Claim Missing Document
Check
Articles

PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK DI DUSUN BAKSARI RT 32 RW 05, DESA MLIWIS, CEPOGO, BOYOLALI Alif Noor Anna; Munawar Cholil; Rufiyanto Rudiyanto; Radhistya Ireka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.93 KB)

Abstract

Latar belakang: Pada saat musim kemarau datang, warga di DusunBaksari RT 32 RW 05, Kecamatan Cepogo, Boyolali, mengalamikekeringan, sehingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat tidakterpenuhi. Solusi yang bisa diberikan adalah dengan mencari sumberair tanah.Tujuan: untuk mendetekasi keberadaan air tanah di daerahpenelitian ini dengan menggunakan metode geolistrik. Penelitian inimenggunakan metode survei. Alat yang digunakan adalah GeolistrikNANIURA NRD 500 HF.Metode: pengukuran dilapangan menggunakan konfigurasiSchlumberger. Analisis hasil menggunakan software IP2Win danProgress.Hasil: penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memilikilitologi batuan berupa lempung basah, basalt, dan tanah pasirtufaan. Batuan pasir tufaan ditemukan pada kedalaman >35 m. Jenisbatuan inilah yang diperkirakan merupakan lapisan batuanpembawa akuifer, sehingga di daerah penelitian memiliki potensi airtanah.
Kajian Potensi Air Tanah menggunakan Metode Geolistrik di Wilayah Desa Kemiri, Mojosongo, Boyolali Alif Noor Anna; R Rudiyanto; Aditya Saefudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.997 KB)

Abstract

Kawasan Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, merupakan kawasan yang memiliki perkembangan sangat cepat. Rencananya kawasan tersebut akan dibangun sebuah kawasan pusat ekonomi dan bisnis, sehingga membutuhkan perencanaan jaringan air tanah. Salah satu langkah awal yang bisa dlakukan adalah dengan mengidentifikasi potensi air tanah sebelum dlakukan pengeboran air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendetekasi keberadaan air tanah di daerah sasaran dengan menggunakan metode geolistrik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Alat yang digunakan untuk menidentifikasi keberadaan air tanah dilapangan adalah dengan Geolistrik NANIURA NRD 500 HF. Metode pengukuran dilapangan menggunakan metode konfigurasi Schlumberger. Analisis hasil pengukuran lapangan menggunakan software Rusty. Hasil kajian dan survei dari kegiatan ini diantaranya adalah (a) berdasarkan hasil pengukuran geolistrik didapatkan bahwa daerah dengan potensi air tanah yang bagus terdapat pada lokasi pengukuran titik 1 dan titik 2 dengan kedalaman >65 m. Litologi batuan pada kedua titik yang diperkirakan merupakan lapiran pembawa akuifer adalah berupa tanah pasir tufaan, dan batu pasir, dan (b) terkait dengan perencanaan jaringan air bersih, maka peneliti memberikan rekomendasi perlu dilakukan pembuatan sumur uji untuk kedua lokasi tersebut.
Pengenalan Kelestarian Lingkungan Hidup untuk Anak Usia Dini di Pos PAUD Ceria Dewi Novita Sari; Alif Noor Anna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pendidikan berbasis lingkungan bagi anak usia dini merupakan hal yang penting untuk melatih jiwa cinta dan peduli lingkungan hidup. Melalui pendidikan berbasis lingkungan, diharapkan anak dapat menerapkan untuk dirinya sendiri maupun memberikan contoh bagi orang dewasa. Anak usia dini mulai belajar apa itu kognitif (ketajaman pemikiran), motorik (kepekaan gerak), dan affective (kepekaan emosi) terutama dalam hal menjaga kelestarian alam. Tujuan kegiatan ini adalah (a) meningkatkan pemahaman anak-anak di Pos PAUD Ceria Desa Sambon, Banyudono, Boyolali mengenai kelestarian lingkungan, dan (b) mengajarkan kelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan di Pos PAUD Ceria Desa Sambon, Banyudono, Boyolali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode sosialisasi dan praktek. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya sikap dan pribadi anak yang peduli dan cinta lingkungan hidup. Setelah dilakukan kegiatan penghijauan, anak didik merasa gembira dengan adanya tanaman di halaman depan sekolahnya. Hal ini berdampak pada kegiatan belajar yang menjadi lebih menyenangkan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup sekitar.
Identification of Mangrove Health through Interpretation of Sentinel 2A Imagery and Aquatic Bioindicators in Tugu District, Semarang City Anna, Alif Noor; Sari, Dewi Novita; Ariseno, Ilyas Ayub; Pramesti, Rizki Putri
Urecol Journal. Part E: Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): January-June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/uje.253

