Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perancangan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Banten di Serang Rama Noval Pratama; Anwar Effendi; Djoko Darmawan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i1.182

Abstract

Rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang khusus untuk perawatan gangguan mental serius. Rumah sakit jiwa sangat bervariasi dalam tujuan dan metode penyembuhan maupun perawatan. Rumah sakit jiwa kebanyakan menangani penderita kejiwaan mulai dari yang berisiko ringan sehingga hanya memerlukan jangka pendek adapula yang jangka panjang adalah penderita yang mengalamai risiko kejiwaan yang berat sampai rawat inap. Para pasien rumah sakit jiwa biasanya dikhususkan dalam segi perawatannya sebagai akibat dari gangguan psikologis, memerlukan bantuan rutin, perawatan khusus dan lingkungan yang terkendali serta memerlukan perawatan rehabilitasi. Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rumah Sakit Jiwa, dengan populasi sekitar 11,83 juta jiwa di Banten dan 7,1% populasi masyarakat di Provinsi Banten mengalami gangguan mental emosional dan gangguan jiwa berat. Penekanan konsep yang akan diterapkan pada Rumah Sakit Jiwa adalah Arsitektur Modern dan Healing Environmet sehingga bentuk yang ditampilkan menjadi lebih nyaman bagi pasien gangguan kejiwaan. Selain itu, modern mampu membawa membawa pesan secara tersirat untuk memberikan ke-khasan suatu bangunan dalam hal citra bangunan dan juga Healing Environment juga dapat memberi kesan pasien nyaman dan dapat merasakan kenyaman dalam penyajian suatu tatanan taman yang dapat memberikan unsur percepatan penyembuhan pasien.
Perancangan Student Center Universitas 17 Agustus 1945 Semarang Saiful Amin; Anwar Effendi; Djoko Darmawan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i1.183

Abstract

Student Center atau yang sering disebut sebagai Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) adalah sebuah tempat dimana mahasiswa dapat berkumpul untuk memanfaatkan waktu kuliahnya untuk hal-hal yang positif dan juga merupakan fasilitas yang melayani mahasiswa, dosen, staf karyawan, alumni, dan para tamu. Student Center disebuah perguruan tinggi bisa dibilang penting, karena di kampus kegiatan mahasiswa bukan hanya sekedar kuliah mencari ilmu saja, akan tetapi juga harus mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau yang sering dikenal oleh mahasiswa sebagai wadah suatu komunitas kegiatan kampus yang dimana mahasiswa-mahasiswi dapat menyalurkan hobi, ide-ide, aspirasi, dan tenaga mereka yang nantinya dapat berubah menjadi hal yang positif dan bermanfaat. Berangkat dari pengamatan yang penulis lakukan pada mahasiswa UNTAG Semarang secara perorangan maupun kelompok, sebagian kegiatan UKM yang ada di UNTAG Semarang masih bergabung dengan asrama kemahasiswaan UNTAG Semarang. Keadaan ini tentu berdampak pada kurangnya fasilitas utama maupun penunjang terhadap aktifitas kegiatan kemahasiswaan yang ada dalam melakukan kegiatan akademis maupun non-akademis mahasiswa seperti kegiatan olahraga (tae kwon do, pencak silat), kegiatan rohani (UKKI, PMKP), kegiatan kesenian (paduan suara, unit musik), dan kegiatan khusus (menwa, racana, theater) hingga organisasi badan eksekutif mahasiswa maupun himpunan mahasiswa, membutuhkan tempat berinteraksi bersama untuk mendukung suatu kegiatan mahasiswa.
Cultural Character Analysis on Architectural Elements of the Chinese Temples’ Buildings before the 19th Century in Central Java Mildawani , Irina; Darmawan, Djoko
Humaniora Vol. 14 No. 3 (2023): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v14i3.8061

Abstract

The research provided an in-depth exploration of the architectural nuances of pre-19th century Chinese temples in Central Java, Indonesia, emphasizing their cultural significance and relevance. A detailed examination of a range of temples identified unique architectural features that reflected a sophisticated synthesis of Chinese cultural elements and local Javanese traditions. Applying a qualitative method, the research integrated historical scrutiny with architectural analysis, meticulously examining stylistic attributes, construction methodologies, and decorative patterns typical of these temples. The key discoveries highlight an intricate amalgamation of traditional Chinese architectural principles with native materials and craftsmanship, culminating in a distinctive, hybrid architectural form. This fusion not only symbolizes the cultural convergence and assimilation between Chinese immigrants and the indigenous Javanese during the pre-colonial era but also underscores the role of these temples as pivotal preservers of Chinese cultural heritage in Java. Furthermore, the research contributes to a deeper understanding of the diversity within architectural practices and offers insightful perspectives on the historical and socio-cultural dynamics in Central Java. The novelty of the research is anchored in its focused examination of a historically and geographically specific context, its interdisciplinary and thorough approach, the revelation of a unique hybrid architectural style, and its significant insights into the cultural and sociological dimensions of Central Java’s architectural legacy.
Peningkatan Kompetensi Warga Belajar Kejar Paket C Melalui Pelatihan Kreasi Desain Grafis Darmanto, Susetyo; Darmawan, Djoko; Bukirom, Bukirom
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.7025

Abstract

Warga belajar yang menuntut ilmu dalam program kesetaraan Kejar Paket C di PKBM Bina Karya adalah bagian dari kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Namun keterbatasan sumber daya manusia para tutor kesetaraan, menjadikan aspek keterampilan hidup tidak didapatkan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk memberikan pelatihan keterampilan praktis di bidang teknologi seni kreasi grafis digital, sebagai bekal berwiraswasta setelah menyelesaikan pendidikan. Tujuan kegiatan ini selain kemampuan hard skill yang berupa keterampilan membuat berbagai produk kreasi dari digital, juga memberikan kemampuan soft skill berupa pengetahuan tentang dunia wirausaha (teknopreneurship), sikap optimis dalam menghadapi hari esok dan sikap untuk tidak mudah menyerah. Metode pelaksanaan program meliputi: penyusunan diktat pelajaran, ceramah kewirausahaan, penyampaian teori, dan praktik keterampilan pembuatan kreasi desain grafis digital. Instrumen yang dipilih untuk evaluasi hasil pelatihan adalah berbasis portofolio hasil karya peserta pelatihan. Hasil yang telah dicapai adalah peserta pelatihan memiliki keterampilan mengoperasikan program CorelDraw dan Adobe Photoshop, serta menghasilkan berbagai kreasi produk desain grafis. Ke depan diharapkan pengelola PKBM Bina Karya lebih aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan keterampilan hidup.Â