Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Lahan Kawasan Perumahan Menjadi Kawasan Perdagangan dan Jasa Ramadhan, Muhammad; Fasa, Achmad Saeful
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.22-1.1606

Abstract

Limited land and high land prices in areas designated for commercial activities in the city center have resulted in the invasion of commercial functions into residential areas, one of which is the area around housing in Cibodas Baru Village. The aim of this study is to identify the factors that cause changes in residential land use to trade and commercial services in Cibodas Baru Village Housing, Cibodas District, Tangerang City. The trade and services population is 621 using the Slovin formula sampling method. The analysis method used is descriptive quantitative and superimpose (overlay), based on drone observations of existing land use in 2021 with the suitability of the Tangerang City Regional Spatial Plan for 2012-2032, there is a difference between housing and trade and services of 56,919.33 m2 (5 .65 Ha) or 9.27%. The trend of land change from 1998 to 2023 means the change per year is 0.44% per year. Analysis of factors changing residential land use to trade and services in Cibodas Baru Housing using SPSS software by entering several variables, the variable is the degree of land accessibility with a significant relationship accepted with an Asymptotic Significance (2-sided) value of 0.000004 < 0.05 then there is a strong relationship with chi-square = 21.190, therefore the higher the land accessibility, the higher the change in the function of residential land use.
STRATEGI PENGEMBANGAN ZONA WISATA DI KAWASAN BATUDUA KECAMATAN CISITU KABUPATEN SUMEDANG Rizki, Adit; Fasa, Achmad Saeful
GEOPLANART Vol. 7 No. 1 (2024): EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu destinasi wisata yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang adalah Batudua yang terletak di Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu. Tempat wisata yang terletak 25 km sebelah timur ibu kota Kabupaten Sumedang ini menyuguhkan pemandangan alam dan panorama alam sekitar yang menakjubkan, termasuk Bendungan Jatigede. Meski memiliki potensi, Pariwisata Batudua masih belum optimal dalam pengelolaan dan infrastruktur sehingga menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung dan kebutuhan Wisata Batudua, serta menyusun rencana strategi pengembangannya. Dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan teknik GIS dan scoring, penelitian ini mengungkap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman ( SWOT ) Pariwisata Batudua. Hasilnya menunjukkan bahwa keindahan alam, kemampuan mengadakan acara, dan potensi ekowisata merupakan kekuatan yang signifikan. Namun, kurangnya infrastruktur, promosi, dan manajemen menghambat perkembangannya. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan rencana pengelolaan yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, dan promosi yang bertujuan untuk membuka potensi penuh Pariwisata Batudua dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Daya Dukung Lahan, Wisata Paralayang .
Policy Evaluation of Ministerial Decree No. 1589/SK-HK 0201/XII/2021 on Protected Paddy Fields Map and Its Alignment with Cimahi City's 2012-2032 Spatial Plan Widyatmoko, Wahyu; Fasa, Achmad Saeful
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 5 No. 5 (2024): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ijedr.v5i5.6565

Abstract

Indonesia is an agricultural country with a total area of 189,241,009 hectares with amazing food security potential. The issue of land conversion is a barrier for Indonesia to achieve this potential. Therefore, the Ministry of Agrarian and Spatial Planning/National Land Agency issued Decree No. 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 on the Determination of Protected Paddy Fields Map. The Decree of the Ministry of Agrarian and Spatial Planning/National Land Agency on Protected Paddy Fields (LSD) is applied to 8 provinces throughout Indonesia, one of which is West Java Province, so Cimahi City also has the responsibility to implement this Protected Paddy Fields (LSD) program. In achieving the objective to see the implementation of Protected Paddy Fields (LSD) in Cimahi City, researchers used land cover analysis, overlay, SWOT. Land cover analysis resulted in a time lapse from 2012 to 2022 with the initial rice field area of 591.89 Ha reduced to 323.63 Ha. The results of the LSD overlay analysis with the Spatial Pattern stated that the LSD that can be maintained is 33.03 Ha. The results of SWOT analysis of X and Y coefficients (2.33, 1.44) on SWOT analysis show that it is located in quadrant I, namely Aggressive, quadrant I provides strict direction that maintaining LSD is mandatory.
KAJIAN KAPASITAS PRODUKSI KEBUN SINGKONG TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT CIREUNDEU KELURAHAN LEUWIGAJAH KECAMATAN CIMAHI SELATAN KOTA CIMAHI Buntaram, Buntaram; Lazuardi, Lucky Johan; Fasa, Achmad Saeful; Havianto, Citra Artifiani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas produksi kebun singkong terhadap tingkat konsumsi masyarakat adat di Kampung Adat Cireundeu serta merumuskan strategi penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, proyeksi produksi pangan selama sepuluh tahun ke depan, serta analisis spasial tutupan lahan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan mencakup luas lahan singkong, hasil produksi per hektar, jumlah penduduk, dan tingkat konsumsi singkong masyarakat adat selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan luas lahan singkong dari 61,00 hektar menjadi 43,57 hektar sejak tahun 2019, yang berimplikasi pada penurunan produksi dari 73,20 ton/tahun menjadi 52,28 ton/tahun. Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel kebutuhan singkong berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat, sedangkan produksi singkong tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Proyeksi produksi hingga tahun 2034 memperlihatkan tren penurunan yang berpotensi menimbulkan defisit pangan apabila tidak disertai intervensi kebijakan dan peningkatan produktivitas. Analisis spasial tutupan lahan mengungkap bahwa 49,34% wilayah Kampung Adat Cireundeu masih digunakan untuk budidaya singkong, sedangkan 50,66% berupa lahan non-produktif seperti semak belukar dan hutan rimba yang berpotensi dikonversi secara selektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan ketahanan pangan masyarakat adat Cireundeu sangat bergantung pada perlindungan lahan perkebunan singkong yang tersisa, perluasan area tanam melalui pemanfaatan lahan non-produktif, serta peningkatan produktivitas dengan penggunaan varietas unggul dan penerapan pola tanam ganda. Strategi terpadu berbasis kearifan lokal ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pertanian tradisional yang menjadi identitas budaya masyarakat Kampung Adat Cireundeu.