Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat Desa dan Pelaku Usaha dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Toba Budiandrian, Bayu; Budiarto, Tri; Hekmatyar, Versanudin
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.9979

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dapat dipastikan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Pariwisata yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya peran serta dari masyarakat lokal dan pelaku usaha di destinasi pariwisata tersebut. Paradigma pembangunan pariwisata berkelanjutan memiliki konsekuensi logis yaitu menjadikan masyarakat lokal dan pelaku usaha sebagai subyek pembangunan, bukan sekedar obyek pembangunan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan pelaku usaha di Destinasi Super Prioritas (DSP) Toba dengan lokus studi di 4 Desa antara lain; Desa Tomok, Desa Lumban Bulbul, Desa Lumban Gaol, dan Desa Siallagan Pindaraya. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden yang terdiri dari Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pelaku Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan Desa. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan adalah 63% kategori sedang dan 37% kategori tinggi. Pada tahap pelaksanaan adalah 66% kategori tinggi dan 34% kategori sedang. Sementara pada tahap monitoring dan evaluasi tingkat partisipasi masyarakat 70% kategori sedang dan 30% kategori tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa terdapat sebanyak 79% pelaku usaha di DSP Toba menggunakan modal usahanya sendiri sementara 21% lainnya modal dari pihak lain. Adapun kategori pelaku usaha di DSP Toba antara lain 47% usaha kuliner, 39% usaha kerajinan tangan, 7% penyediaan jasa, dan 7% lainnya adalah usaha lainnya.
Analisis Kerentanan Dan Strategi Nafkah Rumah Tangga Petani Rawan Banjir di Desa Sindangmukti Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang Hasna, Nadiyah; Azzahra, Fatimah; Budiandrian, Bayu
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 4 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v4i2.11416

Abstract

The occurrence of vulnerability in farming households is influenced by many factors. One of the factors that occurred in Sindangmukti Village, Kutawaluya District, Karawang Regency was flooding conditions in rice fields. This flood occurred because water was sent from the river in Rengasdengklok District due to heavy rainfall so that the soil conditions could not seep water into the ground. The aim of this research is to analyze the vulnerability and livelihood strategies of rice commodity farmer households. This research uses the Sustainable Livelihood Approach (SLA) or sustainable livelihood approach in this research referring to the Department for International Development (DFID, 1999). The data collection technique used in this research is simple random sampling. Researchers used 57 respondents who own rice fields. The data analysis method used is a descriptive mixed method, namely quantitative and qualitative descriptive through in-depth interviews. The results of this research show that the livelihood vulnerability of Sindangmukti Village farmer households has very diverse capital or livelihood assets. This capital consists of human capital, natural capital, financial capital, physical capital and social capital. The calculation result of the Livelihood Vulnerability Index value in Sindangmukti Village is 0.441, which is included in the moderate or sufficient vulnerability category. Facing this situation, farmer households in Sindangmukti Village have to determine a livelihood strategy of intensificationin or extensification agricultural sector, pattern of living double, and spatial engineering (migration) in order to maintain and increase existing sources of income. Keywords: Farming households, livelihood strategies, LVI, vulnerability
Strategy Living Miners Sand Dusun Citerate, Ujung Genteng Village, Sukabumi, West Java Hidayati, Hilda Nurul; Nurdin, Ibnu Phonna; Budiandrian, Bayu
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 3 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.563 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i3.10642

Abstract

Keberadaan sumber daya alam di daerah tersebut untuk memberikan keputusan bagi orang-orang untukmenggunakannya sebagai sebuah bisnis. Selain itu, jika ditemukan bahwa mata pencaharian utama tidak cukupuntuk kebutuhan sehari-hari, sehingga hal itu dilakukan memanfaatkan sumber daya yang ada. Situasi ini jugaterjadi di lokasi studi lapangan yang ada di Desa Ujung Genteng Ciracap Kabupaten Sukabumi tepatnyadi Dusun Citerate. Berdasarkan keadaan sumber daya yang telah dijelaskan, penelitian ini bertujuan untukmenganalisis bentuk strategi penghidupan yang diadopsi oleh masyarakat, stratifikasi sosial terbentuk sebagaihasil dari strategi mata pencaharian, dan strategi untuk bertahan hidup atau ketahanan sebagai hasil dariperubahan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulaninformasi dilakukan dengan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat setempat. Studi ini menunjukkanbahwa bentuk strategi mata pencaharian yang dilakukan adalah diversifikasi dan migrasi (Scoones 1998).Strategi penghidupan stratifikasi sosial yang akhirnya membentuk lapisan atas pasir ditempati oleh penambangyang memiliki area seluas 2 hektar, lapisan tengah ditempati oleh lahan tambang pasir tidak terlalu lebardan terletak di sebelah rumah, sedangkan lapisan bawah pasir ditempati oleh pekerja. Ketahanan diambilketika perubahan lingkungan yang membuat variasi dan bergerak (migrasi) (Chambers dan Conway 1991).Kata kunci: ketahanan, migrasi, strategi penghidupan, stratifikasi sosial, Ujung Genteng desa
Land Tenure Dynamics on Forest Conservation Area: Case Study in Grand Forest Park Sultan Thaha Saifuddin Budiandrian, Bayu; Adiwibowo, Soeryo; A. Kinseng, Rilus
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2017): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.107 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i3.19394

