Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penentuan Nilai CBR dan Nilai Penyusutan Tanah Timbunan (Shrinkage Limit) Daerah Barito Kuala Norhadi, Ahmad; Fauzi, Muhammad; Rukmana, M. Yogi Indra
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i1.506

Abstract

Tanah dalam ilmu teknik sipil, mempunyai peranan penting karena tanah sebagai pendukung kekuatan kontruksi di atasnya , maka dari itu pentingnya mengetahui sifat-sifat tanah, nilai activity, dan persentase penyusutan pada tanah timbunan yang akan digunakan guna menghindari tidak tercapainya atau kegagalan dalam perencanan saat menggunakan tanah asli, maka dilakukanlah penelitian tanah asli dari Jl. Semangat Karya yang bertepatan di daerah Barito Kuala. Pengujian yang dilakukan dengan alasan untuk mengetahui sifat sifat tanah asli yang akan digunakan dalam kegiatan kontruksi terdiri dari kadar air sesuai dengan SNI 03-1965:2008, berat jenis sesuai dengan SNI 03-1964:2008, batas plastis sesuai dengan SNI 03-1966:2008, batas cair sesuai dengan SNI 03-1967:2008, hydrometer sesuai dengan SNI 03-3423:2008, nilai activity, CBR sesuai SNI 03 - 1744 – 1989, dan penelitian shringkage limit sesuai SNI 03 - 1996 – 1990. Berdasarkan penelitian dan perhitungan data dari sampel tanah (disturbed) daerah Barito Kuala, maka didapatkan nilai sifat sifat tanah seperti kadar air (W) 98,52%, berat jenis (Gs) 2,415, batas cair (LL) 45%, batas plastis (PL) 33,85%, Plastisitas Indeks (PI) 11,2% Kadar Air Optimum (Omc) 34,9% , Kepadatan kering 1,120 Kg/Cm3 dan CBR design sebesar 3,9%, hasil perhitungan nilai Shrinkage Limit sebesar 38% dan nilai Activity tanah sebesar 2,6. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa tanah ini termasuk OL dengan O untuk lanau organic dikarenakan hasil analisis hydrometer didapatkan ukuran butiran 0,002 mm sampai 0,0074 dengan tingkat plastisitas, kadar air yang cukup tinggi, sehingga termasuk tanah yang tidak baik jika digunakan untuk menahan suatu beban kontruksi di atasnya.
Perencanaan Pintu Otomatis Saluran Tersier Rawa Pasang Surut Terantang Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan Darmawani, Darmawani; Fahrurrazi, Fahrurrazi; Norhadi, Ahmad; Setiyo, Setiyo
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i1.510

Abstract

Kebutuhan pangan terutama beras terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Di sisi lain ketersediaan pangan terbatas sehubungan dengan terbatasnya lahan yang ada untuk bercocok tanam, teknologi, modal dan tenaga kerja, sehingga defisit penyediaan bahan pangan masih sering terjadi di negeri ini.Agroekosistem lahan rawa faktor pembatas yang menjadi kendala bagi pertumbuhan tanaman adalah genangan air atau banjir, kekeringan lahan pada musim kemarau, sifat fisik, sifat kimia, dan kesuburan tanah kurang baik akibat adanya lapisan pirit, dan intrusi garam sehingga hasil produksi kecil.Pengaruh air asin yang terjadi pada lahan rendah dengan seringnya terjadi pembilasan oleh air pasang surut yang masuk ke dalam lahan akan mengurangi tingkat keasaman bahkan mungkin sampai bersifat netral, untuk meningkatkan ketahanan dan hasil pertanian pangan daerah irigasi rawa dapat dilakukan dengan membuat atau mengubah sistem tata air dua arah menjadi satui arah, karena dengan sistem satu arah dapat mempercepat proses pembilasan pada lahan yaitu air masuk dan keluar pada saluran tersier yang berbeda maka dibuat air pintu otomatis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan,wawancara dengan instansi terkait, masyarakat. Data primer berupa dimensi saluran, tinggi air pasang, sedangkan data sekunder berupa hidrologi, topografi, dan luas lahan. Objek studi adalah Daerah Rawa Unit Terantangdengan wilayahnya meliputi Desa Karang Buah, Desa Karang Indah, Desa Karang Bunga, dan Desa Karang Dukuh. Lokasi studi hanya mencakup daerah rawa pasang surut unit Terantang pada ray 19 dan 20 Desa Karang Dukuh Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala. Sistem Tata Air yang ada pada Daerah Irigasi Unit Terantang sesuai pengamatan lapangan adalah tipe garpu dengan kolam pasang. Tidak ada aliran mati ataupasang tidak sampai pada saluran tersier Kunyit maupun Kentang. Desain pintu air otomatis ini adalah berbentuk bujur sangkar kemiringan 10o, ukuran tinggi dan lebar 0,76 m, tinggi engsel pintu sama dengan tinggi tabat atau sama dengan tinggi untuk mempertahankan kebutuhan air di sawah 10 cm yaitu sebesar 1,25 m. Adapun nilai h didapat 0,73 m, ketinggian ambang pintu 0,5 m, tinggi lubang saluran pemberi dan keluar adalah 0,75 m. Pintu air otomatis berdasarkan hasil perhitungan dalam studi ini dapat menjamin pola aliran satu arah dengan beda tinggi (Δh) 0,01 m antara muka air di hilir dan di hulu pintu sudah terbuka, dan pada Δh sebesar 0,00 m maka pintu akan tertutup.
PENENTUAN NILAI CBR LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A PADA GRADASI TEPAT BATAS ATAS TERHADAP GRADASI TEPAT BATAS TENGAH Fauzi, Muhammad; Norhadi, Ahmad; Marzuki, Ahmad; Haris, Akhmad Nazar
POROS TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODIFIKASI SPESIFIKASI UMUM TIMBUNAN PILIHAN BIDANG JALAN DAN JEMBATAN TAHUN 2010 Marzuki, Ahmad; Fauzi, Muhammad; Norhadi, Ahmad
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal Pada Gradasi Batas Tengah Dengan Menggunakan Clay Stone Norhadi, Ahmad; Fauzi, H. Muhammad; Marzuki, Akhmad; Zuraida, Zuraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.316 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.609

