Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Tarumanagara Medical Journal

Hubungan kafein terhadap daya ingat jangka pendek pada mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Charles Ferdinand; Susy Olivia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2511

Abstract

Kopi menjadi komoditas kedua terbanyak yang diperdagangkan di seluruh dunia setelah minyak. Dalam kopi terdapat suatu zat bernama kafein yang memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Salah satu manfaat yang diteliti penulis yaitu dapat meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh kafein dalam meningkatkan daya ingat pada mahasiswa angkatan 2012 fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara di Jakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik eksperimental. Pemilihan sampel menggunakan Consecutive Non-Random Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 58 responden. Pengukuran daya ingat berdasarkan pada tes daya ingat digit span. Pada hasil penelitian didapatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kafein dan daya ingat.
Hubungan stres terhadap Premenstrual Syndrome (PMS) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2011 Desintha Cristy Nindi Ritung; Susy Olivia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2515

Abstract

Stres dapat meningkatkan probabilitas seseorang menderita premenstrual syndrome (PMS), pada tingkat berat, PMS dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. PMS merupakan masalah kesehatan yang cukup banyak dialami oleh wanita usia produktif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara stres dengan PMS. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2014 dengan responden sebanyak 93 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Pengumpulan data menggunakan modifikasi kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner PMS untuk mengetahui PMS yang dialami responden. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara stres dengan PMS (p = 0.231).
Pengaruh YMCA Step Test terhadap kebugaran fisik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Denny Bunarsi; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9722

Abstract

Perkembangan teknologi modern memudahkan aktivitas manusia dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari sehingga tidak perlu bersusah payah dan hanya perlu mengeluarkan sedikit energi dan usaha. Hal tersebut menyebabkan aktivitas fisik berkurang. World Health Organization (WHO) mengatakan 23% orang berusia 18 tahun ke atas di dunia tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup. Durasi yang direkomendasikan oleh WHO untuk melakukan aktivitas fisik yaitu sekitar 150 menit perminggu. Young Men’s Christian Assosiation (YMCA) Step Test adalah test daya tahan kardiovaskuler yang menggunakan teknik naik turun bangku yang merupakan hasil modifikasi dari Harvard Step Test. Pada YMCA Step Test responden diminta untuk melakukan naik turun bangku setinggi 12 inci atau sekitar 30 cm sebanyak 24 kali per menit selama 3 menit dan dihitung frekuensi denyut jantungnya selama 1 menit. Tujuan dari studi ini adalah diketahui perubahan kebugaran fisik sesudah melakukan YMCA Step Test pada mahasiswa Falkutas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan cara pengambilan 50 sampel dengan consecutive sampling. Sampel dibagi menjadi grup uji dan grup kontrol. Hasil yang didapatkan berupa terdapat adanya perubahan yang bermakna pada tingkat kebugaran fisik setelah melakukan YMCA Step Test dengan nilai P < 0.0001.
Gambaran fungsi paru juru parkir yang bertugas di Universitas Tarumanagara Lordisse Levi Wong; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9738

Abstract

Hasil sisa pembakaran dari kendaraan bermotor mengandung zat berancun diantaranya karbon monoksida (CO), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) yang dapat menganggu fungsi paru. Juru parkir adalah salah satu pekerjaan yang berisiko untuk mendapatkan polusi dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi paru juru parkir yang bertugas di dalam ruang tertutup dan di luar ruang terbuka. Studi ini adalah studi deskriptif pada 60 juru parkir yang bekerja pada PT. X dengan rata-rata usia 24,97 tahun. Responden telah bekerja selama rata-rata 13,87 bulan dengan rata-rata durasi kerja selama 8,13 jam/hari. Pengukuran fungsi paru dilakukan menggunakan alat spirometri. Terdapat tiga jenis lokasi pekerjaan juru parkir pada studi ini yaitu basement, di luar ruangan dan di pos. Gambaran fungsi paru juru parkir yaitu rata-rata KV, KVP, VEP1, dan VEP1/KVP masing-masing adalah sebesar 88,7%, 69,4%, 59,47%, 85,50%. Gangguan fungsi paru dialami oleh 40 juru parkir (66,7%) dimana gangguan restriksi merupakan yang paling sering dialami yaitu sebanyak 32 (53,3%) juru parkir, disusul oleh gangguan campuran dan obstruksi yang terjadi pada masing-masing 4 (6,7%) juru parkir. Sebagian besar juru parkir yang bertugas di basement, di luar ruangan dan di pos mengalami restriksi fungsi paru. Juru parkir dengan gangguan fungsi paru campuran, restriksi, dan obstruksi telah bekerja masing-masing selama rata-rata 31,5 bulan, 10,69 bulan dan 7,5 bulan.  Kesimpulan dari hasil temuan studi ini adalah juru parkir yang berisiko dengan pajanan polusi lebih rentan memiliki fungsi paru yang terganggu.