Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIKANKER SERVIKS RUMPUT LAUT Sargassum sp Tinanggal, Perlina; Sanger, Grace; Pandey, Engel Victor; Makapedua, Daisy Monica
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.2.2021.31690

Abstract

Kanker merupakan kondisi patologis yang menjadi salah satu utama penyebab kematian didunia. Selama beberapa dekade terakhir, langkah luar biasa telah dibuat untuk mengurangi insiden dan kematian kanker serviks dengan penerapan berbagai strategi pencegahan dan pengobatan. Tujuan penulisan artikel ilmiah untuk menemukan senyawa antikanker baru, yang sangat penting untuk pengobatan kanker dari rumput laut, karena rumput laut adalah salah satu produk laut sumber terbesar metabolit kimia aktif. Penelusuran literature menggunakan kata kunci, Sargassum sp, kanker serviks, HPV, obat antikanker serviks. Metode pengumpulan literature mengunakan elelectronic data base: PubMed, Web of Science, Science Direct, Elsevier, Springer Google and Google Scholar. Hasil yang diperoleh:, mekanisme senyawa antikanker melawan virus, aktifitas sitotoksik  rumput laut melawan sel HeLa dan bebetapa jenis obat antikanker. Dapat disimpulkan bahwa Sargassum sp. mempunyai aktifitas sitotoksik melawan sel HeLa, sehingga dapat dijadikan sumber obat antikanker serviks. Rumput laut Sargassum sp. yang tumbuh melimpah di Indonesia  dapat digunakan didalam pengobatan untuk menurunkan tingkat kasus dan kematian akibat kanker.
Pengaruh Ekstrak Kulit Manggis terhadap Mutu Ikan Cakalang Asap Gusu, Jahara; Onibala, Hens; Pongoh, Jenki; Taher, Nurmeilita; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.29587

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak kulit buah manggis yang dikeringkan selama 4 dan 8 hari sebagai bahan pengawet dan melihat pengaruh tingkat kesukaan konsumen terhadap ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L.) asap yang direndam dalam ekstrak kulit buah manggis. Data hasil pengamatan uji organoleptik yang tertinggi terdapat pada Aroma dengan nilai 8,1 pengeringan 8 hari dengan perendaman 15 menit (A2B1) dalam penyimpanan 0 hari dan data hasil uji organoleptik yang terendah terdapat pada Rasa dengan nilai 2,5 pengeringan 4 hari dengan perendaman 30 menit dalam penyimpanan hari ke-10. Hasil penelitian TVB-N menunjukkan bahwa larutan kulit buah manggis dengan penyimpanan 0 hari sampai hari ke-10 sudah diatas Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) sehingga sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Aktivitas Antikanker Serviks Rumput Laut Gracilaria sp. Luringunusa, Ekklesia; Sanger, Grace; Harikedua, Silvana Dinaintang; Mentang, Feny
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.31692

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit kanker urutan ketiga terbesar didunia. Beberapa dekade terakhir, metode pengobatan kanker yang sudah digunakan dalam dunia pengobatan yakni tindakan operasi, radiasi, dan kemoterapi. Sebanyak sepertiga penderita kanker diperkirakan dapat disembuhkan dengan tindakan bedah dan radiasi, namunnya bagi dua pertiga lainnya terutama pada penyakit kanker yang telah menyerang ke organ lain, diperlukan modalitas terapi yang bersifat sistemik yaitu kemoterapi. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini untuk menemukan senyawa antikanker baru, yang sangat penting untuk pengobatan kanker dari rumput laut, karena rumput laut adalah salah satu produk laut sumber terbesar metabolit kimia aktif.  Penelusuran literature menggunakan kata kunci, Gracilaria sp, kanker serviks, HPV, obat antikanker serviks. Metode pengumpulan literature mengunakan elelectronic data base: PubMed, Web of Science, Science Direct, and Google Scholar. Hasil yang diperoleh: Dapat disimpulkan bahwa Gracilaria sp. yang mempunyai aktifitas sitotoksik melawan sel Hela sebesar IC50 13,8 – 71,4% (µg/ml), sehingga dapat dijadikan sumber obat antikanker serviks. Rumput laut Gracilaria sp. yang tumbuh melimpah di Indonesia dapat digunakan didalam pengobatan untuk menurunkan tingkat kasus dan kematian akibat kanker. 
Analisis Kimia dan Uji Organoletik Selai Rumput Laut Euchema Spinosum Damopolii, Niki Sirwanto; Kaseger, Bertie; Damongilala, Lena; Onibala, Hens; Pandey, Engel; Makapedua, Daisy; Sanger, Grace
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.9.3.2021.29920