Abstract

“Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is a strong layer structure because it receives a direct load of vehicles above the surface. In general, the making of access roads for mining sites does not use pavement with asphalt. One of the materials for mining pavement generally uses the mine's surface excavation using a clay stone as an addition to a mixture or filler for the aggregate layer structure. Clay stone is a sedimentary rock that is strong if it is in the soil and will become soft when submerged in water. “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is dominated by fine particles which is a maximum diameter of 19 mm making it difficult to adjust the gradation composition. So to get the ideal gradation of “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” composition, it is necessary to do Research on “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” on Middle Border Gradations Using Clay Stone". The purpose of this study was to determine the value of the mixture composition between clay stone and broken stone, the value of PI content (plastic index) and CBR value “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” must meet the requirements of material properties in accordance with the General Revised 3rd Edition of Bina Marga specifications, the gradation consists of material passed the filter ¾, maximum liquid limit value of 35%, minimum plasticity index value of 4% and maximum 15 %, clumps of clay and fragile granules of at least 0% and a maximum of 5%, coarse aggregate abrasion is a maximum of 40% and has a minimum CBR (California Bearing Ratio) value of 60%. From the results of this study, it can be seen the mixture composition between clay stone and stone, PI value (plastic index) and CBR value from the gradation of the middle boundary of the “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal”. The composition of the mixture of clay stone and aggregate rock broke on the middle boundary gradation, ie 1-2% broken stone by 20%, 1-1 broken stone by 33%, stone ash by 35%, and clay stone by 12%. Based on the results of the examination of the liquid limit and plastic limit, the Plastic Index (PI) value of the clay stone was 35.696% and for the combination of the mixture of broken stone with an additional 12% clay stone was 13.941%. Based on the results of laboratory density and CBR examinations, it was found that the design CBR value of broken stone aggregate was 73%, the clay stone was 1,150% and for the combination of clay stone and aggregate rock was broken by 64%.
PERMODELAN MODIFIKASI ALAT PEMADATAN DI LABORATORIUM SESUAI DENGAN SNI SNI 1743:2008 Norhadi, Ahmad; Surat, Surat; Fauzi, Muhammad; Ramadhani, Ahmad Akbar; Rachman, Dede
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.813

