Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Simposium II UNIID 2017

PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN DENGAN SOIL BINDER TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG Yulindasari Sutejo; Ratna Dewi; Citra Indriyanti; Ridhuan Andika; Reffanda Kurniawan Rustam
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.077 KB)

Abstract

Salah satu parameter yang diperlukan untuk mengetahui kondisi suatu tanah adalah nilai CBR (California Bearing Ratio). Pada penelitian ini, nilai CBR dikaitkan dengan perancangan tebal perkerasan. Nilai CBR diperoleh berdasarkan proses pencampuran tanah dengan bahan tertentu. Adapun campuran yang digunakan yaitu Soil Binder (SB) dan Abu Ampas Tebu (AAT). Soil Binder dengan variasi campuran 20 gram/liter air, 25 gram/liter air, 30 gram/liter air. Dan campuran Abu Ampas Tebu sebesar 4 %, 8 %, dan 12 %. Waktu perawatan sampel selama 0, 7, 14 (hari). Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan tanah di daerah Jl. Tanjung Api-Api Desa Gasing Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO digolongkan A-7-6 sedangkan berdasarkan klasifikasi USCS digolongkan kelompok CH. Nilai CBR tanah asli sebesar 14.75 %. Adapun nilai CBR tertinggi diperoleh pada variasi campuran SB 30 gr/liter air dan AAT 12 % dengan waktu perawatan selama 14 hari sebesar 32.37 %. Nilai DDT tertinggi yaitu dengan variasi campuran SB 30 gr/liter air dan AAT 12 % dengan waktu perawatan selama 14 hari sebesar 8.193.
KARAKTERISITIK KUAT GESER TANAH MERAH Reffanda Kurniawan Rustam; Amiwarti Amiwarti
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.038 KB)

Abstract

Tanah lunak bisa mengakibatkan adanya ketidakstabilan dan proses penurunan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan tanah lunak bersifat mampat yang besar dan kuat geser rendah. Salah satu tipe tanah yang termasuk ke dalam jenis tanah lunak yaitu tanah lempung lunak. Tanah merah termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak. Oleh karena itulah tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kuat geser tanah merah di Pakjo Palembang. Hasil pengujian index properties tanah merah memiliki nilai kadar air (  27,70 %), batas cair (LL = 66,00 %), batas plastis (PL = 25,13 %), berat jenis tanah (Gs = 2,67), dan indeks plastisitas (IP =40,87 %). Hasil sistem klasifikasi USCS adalah tanah lempung (CH). Dan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian Direct Shear 16-18 kPa. Hasil pengujian Direct Shear yaitu kohesi (c =13,25-16,15 kPa), sudut geser dalam (ϕ = 13,25o - 16,25o ), kuat geser (τ = 15,32-18,25 kPa). Dan hasil pengujian Triaxial yaitu kohesi (c = 16,25- 18,15 kPa), sudut geser dalam (ϕ = 13,50o -14,75o ), kuat geser (τ =17,68-24,02kPa). Nilai kuat geser tanah merah di atas menunjukkan bahwa tanah tersebut termasuk tanah lunak (12,5-25 kPa). Analisa perhitungan penahan tanah, kestabilan lereng, dan daya dukung tanah dibutuhkan parameter seperti sudut geser dalam (ϕ), kohesi (c), dan kuat geser (τ).