Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Alat Bantu Shalat Bagi Disabilitas Tunarungu Berbasis Gyroscope Mpu6050 Sari, Dwi Purnama; Safitri, Meilia; Kartika, Wisnu; Loniza, Erika
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2022): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v9i1.4073

Abstract

A deaf person is someone who has lost the ability to hear so that it hinders the process of language information through his listeners. In Indonesia, most of the population is Muslim and has more than 13,000 people with hearing impairments.In carrying out congregational prayers, it is difficult for the deaf to follow the instructions of the priest's movement. This study aims to make prayer aids technology for the Deaf is to assist in performing congregational prayers. The method used in this tool is to provide notifications in the form of different vibrations at every change in the priest's movement to the Deaf community. The device control system uses Arduino nano FT232RL FTDI FT232. The communication module uses HC-12 SI4463, with 433.4 – 473.0 MHz wireless frequency. The MPU6050 gyroscope sensor is employed for detecting changes in angle or motion, and a micro vibrator motor is used as a vibration indicator. Based on the conducted test, the designed Bracelet performed excellent results. It runs according to its working principle where the Bracelet used by the Imam will send a code, and the code is in the form of a change in the angle to the Bracelet used by the Deaf community in the form of vibration, the vibration at each prayer change will be different. Different vibration notifications on each Shalat movement can help the Deaf know the Imam's movement instructions.Furthermore, the prayer aids technology for the Deaf has a success rate of 89%. Thus, this tool can help the Deaf to perform congregational prayers.
Pemberdayaan UMKM Tas Batik dan UMKM Pot Sabut Kelapa Dalam Menentukan Biaya Produksi Widadi, Sigit; Kartika, Wisnu; Parwoto, Parwoto; Syafiin, Hanifan Nuruddin
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.10850

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mayoritas dikelola sebagai usaha skala rumah tangga yang melibatkan anggota keluarga pemilik usaha. Kerajinan tas batik dan kerajinan pot sabut kelapa merupakan mitra kegiatan ini. Hasil observasi menunjukkan pihak mitra belum cermat dalam menghitung biaya produksi dan harga pokok penjualan (HPP) sehingga perlu didampingi agar terhindar dari kerugian yang tidak disadari. Langkah pendampingan dilaksanakan dengan mengajak mitra untuk mencermati kembali proses produksi dan mencatat komponen bahan baku, alat, tenaga kerja, pengemasan hingga tahap siap dipasarkan. Alur proses produksi dicermati bersama oleh tim pengabdi dan mitra menggunakan diagram proses bisnis. Selanjutnya pihak mitra diajak melakukan perhitungan konversi biaya dari sumberdaya yang digunakan pada setiap proses. Pada proses pendampingan, pihak mitra mengirimkan contoh perhitungan biaya produksi dan HPP dari salah satu produk yang siap dipasarkan berdasarkan arahan dari tim pengabdi. Hasil yang diperoleh ternyata terdapat selisih antara 3 persen hingga 5 persen dari biaya produksi yang diperkirakan oleh pemilik usaha sebelum kegiatan ini. Hasil pendampingan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kedua mitra dalam menyusun komponen biaya produksi agar seluruh nilai variabel produksi masuk dalam perhitungan.
Communication Prototype for Post-Stroke Patients Using Electrooculography (EOG) Rakhma, Ukhti Alifah Aulia; Loniza, Erika; Kartika, Wisnu
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/p66tf905

Abstract

Background this prototype is intended for post-stroke patients experiencing disabilities in their daily activities, particularly in communication with others. The challenge they face is difficulty in communication, leading to a diminished quality of life for post-stroke patients. The purpose of innovating this communication aid prototype is to facilitate communication between post-stroke patients and caregivers. The method employed in the post-stroke communication aid prototype utilizes Electrooculography (EOG) signals generated from eye muscle movements during eye gazes, captured by the MaM Sense sensor. The variation in Analog-to-Digital Converter (ADC) values in the MaM Sense sensor is exploited to produce various forms of EOG signals. The resultant command signals from this method are processed by a microcontroller and displayed on a 20 x 4 Character LCD. Testing was conducted on 9 healthy individuals, comprising 5 males and 4 females. To ensure the prototype's functionality, testing was also performed on 1 post-stroke patient. The success rate of MaM Sense sensor readings was 80.5% for the 4 communication modes employed, involving 4 eye gaze movements: right gaze, left gaze, upward gaze, and downward gaze. Thus, the post-stroke communication aid prototype proves effective in assisting communication for post-stroke patients and aiding caregivers in understanding the patients' desires. In the future, a wireless system may be implemented for the acquisition of EOG signals attached to the face to minimize the use of cables.
Prayer Guide Gyroscope Bracelet for The Deaf Using MPU6050 Sensor Heriyadi, Heriyadi; Fajrin, Hanifah Rahmi; Kartika, Wisnu
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 4 No. 1 (2022): February
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v4i1.135

