Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberian Muscle Energy Technique dan Strain Counterstrain Dapat Meningkatkan Luas Gerak Sendi pada Kasus Nyeri Punggung Bawah Nurul Halimah; Angria Pradita; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13242

Abstract

Low Back Pain can be caused by a series of daily routines regardless of body position. The method of physiotherapy intervention in non-specific cases of low back pain is the provision of muscle energy technique and strain counterstrain. The purpose of this study was to determine the comparison of giving muscle energy technique and strain counterstrain to increase joint range of motion in cases of low back pain. The research design used was a randomized pretest–posttest control group. The research subjects were 40 respondents who were selected by purposive sampling technique. The movements assessed were lateral flexion and extension. The range of motion of the lumbar joints measured using an inclinometer, includes the extent of motion of the lumbar extension and lateral flexion. If the joint range of motion of the lumbar extension and lateral lumbar flexion is <25°, it is said to be limited. Statistical tests were performed using the Mann-Whitney U test. In the lateral flexion group with muscle energy technique intervention, p = 0.00, while in the extension group with muscle energy technique intervention, p = 0.00. In the lateral flexion group with the intervention of a counterstrain strain, p = 0.00 was obtained, while in the extension group with the intervention of a counterstrain strain, it was obtained p = 0.00. The results of the difference test between the muscle energy technique intervention and the counterstrain strain on lateral flexion movements showed p = 0.506-0.863, while the results of the differences in muscle energy technique and counterstrain strain in lateral movements showed p = 0.014-0.534, which means there is no difference between muscle therapy energy tecnique and strain counterstrain in lateral flexion and extension movements. Intervention of muscle energy technique and strain counterstrain can significantly increase joint range of motion.Keywords: low back pain; muscle energy technique; counterstrain ABSTRAK Low back pain dapat disebabkan oleh rangkaian rutinitas sehari-hari tanpa memperhatikan posisi tubuh. Metode intervensi fisioterapi pada kasus non spesifik low back pain adalah pemberian muscle energy tecnique dan strain counterstrain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemberian muscle energy technique dan strain counterstrain pada peningkatan luas gerak sendi pada kasus nyeri punggung bawah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah randomized pretest–posttest control group. Subyek penelitian adalah 40 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Gerakan yang dinilai adalah lateral fleksi dan ekstensi. Luas gerak sendi lumbal yang diukur menggunakan inclinometer, mencakup luas gerak ekstensi dan lateral fleksi lumbal. Jika luas gerak sendi ekstensi lumbal dan lateral fleksi lumbal <25°, maka dikatakan terbatas. Uji statistik dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U. Pada kelompok lateral fleksi dengan intervensi muscle energy tecnique didapatkan p = 0,00, sedangkan pada kelompok ekstensi dengan intervensi muscle energy tecnique didapatkan p = 0,00. Pada kelompok lateral fleksi dengan intervensi strain counterstrain didapatkan p = 0,00, sedangkan pada kelompok ekstensi dengan intervensi strain counterstrain didapatkan p = 0,00. Hasil uji perbedaan antara intervensi muscle energy tecnique dan strain counterstrain pada gerakan lateral fleksi menunjukkan p = 0,506-0,863, sedangkan hasil uji perbedaan muscle energy tecnique dan strain counterstrain pada gerakan lateral menunjukkan p = 0,014-0,534, yang artinya tidak terdapat perbedaan antara terapi muscle energy tecnique dan strain counterstrain pada gerakan lateral fleksi maupun ekstensi. Intervensi muscle energy tecnique maupun strain counterstrain secara signifikan dapat meningkatkan luas gerak sendi.Kata kunci: low back pain; muscle energy tecnique; strain counterstrain
Kombinasi Infrared dan William Flexion Exercise Efektif Menurunkan Nyeri dan Meningkakan Fleksibilitas Otot Pada Kasus Low Back Pain Miogenik Nurul Halimah; Angria Pradita; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i4.2663

