Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Break Event Point (BEP) dalam Perencanaan Laba pada Usaha Batu Bata Qais Alzaidan di Desa Bontoramba Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Salwania Salwania; Mukhammad Idrus; Samsinar Samsinar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan Break Even Point (BEP) dalam perencanaan laba pada Usaha Batu Bata Qais Alzaidan di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa dengan menggunakan data penjualan dan biaya selama periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan biaya produksi, volume penjualan, serta laporan keuangan usaha. Data dianalisis menggunakan pendekatan Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), Margin Contribution (MC), dan perhitungan target laba untuk mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian serta kemampuan usaha dalam menghasilkan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Batu Bata Qais Alzaidan memiliki struktur biaya yang relatif efisien dengan biaya tetap sebesar Rp65.539.200 per tahun dan biaya variabel sebesar Rp34.656.000. Setiap unit batu bata menghasilkan margin kontribusi sebesar 640 dengan rasio margin kontribusi sebesar 80%, yang menunjukkan efisiensi dalam pengendalian biaya variabel. Hasil analisis Break Even Point menunjukkan bahwa titik impas usaha berada pada tingkat penjualan sebesar 8.534 unit atau senilai Rp6.827.000 per bulan. Selain itu, nilai Margin of Safety (MOS) berada pada kisaran 8.966–9.566 unit per bulan, yang menunjukkan bahwa tingkat penjualan aktual masih berada jauh di atas titik impas sehingga risiko kerugian relatif rendah. Untuk mencapai target laba yang telah ditetapkan, usaha harus mampu menjual minimal 16.346 unit atau senilai Rp13.077.000 per bulan. Dengan penjualan aktual yang secara konsisten berada di atas titik impas dan target laba, Usaha Batu Bata Qais Alzaidan dapat dikategorikan sebagai usaha yang stabil, memiliki kemampuan menghasilkan laba, serta layak menjadikan analisis Break Even Point sebagai dasar dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan usaha.
Analisis Sistem Informasi Akuntansi Atas Pelaksanaan Lelang Barang Gadai Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelita Muhammad Muflih Yusba; Nur Afiah; Samsinar Samsinar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memungkinkan penerapan sistem informasi akuntansi atas pelaksanaan lelang barang gadai pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelita. Variabel penelitian ini adalah sistem informasi akuntansi atas pelaksanaan lelang barang gadai di PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelita. Subjek dalam penelitian ini adalah Pimpinan Cabang, Penaksir, dan Kasir. Fokus penelitian ini adalah sistem informasi akuntansi atas pelaksanaan lelang barang gadai di PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelita pada tahun 2024. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi melalui aplikasi PASSION (Sistem Pendukung Aplikasi Pegadaian Terintegrasi Online) telah berjalan dengan baik dan mendukung seluruh proses lelang mulai dari penilaian ulang barang, pelaksanaan, hingga pelaporan hasil lelang secara real-time. Sistem PASSION mampu meningkatkan efisiensi pencatatan, memperkuat pengendalian internal, serta menjaga transparansi proses lelang. Namun masih terdapat kendala teknis berupa gangguan sistem pada saat proses maintenance dari kantor pusat yang dapat menyebabkan keterlambatan input data. Secara keseluruhan, sistem PASSION telah berfungsi dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga mendukung pengambilan keputusan manajerial di PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelita.