Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KANDUNGAN FOSFAT, NITRAT, KLOROFIL-A DAN KEBERADAAN IKAN DI DANAU BURUNG KOTA PALANGKA RAYA KALIMANTAN TENGAH Enjelika Br Singarimbun; Rosana Elvince; Budhi Ardhani; Ardianor
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 1 (2026): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i1.25285

Abstract

Danau Burung di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya merupakan perairan back water yang dimanfaatkan sebagai sumber perikanan tangkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan fosfat, nitrat, klorofil-a, serta struktur komunitas ikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 5 stasiun pengamatan. Hasil menunjukkan kandungan fosfat 0,047–0,061 mg/L, nitrat 0,031–0,070 mg/L, dan klorofil-a 0,004–0,015 μg/L yang mengindikasikan tingkat kesuburan rendah–sedang. Ditemukan 12 jenis ikan dari 9 famili dengan total 24 individu, didominasi kelompok omnivora dan karnivora. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 2,28 menunjukkan kategori sedang. Disimpulkan bahwa kondisi perairan Danau Burung masih mampu mendukung keberadaan komunitas ikan dan aktivitas perikanan masyarakat.
Revitalisasi Metode Ambul sebagai Teknologi Konservasi Sumberdaya Perairan Berbasis Masyarakat di Danau Lutan Ardianor Ardianor; Tutwuri Handayani
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11356

Abstract

Danau Lutan memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan kelimpahan dan keanekaragaman ikan yang relatif besar. Akan tetapi danau oxbow ini mengalami invasi gulma air mengapung berakibat pendangkalan arah serta banyak limbah kayu. Inovasi ambul adalah upaya untuk mengurangi pencemaran fisik tersebut dengan cara memberdayakannya menjadi media tanam palawija, yang bernilai ekonomi bagi masyrakat. Model ambul dibuat bersama masyarakat dalam rangka kegiatan inovasi bagi masyarakat (IbM), dengan memanfaatkan kumpulan tumbuhan air mengapung, mayoritas eceng gondok menjadi media tanam, dengan masa inkubasi sekitar 30 hari. Kegiatan partisipatif ini menghasilkan 2 buah demplot ambul ditanami tanaman sayuran palawija. Metode ini mampu mengurangi luas gulma air hingga tiga kali luas media tanam serta menjadi media pertanian organik terapung. Ambul juga terbukti relevan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi solusi konservasi perairan daratan berbasis kearifan lokal.