Abstract

Low back pain is a contemporary neurophysiological pain that distorts pain perception and causes limitation of physical activity. So research is needed which aims to determine the effect of a combination of infrared and William flexion exercises on changes in pain intensity and muscle flexibility. The research design was one group pretest–posttest, involving 40 patients with low back pain who were selected using a purposive sampling technique. The intervention given was physiotherapy in the form of infrared combined with William flexion exercises for a month. Pain level was measured using a visual analogue scale (VAS) and Modified Schober Test (MST) which were measured before and after 8 times of physiotherapy. The hypothesis was tested with the Wilcoxon test. The median VAS value before the intervention was 6.00 and after the intervention was 2.00 with a p value of 0.00. The median MST value pre-intervention was 18.00 and post-intervention was 25.00 with a p-value of 0.00. It was concluded that the combination of infrared and william flexion exercise can reduce pain and increase muscle flexibility in cases of myogenic low back pain.Keywords: low back pain; infrared; William flexion exercise ABSTRAK Low back pain merupakan nyeri neurofisiologis kontemporer yang mendistorsi persepsi nyeri dan menyebabkan keterbatasn aktivitas fisik. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi infrared dan latihan William flexion terhadap perubahan intensitas nyeri dan fleksibilitas otot. Rancangan penelitian ini one group pretest–posttest, yang melibatkan 40 penderita low back pain yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah fisioterapi berupa infrared yang dikombinasikan dengan latihan William flexion selama sebulan. Tingkat nyeri diukur menggunakan visual analogue scale (VAS) dan Modified Schober Test (MST) yang diukur sebelum dan setelah 8 kali fisioterapi. Hipotesis diuji dengan Wilcoxon test.  Nilai VAS median pra intervensi adalah 6,00 dan pasca intervensi adalah 2,00 dengan nilai p 0,00. Nilai median MST pra intervensi adalah 18,00 dan pasca intervensi adalah 25,00 dengan nilai p 0,00. Disimpulkan bahwa kombinasi infrared dan william flexion exercise dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas otot pada kasus low back pain miogenik.Kata kunci: low back pain; infrared; William flexion exercise
PROGRAM PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN CIDERA DI TEMPAT WISATA AIR TERJUN COBAN JAHE MALANG Mokhtar Jamil; Bayu Budi Laksono; Merisdawati Merisdawati
Jurnal Pengabdian Soepraoen Vol 1 No 1 (2023): JPSOE Vol 1 No 1
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan wisatawan merupakan aspek penting saat ingin berwisata. Wisata alam mempunyai karakteristik berupa pemandangan yang alami yang sengaja dibiarkan karena memang merupakan daya tarik. Sisi lain dari pemandangan indah tersebut adalah tempat wisata yang masih alami juga menyimpan bahaya yang dapat menyebabkan cedera. Cedera yang terjadi pada wisatawan dapat berupa cedera berat maupun ringan. Kejadian cedera di Wana Wisata Coban Jahe banyak terjadi dan bervariasi. Petugas wisata juga belum pernah mendapat materi pertolongan pertama pada kasus cidera. Sistem penanganan dan pencatatan cedera belum terlalu baik karena wisata alam mayoritas dikelola oleh masyarakat sekitar yang non profesional. Upaya penanganan cedera atau pertolongan pertama yang terjadi di wisata air terjun memerlukan peran berbagai pihak seperti pihak pengelola, petugas wisata maupun wisatawan itu sendiri. Konsep solusi dan rencana program peningkatan kemampuan pertolongan pertama pada cedera bagi petugas wisata Coban Jahe. Program tersebut meliputi bidang SDM dan bidang sarana prasarana Metode yang dipakai melalui 1) Pendampingan dengan menfasilitasi/memberikan bimbingan, arahan dan terlibat langsung bersama mitra dalam menganalisis permasalahan dan merumuskan strategi (perencanaan sarana dan prasarana serta management). 2) Partisipasi yaitu mengikutsertakan mitra dalam memikirkan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasikan strategi pelaksanaan, 3) Penyadaran/Bina Lingkungan dengan sosialisasi dan promosi untuk mempengaruhi para pemangku kepentingan agar memberikan dukungan 4) Pendidikan dan Pelatihan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat melibatkan SAR Samudra yang berkolaborasi memberikan materi. Materi pelatihan meliputi pertolongan pertama pada kegawatan, pembalutan, pembidaian serta pemberian sarana prasarana berupa kotak P3K dan papan peringatan bahaya
PROGRAM EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ORANG TUA ANAK USIA DINI DI PAUD INSAN MULIA MALANG Merisdawati Merisdawati; Mokhtar Jamil
Jurnal Pengabdian Soepraoen Vol 1 No 1 (2023): JPSOE Vol 1 No 1
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini mempunyai karakteristik rasa ingin tahu yang besar, ingin mengeksplorasi lebih jauh terkait segala sesuatu mulai dari kegiatan bermain, aktivitas harian, maupun lainnya. Karakteristik ini berdampak terhadap kebutuhan gizi pada anak usia dini. Anak usia dini juga merupakan masa golden age pertumbuhan dan perkembangan mereka, jika terjadi kekurangan gizi dapat menyebabkan pertumbungan dan perkembangan terhambat atau bahkan mengalami stunting. Di PAUD insan Mulia, anak KB, TK A maupun TB mempunyai karakteristik hampir sama, yaitu menyukai permainan fisik, memilih-milih makanan yang disukai (picky eater). Orang tua harus mempunyai strategi khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program edukasi gizi pada orang tua anak usia dini di PAUD Insan Mulia Malang diikuti oleh orang tua dari siswa KB, TK A maupun TK B. Program ini terintegrasi dengan program FORSI (Forum Orang Tua Siswa) PAUD Insan Mulia. Bahan edukasi yang digunakan yaitu power point serta video. Kegiatan dilaksanakan tanggal 23 Januari 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar tanpa halangan apapun. Respon positif dari peserta tampak dari angka kehadiran kegiatan yang mencapai 39 peserta, keaktifan peserta dalam bertanya, diskusi serta sharing pengalaman dalam menghadapi permasalahan gizi pada anak usia dini, serta hasil posttest terdapat peningkatan pengetahuan pada kategori pengetahuan Baik yang sebelumnya 14 responden meningkat menjadi 28 responden. Materi edukasi yang disampaikan meliputi (1) Gizi dan Anak Usia Dini, (2) 4 Sehat 5 Sempurna Vs Gizi Seimbang, (3) Kebutuhan Gizi AUD, (4) Permasalahan Gizi AUD, (5) Cara memantau Gizi anak dan tumbuh kembang, serta (6) Tips Pemberian Makan pada Anak. Materi disampaikan dengan bervariasi dan respon peserta antusias. peserta juga aktif bertanya serta berbagi pengalaman dari yang pernah mereka alami seperti pengalaman mengatasi anak picky eater serta cara meningkatkan nafsu makan anak dengan bekal yang bervariasi
AN OVERVIEW VAPE USE IN TERMS OF LIFESTYLE IN TEENAGER Mokhtar Jamil; Ratna Roesardhyati; Ana Masrurotul Jannah; Tien Aminah; Maulana Arif Murtadho
Indonesian Journal Of Empirical Nursing Sciences Vol 1 No 2 (2024): IJENS September (2024)
Publisher : Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/ijens.v1i2.17

