Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemetaan Sektor Unggulan dan Keterkaitan Antar-Sektor Dalam Perencanaan Pembangunan di Kota Ternate hasyim, abdul wahab
HUMANO 2014: Jurnal HUMANO
Publisher : HUMANO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.18 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sektor-sektor yang menjadi sektorBasis dan Non-Basis di Kota Ternate, menganalisis keterkaitan antar sektor dalammendorong peningkatan kontribusi pada Pembangunan daerah dan, memberikangambaran tentang sektor yang bukan basis. Analisis yang digunakan meliputiLocation Quitiont (LQ) dan analisis Shift – Share (S–S). Hasil penelitian, yangtermasuk sektor unggulan adalah: Listrik, Air & Gas, Bangunan, Perdagangan Hotel& Restaurant, Pengangkutan & Telekomunikasi, Keuangan dan Jasa Perusahaan danJasa-Jasa. Sedangkan Pertanian, Pertambangan & Penggalian dan IndustriPengolahan bukan merupakan sektor unggulan. Secara Regional Share,pertumbuhan seluruh sektor-sektor ekonomi menunjukkan hasil positif.Proportional Shiftnya positif, artinya secara sektoral pertumbuhan ekonomi KotaTernate tergolong cepat. Sementara untuk Differential Shift, seluruh sektor-sektorekonomi memberikan hasil negatif, sehingga secara sektoral daya saing ekonomiKota Ternate tergolong rendah. Belanja mempengaruhi sektor non basis maupunsektor basis 1 dan basis 2, demikian pula PAD berpengaruh terhadap setiap sektor
الضوابط الفقهية في فقه الإمام الشافعي Kholil, Abdul Wahab
UNIVERSUM Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v9i1.76

Abstract

Kaidah dan dhabith fiqih keduanya sama-sama merupakan rumusan hukum yang di dalamnya mencakup banyak masalah. Perbedaan keduanya terletak pada cakupannya; kalau kaidah mencakup permasalahan dari banyak bab sedangkan dhabith hanya mencakup permasalahan dari satu bab fiqih saja. Ulama mutaqaddimin – misalnya al-Subky (w. 771 H) dalam kitabnya al-Asybah wa al-Nadhair – sering menggunakan kata al-Qawaid al-Khashshah (kaidah-kaidah khusus) untuk menunjukkan makna al-Dhawabith al-Fiqhiyyah. Istilah al-Dhabith baru banyak digunakan oleh ulama mutaakhkhirin dan para akademisi (lihat misalnya Ali an-Nadwiy dalam bukunya al-Qawaid al-Fiqhiyyah).Penelitian ini adalah library research (studi kepustakaan). Datanya dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (text reading) dan selanjutnya dianalisis dengan deskriptif analytic yang betujuan untuk mengetahui fokus penelitian dengan cermat dan benar.Hasil penelitian menyimpulkan : ada 30 (tiga puluh) dhabith fiqih di dalam kitab Al-Umm. Tujuh dhabith berkaitan dengan masalah thaharah (bersuci), tiga dhabith tentang berbagai permasalahan dalam shalat, dua dhabith tentang masalah zakat, dua dhabith tentang haji, dua dhabith tentang makanan, dua dhabith tentang transaksi jual beli, tiga dhabith berkaitan dengan rahn (gadai), satu dhabith tentang washiat, empat dhabith mengikat berbagai permasalahan nikah, satu dhabith tentang had (hukuman), dan dua dhabith berkaitan dengan masalah ikrar (pengakuan).Kata kunci: dhabith fiqih, Al-Umm, Qaidah fiqhiyyah.
الضوابط الفقهية في فقه الإمام الشافعي Kholil, Abdul Wahab
UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman dan Kebudayaan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v9i1.76

Abstract

Kaidah dan dhabith fiqih keduanya sama-sama merupakan rumusan hukum yang di dalamnya mencakup banyak masalah. Perbedaan keduanya terletak pada cakupannya; kalau kaidah mencakup permasalahan dari banyak bab sedangkan dhabith hanya mencakup permasalahan dari satu bab fiqih saja. Ulama mutaqaddimin – misalnya al-Subky (w. 771 H) dalam kitabnya al-Asybah wa al-Nadhair – sering menggunakan kata al-Qawaid al-Khashshah (kaidah-kaidah khusus) untuk menunjukkan makna al-Dhawabith al-Fiqhiyyah. Istilah al-Dhabith baru banyak digunakan oleh ulama mutaakhkhirin dan para akademisi (lihat misalnya Ali an-Nadwiy dalam bukunya al-Qawaid al-Fiqhiyyah).Penelitian ini adalah library research (studi kepustakaan). Datanya dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (text reading) dan selanjutnya dianalisis dengan deskriptif analytic yang betujuan untuk mengetahui fokus penelitian dengan cermat dan benar.Hasil penelitian menyimpulkan : ada 30 (tiga puluh) dhabith fiqih di dalam kitab Al-Umm. Tujuh dhabith berkaitan dengan masalah thaharah (bersuci), tiga dhabith tentang berbagai permasalahan dalam shalat, dua dhabith tentang masalah zakat, dua dhabith tentang haji, dua dhabith tentang makanan, dua dhabith tentang transaksi jual beli, tiga dhabith berkaitan dengan rahn (gadai), satu dhabith tentang washiat, empat dhabith mengikat berbagai permasalahan nikah, satu dhabith tentang had (hukuman), dan dua dhabith berkaitan dengan masalah ikrar (pengakuan).Kata kunci: dhabith fiqih, Al-Umm, Qaidah fiqhiyyah.
Kinerja Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Di Maluku Utara Qabirrul Rifai, Achmad; Heston Runtunuwu*, Prince Charles; Hasyim, Abdul Wahab
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25013

