Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Dialog

KONSTRUKSI MAKNA VIDEO KLIP FAKE PLASTIC TREES RADIOHEAD (STUDI DESKRIPTIF HUBUNGAN MASYARAKAT EKSTERNAL VIEWERS RADIOHEAD BAND DI RESPECTNATION MANAGEMENET BANDUNG) Rechy Yustim; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 1 No 1 (2015): Vol. 1, No. 1, Juni 2015
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi Makna Lagu Video Klip Fake Plastic Trees Radiohead. Studi Deskriptif Eksternal Public Relation Viewers “Radiohead” Band dari Inggris di Respectnation Management Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai makna denotasi dan konotasi Video Klip Fake lastic Trees karya Radiohead serta mitologi dari Video Klip tersbut. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi deskriptif viewers. Subyek penelitiannya adalah para anggota Respectnation Management Bandung. Proses pengumpulan diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pesan dari video klip lagu Fake lastic Trees Radiohead adalah sebuah fenomena kalangan wanita dalam dunianya yang selalu dicemasi dan dituntut dengan kesempurnaan fisik secara harafiah. Operasi kecantikan menyamarkan hal tabu menjadi seperti nyata mendekati sempurna. Yang tanpa disadari mereka mengambil jalan tersebut dan mengabaikan hal nyata yang harusnya dibanggakan atas ciptaan-Nya.Wanita rela melakukan apapun demi memiliki kesempurnaan fisik walaupun melalui jalan operasi plastik, walaupun itu menyakitkan dan memerlukan biaya yang tidak murah. Sedangkan secara mitologi video klip Fake Plastic Trees Radiohead merupakan sebuah video klip yang berkarakter, karena kandungan makna dalam isi pesan video tersebut memiliki seuatu yang menjadi daya tarik bagi viewers.
Wa Ode Nurul Yani 2 1,2 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Langlangbuana ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Film Cek Toko Sebelah dalam Sikap Toleransi. Penelitian ini menggunakan Teor Ryan Nuthfah Mahari; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 1 No 2 (2015): Vo. 1, No. 2, Desember 2015
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Bertahan Hidup Dalam Film Cast Away. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme, dan pendekatan penelitian ini menggunakan studi analisis semiotika Roland Barthes. Subyek penelitian ini adalah scene -scene bertahan hidup yang diambil dari film Cast Away. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari analisis dapat dipastikan dan disimpulkan makna yang terkandung dalam Scene -scene film Cast Away secara denotasi, konotasi, dan mitos. Secara denotasi, jika seorang manusia dalam keadaan terasing harus mampu menyesuaikan dengan lingkungannya. Ia harus belajar cara melindungi diri, membuat api, mencari minum, makan dan lain sebagainya. Tapi dalam hal lain, perlu ada motif dorongan yaitu kemauan untuk bertahan hidup. Secara konotasi makna bertahan hidup dalam film Cast Away yaitu memanfaatkan bola voli yang telah digambar bentuk wajah manusia untuk dijadikannya teman agar bisa berkomunikasi, karena manusia pada hakikatnya makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Mitos dalam kontruksi makna bertahan hidup adalah dengan memliki rasa kemauan untuk hidup seseorang dapat bertahan hidup dengan berusaha melakukan cara apapun sehingga dapat tetap hidup karena bertahan hidup adalah bentuk naluriah yang di di anugerahkan oleh tuhan sang maha pencipta yai tu Allah SWT. Semua aspek kehidupan yang di ciptakan oleh Allah untuk makhluk hidup semuanya berkosep bertahan hidup.
MAKNA KOMUNIKASI SENIPERTUNJUKAN COVER DANCE DALAM PERAN CROSSGENDER (STUDI DRAMATURGI PADA GRUP MISSION DI BANDUNG) Rini Septiani Hadir; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2, No. 1, Juni, 2016
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi Erving Goffman, dan Teori Presentasi Diri Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi DramaTurgi. Subyek penelitiannya adalah grup cover dance Mission yang ditentukan secara Purposive berdasarkan pertimbangan peneliti dengan tujuan tertentu. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara pihak terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku cover dance cross gender adalah suatu pelarian dari kehidupan nyata mereka yang terkekang oleh sebuah aturan. Walaupun banyak masyarakat memandang negatif, mereka tidak perduli akan hal itu. Karena itu adalah salah satu tempa t dimana mereka bisa melepaskan stress. Mereka melakukan cross gender tersebut tanpa adanya paksaan pihak tertentu. Itu adalah murni keinginan mereka sendiri.