Abstract

Eucheuma spinosum as a quality processed product that has added value. Jam is an ingredient with a gel or semi-gel consistency that is made from the pulp of the fruit. The gel or semi-gel consistency in jam is obtained from the interaction of pectin compounds derived from fruit or pectin added from outside, sucrose and acid sugars. This study aims to analyze the chemistry, including water content test, ash content test, and crude fiber test and organoleptic test for seaweed Eucheuma spinosum jam. In chemical analysis tests and organoleptic tests of Eucheuma spinosum seaweed jam, the water content in Euchema spinosum seaweed jam obtained the lowest results (A2B3), which was 29.75% while the largest (A2B2) was 34.50%, the ash content In Euchema spinosum seaweed jam got the greatest result from treatment (A1B3) by 1%, the crude fiber content in Euchema spinosum seaweed jam got the greatest result in treatment (A2B2 and A2B3) which was 0.015% and the lowest (A1B2) which was equal to 0 , 05%, the Organoleptic Test for the highest appearance test was found in A1B1 with a mean value of 8.69, A2B2 taste with a mean value of 8.44, A1B3 aroma with a mean value of 8.00 and treatment of 150 gr sugar - 0 ml, and A1B1 texture with a value Average 8.56. Eucheuma spinosum sebagai suatu produk olahan yang bermutu dan memiliki nilai tambah. Selai adalah bahan dengan konsistensi gel atau semi gel yang dibuat dari bubur buah. Konsistensi gel atau semi gel pada selai diperoleh dari interaksi senyawa pektin yang berasal dari buah atau pektin yang ditambahkan dari luar, gula sukrosa dan asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kimia yang diantaranya  uji kadar air, uji kadar abu, dan uji serat kasar dan uji organoleptik selai rumput laut eucheuma spinosum. Dalam pegujian analisis kimia dan uji organoleptik selai rumput laut eucheuma spinosum di dapatkan hasil kadar air pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil terendah (A2B3) yaitu sebesar 29,75% sedangkan yang terbesar (A2B2) yaitu sebesar 34,50%, Kadar abu pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil terbesar dari perlakuan (A1B3) sebesar 1%, Kadar serat kasar pada selai rumput laut Euchema spinosum mendapatkan hasil paling besar pada perlakuan  (A2B2 dan A2B3)  yaitu sebesar 0,015% dan terendah (A1B2) yaitu sebesar 0,05%, Uji Organoleptik untuk uji kenampakan tertinggi terdapat pada A1B1 dengan nilai rerata sebesar 8,69 , rasa A2B2 dengan nilai rerata 8,44 , aroma A1B3 dengan nilai rerata 8.00 dan perlakuan 150 gr gula – 0 ml, dan tekstur A1B1 dengan nilai rerata 8.56.  
Total Plate Number and Organoleptic Tests of Yellow Lellar Fish (Selaroides leptolepis) Saud, Royke Gilbert Saud; Reo, Albert Royke; Sanger, Grace; Montolalu, Lita. A.D.Y.; Taher, Nurmeilita; Palenewen, Joyce C. V.
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 13 No. 1 (2024): EDISI JANUARI-APRIL 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v13i1.54094