Abstract

Efektivitas Pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Barat dan Kabupaten Halmahera Selatan.Penelitian dilaksanakan di tiga kecamatan terdiri dari Kecamatan Weda Tengah, Kecamatan Jailolo dan Kecamatan Gane Timur pada masing-masing desa yang berkenaan dengan pelaksanaan program tranformasi ekonomi kampung Terpadu. Metode menggunakan pendekatan analisis kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan program TEKAD di Kabupaten Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan kurang terlaksana dengan baik, sedangkan di Kabupaten Halmahera Barat pelaksanaannya cukup terlaksana. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program TEKAD yaitu minimnya Peran dari Pemerintah Desa, Fasilitator dan Pendamping Desa, rendahnya tingkat Kesadaran Masyarakat, dan kurangnya tranparansi dalam pengelolaan anggaran.
Strengthening Economy Community At Rt 004/Rw 02 Kelurahan Kastela, Ternate City Marwan, Marwan; Hasyim, Abdul Wahab
Abdi Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i2.6428

Abstract

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengaktualisasikan unsur ketiga pada Tri Darma Perguruan Tinggi.  Tujuannya adalah membantu masyarakat dalam meningkatkan produktifitas masyarakat di kelurahan Kastela. Metode yang digunakan adalah pelibatan masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa ceramah dan penyuluhan tentang pemanfaatan potensi setempat dalam meningkatkan produktifitas. Hal ini karena pada umumnya belum menyadarai tentang potensi pemanfaatan lahan tersebut karena terkendalah pada beberapa hal. Antara lain factor lahan yang berbatu, adanya kebiasan melepasliarkan ternak yang dapat mengganggu tanaman, dan tidak adanya masyarakat yang bisa menjadi motivator. Kurangnya skill, dan modal. Melalui kegiatan ini masyarakat akan diberikan arahan untuk dapat memanfaatkan lahan tidur tersebut. Diantaranya adalah ada pemanfaatn lahan untuk pembudidyaan ikan air tawar dengan memanfaatkan berbagai bahan yang sederhana, murah, dan mudah untuk didapatkan di sekitar.   
Dampak Ekologi Galian C dan Upaya Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir Bone Bolango Abdul Wahab Podungge, Wahab; Amir, Elvin; Sanau, Fachrul; Pratama, Sanjaya; brahim, Refawanti; Rozak, Pathul; Manimau, Eugenius; Khoirun Nisa, Widya; Sucik Agustin, Vivin; Tomayahu, Rosdika; Afif Pakaya, Abdul
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1386

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh aktivitas pertambangan Galian C di wilayah pesisir Kabupaten Bone Bolango telah memberikan dampak ekologis yang signifikan, termasuk kerusakan ekosistem darat maupun laut, percepatan degradasi lingkungan, dan memperparah dampak perubahan iklim. Eksploitasi sumber daya alam tanpa pengelolaan yang berbasis ekologi mengancam keberlanjutan lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara nyata. Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga menciptakan ketimpangan struktural yang memperlebar masalah masyarakat lokal. Pemberian izin tambang yang bersifat sentralistik tanpa partisipasi masyarakat telah menutup ruang kontrol warga atas lingkungannya, memperkuat dominasi pelaku usaha besar, dan pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika sosial-ekologis yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Bone Bolango, khususnya dalam merespons dampak perubahan iklim dan aktivitas pertambangan Galian C. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris dengan strategi studi kasus. Hasil kegiatan pengabdian ini menyoroti bahwa kebijakan dan kelembagaan memiliki peran strategis dalam menentukan arah keberlanjutan tata kelola sumber daya alam. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menyusun kebijakan adaptasi dan mitigasi berbasis ekologi, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan partisipasi dalam pengawasan, serta pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap izin-izin tambang yang telah diberikan, memastikan bahwa setiap aktivitas industri ekstraktif tunduk pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan keadilan ekologis. This article is motivated by the fact that Class C mining activities in the coastal areas of Bone Bolango Regency have had significant ecological impacts, including damage to terrestrial and marine ecosystems, accelerated environmental degradation, and exacerbated the impacts of climate change. Exploitation of natural resources without ecologically based management threatens environmental sustainability and significantly reduces the quality of life of coastal communities. Ecosystem damage not only has an impact on environmental aspects, but also creates structural inequalities that widen local community problems. The granting of mining permits that are centralistic without community participation has closed the space for residents to control their environment, strengthened the dominance of large business actors, and the government. This community service activity aims to deeply understand the socio-ecological dynamics that occur in the coastal areas of Bone Bolango Regency, especially in responding to the impacts of climate change and Class C mining activities. The method used is a participatory qualitative approach with a case study strategy. The results of this community service activity highlight that policies and institutions have a strategic role in determining the direction of sustainable natural resource governance. This activity recommends the need for cross-sector synergy between government, academics, communities, and business actors in formulating ecological-based adaptation and mitigation policies, strengthening community capacity, increasing participation in monitoring, and sustainable ecosystem restoration. Local governments also need to conduct in-depth evaluations of mining permits that have been granted, ensuring that every extractive industry activity is subject to the principles of sustainable development and ecological justice.
Analisis Prospek Dan Upaya Pengembangan Destinasi Wisata Pada Desa Maitara Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara Usman, Idham S.; Hasyim, Abdul Wahab; Sabuhari, Rahmat
JEMI is managed and published by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Kutai Kartanegara University. Institutional legality is reflected in the ISSN number: 1411-9560 published by LIPI in 2003 as a manifestation of the comm Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/jemi.v23i1.1343