REALITAS KOMUNIKASI PECANDU MINUMAN KERAS (STUDI FENOMENOLOGI PADA PERSONIL BAND ROCK X DI BANDUNG) Yady Fadilah Rachmat; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 2 No 2 (2016): Vol. 2, No. 2, Desember, 2016
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana realitas komunikasi pecandu minuman keras pada personil band rock x di bandung Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi wawancara mendalam. Subyek penelitian ini adalah para personil band rock x yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi antarpribadi. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab realitas komunikasi pecandu miras pada personil band rock X karena diawali oleh pandangan personil band rock X terhadap minuman keras sebelum mereka mengenalinya. Personil band rock X sebelumnya tidak mengetahui tentang minuman keras dan hanya mengetahui minuman keras dari teman profesinya. Mereka berpandangan bahwa minnuman keras bisa meningkatkan kepercayaan diri me reka dalam penampilannya diatas panggung.
SIMBOL KOMUNIKASI SUKU ENDE-LIO NUSA TENGGARA TIMUR DAL AM BERINTERAKSI DENGAN MASYARAKAT SUNDA (STUDI INTERAKSI SIMBOLIK SUKU ENDE-LIO DI KOTA BANDUNG) Maria Florencia Yunita Bello; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 3 No 1 (2017): Vol. 3, No. 1, Juni, 2017
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi verbal dan non verbal suku Ende -Lio Nusa Tenggara Timur dalam berinteraksi dengan masyrakat Sunda di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi wawancara mendalam. Subyek penelitiannya adalah masyarakat suk u ende -lio yang ada di kota Bandung dan juga masyarakat suku sunda yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi konseling. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sed angkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ataupun interkasi yang terjadi antara suku ende l io dengan suku sunda di kota Bandung tidak terlepas dari penggunaan simbol -simbol dan lambang verbal dan non verbal yang muncul ketika berinteraksi. Hal tersebut menghasilkan interaksi simbolik yang berujung terhadap kesamaan makna dan pemahaman yang terjadi ketika masyarakat suku ende lio dan suku sunda saling berinteraksi.
AGRESIVITAS GAMER ONLINE POINT BLANK (STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 BANDUNG) Rival Karisma Nugraha; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 3 No 2 (2017): Vol. 3, No. 2, Desember, 2017
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agresivitas gamer online point blank. Studi kasus di sekolah menengah pertama negeri 44 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian konstruktivisme, dan pendekatan penelitian studi kasus. Subyek penelitiannya adalah siswa smp yang ditentukan secara purposif berdasarkan permasalahan komunikasi massa. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan peran serta terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, dan studi literature lainnya, serta wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi massa bermanfaat untuk siswa berkomunikasi dengan banyak orang, maupun orang -orang sekelilingnya melalui media massa seperti media elektronik, perilaku agresif yang sering muncul di media elektronik seperti game online sangat berpengaruh kepada remaja untuk melakukan tindakan kekerasan. Bentuk -bentuk agresivitas dikenal sebagai perkelahian, me nyakiti, kemarahan, Permusuhan, dan sebagainya. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana seorang guru mampu memberikan bimbingan tentang dampak dari game online kepada anak tersebut agar tidak merugikan dirinya sendiri dan merugikan ora ng lain. Game Online
SIMBOL TRANSGENDER LAGU “LOVE OF MY LIFE” FREDDIE MERCURY (STUDI INTERAKSI SIMBOLIK PADA KOMUNITAS MUSIK CHIDUN DI BANDUNG ) Gumelar Wachju Munggaran; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 4 No 1 (2018): Vol. 4, No. 1, Juni, 2018
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2734.493 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan paradigma penelitian kontrukt ivisme dan pendekatan penelitian studi interaksi simbolik. Subyek penelitiannya adalah anggota komunitas musik Chidun di Bandung. Proses pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada makna ya ng terselubung dari lagu love of my life Freddie mercury yang memiliki cerita di balik lagu ini, sehingga memiliki makna konotasi dan denotasi pada lagu ini. Dengan lirik yang terkesan sedih dan rasa kehilangan seseorang yang dicintai pendengar langsung me nyimpulkan bahwa lagu love of my life adalah lagu cinta biasa yang didalamnya hanya ada rasa kehilangan, namun dibalik itu lagu love of my life adalah sepenggal cerita tentang kekesalan diri Freddie Mercury pada dirinya sendiri yang masih mencintai istriny a namun harus berpisah karena Freddie Mercury tidak bisa berubah normal kembali karena dia adalah seorang biseksual. Dengan adanya penelitian ini peneliti ingin mengetahui tentang adanya simbol transgender lagu love of my life yang diciptakan Freddie Mercu ry, simbol yang berupa pesan yang tertuang dalam sebuah lirik lagu yang merupakan curahan hati atau gagasan sang pencipta lagu saat mengalami maupun melihatnya secara langsung.
