Articles
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah
Alif Noor Anna;
Kuswaji Dwi Priyono;
S Suharjo;
Yuli Priyana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1930.702 KB)
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2004-2014 DAN PENGARUHNYA TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN DI DAS BENGAWAN SOLO HULU TENGAH
Alif Noor Anna;
Suharjo Suharjo;
Rudiyanto Rudiyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (505.721 KB)
Banjir merupakan salah satu kejadian bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan di sebagian wilayah administratif DAS bengawan Solo Hulu Tengah. Salah satu penyebab banjir adalah potensi limpasan permukaan yang relatif masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini mengkaji besarnya nilai potensi limpasan permukaan di DAS Bengawan Solo Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data penggunaan lahan diperoleh dari interpretasi citra landsat ETM+ tahun tahun 2004 dan tahun 2014 yang kemudian dioleh menggunakan software GIS. Analisis potensi limpasan menggunakan model Cooks. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah perubahan limpasan permukaan (Co) disebabkan oleh alih fungsi lahan yang berbeda, tentunya dalam hal ini karakter alih fungsi lahan serta luasan perubahan penggunaan lahan juga berbeda beda. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien runoff terlihat bahwa pada sub sub DAS Alang Unggahan penggunaan lahan untuk hutan, kebun, dan lahan kering luasannya berkurang yang tidak berimbang dengan perubahan lahan yang bertambah (permukiman dan sawah) yang memang mempunyai skor Co yang relatif besar (15% dan 20%). Demikian pula yang terjadi di sub sub DAS Bambang dan Sub sub DAS Wiroko Temon, luasan perubahan penggunaan lahan yang berkurang (-) tidak berimbang dengan luasan perubahan penggunaan lahan yang bertambah (+) yang cenderung mempunyai skor Co besar (potensi Co besar). Sebaliknya, pada sub sub DAS yang nilai Co mengecil (-) luasan perubahan penggunaan lahan yang jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang memberi kontribusi nilai Co kecil ternyata lebih luas dari pada jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang mempunyai nilai Co besar. Hal ini mengakibatkan nilai tertimbang Co menjadi mengecil. Dengan demikian, bukan hanya jenis penggunaan lahan saja yang menentukan nilai Co (total), tetapi luas tiap jenis penggunaan lahan juga ikut mempengaruhi.
Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah)
Yuli Priyana;
Alif Noor Anna;
Rudiyanto Rudiyanto;
Khusna Furoida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.157 KB)
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK DI DUSUN BAKSARI RT 32 RW 05, DESA MLIWIS, CEPOGO, BOYOLALI
Alif Noor Anna;
Munawar Cholil;
Rufiyanto Rudiyanto;
Radhistya Ireka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.93 KB)
Latar belakang: Pada saat musim kemarau datang, warga di DusunBaksari RT 32 RW 05, Kecamatan Cepogo, Boyolali, mengalamikekeringan, sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat tidakterpenuhi. Solusi yang bisa diberikan adalah dengan mencari sumberair tanah.Tujuan: untuk mendetekasi keberadaan air tanah di daerahpenelitian ini dengan menggunakan metode geolistrik. Penelitian inimenggunakan metode survei. Alat yang digunakan adalah GeolistrikNANIURA NRD 500 HF.Metode: pengukuran dilapangan menggunakan konfigurasiSchlumberger. Analisis hasil menggunakan software IP2Win danProgress.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memilikilitologi batuan berupa lempung basah, basalt, dan tanah pasirtufaan. Batuan pasir tufaan ditemukan pada kedalaman >35 m. Jenisbatuan inilah yang diperkirakan merupakan lapisan batuanpembawa akuifer, sehingga di daerah penelitian memiliki potensi airtanah.
Kajian Potensi Air Tanah menggunakan Metode Geolistrik di Wilayah Desa Kemiri, Mojosongo, Boyolali
Alif Noor Anna;
R Rudiyanto;
Aditya Saefudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.997 KB)
Kawasan Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, merupakan kawasan yang memiliki perkembangan sangat cepat. Rencananya kawasan tersebut akan dibangun sebuah kawasan pusat ekonomi dan bisnis, sehingga membutuhkan perencanaan jaringan air tanah. Salah satu langkah awal yang bisa dlakukan adalah dengan mengidentifikasi potensi air tanah sebelum dlakukan pengeboran air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendetekasi keberadaan air tanah di daerah sasaran dengan menggunakan metode geolistrik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Alat yang digunakan untuk menidentifikasi keberadaan air tanah dilapangan adalah dengan Geolistrik NANIURA NRD 500 HF. Metode pengukuran dilapangan menggunakan metode konfigurasi Schlumberger. Analisis hasil pengukuran lapangan menggunakan software Rusty. Hasil kajian dan survei dari kegiatan ini diantaranya adalah (a) berdasarkan hasil pengukuran geolistrik didapatkan bahwa daerah dengan potensi air tanah yang bagus terdapat pada lokasi pengukuran titik 1 dan titik 2 dengan kedalaman >65 m. Litologi batuan pada kedua titik yang diperkirakan merupakan lapiran pembawa akuifer adalah berupa tanah pasir tufaan, dan batu pasir, dan (b) terkait dengan perencanaan jaringan air bersih, maka peneliti memberikan rekomendasi perlu dilakukan pembuatan sumur uji untuk kedua lokasi tersebut.
