Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) RINGAN MELALUI PEMBELAJARAAN KOOPERATIF SETTING INKLUSIF sumiyatun, sumiyatun
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 1 No 1 (2015): Pijar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.62 KB) | DOI: 10.29407/pn.v1i01.99

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang dihadapi dalam pendidikan di sekolah dasar adalah adanya kecenderungan memberikan layanan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan kurang maksimal. Padahal ABK tersebut mempunyai hak sama dengan anak pada umumnya dalam hal memperoleh layanan pendidikan dan kemampuan mereka dapat dikembangkan secara maksimal untuk menguasai materi pembelajaran melalui perbaikan pembelajaran dalam setting pembelajaran inklusi. Beranjak dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus ringan melalui pembelajaran dalam setting inklusi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 sampai dengan 9 Oktober 2013 di SDN Ketami 1 Kota Kediri dengan subjek penelitian sebanyak 38 anak. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulannya melalui observasi.Teknik analisa data yang digunakan yaitu anak kualitatif dan kwantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil tindakan siklus I menunjukkan kemampuan pengukuran pada anak berkebutuhan khusus sejumlah 14, 28 % anak dengan hasil baik, 42,85 % anak dengan hasil sedang dan 42,85 % anak dengan hasil kurang. Selanjutnya pada tindakan siklus II mengalami peningkatan kemampuan belajar pengukuran dengan hasil 57, 12 % anak dengan hasil baik, 28,56 % anak dengan hasil sedang dan 14,28 % anak dengan hasil kurang. Dengan terselesaikannya penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi dapat meningkatkan hasil belajar pengukuran anak berkebutuhan khusus (ABK) ringan Kelas VI SD Negeri Ketami 1 Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi relevan dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus, dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, dan memiliki tingkat keefektifan yang signifikan dalam membantu anak berkebutuhan khusus mencapai kemampuan belajar pengukuran. Maka dengan demikian model pembelajaran kooperatif dalam setting inklusi juga memiliki kelayakan untuk dikembangkan pada sekolah dasar yang terdapat anak berkebutuhan khusus. Kata kunci: pengukuran, anak berkebutuhan khusus, kooperatif, inklusi
KEMANDIRIAN WANITA SINGLE PARENT DALAM MENDIDIK ANAK (Studi Kasus Di Desa Pakang, Andong, Boyolali) Sumiyatun, Sumiyatun; Muhibbin, Achmad
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 25, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Department of Accounting Education, Faculty of Teacher Training and Education Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2317/jpis.v25i1.823

Abstract

The research aims are: 1. to describe the women independency ofbeing single parent to educate their children at pakang village,Andong, Boyolali; 2. To describe the problem of single parentwomen in educate their children at pakang village, Andong,Boyolali.The indicator of women independency of being singleparent are: 1. Can complete duty, 2. Responsible, 3. Able to overcome theproblem, 4. Believe in their own ability, 5. Able to manage themselves. Thisresearch used two triangulation methods, those are: data gathering techniqueand data gathering source. Data collections used are: participativeobservation, in depth interview, and documentation. Data analysis used isqualitative descriptive with interactive analysis model, including: datagathering, data reduction, data presenting, and drawing conclusion. Theresearch result showed that; 1. The women independency of being singleparent to educate their children at pakang village, Andong, Boyolali, includingphysical, intellectual, and spiritual education. 2. The problem faced by singleparent women to educate their children including internal and externalproblem. The main internal problem is parent and their own children. Externalproblem is their playing and school environment. 3. Problem solution that isused by single parent women for internal; the parent should always giveenough pay attention and independency to their children. For external: theparent should plant Islamic values in their environment and choosing anappropriate school for their children in order to get the best attitude andbehavior.
PROSES ADAT PERKAWINAN SEBAMBANGAN MARGA SEKAMPUNG LIBO DI JABUNG LAMPUNG TIMUR Khoirul, Nanang; Sumiyatun, Sumiyatun; Hidayat, Bobi
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to describe the traditional marriage process of Sebambangan Marga Sekampung Libo in Negara Batin Village, East Lampung. This research method is qualitative research. Data and data sources are obtained from books, traditional and community leaders and village communities as sources, documentation, and other sources that can assist in gathering research data information. Data collection procedures in this study are observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. Checking the validity of the findings is carried out through trustworthiness,transferability, accountability, and certainty. The results of research on the sebambangan and its solutions in the indigenous people of Lampung Saibatin Marga Sekampung Libo In Negara Batin Village, East Lampung, there are factors that cause the occurrence of the sebambangan, namely internal factors (consensual, education and age factors) and external factors (economic, parental blessing, social, avoid large costs and compulsion). The implementation of the sebambangan starts when the girl leaves the house with an amount of inheritance money (pengawitan) then muli is taken to the mekhanai family's house and the process is finished. The process of completing a sebambangan is carried out in stages, namely Ngattak Salah, Shooting Bedil, Masang Pajangan, Ngumpul Muwari, Ngayonan, Ngumpul Balak, Sujud, Sesabaian, Canggot, Ijab Kabul, Bathing Belanger / Ngarak, and Awarding of Titles.
PERKEMBANGAN CABANG MUHAMMADIYAH METRO TIMUR DALAM BIDANG DAKWAH PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TAHUN Afifah, Lailatul; Agustono, Ragil; Sumiyatun, Sumiyatun
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLITIK DIPLOMASI PERDANA MENTERI AMIR SYARIFUDIN DAN PERJANJIAN RENVILLE Ervani, Ervani; Sumiyatun, Sumiyatun; Kuswono, Kuswono
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN MAHATMA GHANDI DI BIDANG AGAMA DAN SOSIAL DALAM USAHA KEMERDEKAAN INDIA TAHUN 1914-1947 Putri, Tesa Regenita; Sumiyatun, Sumiyatun; Kuswono, Kuswono
Swarnadwipa Vol 3, No 1 (2019): Swarnadwipa
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi Potensi Cagar Budaya Peninggalan Masa Penjajahan Belanda sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal di Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019 Prastyo, Ardi Bangun; Sumiyatun, Sumiyatun
Swarnadwipa Vol 6, No 2 (2022): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v6i2.2734

