Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Tingkat Stres Pada Pekerja Domisili Jabodetabek Selama Pandemi Covid-19 Yonathan Julian Haryanto; Susy Olivia Lontoh
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20656

Abstract

Pandemi Covid-19 membatasi seseorang untuk melakukan aktivitas keseharian sehingga menimbulkan efek negatif pada tingkat stres seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada pekerja di domisili jabodetabek selama pandemi Covid-19, penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel non-random sampling yang berjumlah 248 responden. Pengambilan data dalam penelitian ini ialah dengan media google form berisikan kuesioner DASS-42 (Depression Anxiety and Stress Scale 42). Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih banyak responden tidak mengalami stres dibandingkan dengan yang mengalami stres selama pandemi covid-19. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden dapat melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi rasa stres selama pandemi covid-19.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF Novendy Novendy; Susy Olivia Lontoh; Chong Jen Hsu; Enny Irawaty
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v2i1.20199

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar 2018, hipertensi merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi yaitu sebesar 34,11% di Indonesia. Data Puskesmas Kecamatan Kronjo, hipertensi menempati urutan ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak dan urutan pertama untuk kasus penyakit tidak menular selama kurun waktu Mei sampai Agustus 2016. Wanita usia produktif (20-44 tahun) yang terkena hipertensi di Kecamatan Kronjo berjumlah 315 kasus (81,81%) dari total 385 kasus dalam kurun waktu tersebut. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadi penyakit hipertensi. Namun faktor risiko yang mungkin berpengaruh akan kejadian hipertensi pada kelompok wanita usia produktif masih belum diketahui dengan jelas. Maka dengan itu dilakukan penelitian sebagai studi awal mengenai faktor risiko wanita usia produktif akan kejadian hipertensi di Puskesmas Kronjo. Penelitian ini menggunakan studi potong lintang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah tersusun secara terstruktur. Metode sampling yang dilakukan adalah judgemental nonrandom sampling. Hasil penelitian didapatkan faktor risiko yang secara signifikan berpengaruh terhadap kejadian hipertensi adalah riwayat hipertensi pada keluarga (p value = 0.024), konsumsi tinggi garam (p value = 0.029), sering mengonsumsi makanan cepat saji (p value = 0.008), jarang mengonsumsi buah (p value = 0.001), dan status gizi dari seseorang (p value = 0.034). Dengan adanya faktor risiko tersebut, maka menjadi hal yang harus diperhatikan terutama pada wanita usia produktif agar tidak terjadi hipertensi dikemudian hari.
The Effect of Caffeine Consumption on Reaction Time Among Medical Students of Universitas Tarumanagara Class of 2022–2023 Anthon Eka Prayoga Khoto; Susy Olivia Lontoh
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5237

Abstract

Caffeine is a commonly consumed stimulant known for its ability to enhance alertness and cognitive performance. One of its most extensively studied effects is its potential to reduce reaction time. However, existing research presents inconsistent findings regarding the effectiveness and duration of caffeine’s impact on cognitive speed.This study aimed to examine the effect of caffeine consumption on reaction time among medical students from the 2022 and 2023 cohorts at the Faculty of Medicine, Universitas Tarumanagara (FK UNTAR). A quasi-experimental design was employed using a comparative pre-test/post-test approach. The sample was selected through non-random consecutive sampling, without stratification. Inclusion criteria included being an academically active student in good physical and mental health.Reaction time was measured using the Ruler Drop Test before caffeine intake, and again at 15 and 30 minutes post-consumption. Data were analyzed using paired t-tests to assess within-group differences and independent t-tests to compare between groups.The results indicated a statistically significant reduction in reaction time following caffeine consumption (p < 0.05). The average reaction time before caffeine intake was 0.202 seconds, decreasing to 0.184 seconds at 15 minutes and 0.163 seconds at 30 minutes post-consumption. These findings suggest that the effect of caffeine on reaction time is most pronounced within 15–30 minutes after ingestion.
Hubungan Antara Intensitas Olahraga dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021-2022 Muhammad Naufal Razaan; Susy Olivia Lontoh
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15833