Abstract

Tugu Sub-district is one of the coastal areas in Semarang City that has a fairly extensive mangrove plant. These mangrove plants have a function to reduce and prevent sea water abrasion. In order for the function to run optimally, the health of mangrove plants needs to be monitored regularly. Research on mangrove plant health through sentinel 2A imagery has been conducted, but the results achieved are less than optimal. This is because mangrove health factors are not only seen from the vegetation index alone, but also the condition of the waters around mangroves. Seeing these shortcomings, researchers are trying to identify mangrove health based on the value of the vegetation index and its water bioindicator parameters. This study aims to identify mangrove health through sentinel 2A image interpretation and bioindicator parameters of mangrove waters. This study used a survey method accompanied by laboratory analysis. The results showed that sentinel imagery is effective enough to identify mangrove health with an accuracy value of 87.9%. Interpretation results showed mangroves with good health covering 37.03 ha, medium covering 36.42 ha, and low covering 189.14 ha. Based on aquatic bioindicator parameters (benthos and C-organic) shows that mangrove health conditions are still in fairly good condition. This is evidenced by the discovery of benthic diversity in the Tugu mangrove area which is dominated by the Gastropoda, Bivalvia, Echinoidhea, Malacostraca, and Scyphozoan classes. In addition, the value of C-Organic content is still quite high, which is 2.10 - 4.25%. Spatially high mangrove health is in the North Coastal Area of Tugu, moderate health is in the watershed area, and low mangrove health is in the pond area.
Spatial Temporal Analysis of Urban Heat Island and Urban Ecological Conditions Using Google Earth Engine in Tegal City, Indonesia Audi, Fresilia; Hadibasyir, Hamim Zaky; Priyono, Kuswaji Dwi; Hakim, Rohman; Anna, Alif Noor
GEOGRAPHIA : Jurnal Pendidikan dan Penelitian Geografi Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/gjppg.v5i2.9393

Abstract

Tegal city is located on the main transportation route of Central Java's pantura and has strong trade access. Due to its strategic location, the city's significant development led to an increase in built-up land. The growth of built-up land indicates an overall increase in temperature that affects urban heat island conditions and urban ecology. The data used in this study is from Landsat 8 accessed from Google Earth Engine. The research aims to 1) analyze the phenomena of urban heat island (UHI) and 2) urban ecological conditions related to temperature based on the value of urban thermal field variance index (UTFVI). The results of the research show that spatial relationship between the East and South of Tegal City with Tegal Regency caused almost all of its territory classified as affected areas. In addition, the East Tegal area is the center of the city where all concentrations of economic activities, education centers, and government service centers in Tegal City. Linkage of Evaluation the urban ecological conditions in the aspect of land surface temperature based on UTFVI values showed the same pattern.
Enhancing Community Knowledge in Managing Waste into Economically Valuable Organic Fertilizer in Manjung Village, Wonogiri Darnoto, Sri; Jumadi; Santhyami; Anna, Alif Noor; Astuti, Dwi; Rudiyanto; Arini, Maya Intan
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v5i1.10487

Abstract

Manjung Village, Wonogiri, has been facing serious challenges in waste management with increasing levels of environmental pollution due to a lack of knowledge of effective waste management. Existing organic waste has not been managed properly, resulting in negative impacts on public health and the environment and has no economic value. This activity aims to provide training to partners in managing organic waste in Manjung Village, Wonogiri District, into economically valuable organic fertilizer products. The partner of this activity is the “Manjung Berkah Waste Bank Group” in Manjung Village, Wonogiri District, Wonogiri Regency. Manjung Berkah Waste Bank was used as an activity partner because: (1) it already has waste management management, (2) existing human resources have not been able to manage organic waste optimally, and (3) the partner is one of the Waste Bank pilot institutions that is still active in Wonogiri Regency. The methods used include socialization, mentoring, and training activities. The results of this activity showed a significant increase in participants' knowledge and skills, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. The increase showed that the training was effective. In addition, the partners also managed to produce organic fertilizer from previously unutilized waste. This activity not only increases environmental awareness but also opens up new economic opportunities for the community.
Status Trofik dan Keanekaragaman Fitoplankton pada Dua Musim di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali Devi, Nachua Mauli; Anna, Alif Noor
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37915

Abstract

. Kualitas air danau dapat tercemar akibat tingginya sumber nutrien dan tinggi pertumbuhan alga seperti fitoplankton secara signifikan. Waduk Cengklik dimanfaatkan untuk aktivitas domestik, saluran irigasi, dan budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status trofik, kelimpahan fitoplankton, dan faktor pembatas pertumbuhan fitoplankton selama dua musim  di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif, yang melibatkan 3 parameter yaitu fitoplankton, klorofil-a, dan nutrien. Data fitoplankton diperoleh dari hasil identifikasi jenis dan kelimpahannya, sedangkan untuk data klorofil-a dan nutrient diperoleh dari hasil pembacaan nilai absorbansi dari masing-masing sampel. Pengambilan sampel dilakukan pada 8 titik dengan 2 musim yang berbeda. Analisis hubungan TN-TP dan fitoplankton cukup erat dengan nilai regresi (R2) tertinggi pada bulan Juli 2024 hanya mencapai 57,11%, dan menurun drastis pada bulan Mei 2025 yang hanya mencapai 2,97%. Pada bulan Juli 2024 nilai TSI mencapai 60,05 (eutrofik sedang) dengan nilai konsentrasi nutrien tertinggi berada pada titik 1, konsentrasi nitrat yang mencapai 6,76 mg N/L, total fosfor 0,26 mg P/L, klorofil-a 16,64 mg/m3, dan nilai kedalaman secchi-disk sebesar 0,33 m. Nilai TSI menurun pada bulan Mei 2025 sebesar 50,78 (eutrofik rendah) dengan nilai konsentrasi nutrien tertinggi berada pada titik 5, konsentrasi total nitrogen yang mencapai 1,69 mg N/L, total fosfor <0,027 mg P/L, klorofil-a  2,60 mg/m3, dan nilai kedalaman secci-disk sebesar 1,69 m. Fitoplankton di Waduk Cengklik didominasi oleh jenis kelompok (filum) Chlorophyta.Kata kunci: Status Trofik, Fitoplankton, Nutrien, TSI
Evaluasi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Ditinjau dari Indeks Biometrik Ikan di Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali Febryana, Eva Restu; Anna, Alif Noor
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37904

