Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFEK VIDEO MODELING UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN MENCUCI BAJU PADA INDIVIDU RETARDASI MENTAL SEDANG Musyrifah, Siti; Roswita, Yang; Sumijati, V. Sri
PREDIKSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah video modeling dapat mengajarkan keterampilan mencuci baju dengan mesin cuci pada anak retardasi mental. Subyek dari penelitian ini adalah tiga anak retardasi mental dengan kriterian moderate, bersekolah diSMALB dan pernah mengikuti keterampilan kerja sebelumnya selain keterampilan mencuci baju. Penelitian ini menggunakan A-B-A Follow up Design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi dan check list berdasarkan analysis keterampilan mencuci baju dengan mesin cuci tipe LG WF-H777TC. Pengukuran dilihat dari grafik hasil baseline I, intervensi, baseline II dan follow up. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis diterima, bahwa video modeling dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan mencuci baju dengan mesin cuci pada anak retardasi mental.Save to Mendeley
PENERAPAN VISUAL SCHEDULE UNTUK MENGURANGI GEJALA KECEMASAN ANAK ATTENTION DEFISIT HIPERACTIVITY DISORDER (ADHD) MENJALANI PEMERIKSAAN MEDIS KE DOKTER GIGI Nugrahesti, Maria Oktavina; Widyorini, Endang; Roswita, M. Yang
PREDIKSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan visual schedule dapat menurunkan gejala kecemasan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjalani pemeriksaan medis ke dokter gigi. Hipotesis dalam penelitian ini bahwa ada penurunan gejala kecemasan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjalani pemeriksaan medis ke dokter gigi setelah dilakukan penerapan visual schedule . Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan kriteria anak yang sudah didiagnosa mengalami ADHD dengan perilaku kecemasan menjalani pemeriksaan medis ke dokter gigi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan one group pretest and posttest. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Behavior Checklist. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini berupa analisis individual dengan menggunakan deskripsi grafik, sedangkan analisis kualitatif berupa hasil deskripsi observasi dan wawancara selama penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan hipotesis diterima karena ada penurunan gejala kecemasan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menjalani pemeriksaan medis ke dokter gigiKata kunci: ADHD, gejala kecemasan, visual scheduleSave to Mendeley
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH AUTHORITARIAN DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN SIBLING RIVALRY PADA REMAJA AWAL Sopiah, Cucu; Utami, M. Sih Setija; Roswita, M. Yang
PREDIKSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh autoritarian dan kecerdasan emosi dengan sibling rivalry remaja awal. Penelitian ini dilakukan di SMP Teuku Umar Semarang dengan sampel 139 siswa/ siswi kelas 7 secara accidental / Incidental sampling. Data dikumpulkan melalui skala yang dijawab oleh siswa dan siswi dan selanjutnya dianalisis secara statistik dengan teknik analisis regresi dua prediktor menggunakan program SPSS v.16.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa : 1). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh autoritarian dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry remaja awal, dengan Rx1x2y sebesar 0,180 dan F sebesar 2,277 dengan p>0,05. 2) Tidak ada hubungan positif antara pola asuh autoritarian dengan sibling rivalry remaja awal dengan rx1y sebesar - 0,162 dengan p< 0,05. 3). Tidak ada hubungan negatif antara pola asuh autoritarian dan kecerdasan emosi dengan sibling rivalry remaja awal dengan rx2y sebesar 0,070 dengan p>0,05. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa besarnya pengaruh pola asuh autoritarian dan kecerdasan emosi dengan sibling rivalry remaja awal pada subjek penelitian ini adalah 1,8 % yang berarti 98,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain pola asuh autoritarian dan kecerdasan emosi.Kata kunci : Pola asuh authoritarian, Kecerdasan emosi, Sibling rivalry remaja AwalSave to Mendeley
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Parental Bonding terhadap Dark Triad of Personality Pada Remaja Mergina, Sindi; Widyorini, Endang; Roswita, Maria Yang
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v13i3.7554

Abstract

Adolescence contributes to the formation of personality in a person. Violence against adolescents is also a national problem in Indonesia today. Actions carried out by adolescents who are also students refer to impulsive behavior, shallow feelings, recklessness, as well as superiority and hostility which refer to the dark triad of personality. One of the factors that influence the dark triad of personality is emotional intelligence. Another factor that influences the dark triad of personality is the environment. Family is one of the environmental conditions that can contribute to the formation of one's personality so that bonding from parents contributes to adolescent behavior. This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and parental bonding to the dark triad of personality in students at X High School in the city of Semarang. This research method uses a correlational quantitative approach with a total of 352 participants. The measuring instruments used in this study were the short dark triad (SD3), the parental bonding instrument (PBI), and the Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS). The analysis carried out in this study used multiple regression analysis with SPSS version 26. The results in this study found that there was an effect of the variables of emotional intelligence and parental bonding simultaneously on the dark triad of personality in X High School students in the city of Semarang.
PSIKOEDUKASI POSITIVE PARENTING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Roswita, Yang; Widyorini, Endang; Primastuti, Emiliana; Adelina, Waldetrudis
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1929