Abstract

The majority of Indonesia's population is Muslim, including more than 13,000 people with hearing impairments. In carrying out congregational prayers, the Deaf find it difficult to follow the instructions of the Imam's movement. The presence of hearing aids cannot be used by all persons with hearing impairments, and hearing aids often cause a buzzing sound, thus disturbing concentration. Therefore, in this study, a gyroscope bracelet will be made to assist people with hearing impairments in following the instructions of the Imam's movement when carrying out congregational prayers. The bracelet worn by the Imam will send a code in the form of a change in angle to the bracelet used by the Deaf congregation. The Z angle is a vertical angle in the gyroscope where the Z angle has an angular velocity of 360 degrees per second. The control system uses Arduino nano FT232RL FTDI FT232. The communication module uses HC-12 SI4463, with a wireless frequency of 433.4 - 473.0 MHz. The sensor for detecting changes in motion is the MPU6050 gyroscope sensor, the vibration indicator uses a micro vibrator motor. The bracelet used by the deaf will read the code from the Imam's device, with a notification in the form of a different vibration on every change in prayer movement. After experimenting with 30 people, the percentage of success was 84% ​​for all prayer positions. Thus, the gyroscope bracelet tool for prayer guides for the Deaf can help the Deaf community in carrying out congregational prayers.
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI KLINIK HARMONY YOGYAKARTA Kartika, Wisnu; Wijaya, Nur Hudha; Fajrin, Hanifah Rahmi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v2i1.36-39

Abstract

Pada saat ini, semakin banyak variasi kuliner  (makanan), sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit maupun gejala penyakit jika kita mengkonsumsinya terlalu berlebihan. Dengan adanya masalah ini, maka akan banyak orang yang berobat ke rumah sakit. Pada masa ini, selain rumah sakit juga berkembang Puskesmas maupun klinik kecil baik ditingkat Desa, Kelurahan maupun Kecamatan. Klinik pun terbagi atas berbagai macam yaitu klinik umum dan klinik gigi. Klinik maupun Puskesmas menyediakan peralatan medis untuk membantu menyembuhkan pasien atau untuk tindakan medis. Pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki maupun memberikan rekomendasi apakah alat medis pada klinik tersebut masih layak untuk diganti atau masih baik. Beberapa contoh alat medis yaitu tensimeter, thermometer , timbangan bayi, stetoskop dan timbangan orang dewasa. Tensimeter terdiri atas beberapa jenis yaitu tensimeter jarum, tensimeter air raksa dan sekarang telah berkembang tensimeter digital. Pengabdian yang dilakukan pada klinik ini yaitu mengidentifikasi peralatan tensimeter dan thermometer yang masih ada, jika terdapat kerusakan maka akan dilakukan perbaikan. Hasil dari pengabdian ini ditemukan kerusakan pada tiga tensimeter air raksa. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari pengabdian ini adalah dengan adanya program pengabdian ini maka kita dapat membantu klinik tersebut.
Perancangan Desintegration Tester Dilengkapi Sistem Pembuangan Air Riandani, Riska; Kartika, Wisnu; Supriyadi, Kuat
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v3i1.11410

Abstract

Dalam pengujian tablet membutuhkan beberapa tahapan untuk memenuhi kriteria tablet yang standar, antara lain:  (1) uji keseragaman sediaan;  (2) uji keseragaman ukuran;  (3) uji kerenggasan; (4) uji kekerasan; (5) penetapan kadar; (6) uji waktu hancur. Desintegration tester adalah alat laboratorium farmasi yang digunakan untuk menguji waktu hancur pada tablet. Tablet memenuhi standar jika tablet mampu hancur dalam suhu tubuh manusia yaitu 37º C dengan waktu kurang dari 15 menit. Dengan menggunakan metode penelitian mencelupkan obat ke dalam air dengan waktu kurang lebih ±20 kali dalam satu menit. Menggunakan waktu 15 menit untuk sekali percobaan dengan menggunakan tiga obat yang sama pada satu percobaan. Setelah proses selesai user menekan tombol saklar untuk proses pembuangan air. Sampel obat Paracetamol dan CTM yang dilarutkan menggunakan alat desintegration tester. Berdasarkan hasil akhir acuan diatas maka penulis membuat rancangan  desintegration tester yang bekerja secara otomatis. Pada alat ini terdapat hasil berupa kelarutan obat pada chamber dengan hasil yang dijadikan patokan adalah waktu hancur obat tersebut.
Pemantauan Suhu Kelembaban dan Tekanan Udara Terpusat pada Ruang Operasi Menggunakan Aplikasi Blynk Nashir, Muhammad Sulthon; Kartika, Wisnu; Wibowo, Susilo Ari
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v3i2.12401