Abstract

Penurunan kualitas udara menyebabkan dampak terhadap kondisi lingkungan maupun perairan. Penurunan tersebut disebabkan oleh limbah keramba jaring apung yang menumpuk di dasar perairan. Evaluasi pengelolaan dilakukan agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks biometrik ikan serta melakukan evaluasi pengelolaan sumber daya perikanan berdasarkan indeks biometrik di Waduk Cengklik. Metode yang digunakan yaitu survei dan eksperimen. Teknik analisis dilakukan menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan lima parameter, yaitu biometrik, rasio konversi pakan , efektivitas pemanfaatan pakan, analisis proksimat dan pengelolaan keramba jaring apung. Nilai faktor kondisi dan warna cairan empedu dalam indeks biometerik menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan dalam kondisi yang baik. Hal tersebut terlihat dari warna keriput yang memiliki warna hijau-hijau tua. Nilai pemanfaatan dan efisiensi pakan yang belum optimal terlihat pada kondisi Ikan Koi. Hasil analisis proksimat menyatakan merek pakan dengan kode G memiliki kandungan protein paling tinggi. Jaring keramba apung berada pada zonasi nutrisi yang tinggi yang digambarkan dengan adanya tumbuhan eceng gondok. Hasil evaluasi pengelolaan budidaya perikanan di Keramba Jaring Apung di Waduk Cengklik belum memenuhi ke enam pilar dalam Pengelolaan Wilayah Danau Terpadu (ILBM), sehingga dapat dikatakan belum optimal.Kata kunci : Indeks biometrik, Kualitas lingkungan perairan, Pengelolaan waduk
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah Anna, Alif Noor; Priyono, Kuswaji Dwi; Suharjo, S; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2004-2014 DAN PENGARUHNYA TERHADAP LIMPASAN PERMUKAAN DI DAS BENGAWAN SOLO HULU TENGAH Anna, Alif Noor; Suharjo, Suharjo; Rudiyanto, Rudiyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan salah satu kejadian bencana alam yang sering terjadi pada saat musim penghujan di sebagian wilayah administratif DAS bengawan Solo Hulu Tengah. Salah satu penyebab banjir adalah potensi limpasan permukaan yang relatif masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini mengkaji besarnya nilai potensi limpasan permukaan di DAS Bengawan Solo Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data penggunaan lahan diperoleh dari interpretasi citra landsat ETM+ tahun tahun 2004 dan tahun 2014 yang kemudian dioleh menggunakan software GIS. Analisis potensi limpasan menggunakan model Cooks. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah perubahan limpasan permukaan (Co) disebabkan oleh alih fungsi lahan yang berbeda, tentunya dalam hal ini karakter alih fungsi lahan serta luasan perubahan penggunaan lahan juga berbeda beda. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien runoff terlihat bahwa pada sub sub DAS Alang Unggahan penggunaan lahan untuk hutan, kebun, dan lahan kering luasannya berkurang yang tidak berimbang dengan perubahan lahan yang bertambah (permukiman dan sawah) yang memang mempunyai skor Co yang relatif besar (15% dan 20%). Demikian pula yang terjadi di sub sub DAS Bambang dan Sub sub DAS Wiroko Temon, luasan perubahan penggunaan lahan yang berkurang (-) tidak berimbang dengan luasan perubahan penggunaan lahan yang bertambah (+) yang cenderung mempunyai skor Co besar (potensi Co besar). Sebaliknya, pada sub sub DAS yang nilai Co mengecil (-) luasan perubahan penggunaan lahan yang jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang memberi kontribusi nilai Co kecil ternyata lebih luas dari pada jumlah luasan jenis penggunaan lahan yang mempunyai nilai Co besar. Hal ini mengakibatkan nilai tertimbang Co menjadi mengecil. Dengan demikian, bukan hanya jenis penggunaan lahan saja yang menentukan nilai Co (total), tetapi luas tiap jenis penggunaan lahan juga ikut mempengaruhi.