I Nyoman Mudarya
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN TEORI KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL DENGAN TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU MEMBOLOS SISWA KELAS VII D SEMESTER GENAP SMP NEGERI 4 GEROKGAK TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Junita Wardhani; I Nyoman Mudarya
Daiwi Widya Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v5i3.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir perilaku membolos siswa kelas VII D SMP Negeri 4 Gerokgak Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian yang dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah lima orang siswa yang memiliki perilaku membolos yang sedang. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang didukung dengan hasil observasi. Hasil kuesioner awal siswa menunjukkan skor rata-rata perilaku membolos siswa yang menjadi subjek penelitian adalah sebesar 59,8%. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus I menjadi ratarata 73,33% setelah diberikan konseling Analisis Transaksional dengan teknik kursi kosong. Pada siklus II skor rata-rata mengalami mengalami peningkatan lagi yaitu 81,04%. Hasil observasi menunjukkan kesesuaian dengan hasil kuesioner, bahwa terjadi perubahan perilaku siswa kearah positif yaitu menurunnya perilaku membolos siswa setelah diberikan tindakan konseling Analisis Transaksional dengan teknik kursi kosong. Dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling Analisis Transaksional dengan teknik kursi kosong mampu menurunkan perilaku membolos siswa kelas VII D SMP Negeri 4 Gerokgak.
PENINGKATAN PENGELOLAAN DIRI SISWA TAHFIDZUL QUR’AN SMPIT TQ ULIL ALBAB KARANGANYAR MELALUI KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK SELF-MANAGEMENT I Nyoman Mudarya; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Yusron . Aminulloh
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2731

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana penerapan konseling behavioral dengan teknik self management dapat meningkatkan pengelolaan diri siswa kelas IX putra pada program tahfidzul Qur’an di SMPIT TQ Ulil Albab Karanganyar tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian didasari fakta bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam mengatur waktu, menjaga konsistensi hafalan, dan mempertahankan motivasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, melibatkan lima siswa kelas IX putra yang dipilih melalui pra-penelitian. Instrumen utama berupa kuesioner pengelolaan diri mencakup empat aspek: pendorongan diri, penyusunan diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan menggunakan rumus persentase keberhasilan. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 49,62% (pra-siklus, kategori rendah) menjadi 64,40% (siklus I, kategori sedang), dan 80,28% (siklus II, kategori tinggi). Peningkatan terjadi pada seluruh aspek, dengan kemajuan signifikan pada pengendalian diri dan pengembangan diri. Faktor pendukung meliputi dukungan guru BK, guru tahfidz, dan lingkungan pondok yang terstruktur, sedangkan hambatan mencakup pengaruh teman sebaya dan rasa jenuh. Temuan ini menegaskan bahwa teknik self management dapat membentuk kebiasaan positif, disiplin, dan motivasi internal siswa dalam proses tahfidz.
PENGARUH BROKEN HOME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH 45 GIANYAR I Nyoman Mudarya; Putu Abda Ursula; Purwanto . .
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2732

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh broken home terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah 45 Gianyar. Keluarga yang tidak utuh dapat mempengaruhi kondisi emosional, sosial, dan akademik anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner pada 52 siswa, yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diukur menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan Korelasi Pearson, Regresi Linier, dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif tetapi lemah antara broken home dan motivasi belajar (r = 0,2152), dengan kontribusi broken home sebesar 4,63% terhadap motivasi belajar, sementara 95,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil regresi linier (b = -0,15) menunjukkan bahwa peningkatan broken home berkorelasi dengan penurunan motivasi belajar. Uji t menunjukkan pengaruh signifikan pada tingkat 90% (α = 0,10) tetapi tidak signifikan pada 95% atau 99%.Temuan ini menekankan perlunya intervensi pendidikan yang lebih komprehensif, seperti strategi pembelajaran yang inklusif dan dukungan sosial, guna membantu siswa dari keluarga broken home tetap termotivasi dalam belajar.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP PENURUNAN PERILAKU MENYIMPANG PADA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 4 BUSUNGBIU TAHUN AJARAN 2024/2025 I Nyoman Mudarya; Putu ABDA URSULA; Kadek Vioni Veronika
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling behavioral dalam menurunkan perilaku menyimpang pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 4 Busungbiu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari hasil observasi saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di mana ditemukan perilaku menyimpang seperti membolos, berkata kasar, dan tidak mengerjakan tugas sekolah. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 32 siswa, dan dipilih 10 siswa dengan skor perilaku menyimpang tertinggi sebagai sampel. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi konseling behavioral kelompok menggunakan teknik modeling. Data dianalisis dengan paired sample t-test dan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan penurunan rata-rata 24,6 poin (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa konseling behavioral efektif untuk mengurangi perilaku menyimpang pada siswa SMP.
KOMPETENSI SDM BIROKRASI DI ERA DIGITAL (Suatu Tinjauan Akademik) I Nyoman Mudarya; Dyah Siswanti S.
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2681

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Era digital menuntut tenaga kerja untuk memiliki kompetensi baru yang meliputi kemampuan teknologis, berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. Selain itu transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan telah menjadi keharusan dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, efisien, dan transparan. Era digital menuntut SDM birokrasi di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi, komunikasi digital, dan kemampuan inovatif dalam pelayanan public. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dibutuhkan aparatur birokrasi di era digital, tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi, serta strategi pengembangan kompetensi aparatur negara agar mampu mendukung terwujudnya Digital Government. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi sangat ditentukan oleh kesiapan SDM yang berorientasi pada kinerja, teknologi, dan integritas.
PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BERBASIS DATA PADA SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU KABUPATEN BULELENG Wayan Karuna; I Nyoman Mudarya
Locus Vol 18, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i2.3053

Abstract

Penggunaan Rapor Pendidikan sebagai instrumen utama dalam Perencanaan Berbasis Data dan penyusunan anggaran merupakan kewajiban dalam implementasi Merdeka Belajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Menurut Redana dan Suprapta (2023), Kurikulum Merdeka pada dasarnya didesain untuk menyerahkan kembali wewenang penuh kepada pihak sekolah serta pemerintah daerah dalam menyelenggarakan dan mengatur sistem pendidikan yang relevan dengan karakteristik daerah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam Perencanaan dan penganggaran berbasis data, serta mengidentifikasi kendala dalam pemanfataan Rapor Pendidikan di SMA Negeri 1 Busungbiu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriftif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan purposive sampling, dan studi dokumen terhadap Rapor Pendidikan 2025 dan dokumen perencanaan sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman 1994 dan uji validitas data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan siklus Identifikasi Refleksi dan Benahi dalam pemanfaatan Rapor Pendidikan, mampu menggeser paradigma perencaanan dari pendekatan struktural administratif menuju evidence-based planning. Pemanfaatan rapor Pendidikan mentrasformasi pendekatan penganggaran line-item menjadi program Planning, Programming, Budgeting System (PPBS) dan Performances-Based Budgeting (PBB), dimana setiap program yang dialokasikan dalam RKAS mengacu pada rekomendasi indikator Rapor Pendidikan. Namun dalam implentasi pemanfaatan Rapor pendidikan ditemukan kendala oleh rendahnya literasi data pedagogis, beban administratif yang masif, orientasi kegiatan jangka pendek, serta rigiditas teknis platform Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS). Efektivitas PBD bergantung pada penguatan kepemimpinan instruksional, pengembangan literasi dan deliberasi data, penyederhanan beban administratif. Penelitian ini merekomendasikan institusionalisasi forum refleksi berkala, peningkatan kompetensi literasi data tenaga pendidik.