Abstract

The number of teenage vape users in Indonesia is currently increasing. Vape is indeed a modern lifestyle among the people. The development of lifestyle can be feared because it can make a person consume goods that are not concerned with the function of these goods but only to fulfill their desires. The purpose of this study was to describe the factors underlying the use of vape in terms of the lifestyle of students at SMPN 1 Kepanjen. The research design is descriptive. The population of this study was all 40 students of SMPN 1 Kepanjen who used vape. The sampling technique used is total sampling. The variables studied are the factors underlying the use of vape in terms of lifestyle. The research results were analyzed using univariate analysis. The research instrument used a questionnaire in the form of a google form. This research was conducted on 7 – 27 July 2023. The results of the study showed that most of them had a background of 16 people (60%), almost half of them did not have a background of 14 people (40%). From these results it can be concluded that age, gender, weekly allowance, have you ever received information about vape, sources of information, intensity of using vape, duration of using vape Based on this research, it is hoped that it can increase the role of educational institutions, especially regarding vape use by providing counseling to students about the dangers of vape use and as a self- evaluation of students about vape use so that it can encourage students to seek positive coping mechanisms by carrying out positive activities to reduce smoking. vaping use.
POLA KECEMASAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ANESTESI PADA OPERASI ELEKTIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA: POLA KECEMASAN PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN ANESTESI PADA OPERASI ELEKTIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA Muhammad Fauzi; Reko Priyonggo; Mokhtar Jamil
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i2.580