Abstract

ABSTRACTLocated at Jambi Province, the Grand Forest Park of Sultan Thaha Saifuddin (GFP STS or GFP in short) was established at 2001. The GFP STS, previously known as the Senami Forest, spread over three sub-districts of Batang Hari District i.e. Bajubang, Muara Bulian and Muara Tembesi. Before appointed as GFP STS the status and function of Senami forest changing four times (at 1933, 1987, 1999, 2001). The implication of this changing policy combine with weak law enforcement are uncertain tenurial arrangement for access, control, and use the resource in particular within the area of GFP. As result, at present forest cover of GFP only left 15 to 30 percent. In addition, among the various types of forest conservation areas, Grand Forest Parks is more vulnerable for land accessing than the National Park. Therefore, it is interesting to examine what is the impact of those series changing forest property and governance to the tenurial arrangement among and between actors within the area of GFP STS. This research applied qualitative method with semi structured and in deepth interview with key informant and participant observation whose selected by snowball technique. The result shows long-term series of change of access to GFP (1933, 1987, 1999 and 2001) have significantly change the legal rights, actual rights and practice use of land/resource among and between user groups. The access is considered either as legal or illegally.Keyword: land tenure, forest conservation, access mechanism, grand forest park, Sultan Thaha SaifuddinABSTRAKTaman Hutan Raya (THR) Sultan Thaha Saifuddin (STS) merupakan kawasan hutan yang ditetapkan pada tahun 2001. THR STS, yang sebelumnya diketahui sebagai kawasan Hutan Senami oleh penduduk lokal, melintas di tiga Kecamatan antara lain Bajubang, Muara Bulian, dan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan THR pada tahun 2001, status dan fungsi kawasan Hutan Senami pernah mengalami beberapa kali perubahan antara lain pada tahun 1933, 1987, 1999 dan 2001. Implikasi dari serangkaian perubahan kebijakan yang berpadu dengan lemahnya penegakan hukum adalah munculnya ketidakpastian pengaturan tenurial terhadap akses, penguasaan, dan pemanfaatan sumberdaya hutan di dalam kawasan THR STS. Dampaknya, saat ini luas tutupan hutan di kawasan THR STS hanya tersisa 15 hingga 30 persen saja. Selain itu, diantara berbagai jenis kawasan hutan konservasi, Taman Hutan Raya merupakan kawasan yang lebih rentan terhadap akses lahan dibandingkan dengan Taman Nasional. Dengan demikian, menarik untuk dikaji bagaimana dampak dari serangkaian perubahan kebijakan dan status kepemilikan hutan tersebut terhadap pengaturan penata-kelolaan hutan diantara berbagai aktor di dalam kawasan THR STS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam dengan informan kunci dan responden yang ditentukan melalui teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rangkaian panjang perubahan akses pada kawasan THR STS (1933, 1987, 1999, dan 2001) telah secara signifikan merubah hak legal, hak aktual, dan praktik pemanfaatan lahan/sumberdaya di dalam dan diantara berbagai kelompok pengguna. Mekanisme akses juga dilakukan baik secara legal maupun ilegal.Kata Kunci: tenurial lahan, hutan konservasi, mekanisme akses, taman hutan raya, Sultan Thaha Saifuddin
Pengaruh Faktor-Faktor Perilaku Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Produk Frozen Food di Adam Frozen Food Kabupaten Bekasi Hadiansah, Rini; Azzahra , Fatimah; Budiandrian, Bayu
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.743

Abstract

Bekasi Regency is one of the metropolitan areas in Indonesia with rapid population and urban growth. The majority of Bekasi Regency residents have a busy lifestyle with a busy work routine. This time limitation makes Bekasi Regency residents need practical food products such as frozen food. Frozen food products are the right choice because they are easy to store, durable, and quick to serve. One of the frozen food stores in Bekasi Regency is Adam Frozen Food, which sells frozen food products as a solution to meet food needs without spending excessive time and energy. Competition in the frozen food industry is getting tighter with many offering similar products with competitive quality and prices. With this condition, research is needed to understand the factors of consumer behavior in purchasing frozen food products at Adam Frozen Food, Bekasi Regency. The purpose of this research is to analyze the influence of cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors on purchasing decisions for frozen food products at Adam Frozen Food. The sampling method used the Lemeshow formula with 100 respondents. The data analysis used is multiple linear regression. The results showed that cultural factors, social factors, personal factors and psychological factors simultaneously influenced the variable purchasing decisions for frozen food products at Adam Frozen Food. Social factors, personal factors and psychological factors partially influence the decision to purchase frozen food products at Adam Frozen Food. Meanwhile, cultural factors partially have no effect on purchasing decisions for frozen food products at Adam Frozen Food.
Analisis Pola Kemitraan Petani Tebu (Saccharum officinarum Linn) di PT. PG Rajawali II Unit PG Subang Budi, Noman; Yusiana, Ekalia; Budiandrian, Bayu
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.744