Abstract

The aim of this research is: To determine the quality of yellowtail trevally fish sold in the Boulevard area of ​​Manado City. The research method used in this research is the Descriptive method with observation parameters consisting of counting the number of bacterial colonies using the Total Plate Number (ALT) Method and Organoleptic quality (sensory assessment), regarding the appearance of the eyes, mucus, flesh, and tektite. Sampling was carried out in the morning (A) and afternoon (B) with 2 (two) repetitions. The panelists used are semi-trained panelists. The sample size in this study was 6 yellow trevally fish at each sample collection time (A and B) for 26 panelists. Based on the research results, the average Total Plate Number (ALT) in the morning and afternoon was as follows: 5.65 ×10^3 and 4.15 ×10^3, it was concluded that the quality of the fish was good, fresh, and suitable for consumption. The results of research on organoleptics regarding eyes, gills, mucus, meat, and texture obtained average values ​​ranging from 8.3 to 9.0. These results show that the yellow trevally fish is still fresh and suitable for consumption. Based on the results of this research, through an assessment of the ALT and organoleptic values, it can be concluded that the quality of the yellow trevally marketed in the Boulevard area is suitable for consumption according to SNI standards. Keywords: Yellow trevally, ALT, and organoleptic Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah:  Mengetahui kualitas ikan selar ekor kuning yang dijual di Kawasan Boulevar Kota manado.   Metode penelitian yang di gunakana dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif dengan parameter pengamatan  teridi dari menghitung jumlah koloni bakteri dengan Metoda  Angka Lempeng Total (ALT) dan kwalitas Organoleptik (penilaian secara sensorik), terhadap penampakan  mata, lendir, daging dan tektir. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari (A) dan diang Hari (B) dengan ulangan sebanyak 2 (dua) kali. Panelis yang digunakan adalah panelis semi terlatih. Besaran sampel pada penelitian ini yaitu 6 ekor ikan selar kuning pada masing-masing waktu pengambilan (A dan B) sampel untuk 26 orang panelis panelis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Angka Lempeng Total (ALT) pada pagi dan siang rata-rata diperoleh  sebagai berikut: 5,65 ×10^3 dan 4,15  ×10^3 disimpulkan kualitas ikan baik, segar dan layak dikonsumsi.  Hasil penelitian tentang  organoleptik terhadap  mata, insang, lendir,  daging dan tektur diperoleh nilai nilai rata-rata berkisar 8,3 sampai 9,0. Hasil tersebut menjelaskan ikan selar kuning masih segar dan layak di konsumsi. Berdasarkan  hasil penelitian ini melalui penilaian terhadap nilai ALT dan organoleptik dapat disimpulkan bahwa  kualitas ikan selar kuning yang dipasarkan di Kawasan Boulevart layak dikonsumsi menurut standart SNI. Kata Kunci: Ikan selar kuning, ALT dan organoleptik
Analisa Proksimat pada Sipunculan (Sipunculus nudus) Segar di Perairan Desa Budo, Minahasa Utara: Proximate Analysis of Fresh Sipunculan (Sipunculus nudus) In The Waters of Budo Village North Minahasa Salawati, Abraham Imanuel; Montolalu, Roike Iwan; Mentang, Feny; Makapedua, Daisy Monica; Sanger, Grace; Bara, Robert A
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 12 No.1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.1.2024.53528

Abstract

Natural resources abound in Indonesia, especially for its marine products. Fish and other fisheries products are valuable and commonly utilized commodities. Sipuncula is an additional valuable resource. The peanut worm, or Sipuncula (Sipunculus nudus), is a controversial biota that looks like a worm but is actually a sea cucumber. This study aims to provide information on sipunculan (Sipunculus nudus) and determine the nutritional content of the food in Budo Village. The plan for this investigation is to search at low tide in the sipunculan. 82% moisture content, 0.74% ash content, 12.8% protein, 1.56% fat, and 2.3% carbohydrate were the findings of this experiment. Keywords: Sipunculan, Fresh, Proximate, Budo Village   Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, terutama untuk hasil lautnya. Hasil perikanan seperti ikan termasuk dalam komoditi penting yang sering dimanfaatkan. Sumber daya lainnya yang dapat dimanfaatkan yaitu Sipuncula. Sipuncula (Sipunculus nudus) atau cacing kacang merupakan biota kontroversi memiliki bentuk seperti cacing dan juga teripang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan gizi dari sipunculan yang ada di Desa Budo serta dapat memberikan informasi terhadap kandungan nutrisi sipunculan (Sipunculus nudus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sipunculan dicari pada saat air surut. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini kadar air 82%, kadar abu 0,74%, Protein 12,8%, Lemak 1,56% dan Karbohidrat 2,3%. Kata kunci: Sipunculan, segar, Proksimat, Desa Budo
Qualitative Phytochemical Analysis of Gracilaria verrucosa from North Sulawesi Waters Luringunusa, Ekklesia; Sanger, Grace; Sumilat, Deiske A.; Montolalu, Roike Iwan; Damongilala, Lena J.; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48777