Abstract

  The purposes of this research are 1) To find out the development of tourism potential on Maitara Island, Tidore City Islands; 2) To find out the prospects for the development of a tourist area on the island of Maitara, City of Tidore Islands. The sample in this study consisted of two types of samples, namely: regional samples and tourist samples. Percentage analysis was carried out using percentage calculations, the analytical techniques to be used were questionnaires, direct interviews, field observations, personal documents and official documents. The data is processed through a SWOT analysis. The results of the study show: that the Kailupa tourist attraction (one thousand money) is in the Quadrant I position, which means it still has a "good" situation. The Ake Bay tourist attraction is in the quadrant I position, which means it still has a "good" situation. Mangrove forest is in quadrant I position which means it still has a "good" situation with existing strengths able to take advantage of existing opportunities.
Analisis Prospek Dan Upaya Pengembangan Destinasi Wisata Pada Desa Maitara Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara Usman, Idham S.; Hasyim, Abdul Wahab; Sabuhari, Rahmat
JEMI is managed and published by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Kutai Kartanegara University. Institutional legality is reflected in the ISSN number: 1411-9560 published by LIPI in 2003 as a manifestation of the comm Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/jemi.v23i1.1343

Abstract

  The purposes of this research are 1) To find out the development of tourism potential on Maitara Island, Tidore City Islands; 2) To find out the prospects for the development of a tourist area on the island of Maitara, City of Tidore Islands. The sample in this study consisted of two types of samples, namely: regional samples and tourist samples. Percentage analysis was carried out using percentage calculations, the analytical techniques to be used were questionnaires, direct interviews, field observations, personal documents and official documents. The data is processed through a SWOT analysis. The results of the study show: that the Kailupa tourist attraction (one thousand money) is in the Quadrant I position, which means it still has a "good" situation. The Ake Bay tourist attraction is in the quadrant I position, which means it still has a "good" situation. Mangrove forest is in quadrant I position which means it still has a "good" situation with existing strengths able to take advantage of existing opportunities.
Work-Life Balance and Performance: The Mediating Role of Job Satisfaction at BPS North Maluku Muhammad Mansur, Iman; Hasyim, Abdul Wahab; Buamonabot, Irfandi
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v7i1.1322

Abstract

This study analyzes the influence of work-life balance on employee performance with job satisfaction as a mediating variable among employees of the Central Bureau of Statistics (BPS) in North Maluku Province. Using a quantitative approach, data were collected from 100 millennial and Generation Z employees through a structured questionnaire and analyzed using hierarchical regression in SPSS 25. The results show that work-life balance has a positive and significant effect on job satisfaction and employee performance. Job satisfaction also positively and significantly improves employee performance and partially mediates the relationship between work-life balance and performance. These findings indicate that employees who maintain a balanced work and personal life tend to experience higher job satisfaction, which subsequently enhances their performance. The study highlights the importance of organizational policies that support work-life balance to strengthen well-being and productivity within public sector institutions.
Enhancing Job Satisfaction Among Public Health Civil Servants: The Mediating Role of Transformational Leadership Hasan, Bachsyuan Zami; Sabuhari, Rahmat; Nurlaela; Hasyim, Abdul Wahab
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6673

Abstract

This study examines the effect of work motivation on job satisfaction among State Civil Apparatus (ASN) employees in public health service units of Central Halmahera Regency and investigates the mediating role of transformational leadership. A quantitative survey approach was employed, involving 418 ASN working in public health service units. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that work motivation has a positive and significant effect on job satisfaction and transformational leadership. Transformational leadership also positively and significantly influences job satisfaction. Furthermore, transformational leadership partially mediates the relationship between work motivation and job satisfaction. These results suggest that employee job satisfaction is shaped not only by individual motivation but also by leadership practices that inspire, support, and engage employees. The study highlights the importance of strengthening work motivation and promoting transformational leadership to improve employee satisfaction and support the effectiveness of public health service delivery.