Realitas Remaja Hangout Kevin Haichal Refkiansyah; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 6 No 2 (2021): Dialog
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.205 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif penyebab dari remaja nongkrong di kafe Kawan Bandung dan mengetahui motif tujuan dari remaja nongkrong tersebut di kafe Kawan Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi fenomenologi kualitatif. Subyek penelitian adalah remaja yang nongkrong di kafe Kawan Bandung yang ditentukan secara purposif berdasarkan komunikasi kelompok. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan observasi peneliti terhadap informan, sedangkan data penunjang didapatkan dari studi penelitian sebelumnya. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja nongkrong melakukan aktivitas nongkrong tersebut bukan hanya sekedar hanya ingin berkumpul berkumpul bersama teman-teman, melainkan dari interaksi yang mereka lakukan berupa simbol bahwa dengan mereka bercerita dengan teman maka mereka mendapatkan kebutuhan yang di anggap seolah-olah hal tersebut sebagai kebutuhan yang utama namun kenyataannya hal tersebut bukan sebuah kebutuhan yang utama. Sebenarnya kebutuhannya itu terletak pada saat dimana kita berinteraksi dengan teman kemudian di kemas dan dilengkapi hal tersebut dengan nongkong di kafe Kawan Bandung. Kata Kunci: Realitas, Remaja, Interaksi, Nongkrong.
Makna Cyberbullying dalam Media Sosial Nada Putri Santika; Riefky Krisnayana
Dialog Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Dialog Vol. 7, No.1, Juli, 2022
Publisher : Dialog

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.658 KB)

Abstract

Media baru adalah kemunculannya digital, komputer,jaringan teknologi dan komunikasi abad ke 20. Perundungan siber merupakan perundungan secara daring atau digital dan ini terjadi karena munculnya media baru. Perundungan siber sendiri sudah sering terjadi dalam media sosial dan salah satu contohnya adalah komentar negatif. Komentar negatif biasanya dibelakangi oleh orang-orang yang iri,meluapkan emosinya kepada korban ataupun motif tidak jelas. Dari akun tiktok @hannanajj di sebuah acara Sulli sedang Membaca tentang Komentar negatif tentangnya itu adalah bukti nyata. kasus mendiang Sulli yang bunuh diri karena komentar negatif yang dia dapat tanpa henti. Fitnah yang terus bermunculan yang membuat dia akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dia sendiri sudah mencoba berbincang dalam media sosialnya untuk tidak menghujatnya karena dia tidak bersalah dan bersikap baik padanya. Namun benci tetap saja akan menjadi benci. Media sosial sangatlah luas dan berbagai macam aplikasinya pun banyak ada tiktok,instagram,facebook,twitter dan youtube. Karena nyatanya perundungan siber masih sering terjadi dan masih banyak orang yang memang tidak bisa berhenti membenci walau sudah ada edukasi tentang ini dan dimanapun itu perundungan siber pasti akan selalu ada dan tidak pernah hilang. Walau begitu jaman yang canggih jejak digital pun bisa jadi bukti agar tidak ada lagi korban yang seperti sulli. Dan semoga saja masyarakat bisa berhati-hati dalam berkomen karena kita tidak tahu apa yang sedang orang-orang itu jalani. Disini saya ada 6 scene yang menunjukan bukti itu sendiri. Kata kunci: media baru, perundungan siber, media sosial, komentar negatif