Abstract

PG Rajawali II unit of PG Subang made a partnership program as a solution to the company's crisis as well as a form of integrated agriculture implementation. After approximately 5 years of running the partnership program, there are still things that are felt to be lacking from this partnership program, such as capital, facilities and infrastructure, guarantee of selling prices for partner farmers, and lack of attention from the factory that is evenly distributed to all partner farmers. This study aims to see the results related to the PG Subang partnership program in the context of partnership patterns and farmer satisfaction. This study uses a descriptive quantitative approach and is supported by descriptive qualitative data. The researcher assigned 80 partner farmers as respondents using simple random sampling, a measurement tool using a Likert scale. Overall, PG Subang's partnership program is in the good category. The partnership pattern used by PG Subang is the Plasma Core partnership pattern, in this case PG Subang moves as the core and partner farmers as plasma. With an importance value of 4.89, there are aspects of reliability and responsiveness that show that farmers are very concerned about the stability and availability of support from the program. However, there is still concern about the PG's response. Subang in responding to complaints and solving problems in the field.
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk Sayuran Organik (Studi Kasus Super Indo Q Square Bogor) Kemuning, Larasati; Yusiana, Ekalia; Budiandrian, Bayu
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.768

Abstract

Super Indo Q Square in Bogor Regency is one of the Super Indo branches, a retail company established since 1997. To maintain competitive advantage, the company employs a marketing mix strategy encompassing price, product, promotion, location, people, process, and physical evidence. This study aims to examine the impact of this marketing mix on consumer purchasing decisions and satisfaction levels. The research method employed accidental sampling with 100 respondents, gathering both primary and secondary data through questionnaires, observations, interviews, and literature reviews. Data analysis utilized Multiple Linear Regression, Importance Performance Analysis (IPA), and Customer Satisfaction Index (CSI). The results indicate that (1) Price, product, location, people, process, and physical evidence significantly influence consumer purchasing decisions. (2) The level of customer satisfaction at Super Indo Q Square Bogor reached 83,82%, It shows a high level of satisfaction and the results of the total level of conformity obtained from all dimensions of 93%, meaning that the conformity value is still insufficient to reach 100%.
Analisis Risiko Distribusi Pisang Cavendish pada CV Agro Berkah Seraya di Kabupaten Bekasi Nurfadilah, Rizka; Wulandari, Yeni Sari; Budiandrian, Bayu
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62859