Abstract

Saat ini dunia sedang mengalami sebuah perubahan besar terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Salah satu yang menjadi tolak ukur kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan adalah penemuan dan penciptaan alat-alat medis yang berkembang sedemikian pesat baik yang berhubungan dengan elektronik, mekanik maupun gabungan dari keduanya. Pada umumnya alat untuk memantau baik suhu ruangan, kelembaban dan tekanan ruangan dilakukan di ruangan yang akan dipantau. Oleh sebab itu untuk mempermudah dalam melakukan pemantauan pada ruangan operasi maka dirancang sebuah alat pemantauan suhu, kelembaban dan tekanan udara terpusat pada ruang operasi menggunakan aplikasi Blynk. Perancangan alat ini menggunakan beberapa komponen inti yaitu sensor DHT11, sensor BMP280 dan NodeMCU ESP8266, ESP-01 serta Arduino Mega yang akan terhubung dengan wifi. Hasil pengukuran dari tiap-tiap sensor ditampilkan ke sebuah aplikasi smartphone. Aplikasi yang telah diprogramkan dan aplikasi tersebut dapat dibuka menggunakan aplikasi. Aplikasi Blynk yang telah tersedia di Smartphone, serta dapat ditampilkan pada layar LCD.
Rancang Bangun Prototype Dry Bath Incubator Purnama Arya Putra, Lalu Deri; Kartika, Wisnu; Wibowo, Susilo Ari
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 6 No. 1 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v6i1.14691

Abstract

Inkubasi Mandi Kering adalah alat yang digunakan untuk memproses atau memanaskan sampel mikroorganisme dalam tubuh, khususnya pencernaan makhluk hidup yang mempunyai tulang punggung atau disebut vertebrata yang memanfaatkan suhu 37 °C. Karena sampel bisa cepat rusak dan bisa terjadi koagulasi/pembukaan maka penelitian ini bertujuan untuk membuat dry bath incubator dengan parameter timer dan mode preset dengan menggunakan LCD karakter 20x4 untuk menampilkan hasil pengujian suhu. Modul ini juga memerlukan driver fan (Dual MOSFET) untuk mengontrol kecepatan dan PWM pada heater.  Arduino sebagai prosesor, kemudian hasil proses tersebut akan ditampilkan pada LCD. Pada pembuatan alat ini penulis menggunakan heater Blow PTC agar suhu yang diinginkan tercapai dan menggunakan PID untuk mengoptimalkan suhu yang diinginkan dengan resolusi yang sedikit dengan menggunakan sensor DS18B20. Hasil rata-rata pengukuran suhu pada thermometer digital dalam waktu 5 menit dengan nilai 36,9 °C dengan hasil error dalam waktu 5 menit 0,2%  dan dalam waktu 60 menit dengan nilai rata-rata37 °C dengan hasil error dalam waktu 60 menit 0 % dan pada pengukuran waktu dalam 5 menit dan 60 menit dengan error 0 % dengan ini dapat disimpulkan dari kedua data tersebut bahwa kesalahan sama dengan 2 %.
Rancang Bangun Gergaji Plaster Gypsum Medis dengan Pengaturan Kecepatan Berbasis Mikrokontroler Brata, Punggawa; Loniza, Erika; Kartika, Wisnu; Supriyadi, Kuat
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v4i2.14961

Abstract

Pasien yang mengalami patah tulang biasanya akan diberikan gypsum untuk membantu proses penyembuhan. Gypsum ini akan dilepas dari pasien pasca sembuh dari patah tulang. Pelepasan plaster gypsum medis dapat dilakukan dengan menggunakan gergaji elektrik. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang gergaji elektrik atau gergaji plaster gypsum medis yang dapat digunakan untuk proses pelepasan gypsum pada pasien pasca sembuh dari patah tulang. Metode yang digunakan adalah menggunakan motor AC atau motor listrik arus bolak - balik. Penelitian ini menggunakan pengaturan kecepatan menggunakan mode footswitch yang diberi perintah oleh driver.
Design and Development of a Hydrogen Sulfide Early Detection Device in The Human Mouth Handayani, Arivia Fitra; Wijaya, Nur Hudha; Untara, Bambang; Kartika, Wisnu
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v7i1.24213

Abstract

Health serves as a reference for mental, physical, and social well-being. Dental and oral health are vital in human life. Minister of Health Regulation No. 89 of 2015 concerning dental and oral health emphasizes the importance of healthy states of hard and soft tissues and elements related to the oral cavity. Oral diseases include both acute and chronic health problems that attack the oral system. Hydrogen sulfide (H2S), a gas widely produced in the oral cavity, is the main cause of oral diseases. Microorganisms in the oral cavity are the producers of volatile sulfur compounds (VSC) caused by food waste. Three main amino acids make up VSC: cysteine, which produces hydrogen sulfide (H2S); methionine, which yields methyl mercaptan (CH3SH); and cystine, which generates dimethyl sulfide (CH3SCH3). This research designed a hydrogen sulfide early detection device in the human mouth. This proposed module worked by relying on the principle of detecting the density of hydrogen sulfide gas in the oral cavity using the TGS2602 gas sensor. The test of this proposed module device involved two respondents. The test was conducted in the morning, afternoon, and evening for three consecutive days. The results revealed that the average value of the first respondent was 0.25 PPM on day 1, 0.29 PPM on day 2, and 0.20 PPM on day 3. Meanwhile, the second respondent obtained 0.28 PPM on day 1, 0.29 PPM on day 2, and 0.27 PPM on day 3.