Theresia Puspita, Theresia
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan KEMENKES Malang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nutriture Journal

Formulasi Temp eFlour as a Substitute for Snack Bars for Patients with Tipe 2 Diabetes Mellitus Agustin, Putri Yulia; Razak, Maryam; Puspita, Theresia
NUTRITURE JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3794

Abstract

Latar belakang: Jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 10,7 jutakasus dan pada tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu 19,5 juta kasus. Oleh karena itu, perlu adanyaupaya pencegahan dan pengendalian DM. Salah satu pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe2 adalah terapi gizi medis. Perwujudan terapi gizi tersebut dapat dilakukan dengan pengembanganformula produk pangan tinggi serat dan aktivitas antioksidan. Bahan pangan dengan tinggi serat danaktivitas antioksidan adalah tepung biji alpukat dan tepung tempe koro pedang. Tujuan: Mengetahuipengaruh formula tepung biji alpukat dan tepung tempe koro pedang sebagai bahan snack bar terhadapnilai energi, mutu gizi, mutu fungsional dan mutu organoleptik snack bar bagi penderita diabetes mellitustipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan desain RAL yang terdiri dari 3 tarafperlakuan dengan 3 pengulangan menggunakan perbandingan proporsi tepung maizena:tepung bijialpukat:tepung tempe koro pedang, yaitu P1 (65:10: 25), P2 (65:15:20), dan P3 (65:20:15). Hasil: Snackbars dengan substitusi tepung biji alpukat yang semakin tinggi maka kadar abu, protein, karbohidrat,serat, dan aktivitas antioksidan semakin meningkat dan semakin tinggi substitusi tepung tempe koropedang maka kadar air, lemak, dan energi semakin meningkat. Simpulan: Snack bars dengan tarafperlakuan terbaik, yaitu P3 (65:20:15). Snack bars dengan substitusi tepung biji alpukat dan tepungtempe koro pedang untuk penderita diabetes mellitus memberikan pengaruh yang signifikan terhadapkadar abu, protein, serat, aktivitas antioksidan, dan rasa.
Formulasi Jambu Biji Merah, Pisang Ambon dan Tepung Kecambah Kedelai sebagai bahan substitusi Ice cream Susu Kedelai untuk Makanan Selingan Ibu Hamil Trimester I Anemia Firdaus, Annisa; Suwita, I Komang; Puspita, Theresia
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i1.3942

Abstract

Permasalahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) dapat menyerang siapa saja termasuk ibu hamil. Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI (2018) pada Data Riskesdas 2018, proporsi anemia Ibu Hamil mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dengan rincian 37,1% tahun 2013 menjadi 48,9% tahun 2018. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia adalah dengan meningkatkan asupan zat gizi protein, besi, dan vitamin C. Bahan yang digunakan antara lain jambu biji merah sebagai sumber vitamin C (87 g/ 100 g), pisang ambon sebagai penambah kelembutan tekstur, pereda mual muntah ibu hamil (karena mengandung vitamin B6) dan menurunkan tekanan darah pada ibu hamil yang memiliki hipertensi, serta tepung kecambah kedelai sebagai sumber protein (33,22 g/ 100 g). Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 taraf perlakuan, setiap taraf perlakuan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali untuk masing masing-masing taraf perlakuan. Perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (80% jambu biji merah : 20% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai), P2 (85% jambu biji merah : 15% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai), dan P3 (90% jambu biji merah : 10% pisang ambon + 25% tepung kecambah kedelai). Parameter yang diteliti ialah mutu kimia (kadar air dan kadar abu), mutu gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, vitamin C), mutu fisik (overrun dan kecepatan leleh), dan mutu organoleptik (wrana, rasa, aroma, tekstur). Kemudian data dianalisis dengan tingkat kepercayaan 95% Anova one Way atau 95% Kruskal Wallis. Data yang teruji signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) atau Mann Whitney. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pada mutu organoleptik (warna). Taraf perlakuan terbaik yaitu P2 dengan nilai gizi per porsi (100 gram) yaitu energi 247,3 kkal, protein 4,51 gram, lemak 7,66 gram, karbohidrat 40,09 gram, zat besi 1,91 mg, dan vitamin C 3,96 gram. Terdapat butiran kasar pada tekstur ice cream (P1, P2, dan P3) disebabkan oleh penambahan tepung kecambah kedelai pada pengembangan formula. Oleh karena itu, dalam pengolahan menjadi tepung kecambah kedelai dianjurkan untuk melakukan pengayakan lebih halus dengan memperkecil satuan mesh atau menggunakan ayakan < 80 mesh.
The Effect of Temperature and Brewing Time for Herbal Tea with Bay Leaves and Soursop Leaves on Sensory Quality and Antioxidant Activity as a Functional Drink for Hypertension Sufferers Novitasari, Tiara; Puspita, Theresia; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 3 No. 3 (2024): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v3i3.4246

Abstract

Abstract Background: Hypertension basically tends to be difficult to control both with medication and medical procedures because this disease has an unstable nature. Antioxidant compounds are generally used in food as health protection agents because they can prevent oxidation in the body so they can play a role in preventing various diseases. Antioxidants can relax and dilate blood vessels and lower blood pressure. Objective: To analyze the effect of temperature and brewing time for herbal tea made from bay leaves and soursop leaves on sensory quality and antioxidant activity as a functional drink for hypertension sufferers. Design: Type of experimental research with 8 treatment levels and 2 repetitions in organoleptic analysis and antioxidant activity. Results: The results showed that temperature and brewing time had a significant influence (p>0.05) on color, aroma, taste, and clarity. The results of the analysis that have been carried out on the antioxidant activity obtained in bay leaf and soursop leaf herbal tea with 8 levels of treatment, namely: P1 = 97.7 ppm antioxidant activity, P2 = 88.4 ppm antioxidant activity, P3 = 69.8 ppm antioxidant activity antioxidant, P4 = 83 ppm antioxidant activity, P5 = 98.5 ppm antioxidant activity, P6 = 100.4 ppm antioxidant activity, P7 = 108.7 ppm antioxidant activity, P8 = 111.6 ppm antioxidant activity. The P3 treatment level is the best treatment level and the result value (Nh) is 0.84. Conclusion: Temperature treatment and brewing time for bay leaf and soursop leaf herbal tea had no significant influence on the sensory quality of the hedonic test (color, aroma, taste, and clarity). Key words: Hypertension; Bay leaf; soursop leaf; antioxidant activity.