Abstract

The research aims to determine the phytochemical content such as phenolics, flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids, and triterpenoids found in the seaweed G. verrucosa. Seaweed G. verrucosa taken from the waters of North Sulawesi, Nain Village, North Minahasa, was extracted by maceration for 24 hours at room temperature, repeated 3 times using 96% ethanol solvent. The analysis in this study consisted of seven test parameters such as phenolic compounds, flavonoids, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The results of the analysis showed that the secondary metabolites of G. verrucosa contained phytochemical compounds such as phenols, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and alkaloids, and no triterpenoid compounds were found. It was concluded that G. verrucosa which grows in the waters of North Sulawesi, Nain Village, can function as functional food, and medicine because it has natural bioactive compounds. Keywords: Phytochemical content, Gracilaria verrucosa, secondary metabolites Abstrak Penelitian bertujuan mengetahui kandungan fitokimia seperti fenol, flavanoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid yang terdapat pada rumput laut G. verrucosa.  Senyawa metabolit sekunder yang umum terdapat pada tanaman adalah senyawa terpenoid, alkaloid, fenolik, streroid, saponin, tannin. Rumput laut G. verrucosa yang di ambil dari perairan Sulawesi Utara Desa Nain Minahasa Utara di ekstraksi dengan cara maserasi selama 24 jam pada suhu ruang di ulangi sebanyak 3 kali menggunakan pelarut etanol 96 %. Analisis pada penelitian ini terdiri dari tujuh parameter pengujian seperti senyawa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid dan alkaloid. Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan metabolit sekunder dari G. verrucosa mengandung senyawa fitokimia seperti fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid dan tidak ditemukan adanya senyawa triterpenoid. Hal ini disimpulkan bahwa G. verrucosa yang tumbuh di perairan Sulawesi utara Desa Nain dapat berfungsi sebagai pangan fungsional, obat-obatan karena memiliki senyawa bioaktif alami. Kata kunci: Kandungan fitokimia, Gracilaria verrucosa, metabolit sekunder  
Developing of seaweed juice Halymenia durvilae Industry as a source antioxidant in Winuri VIlage, Likupang Subdistrict, North Minahasa Regency Sanger, Grace; Damongilala, Lena; Salindeho, Netty
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.58818

Abstract

The Community Service Program is located in Winuri Village, which is very geographically strategic for developing the industry of processing seaweed juice.   The village is a tourism region, so marketing food and beverage is easy. Generally, juices ready to be consumed in the market are juices from the fruit of the terrestrial plant,  whereas the juice of seaweed is very rare in the market.  This matter caused the community to be unaware of seaweed's benefits for human health, especially for preventing degenerative diseases, such as cancer.  Therefore is necessary to encourage the government or community to develop processed products of seaweed beverages, more will be developed to build an industry,  that has the main purpose of increasing public welfare. The targets of the Community Service Program are: To produce juice of seaweed that fulfills sanitation and hygienic standards; 2. To encourage the development of the seaweed juice industry.  The Implementation methods of the program that are agreed upon with the Partner are: 1. The problem of seaweed juice production, marketing, and finances; 2. The method to solving  the problems with counseling,  training, assistance, and evaluation; Keywords: Hygiene, industry, sanitation, dietary fiber Abstrak Program Pengabdian pada masyarakat (PKM) ini berlokasi di Wiuri yang  secara geografis sangat strategis untuk dikembangkan industri pengolahan minuman rumput laut. Desa  ini merupakan daerah wisata, sehingga pemasaran makanan dan minuman akan mudah. Saat ini kebanyakan minuman siap konsumsi  di pasaran  adalah minuman dari buah, tetapi minuman dari rumput laut jarang ditemui dilingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan karena banyak masyarakat belum menyadari manfaat rumput laut untuk kesehatan. Oleh karena itu perlu usaha untuk mendorong pengembangan produk pengolahan pada masyarakat kemudian dapat ditingkatkan menjadi skala industri untuk meningkatkan kesejahteraan masyrarakat. Tujuan PKM ini yaitu 1. Memproduksi minuman rumput laut memenuhi syarat sanitasi dan higienis; 2. Mendorong pengembangkan usaha industri minuman sirup rumput laut. Adapun metode pelaksanaan yang disepakati dengan mitra yaitu: 1. Masalah produksi minuman sirup rumput laut, pemasaran produk dan keuangan; 2. Metode untuk menyelesaikan masalah dengan penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; Kata kunci: Higienis, industri, sanitasi, serat.