Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Komunitas Terumbu Karang dan Ikan di Pesisir Perairan Biak Barat, Biak, Papua: Coral Reef Community and Reef Fish in Coastal Waters in West Biak, Biak, Papua Widyastuti, Andriani; Lorwens, Jonas; Latanda, Latanda; Aji, Ludi Parwadani
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v6i1.85

Abstract

Wilayah pesisir Biak Barat di Papua memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang besar namun belum banyak dikaji dibandingkan wilayah Biak Timur dan Kepulauan Padaido. Pemahaman terhadap kondisi ekologi terumbu karang dan ikan karang di kawasan ini penting sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi komunitas terumbu karang dan ikan karang di pesisir Biak Barat serta memberikan gambaran status ekosistem sebagai dasar kebijakan konservasi. Penelitian dilakukan pada 27 Februari – 8 Maret 2017 di sembilan lokasi, menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) di lima lokasi dan Rapid Reef Assessment (RRA) di empat lokasi, sedangkan inventarisasi ikan dilakukan melalui Underwater Visual Census (UVC). Hasil menunjukkan bahwa tutupan karang hidup berdasarkan LIT berkisar 24,33–62,83% dengan rata-rata 46,20% (kategori sedang), sedangkan hasil RRA menunjukkan kisaran 2–18% dengan rata-rata 7% (kategori buruk). Sebanyak 104 jenis ikan karang dari 19 famili ditemukan, dengan dominasi Pomacentridae (30 jenis), Labridae (17 jenis), dan Chaetodontidae (14 jenis). Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang Biak Barat masih memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi meskipun beberapa area mengalami degradasi. Secara keseluruhan, kondisi ekosistem tergolong sedang hingga buruk sehingga diperlukan pemantauan berkala, perlindungan area rentan, dan pengelolaan berbasis masyarakat guna menjaga fungsi ekosistem serta mendukung potensi wisata bahari berkelanjutan.
Penggunaan Bubu Lipat untuk Penangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp.) di Kampung Tanjung Barari: The Use of Foldable Crab Traps for Catching Mud Crabs (Scylla sp.) in Tanjung Barari Village Rumkorem, Olivia L.Y; Widyastuti, Andriani; Rumanasen, Baren Anggyon; Mambobo, Magrid
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.97

Abstract

Kampung Tanjung Barari, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, merupakan wilayah pesisir yang masyarakatnya banyak bergantung pada sektor perikanan. Di daerah ini, alat tangkap bubu telah digunakan secara turun-temurun oleh nelayan setempat untuk menangkap kepiting. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui konstruksi alat tangkap bubu lipat, mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap bubu lipat, mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan dari alat tangkap bubu lipat, mengetahui daerah penangkapan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan bubu lipat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2025 dan berlokasi di Kampung Tanjung Barari, Distrik Oridek Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan studi literatur. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bubu lipat yang digunakan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 60x40x20 cm, dan terdiri dari bagian mulut, engsel, rangka, dinding jaring, pengait umpan, dan pintu. Pengoperasian alat tangkap bubu lipat terdiri dari 4 tahapan yaitu persiapan, pemasangan bubu (setting), perendaman bubu (immersing) dan pengangkatan bubu (hauling). Hasil tangkapan yang diperoleh berupa Kepiting Bakau (Syclla sp.) dengan jumlah total hasil tangkapan selama 8 trip sebanyak 33 ekor dengan berat 14,84 kg. Daerah penangkapan berada di ekosistem mangrove yang terdapat disekitar kampung Tanjung Barari, dengan kedalaman perairan 1,5 meter. Faktor faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan bubu lipat yaitu lama perendaman, faktor habitat, desain bubu, dan umpan.