Abstract

Cagar Budaya adalah warisan peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat potensi cagar budaya sebagai warisan budaya bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi cagar budaya peninggalan masa penjajahan Belanda dan mendeskripsikan inventarisasi peninggalan masa penjajahan Belanda dapat dijadikan sumber sejarah lokal. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di PTPN VII Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah. Data dalam penelitian diperoleh melalui metode wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa potensi cagar budaya merupakan segala daya yang dapat dikembangkan dari objek/benda. Potensi cagar budaya tersebut dapat dijadikan sumber sejarah lokal yang merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Hal tersebut mengandung nilai penting dalam kehidupan masyarakat Bekri dan sekitarnya.
Peranan Raden Intan II Dalam Usaha Menghadapi Penjajahan Belanda di Lampung 1835-1856 Saputra, Romi; Sumiyatun, Sumiyatun; Rukmana, Lisa
Swarnadwipa Vol 6, No 2 (2022): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v6i2.2732

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini dalam usaha menghadapi penjajahan Belanda di Lampung Raden Intan II banyak mengalami rintangan. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mendeskripsikan kondisi politik dan ekonomi di Lampung pada saat kedatangan Belanda 1816-1856; 2) Untuk mendeskripsikan peranan Raden Intan II dalam usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856; 3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Raden Intan II dalam usaha menghadapi perlawanan Belanda 1835-1856. Metode penelitian menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, studi kepustakaan, kritik sumber, interpetasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pada abad ke 19 kondisi Lampung melalui besluit tanggal 22 November 1808 dijadikan daerah yang langsung dibawah gubernur Belanda. Hal tersebut ditentang oleh rakyat Lampung, dan terjadi perlawanan yang dimulai oleh pangeran Indra Kusuma hingga puncaknya yang di pimpin oleh Raden Intan II.
KAJIAN SEMIOTIKA HUNIAN RUMAH TRADISIONAL LAMPUNG DI DESA WANA KECAMATAN MELINTING LAMPUNG TIMUR TAHUN 2021-2022 Yanti, Fitri; Sumiyatun, Sumiyatun; Hidayat, Bobi
Swarnadwipa Vol 7, No 2 (2023): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v7i2.3017

Abstract

Rumah Tradisional Nuwo Balak merupakan rumah tradisional Lampung, ciri khas kebudayaan di Desa Wana Lampung Timur yang sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai eksotis, struktur ragam hias dan makna simolis pada hunian rumah tradisional Lampung di Desa Wana Lampung Timur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai eksotis yang berupa ukiran dan ornamen yang terdapat pada dinding Rumah Nuwo Balak akan melewati berbagai proses perencanaan yang matang dan tidak terlepas dari adat istiadat yang telah ditetapkan sebagai sumber hukum yang berlaku di masyarakat. Struktur ragam hias dari ornamen rumah tradisional Nuwo Balak terdapat tiga jenis bentuk yaitu geometris, fauna dan flora. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, struktur ragam hias juga bermakna simbolik yang berfungsi sebagai media rupa untuk menyampaikan pesan. Sedangkan makna simbolis yang terdapat dalam Rumah Nuwo Balak dimaknai sebagai tanda status sosial, makna dan harapan suatu tujuan, misalnya harapan kekuatan, kemenangan, kesejahteraan.
KAJIAN SEMIOTIKA HUNIAN RUMAH TRADISIONAL LAMPUNG DI DESA WANA KECAMATAN MELINTING LAMPUNG TIMUR TAHUN 2021-2022 Yanti, Fitri; Sumiyatun, Sumiyatun; Hidayat, Bobi
Swarnadwipa Vol 7, No 2 (2023): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v7i2.3017

Abstract

Rumah Tradisional Nuwo Balak merupakan rumah tradisional Lampung, ciri khas kebudayaan di Desa Wana Lampung Timur yang sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai eksotis, struktur ragam hias dan makna simolis pada hunian rumah tradisional Lampung di Desa Wana Lampung Timur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai eksotis yang berupa ukiran dan ornamen yang terdapat pada dinding Rumah Nuwo Balak akan melewati berbagai proses perencanaan yang matang dan tidak terlepas dari adat istiadat yang telah ditetapkan sebagai sumber hukum yang berlaku di masyarakat. Struktur ragam hias dari ornamen rumah tradisional Nuwo Balak terdapat tiga jenis bentuk yaitu geometris, fauna dan flora. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, struktur ragam hias juga bermakna simbolik yang berfungsi sebagai media rupa untuk menyampaikan pesan. Sedangkan makna simbolis yang terdapat dalam Rumah Nuwo Balak dimaknai sebagai tanda status sosial, makna dan harapan suatu tujuan, misalnya harapan kekuatan, kemenangan, kesejahteraan.