Setyardi Pratika Mulya, Setyardi Pratika
Departemen Ilmu Tanah Dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Farmers’ Attitudes toward Urbanization Pressure for Agriculture Sustainability Mulya, Setyardi Pratika; Hudalah, Delik; Prilandita, Niken
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol. 11 No. 1: January-June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/agraris.v11i1.513

Abstract

Farmers’ attitudes are closely related to intrinsic and extrinsic factors in carrying out agricultural activities. Meanwhile, socio-economic characteristics, spatial aspects, values, agricultural attributes, and biophysical assets are tools for understanding the complex relationships between various factors influencing behavior. Urbanization pressure is one of the external factors affecting farmers’ attitudes toward maintaining land and agricultural activities. Therefore, this study aims to clarify the relationship between regional characteristics and farmers’ attitudes, as well as the factors influencing attitudes toward maintaining agriculture at different levels of urbanization pressure. This study utilized a global narrative or integrative literature review combined with in-depth interviews with farmers and agricultural officers to expand the local context. The results disclosed that farmers experienced challenges in maintaining four key factors in facing urbanization pressure, encompassing land, activities, production, and productivity. Regional characteristics influenced by urbanization have played a crucial role in shaping farmers’ attitudes. Farmers required support from the government, academics, entrepreneurs, and the community in facing the increasingly rapid urbanization pressure.
Disharmoni Perencanaan Ruang Hadi, Akhmad Arifin; Mulya, Setyardi Pratika; Iskandar, Teguh Muhammad
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.567-572

Abstract

Perencanaan yang ideal dan berkelanjutan masih menjadi harapan seluruh manusia. Tahapan perencanaan ruang di Indonesia sudah diatur dalam Undang-undang Nomer 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (cq. Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020). Meskipun telah diatur secara undang-undang namun disharmoni perencanaan ruang masih terjadi di Indonesia sampai saat ini. Berbagai kebijakan dan regulasi dalam penyelenggaran perencanaan ruang telah ditetapkan. Namun demikian, di era disrupsi adaptasi perencanaan dengan pendekatan teknologi informasi perlu dilakukan, guna memperkecil ketidakpastian. Rekomendasi pelengkapan, penambahan, perbaikan standar teknis penyelenggaraan perencanaan ruang telah disajikan dalam naskah ini. Urgensi dari usulan ini adalah terciptanya suatu efisiensi dan efektivitas pembangunan sebagai implementasi dari rencana tata ruang di setiap levelnya dapat terwujud.
Diskrepansi Kebijakan Pertanian di Sentra Produksi Padi Mulya, Setyardi Pratika
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.655-661

Abstract

Indonesia memiliki tantangan dalam mempertahankan lahan pertanian dan mencukupi kebutuhan pangan masyarakatnya di tengah tekanan urbanisasi. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat mendorong kebutuhan permukiman dan fasilitas lainnya juga bertambah. Pertanian merupakan sektor yang paling rentan beralih fungsi disaat menghadapi perkembangan wilayah. Nilai ekonomi pertanian yang rendah dan berisiko tinggi merupakan salah satu penyebabnya dan umumnya kalah bersaing dengan sektor lainnya. Nilai ekonomi tanaman padi lebih rendah dibandingkan tanaman pertanian lainnya, namun menjadi kebutuhan pertanian utama di Indonesia yang masyarakatnya sebagian besar mengkonsumsi beras. Petani padi memerlukan dukungan berbagai pihak untuk tetap menjalankan aktivitasnya di sektor pertanian. Peran kebijakan menjadi sentral dalam melindungi dan memastikan keberlanjutan pertanian padi. Rekomendasi yang perlu dilakukan antara lain: peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai skema (tidak hanya insentif), peningkatan koordinasi antar pihak dari pusat sampai lokal, pelibatan pemerintah desa dalam program atau kebijakan pertanian, dan meningkatkan fasilitas-pelayanan di sekitar wilayah pertanian.
Tinjauan Sistematis Nilai dan Efektivitas Faktor P (Praktik Pendukung) dalam Model USLE/RUSLE untuk Pengendalian Erosi Lahan Alim, Nurmaranti; Mulya, Setyardi Pratika
Cannarium Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i2.10942

Abstract

Erosi merupakan isu penting terkait lingkungan karena berdampak pada kesuburan tanah, kualitas air, dan keseimbangan ekosistem. Model USLE (Universal Soil Loss Equation) dan RUSLE (Revised USLE) merupakan model empiris yang telah banyak digunakan untuk memperkirakan kehilangan tanah. Akan tetapi salah satu komponen yaitu faktor P (praktik pendukung) masih menjadi komponen ketidakakuratan model. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penentuan nilai faktor P pada model prediksi erosi USLE/RUSLE. Penentuan nilai P yang dinilai dari tabel konvensional sering tidak mencerminkan kondisi konservasi aktual di lapangan. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel terpilih periode 2010–2025 dengan basis data ScienceDirect dan Scopus. Artikel mencakup jurnal bereputasi internasional dengan kategori Quartil 1 hingga Quartil 3 pada bidang Environmental Science dan Hydrology. Hasil menunjukkan tren yang dominan terhadap integrasi model empiris dengan teknologi Geographic Information System (GIS) dan penginderaan jauh untuk menghasilkan peta P-faktor yang lebih dinamis dan spasial. Beberapa literatur melakukan kalibrasi terhadap faktor P pada model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) untuk meningkatkan akurasi estimasi sedimen, sedangkan pendekatan empiris lapangan menghasilkan nilai P yang lebih kontekstual. Pendekatan adaptif berbasis kondisi aktual diperlukan untuk meningkatkan akurasi prediksi erosi.