Abstract

Pada masa perkembangan anak usia dini peran lingkungan sangat dibutuhkan terutama dalam hal stimulasi agar anak usia dini dapat berkembang secara optimal. Pengasuhan dalam keluarga merupakan hal penting yang perlu diperhatikan untuk memberikan pengasuhan yang terbaik pada anak usia dini. Psikoedukasi positive parenting pada orangtua di Paud Belia Semarang bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan penerapan positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada anak usia dini di Paud Belia Semarang. Psikoedukasi positive parenting dalam meningkatkan kemandirian pada Anak usia dini bagi orangtua dilakukan dalam 7 bagian utama yaitu bagian satu berisi pemahaman tentang tugas perkembangan anak , bagian kedua materi Kemandirian pada anak usia dini dan tugas pengamatan orangtua tentang kemandirian anak (tugas pengamatan dilakukan dirumah) bagian ketiga pemetaan perilaku bermasalah (role Play), bagian keempat penjelasan tentang positive parenting, bagian lima strategi meningkatkan kemandirian anak , bagian keenam kalimat positif, orangtua melakukan role play . Bagian ketujuh tehnik modifikasi perilaku meningkatkan kemandirian. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan Psikoedukasi. Partisipan dalam psikoedukasi yang dilakukan berjumlah sebanyak 14 orang ibu. Kegiatan Pengabdian ini dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pretest dan posttest. Berdasarkan uji statistik nonparametrik the Wilcoxon Ranked Test diketahui bahwa psikoedukasi positive parenting untuk meningkatkan kemandirian anak usia dini dengan menggunakan strategi modifikasi perilaku tidak meningkatkan kemandirian anak secara signifikan. (z=1,564 dengan p=0,118).
PELATIHAN PENDAMPINGAN KONFLIK PADA ANAK Roswita, Maria Yang; Bramanwidyantari, Maria
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2547

Abstract

Pelatihan Pendampingan Konflik pada Anak dilakukan di Kampung Tambak Mulyo yang merupakan Daerah dampingan Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN-KAS). Pelatihan ini diberikan untuk orangtua di Kampung Tambak Mulyo yang memiliki anak berusia 2 sampai dengan 12 tahun. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada para orang tua agar dapat mendampingi anak yang sedang mengalami konflik. Pelatihan dilakukan secara luring dengan peserta berjumlah 22 orang ibu-ibu. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode psikoedukasi, diskusi kelompok dan role playing. Pelatihan ini dilakukan selama dua kali pertemuan dan diantara dua kali pertemuan tersebut ada tugas yang perlu dilakukan oleh peserta pelatihan, yaitu menerapkan cara-cara yang diberikan dalam materi pelatihan pada pertemuan pertama untuk didiskusikan dalam pertemuan pada pertemuan berikutnya. Secara keseluruhan diperoleh hasil bahwa peserta mendapatkan manfaat dari pelatihan
PENGARUH PELATIHAN PSIKOEDUKASI TERHADAP PEMAHAMAN ORANGTUA MENGENAI RESILIENSI ANAK CERDAS ISTIMEWA (GIFTED) DAN IMPLIKASINYA PADA ANAK Widyorini, Endang; Roswita, M. Yang; Primastuti, Emiliana; Wijaya, Daniswara Agusta
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 23 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v23i2.1605

Abstract

Masalah rendahnya resiliensi sering terjadi pada anak cerdas istimewa, dengan tingkat inteligensi yang tinggi dan karakteristik kepribadaian yang khas yang berbeda dengan anak yang lain, membuat mereka berpotensi memiliki kesulitan dan kegagalan dalam penyesuaian diri baik dengan orang lain, maupun dengan dirinya sendiri. Metode penelitian denga quasi-experiment, dengan single group pretest-posttest. Partisipan adalah 16 orangtua yang memiliki anak  gifted yang bergabung dalam Parents Support Group of Gifted Children yang bertempat tinggal di Yogyakarta. Pendekatan dalam eksperimen menggunakan psikoedukasi dengan pelatihan. Pelaksanan dilakukan dengan daring, dilakukan dalam lima kali pertemuan selama lima minggu dengan materi sebagai berikut, pertama pemahaman tentang resiliensi, kedua problem resiliensi anak cerdas istimewa, ketiga mengidentifikasi protective factors dan risk factors pengembangan resiliensi anaknya, ke empat dan kelima pelatihan untuk meningkatkan pelatihan Mindfulness-Strength Focused dan Coping & Problem-Solving Focused Strategy. Hasil analisis stattistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada resiliensi anak gifted (t=t 4.467, p<0.00). Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan orangtua tentang karakteristik anak gifted, resiliensi, dan mampu menerapkan tehnik-tehnik seperti Mindfulness-Strength Based Parenting, Mindfulness Breathing Exercise, setelah orangtua mendapat pelatihan atau psikoedukasi tentang resiliensi.