bangli. The partner profession is a freelance daily laborer where at no time work, he is only unemployed. On the other hand, partners have a large, untapped page. The width of the partner house is 3 acres, consisting of 1 acre house and 2 acre yard. Based on the results of obeservation revealed that partners have a strong desire to farm vegetables (especially squash) in the yard of his house. The main problems faced by partners are (1) limited capital for the procurement of tools and materials (seeds and fertilizers) agriculture, and (2) limited knowledge about farming techniques of pumpkin. Efforts to solve the problems that have been done is the empowerment of the community with the Sustainable Livelihoods Approach (SLA). SLA is basically an effort to involve the community to learn and move sustainably in their unique way of life. Starting point in the empowerment of this community is the potential of natural resources, potential human resources and the desire of the partner community. This SLA-based community empowerment consists of three stages of activity. Awareness stage through socialization. Scaffolding stage through (a) technology transfer in the form of tools and materials to build a squash gourd garden, (b) giving of seed and fertilizer grant, and (c) development of farming and training of farming of squash. Institutionalization stage through Komunitas Taman Hati and Pro Bali Ambassador Familly.Keywords: Poor People, SLA, Penglumbaran Village and Squash.