Abstract

Pesatnya perkembangan prasarana di kota Banjarmasin terutama dalam sarana transportasi, akibat jumlah kendaraan yang semakin meningkat kian harinya. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan masyarakat yang juga bertambah, seperti kebutuhan jalan yang baru dan sesuai Spesifiikasi Umum Bina Marga. Oleh sebab itu, pembangunan jalan baru atau perbaikan jalan yang lama harus segera terealisasikan oleh pemerintah. Dalam rangka membangun suatu konstruksi seperti salah satunya pembangunan jalan baru perlu perencanaan dan penelitian yang matang sebab pembangunan jalan sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mekanis lapis pondasi, dimana jalan mempunyai beberapa lapis pondasi ditinjau berdasarkan gradasi agregatnya. Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi di lapangan diperlukan pemadatan yang maksimum agar mengantisipasi terjadinya penurunan akibat adanya pembebanan lalu lintas. Dalam praktek pemadatan di lapangan pada umumnya menggunakan mesin penggilas tanpa ada persyaratan material harus lolos saringan 19,00 mm (3/4″) sedangkan pada pekerjaan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas B di laboratorium menggunakan metode pemadatan berat dan untuk bahan campuran material harus yang lolos saringan 19,00 mm (3/4″). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan SNI 1743:2008 yaitu Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,243 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,7%, dan Nilai CBR desain 78%. Nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan permodelan alat pemadatan 2 lapisan dan 3 lapisan, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 2 lapisan didapatkan Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,183 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,9 %, dan Nilai CBR desain 16%, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 3 lapisan mendapatkan rata-rata Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,194 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,6 %, dan Nilai CBR desain 22%. Kesesuaian parameter hasil sifat mekanis antara standar SNI 1743:2008 dengan permodelan modifikasi alat pemadatan di laboratorium menunjukkan bahwa permodelan modifikasi alat pemadatan dan CBR Laboratorium tidak sesuai dengan SNI 1743:2008 karena tidak mencapai minimum desain CBR Laboratorium dalam Spesifikasi Umum 2010 Rev 3 Bina Marga Divisi 5 pada Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
REDESAIN KAPASITAS DAN DISTRIBUSI BEBAN TIANG AKIBAT EKSENTRISITAS BERLEBIH Marzuki, Akhmad; Norhadi, Ahmad; Surat, Surat
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i2.1071

Abstract

Interpretasi produk perencanaan sebagai panduan pelaksanaan bisa terjadi kesalahan. Kurangnya kemampuan ahli tenaga teknis, keterbatasan alat dan bahan serta metode pelaksanaan yang salah sebagai factor penyebab kesalahan tersebut. Sebagai contoh adalah kesalahan pelaksanaan pemancangan tiang pada pembangunan Gedung lantai 8 di jalan Veteran Banjarmasin. Berdasarkan hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa titik berat (As) pile cap atau As beban struktur atas rencana tidak satu sumbu dengan As group tiang yang terpancang. Kondisi tersebut mengakibatkan kegagalan dukung tiang karena tiang mengalami over load dan uplift . Oleh sebab itu perlu dilakukan redesain kapasitas dan distribusi beban ke tiang akibat eksentrisitas berlebih. Langkah-langkah awal dapat dilakukan dengan pengumpulan data pendukung dan dilanjutkan dengan penyelidikan data utama seperti posisi koordinat tiang terpasang dan koordinat As pilecap. Data-data tersebut dianalisis dan diolah menjadi redesain formasi group tiang yang mampu memenuhi syarat kapasitas dan distribusi beban rencana ke tiang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa eksentrisitas arah y maximum terjadi pada jalur C sebesar -0.486 m dan minimum pada jalur A sebesar 0.010 m. selain itu eksentrisitas maximum arah x terjadi pada baris 4 sebesar -0.430 m dan minimum pada baris 6 sebesar -0.027 m. Eksentrisitas eksisiting tersebut lebih besar dari eksentrisitas ijin e > B/6 per pilecap. Kondisi eksentrisitas eksisting tersebut mengakibatkan tidak tercapainya safety factor (SF) rencana 2,5 dan terjadinya overcapacity (Pmax 208 ton) serta tiang tarik. Daya dukung tiang group existing maximum sebesar 944,55 ton dengan SF minimum yang terjadi 0,965 < SF rencana 2,5. Setelah dilakukan redesain jumlah dan posisi tiang diperoleh ex maximum 0,187 m dan ey maximum 0,104 m < e ijin B/6 dan daya dukung tiang group redesain maximum sebesar 1620,17 ton dengan SF minimum 2,354 ≈ SF rencana 2,5. Redesain tersebut menghasilkan distribusi beban ke tiang P max 83,30 ton dan P min 57,32 ton. Distribusi tersebut tidak mengakibatkan overcapacity dari P ijin 208 ton dan tidak menimbulkan tiang tarik. Hasil re-eksentrisitas dan perhitungan daya dukung tersebut dituangkan dalam shop drawing redesain titik pancang sebagai panduan pelaksanaan di lapangan.
POTENSI KEMBANG SUSUT LAPISAN TANAH DASAR DI BANJARMASIN Norhadi, Ahmad; Marzuki, Akhmad; Surat
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i2.1198