Pengenalan Kelestarian Lingkungan Hidup untuk Anak Usia Dini di Pos PAUD Ceria
Dewi Novita Sari;
Alif Noor Anna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan pendidikan berbasis lingkungan bagi anak usia dini merupakan hal yang penting untuk melatih jiwa cinta dan peduli lingkungan hidup. Melalui pendidikan berbasis lingkungan, diharapkan anak dapat menerapkan untuk dirinya sendiri maupun memberikan contoh bagi orang dewasa. Anak usia dini mulai belajar apa itu kognitif (ketajaman pemikiran), motorik (kepekaan gerak), dan affective (kepekaan emosi) terutama dalam hal menjaga kelestarian alam. Tujuan kegiatan ini adalah (a) meningkatkan pemahaman anak-anak di Pos PAUD Ceria Desa Sambon, Banyudono, Boyolali mengenai kelestarian lingkungan, dan (b) mengajarkan kelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan di Pos PAUD Ceria Desa Sambon, Banyudono, Boyolali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode sosialisasi dan praktek. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya sikap dan pribadi anak yang peduli dan cinta lingkungan hidup. Setelah dilakukan kegiatan penghijauan, anak didik merasa gembira dengan adanya tanaman di halaman depan sekolahnya. Hal ini berdampak pada kegiatan belajar yang menjadi lebih menyenangkan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup sekitar.
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah
Anna, Alif Noor;
Priyono, Kuswaji Dwi;
Suharjo, S;
Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2004-2014 DAN PENGARUHNYA TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN DI DAS BENGAWAN SOLO HULU TENGAH
Anna, Alif Noor;
Suharjo, Suharjo;
Rudiyanto, Rudiyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banjir merupakan salah satu kejadian bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan di sebagian wilayah administratif DAS bengawan Solo Hulu Tengah. Salah satu penyebab banjir adalah potensi limpasan permukaan yang relatif masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini mengkaji besarnya nilai potensi limpasan permukaan di DAS Bengawan Solo Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data penggunaan lahan diperoleh dari interpretasi citra landsat ETM+ tahun tahun 2004 dan tahun 2014 yang kemudian dioleh menggunakan software GIS. Analisis potensi limpasan menggunakan model Cooks. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah perubahan limpasan permukaan (Co) disebabkan oleh alih fungsi lahan yang berbeda, tentunya dalam hal ini karakter alih fungsi lahan serta luasan perubahan penggunaan lahan juga berbeda beda. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien runoff terlihat bahwa pada sub sub DAS Alang Unggahan penggunaan lahan untuk hutan, kebun, dan lahan kering luasannya berkurang yang tidak berimbang dengan perubahan lahan yang bertambah (permukiman dan sawah) yang memang mempunyai skor Co yang relatif besar (15% dan 20%). Demikian pula yang terjadi di sub sub DAS Bambang dan Sub sub DAS Wiroko Temon, luasan perubahan penggunaan lahan yang berkurang (-) tidak berimbang dengan luasan perubahan penggunaan lahan yang bertambah (+) yang cenderung mempunyai skor Co besar (potensi Co besar). Sebaliknya, pada sub sub DAS yang nilai Co mengecil (-) luasan perubahan penggunaan lahan yang jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang memberi kontribusi nilai Co kecil ternyata lebih luas dari pada jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang mempunyai nilai Co besar. Hal ini mengakibatkan nilai tertimbang Co menjadi mengecil. Dengan demikian, bukan hanya jenis penggunaan lahan saja yang menentukan nilai Co (total), tetapi luas tiap jenis penggunaan lahan juga ikut mempengaruhi.
Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah)
Priyana, Yuli;
Anna, Alif Noor;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Furoida, Khusna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK DI DUSUN BAKSARI RT 32 RW 05, DESA MLIWIS, CEPOGO, BOYOLALI
Anna, Alif Noor;
Cholil, Munawar;
Rudiyanto, Rufiyanto;
Ireka, Radhistya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Pada saat musim kemarau datang, warga di DusunBaksari RT 32 RW 05, Kecamatan Cepogo, Boyolali, mengalamikekeringan, sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat tidakterpenuhi. Solusi yang bisa diberikan adalah dengan mencari sumberair tanah.Tujuan: untuk mendetekasi keberadaan air tanah di daerahpenelitian ini dengan menggunakan metode geolistrik. Penelitian inimenggunakan metode survei. Alat yang digunakan adalah GeolistrikNANIURA NRD 500 HF.Metode: pengukuran dilapangan menggunakan konfigurasiSchlumberger. Analisis hasil menggunakan software IP2Win danProgress.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memilikilitologi batuan berupa lempung basah, basalt, dan tanah pasirtufaan. Batuan pasir tufaan ditemukan pada kedalaman >35 m. Jenisbatuan inilah yang diperkirakan merupakan lapisan batuanpembawa akuifer, sehingga di daerah penelitian memiliki potensi airtanah.