Abstract

ABSTRACT Introduction: Preoperative anxiety is a normal response to life-threatening situations and conditions for patients. Preoperative anxiety is often associated with fear of surgical procedures, anesthetic procedures, and information needs fulfillment factors. Assessment of the right pattern of anxiety can determine the appropriate management in dealing with anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety patterns of preoperative patients at Bhakti Dharma Husada Hospital, Surabaya. Methods: This study used a quantitative descriptive method with a cross sectional approach. The research subjects included preoperative patients at Bhakti Dharma Husada Hospital, Surabaya. The sample is 68 people. Measurement of anxiety using the APAIS scale (Amsterdam preoperative anxiety and information scale). Data analysis using Descriptive Statistical Test. Results: The majority of respondents were female (58.8%), aged 26 -35 years (44.1%), had high school education (63.2%), had a general anesthesia plan (63.2%), and had no surgical experience ( 73.5 %). The majority of respondents experienced moderate anxiety (47.1%), then severe anxiety (32.4%), mild anxiety (14.7%), panic (5.9%), and not anxious (0%). The majority of respondents have an element of anxiety related to the need for information. Discussion: The pattern of respondents' anxiety based on the APAIS instrument shows that the majority of respondents in this study experienced moderate anxiety, with elements of anxiety related to the need for information. Researchers suggest that health workers always carry out an anxiety assessment before surgery, so that they can provide appropriate management in reducing patient anxiety. Keywords: Anxiety, Pre operative, Pre Anesthesia
Tingkat Kecemasan sebagai Penghambat Kualitas Hidup Pasien dengan Hemodialisis di Rumah Sakit MR, Merisdawati; Jamil, Mokhtar; Umifa, Kaslinda Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16104

Abstract

Chronic kidney failure is an irreversible chronic disease that requires long-term care and hemodialysis, which can cause anxiety and affect the quality of life of patients. The purpose of this study was to analyze the relationship between anxiety levels and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. This study was an observational analytical study with a cross-sectional design. The subjects involved in the study were 36 patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. The patients were selected using a purposive sampling technique. The independent variable studied was the level of patient anxiety measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). The dependent variable was the quality of life of patients measured using the World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Hypothesis testing was carried out using the Spearman-Rank correlation test. Based on the results of the analysis, the majority of patients experienced anxiety at a mild level (36.1%), while the most common quality of life was poor (86.1%). The p-value from the correlation test results was 0.004, so it was interpreted that there was a correlation between anxiety levels and the quality of life of patients. Furthermore, it was concluded that patient anxiety is an obstacle to the quality of patients with kidney failure undergoing hemodialysis.Keywords: chronic renal failure; hemodialysis; anxiety; quality of life ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang bersifat irreversible, yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan hemodialisis, sehingga dapat mengakibatkan kecemasan dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Subyek yang terlibat dalam penelitian adalah sejumlah 36 pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Para pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas yang diteliti adalah tingkat kecemasan pasien yang diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Variabel terikat adalah kualitas hidup pasien yang diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman-Rank. Berdasarkan hasil analisis, mayoritas pasien mengalami kecemasan pada level ringan (36,1%), sedangkan kualitas hidup terbanyak adalah buruk (86,1%). Nilai p dari hasil uji korelasi adalah 0,004, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien. Selanjutnya disimpulkan bahwa kecemasan pasien merupakan penghambat kualitas pasien dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: gagal ginjal kronik; hemodialisis; kecemasan; kualitas hidup
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Bencana Gempa Bumi Pada Siswa SDN 1 Bandungrejo Bantur Alviana, Asharia Dwi; Jamil, Mokhtar; Asri, Yuni
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 1 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 1 (January-June 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.13273