Abstract

ABSTRACT The quality of sleep in medical students is susceptible to decreasing due to the shorter quantity of sleep time. The busy study schedule of students, especially medical faculties, exposes them to an increased risk of various sleep problems and their consequences. Poor sleep quality is associated with anxiety and depression, and can interfere with learning and academic achievement. Sleep quality can be improved one way by doing physical activity. The purpose of this research is to determine the relationship between exercise intensity and sleep quality in Tarumanagara University medical students class 2021 -2022. This type of research uses a cross-sectional design and analytical observational study with total of 100 students. The research was conducted at Tarumanagara University in January 2024 – June 2024 and was carried out by distributing a google form. Incorporation criteria of this research are students from the Faculty of Medicine Tarumanagara University class 2021-2022 who were in good health and willing to be respondents.The results showed that there is a significant relationship between exercise intensity and sleep quality in students from the Faculty of Medicine, Tarumanagara University class of 2021-2022 with p value = 0,024 (p0,05). This shows that students' sleep quality can be improved with physical activity. Keywords: Exercise intensity, Sleep Quality, Exercise, Sleep  ABSTRAK Kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran rentan menurun akibat kuantitas waktu tidur yang lebih singkat. Padatnya jadwal belajar mahasiswa, khususnya fakultas kedokteran, membuat mereka rentan terhadap peningkatan risiko berbagai masalah tidur dan dampaknya. Kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan kecemasan dan depresi, serta dapat mengganggu pembelajaran dan prestasi akademik. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas olahraga dengan kualitas tidur pada mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 -2022. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan studi observasional analitik dengan jumlah peserta didik sebanyak 100 orang. Penelitian dilakukan di Universitas Tarumanagara pada bulan Januari 2024 – Juni 2024 dan dilakukan dengan menyebarkan google form. Kriteria inklusi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021-2022 yang dalam keadaan sehat dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas olahraga dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021-2022 dengan p value = 0,024 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tidur mahasiswa/i dapat ditingkatkan dengan aktivitas fisik. Kata Kunci: Intensitas Olahraga, Kualitas Tidur, Olahraga,Tidur
Pengaruh Latihan dan Indeks Massa Tubuh terhadap Kapasitas Vital Angkatan pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara Anthony Jason Raharjo; Susy Olivia Lontoh
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15831

Abstract

ABSTRACT Healthy lungs are those that function well as respiratory organs and provide oxygen to the entire body. Exercise is one of the factors that play an important role in lung function. This study aims to determine the relationship between exercise, BMI, and lung function, including forced vital capacity (FVC), among medical students at Tarumanagara University. This research employs a cross-sectional design and an analytical observational study with 75 students who underwent spirometry tests and completed questionnaires related to their exercise habits. The results indicate that exercising at least once a week correlates with a significant increase in FVC, with a p-value of 0.005 (p 0.05). However, the p-value for nutritional status and FVC is 0.802, indicating no significant relationship (p 0.05). Readers of this study should consider engaging in regular exercise, as the findings suggest that exercise can positively impact the body. In conclusion, there is a relationship between exercise and forced vital capacity, whereas there is no relationship between nutrition based on BMI and forced vital capacity. Keywords: Exercise, Body Mass Index, Lung Function, Force Vital Capacity ABSTRAK Paru-paru yang sehat adalah paru-paru yang dapat berfungsi dengan baik sebagai organ pernafasan dan memberikan oksigen ke seluruh tubuh. Olahraga merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam fungsi paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara olahraga dengan IMT dan fungsi paru termasuk kapasitas vital paksa (KVP) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan studi observasional analitik terhadap 75 siswa yang menjalani tes spirometri dan mengisi kuesioner terkait kebiasaan olahraganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berolahraga minimal seminggu sekali berkorelasi dengan peningkatan FVC yang signifikan dengan p-value = 0,005 (p 0,05). Sedangkan nilai p-value = 0,802 berarti p0,05 untuk status gizi dan KVP. Pembaca penelitian ini sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan olahraga karena hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga dapat berdampak positif pada tubuh. Kesimpulannya terdapat hubungan antara olahraga dengan kapasitas vital paksa, sedangkan tidak ada hubungan antara gizi berdasarkan BMI dengan kapasitas vital paksa. Kata Kunci: Olahraga, Indeks Massa Tubuh, Fungsi Paru, Kapasitas Vital Paru
Hubungan Tekanan Darah, Frekuensi Nadi dan Konsumsi Kopi dengan Fokus pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021 Muhammad Dzakwan Dwi Putra; Susy Olivia Lontoh
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.15821