Abstract

Klasifikasi tanah di Banjarmasin pada lapisan permukaan didominasi oleh lapisan lempung sangat lunak yang akan berpotensi kembang susut tanah lempung. Hal ini merugikan stabilitas bangunan di atasnya seperti struktur badan jalan. Nilai potensi ini dapat diketahui dari nilai aktifitas (A) dan prosentase kandungan lempung (%clay) pada lapisan tanah tersebut. Dengan diketahuinya nilai A dan % clay tersebut dapat diprediksi perilaku lapisan tanah dasar sebagai fondasi struktur badan jalan dan dapat dilakukan penanganan masalah kembang susut lapisan fondasi tanah. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan penelitian “Potensi Kembang Susut Lapisan Tanah Dasar di Banjarmasin” dengan melakukan serangkaian penyelidikan sifat fisik dan mekanik tanah di lapangan dan di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh nilai activity tanah lempung di kota Banjarmasin memiliki klasifikasi aktivitas kemampuan mengembang dengan plastisitas tinggi PI > 17 adalah normal dengan rata – rata nilai activity sebesar 1.122 dan tidak aktif sebesar 0.479 dengan rentang prosentase lempung 15% - 46%. Potensi pengembangan (S) tanah lempung di Banjarmasin adalah rendah - sedang.. Potensi kembang susut memiliki potensi rentang susut 10 – 12 % atau memiliki potensi kembang susut sedang (marginal).
BANTUAN TEKNIS PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN TAHAP 3 (TIGA) PEMBANGUNAN TAHFIZ AL QURAN AN NUR BANJARMASIN Marzuki, Akhmad; Norhadi, Ahmad; Surat, Surat
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v4i1.1255

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dimulai dari pembongkaran bangunan lama dan setting batas lokasi sesuai detail engineering design (DED) yang telah selesai pada tahap 2 (dua). Pekerjaan pada Tahap ini adalah pekerjaan fondasi, lantai dan dinding sampai atap untuk kebutuhan aula dan ruang kelas. Kegiatan tersebut dikendalikan dan diawasi oleh Tim pengabdian kepada masyarakat sampai pembangunan selesai. Hasil kegiatan tersebut dituangkan dalam bentuk monitoring berkala harian, mingguan, dan bulanan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pada realisasi pekerjaan terjadi kemajuan dan kemunduran terhadap rencana. Hal ini disebabkan karena keterlambatan material dan adanya pembatasan waktu pekerjaan pada saat pandemi. Pengurangan mutu bahan di lapangan terjadi pada besi tulangan plat. Hal ini disebabkan adanya kenaikan harga material besi tulangan lebih dari 30%. Oleh sebab itu dilakukan modifikasi jarak tulangan yang lebih kecil dari jarak tulangan rencana. Solusi teknis lainnya adalah pembatasan waktu pekerja saat pandemi dengan cara melakukan shift pekerjaan per kelompok pekerja. Kata kunci : (monitoring, realisasi, kenaikan harga )
Efisiensi Penyaluran Air Pada Saluran Tersier Daerah Irigasi Rawa Terantang Kabupaten Barito Kuala Norhadi, Ahmad
JST (Jurnal Sains Terapan) Vol 8, No 2 (2022): JST (Jurnal Sains Terapan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jst.v8i2.1712

Abstract

  Abstrak Daerah Irigasi Rawa Terantang merupakan salah satu daerah irigasi rawa yang ada di Kabupaten Barito Kuala. Irigasi ini bertujuan untuk menyalurkan dan mengalirkan air ke lokasi petak sawah atau pertanian. Luas lahan potensial yang ada yaitu kurang lebih seluas 3.020 Ha. Perhitungan Efisiensi dan kehilangan air dianalisia dengan menggunakan metode Debit Masuk dan Debit Keluar. Data–data yang dipakai dalam analisia ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran dengan pelampung dan current meter serta luas penampang pada saluran tersier. Hasil perhitungan data yang telah didapat sesuai dengan pengukuran dilapangan pada tanggal 03 Juni 2022 untuk debit aliran rata-rata diperoleh hasil dengan metode pelampung adalah 0,342 m3/detik dan metode current meter yaitu 0,424 m/detik. Untuk kehilangan debit air metode pelampung adalah 0,119 m3/detik dan current meter 0.145 m3/detik. Sedangkan untuk efisensi rata-rata metode pelampung yaitu 70,2 % dan metode current meter 70,2 %. Hasil Perhitungan efisiensi saluran tersier masih dibawah standart perencanaan irigasi Kp-01 sebesar 80%, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi saluran agar kinerjanya dapat lebih optimal. Kata kunci: Irigasi , Kehilangan air, Efisiensi