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, terutama gempa bumi. Karena berbagai bencana dapat terjadi, penting untuk mulai bersiap menghadapi bencana sejak dini. Langkah-langkah pendidikan dan pelatihan tentang perlindungan iklim ini menyangkut berbagai segmen masyarakat dan seharusnya sudah dilaksanakan pada anak-anak sekolah. Anak-anak sering menjadi korban bencana karena mereka tidak mampu melindungi diri mereka sendiri dan berada di luar pengawasan orang tua mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan pencegahan bencana gempa bumi merupakan hal penting yang harus dipelajari anak sejak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi bencana gempa bumi terhadap pengetahuan tentang bencana gempa bumi pada siswa SD, untuk mengevaluasi keterampilan dan partisipasi siswa sekolah dasar dalam melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan untuk menentukan tingkat kesiapsiagaan anak-anak sebelum dan sesudah edukasi kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pre-eksperimen menggunakan teknik pretest dan posttest. Besar sampel sebanyak 45 orang, dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi dan pengetahuan bencana gempa bumi terlihat nilai Asymp.Sig 0,001 < 0,05. Menunjukkan adanya pengaruh edukasi bencana gempa bumi terhadap pengetahuan tentang bencana gempa bumi pada siswa SD.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Dengan Praktik Pencegahan Cedera Pada Anak Pra Sekolah Jamil, Mokhtar
Jurnal Surya Vol 12 No 1 (2020): VOL 12 NO 1 APRIL 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i1.97

Abstract

Latar Belakang : Karakteristik anak yang mengeksplorasi lingkungan menjadi penyebab utama terjadinya cedera pada anak. Pencegahan cedera sangat diperlukan karena cedera pada anak mempunyai dampak jangka panjang, pencegahan cedera menjadi kunci penting keberhasilan pengurangan cedera. Pengetahuan dan Sikap dari orang tua diduga menjadi faktor yang mendasari terjadinya cedera pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap oang tua dengan praktek pencegahan cedera.Metode : Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah orang tua yang memiliki anak bersekolah di TK AL – Masithoh 04, jumlah sampel sebanyak 40 responden diambil dengan metode Total Sampling. Penelitian dilaksanakan 22 Maret 2018. Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan cedera. Uji statistik yang digunakan untuk variabel Pengetahuan adalah korelasi Sommers dan variabel Sikap menggunakan Lambda dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil : Hasil penelitian variabel Pengetahuan terhadap Praktik dengan Sommers didapatkan nilai p=0,001 dan r=0,447; sedangkan variabel Sikap terhadap Praktik dengan Lambda didapatkan nilai p=0,000 dan r=0,650. Kedua variabel mempunyai hubungan yang signifikan serta kekuatan hubungan yang cukup dan kuat. Beberapa hal yang mempengaruhi hasil penelitian ini adalah paparan informasi sebelumnya, usia responden, tingkat pendidikan, serta jumlah anak.Kesimpulan: Pencegahan cedera pada anak pra sekolah membutuhkan pengetahuan dan sikap orang tua yang baik untuk meningkatkan praktik orang tua dalam melakukan pencegahan cedera pada anak pra sekolah. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua meningkatkan pengetahuan dan praktik pencegahan cedera pada anak pra sekolah. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik, Pencegahan Cedera, Pra Sekolah
Pelatihan Pertolongan Pertama Anak Tersedak Berbasis Komunitas di Posyandu ILP RW 15 Mangliawan Permai, Malang MR, Merisdawati; Jamil, Mokhtar; Ummifa, Kaslinda Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.678

Abstract

Tersedak (choking) merupakan keadaan gawat darurat yang sering dialami bayi dan balita, dan dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Pengetahuan serta keterampilan orang tua dan pengasuh dalam memberikan pertolongan pertama masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu atau pengasuh dalam menangani anak tersedak melalui pelatihan berbasis komunitas di posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Agustus 2025 di Posyandu Graha 15 Mangliawan Permai, melibatkan 72 peserta yang terdiri dari ibu, ayah, pengasuh bayi dan balita, serta kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan diberikan melalui ceramah interaktif dan praktik langsung menggunakan alat peraga berupa manekin bayi dan anak. Peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi tindakan di bawah bimbingan tim pengabdian masyarakat. Evaluasi dilakukan secara lisan melalui tanya jawab dan refleksi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri peserta dalam memberikan pertolongan pertama pada anak tersedak.