Abstract

AbstrakProvinsi Jawa Barat berpotensi dalam memproduksi pisang yaitu sebanyak 1.267.922 ton dan menempati urutan ketiga sebagai penghasil pisang terbesar di Indonesia. Selain itu, minat konsumsi masyarakat terhadap pisang di Jawa Barat pun cukup tinggi dengan rata - rata konsumsi mencapai 14,846 kg. Hal ini menunjukkan bahwa pisang menjadi komoditas unggulan yang strategis. CV Agro Berkah Seraya sebagai perusahaan distributor pisang cavendish yang telah bekerja sama dengan petani pisang di beberapa wilayah Indonesia berupaya untuk memenuhi permintaan konsumen terkait kebutuhan pisang cavendish yang siap konsumsi. Namun, dalam proses operasional di perusahaan tersebut mengalami beberapa kendala pada kegiatan distribusi seperti kerusakan produk yang menyebabkan kerugian perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi penyebab risiko prioritas dan strategi mitigasi prioritas dari risiko distribusi pisang cavendish di CV Agro Berkah Seraya. Penelitian ini menggunakan metode House of Risk dengan 2 fase diantaranya yaitu House of Risk fase 1 dan diagram pareto untuk mengidentifikasi penyebab risiko prioritas dan House of Risk fase 2 untuk mengidentifikasi strategi mitigasi prioritas. Berdasarkan hasil identifikasi risiko, diperoleh 15 kejadian risiko (risk event) dan 15 penyebab risiko (risk agent) dari kegiatan distribusi pisang cavendish. Kemudian dilakukan perhitungan dengan diagram pareto dan dihasilkan 9 penyebab risiko (risk agent) prioritas. Pada hasil 9 risk agent prioritas tersebut, dirumuskan 13 strategi mitigasi menggunakan metode House of Risk fase 2. Metode tersebut menghasilkan urutan prioritas strategi mitigasi dengan urutan pertama yaitu melakukan perjanjian kontrak pemesanan dengan konsumen. Urutan prioritas strategi mitigasi tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kejadian risiko yang dapat merugikan CV Agro Berkah Seraya.Kata kunci: Diagram pareto, house of risk, mitigasi, pisang cavendish, risiko.AbstractWest Java Province has the potential to produce 1.267.922 tons of bananas and ranks as the third largest banana producer in Indonesia. In addition, public consumption interest in bananas in West Java is also quite high with an average consumption of 14,846 kg. This shows that bananas are a strategic, superior commodity. CV Agro Berkah Seraya as a cavendish banana distributor company that has collaborated with banana farmers in several regions of Indonesia strives to meet consumer demand for cavendish bananas that are ready for consumption. However, in the operational process, the company experiences several obstacles in distribution activities such as product damage that causes company losses. This study aims to identify the causes of priority risks and priority mitigation strategies of cavendish banana distribution risks at CV Agro Berkah Seraya. This research uses the House of Risk method with 2 phases including House of Risk phase 1 and pareto diagram to identify priority risk agents and House of Risk phase 2 to identify priority mitigation strategies. Based on the results of risk identification, 15 risk events and 15 risk agents were obtained from cavendish banana distribution activities. Pareto diagrams were used and 9 prioritized risk agents were identified. As a result of the 9 prioritized risk agents, 13 mitigation strategies were formulated using the House of Risk phase 2 method. The method produces a prioritized sequence of mitigation strategies with the first order being to make an order contract agreement with consumers. The priority order of the mitigation strategy is expected to prevent the occurrence of risk events that can harm CV Agro Berkah Seraya.Keywords: Cavendish banana, house of risk, mitigation, pareto diagram, risk.
Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian dan Segmenting Targeting Positioning pada Cibugary Jakarta Timur Muliawan, Muhammad Haris; Sam’un, Mohamad; Budiandrian, Bayu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i2.18736

Abstract

Cibubur Garden Dairy (Cibugary) merupakan peternakan sapi perah berbasis eduwisata yang ada di Jakarta Timur berdiri sejak 1992. Cibugary menawarkan produk olahan susu yang berasal langsung dari susu segar hasil peternakan sapi perah. Untuk mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan perlu menggunakan Strategi Bauran Pemasaran yang mencakup harga, produk, promosi, lokasi, orang, proses, bukti fisik dan Strategi Segmenting Targeting Positioning (STP) di Cibugary. permasalahan yang terjadi di Cibugary pada bauran pemasaran yaitu berupa promosi yang belum optimal dan Targeting yang belum tepat sasaran pada Strategi STP. Metode penelitian menggunakan mix metod yaitu gabungan dari metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel pada metode kuantitatif menggunakan accidental sampling dengan 100 responden. Pengambilan sampel pada metode kualitatif menggunakan dua key informan. Pada penelitian ini bauran pemasaran menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Analisis data pada Strategi Segmenting Targeting Positioning (STP) di Cibugary menggunakan pendekatan Kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) Harga, produk, lokasi, orang, proses, dan bukti fisik secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. (2) Segmenting Targeting dan Positioning yang di terapkan oleh Cibugary belum berjalan dengan optimal.
Tingkat Partisipasi Anggota KWT Mawar dalam Program Harum Madu di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut: The Participation Level of KWT Mawar Members in the Harum Madu Program in Karangtengah Village, Kadungora Sub-District, Garut Regency Af'idah, Rivianty Putri Nur; Abubakar, Abubakar; Budiandrian, Bayu
Journal of Integrated Agribusiness Vol 6 No 2 (2024): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v6i2.5278

Abstract

The Halaman Rumah Masyarakat Terpadu (Harum Madu) program, initiated by the Garut Regency government, aims to ensure household-level food self-sufficiency. Based on BPS data (2023), agricultural land in Kadungora District is very limited, making the Harum Madu program a viable solution for optimizing yard land. This study aimed to analyze respondent characteristics and the participation level of KWT Mawar members in the Harum Madu program. A quantitative descriptive analysis was used, with sampling conducted through a census of all 40 KWT Mawar members. Results indicated that most KWT Mawar members are aged 34-44 years, have an elementary school education, work as housewives, have 1-3 family dependents, and an average household income of Rp.1,500,000-Rp.2,000,000. The participation level of KWT Mawar members in the Harum Madu program is moderate, with a score of 1485. Participation in decision-making falls under the moderate category, while participation in implementation and utilization of results is high. Meanwhile, participation in evaluation is in the moderate category.