Abstract

ABSTRACT Coffee is one of the most widely consumed beverages in the world. According to data from the International Coffee Organization (ICO), global coffee consumption reached 166.35 million bags/60 kg in the 2020/2021 period. Indonesia is in fifth place with coffee consumption of 5 million bags/60 kg. Medical and health science students have a higher study load, so they consume coffee for study purposes. Caffeine, the active ingredient in coffee, has been shown to have pharmacological effects on the cardiovascular system and stimulates the central nervous system, thereby increasing heart rate and blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of caffeinated beverages, especially coffee, on blood vessels and heart rate of young adults, with a focus on medical students of Tarumanagara University, class of 2021. This study used an experimental-based research design with a pre-test/post-test comparison technique. The total number of participants was 56 respondents with an age range between 19 and 22 years. In this study, the data analysis method used a paired sample t-test. After drinking coffee for 5, 10, or 1 minutes, the results showed an increase in blood pressure and heart rate (p  0.05). Caffeinated beverages, especially coffee, can increase blood pressure and heart rate. Keywords: Coffee Consumption, Blood Pressure, and Heart Rate  ABSTRAK Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Menurut data International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi secara global mencapai 166,35 juta karung/60 kg pada periode 2020/2021. Indonesia berada di posisi kelima dengan konsumsi kopi sebanyak 5 juta karung/60 kg. Mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan memiliki beban kuliah yang lebih tinggi, sehingga mereka mengonsumsi kopi dengan tujuan belajar. Kafein, bahan aktif dalam kopi, terbukti memiliki efek farmakologis pada sistem kardiovaskular dan menstimulasi sistem saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan frekuensi nadi dan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minuman berkafein khususnya kopi terhadap pembuluh darah dan frekuensi denyut nadi dewasa muda, dengan fokus pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berbasis eksperimental dengan teknik membandingkan pre-test/post-test. Jumlah partisipan seluruhnya adalah 56 responden dengan rentang usia antara 19 hingga 22 tahun. Dalam penelitian ini metode analisis data menggunakan uji beda berpasangan (paired sample t-test). Setelah minum kopi selama lima, sepuluh, atau lima belas menit, hasilnya menunjukkan peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi (p  0,05). Minuman yang mengandung kafein, khususnya kopi, dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi. Kata Kunci: Konsumsi Kopi, Tekanan Darah, dan Frekuensi Nadi
Gambaran Tingkat Aktivitas Fisik Dan Tingkat Kebiasaan Merokok Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021-2022 Nafis Abubakar Jindan; Susy Olivia Lontoh
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i3.268

Abstract

Smoking and lack of physical activity are major public health problems, especially among medical students. The aim of this research is to determine the level of physical activity and level of smoking habits among medical students at Tarumanagara University class of 2021-2022. This research is a descriptive observational type and the design used is cross-sectional. Sampling was carried out using non-random sampling, consecutive sampling type. Data collection regarding gender, age, weight, height, physical activity level and level of smoking habits was carried out by carrying out direct measurements and questionnaires to research subject respondents who met the inclusion criteria from the period February-March 2024. The questionnaire was used to measure activity levels physically using the International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF). Measuring the level of smoking habits using the Brinkman index questionnaire. The research results showed that the age range of respondents in this study was 18-23 years with a mean of 20.03 years. Respondents who smoked were 38 (62.3%) students and 23 (37.7%) students who did not smoke. The description of the low level of physical activity of Tarumanagara University Medical students was 32 (52.5%) students, 20 (32.8%) students with moderate physical activity and 9 (14.8%) with high physical activity. The level of smoking habits among Tarumanagara University Medical students was low at 59 (96.7%) students and 2 (3.3%) had moderate levels of smoking.