Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Return on Equity, Earnings Per Share dan Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham pada Perusahaan Sektor Teknologi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Hikmat, Imat; Solihin, Ahmad; Alfarizi, Abdul Wahid
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4952

Abstract

Perkembangan pasar modal Indonesia pada periode terkini menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi, ditandai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 5% dan terjadinya trading halt oleh Bursa Efek Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar akibat kebijakan fiskal pemerintah, aksi net sell investor asing, serta tekanan yang signifikan pada sektor teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), Earnings Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan sektor teknologi yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan total 52 unit observasi. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ROE dan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return Saham, sedangkan EPS berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ROE, EPS, dan DER berpengaruh signifikan terhadap Return Saham dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,938, yang menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas yang sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor pada sektor teknologi lebih menekankan pada laba per saham dibandingkan profitabilitas berbasis ekuitas dan tingkat leverage perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor dan manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya pada sektor teknologi yang memiliki tingkat risiko dan volatilitas tinggi.
Pemetaan Bibliometrik Literasi Keuangan dan Perilaku Pengambilan Risiko: Tinjauan Sistematis Literatur Fitria Haquei; Elis Badariah; Imat Hikmat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan literatur ilmiah mengenai literasi keuangan dan perilaku pengambilan risiko melalui pendekatan bibliometrik yang dipadukan dengan Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Proses penyaringan dilakukan secara bertahap berdasarkan tahun publikasi, jenis dokumen, akses terbuka (open access), bidang ilmu ekonomi, ekonometrika dan keuangan, serta penggunaan bahasa Inggris, sehingga diperoleh 449 artikel sebagai sampel akhir penelitian. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix pada RStudio untuk memetakan tren publikasi, produktivitas negara, hubungan antarkata kunci, perkembangan tema penelitian, serta jaringan kolaborasi penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan tema multidisipliner yang memiliki keterkaitan erat dengan perilaku keuangan, pengambilan keputusan investasi, inklusi keuangan, layanan keuangan digital, dan kesejahteraan finansial. Analisis bibliometrik mengidentifikasi lima klaster utama penelitian yang mencerminkan keterhubungan antara aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan psikologi dalam pembentukan perilaku pengambilan risiko. Indonesia tercatat sebagai negara dengan kontribusi publikasi tertinggi, diikuti Amerika Serikat dan Malaysia, yang menunjukkan meningkatnya perhatian negara berkembang terhadap isu literasi keuangan. Selain itu, tren penelitian terbaru mengarah pada topik behavioral finance, digital financial services, investment decision, dan retirement planning. Meskipun perkembangan publikasi menunjukkan dinamika yang positif, masih terdapat kesenjangan penelitian pada aspek segmentasi populasi, distribusi geografis, serta penggunaan pendekatan longitudinal. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi peneliti dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan agenda riset yang lebih komprehensif terkait literasi keuangan dan perilaku pengambilan risiko.