Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN KONSEP “MAWAH” SEBAGAI EDUKASI PERMODALAN MASYARAKAT ACEH Syamsuddin Syamsuddin
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v1i1.1093

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan konsep mawahdalam masyarakat Aceh yang dapat dirumuskan dalampembelajaran akademik berkaitan dengan pembagian bagi mawahdilakukan sesuai dengan perjanjian antara pemilik dan pengelolaharta atau asset. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnalini menggunakan metode penulisan yuridis empiris, di mana datadalam penulisan jurnal ini diperoleh dari tulisan ilmiah, buku teks,teori-teori. Sebagai hasil jurnal ini menunjukkan bahwa konsepmawah sudah berjalan dengan baik di Aceh tapi belum adanyapelaporan yang berkukuatan hukum. Namun konsep mawah yangdiimplementasi diluar sudah menunjukkan sebuah akuntabilitasyang baik dan dapat di rumuskan dalam pembelajaran melaluilembaga maupun lainnya.
Dayah Education Curriculum Transformation: Building Targeted and Inclusive Education in the Modern Era Alfi Khaira; Syamsuddin Syamsuddin; Nursanjaya Nursanjaya; Mauludi Mauludi
International Journal of Public Administration Studies Vol 3, No 1 (2023): International Journal of Public Administration Studies
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijpas.v3i1.12339

Abstract

Curriculum and learning in pesantren have a close relationship and support each other in creating holistic Islamic education. The curriculum acts as a teaching and learning design and arrangement that includes long-term, medium, and short-term goals in accordance with the periodisation of learner development. These goals must be in accordance with human nature and lead to the realisation of Muslim personality character. Learning in pesantren is the implementation of the curriculum, not only conveying learning materials, but changing student behaviour through direct experience. The learning process organises the environment so that the teaching and learning process occurs properly and creates conditions that allow students to learn materials in accordance with educational objectives. In addition, learning in pesantren also focuses on developing the character of students in accordance with Islamic values, beyond mere academic learning. Thus, curriculum and learning in pesantren have a crucial role in creating a holistic education, covering intellectual, moral, and spiritual aspects, and in accordance with Islamic values..
Pemberdayaan UKM Industri Tahu dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi: Pengabdian Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6699

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan UKM industri tahu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, dalam meningkatkan kapasitas produksi. Industri tahu memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, tenaga kerja, teknologi produksi, dan sarana pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UKM industri tahu dilakukan melalui pembinaan oleh pemerintah gampong, pembimbingan tenaga kerja, upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan usaha, pemberdayaan kapasitas alat produksi, serta pengembangan jaringan pemasaran. Pembinaan yang diberikan meliputi bantuan modal usaha, pengawasan pengelolaan limbah, dan dukungan pemasaran produk. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas produksi belum optimal karena jumlah tenaga kerja terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, dan minimnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses permodalan, modernisasi peralatan produksi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan pemasaran untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing industri tahu.
Implementasi Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 32 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kecamatan Muara Dua : Pengabdian Fadillah Fadillah; Ti Aisyah; Syamsuddin Syamsuddin; Muklir Muklir; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5346

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Lhokseumawe City. This study aims to examine the implementation of stunting prevention and management programs at Muara Dua Community Health Center (Puskesmas) and to analyze the inhibiting factors. A qualitative approach was used through observation, interviews, and documentation. The results show that the program is carried out through nutrition counseling, provision of supplementary food and vitamins, monitoring child growth at posyandu, home visits, and nutrition counseling for pregnant and breastfeeding mothers. The roles of health workers, posyandu cadres, and village officials are significant, and continuous education improves community knowledge about child nutrition and health. However, the program still faces challenges such as low community awareness, limited facilities, participation dependent on incentives, and data recording issues. Cultural factors and misconceptions about short stature also slow program achievements. Effective communication strategies, improved facilities, and optimal resource management are needed to enhance program implementation.
Strategi Pengembangan Pariwisata Danau Tao Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara Sahdiah Harahap; Ferizaldi Ferizaldi; Syamsuddin Syamsuddin; T. Alfiady; Muslem Muslem
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qvppax13

Abstract

Tourism development strategy is an effort to improve the quality and competitiveness of tourist destinations through the enhancement of promotion, accessibility, and supporting facilities and infrastructure. This study aims to analyze the tourism development strategy of Danau Tao in Batang Onang District, North Padang Lawas Regency, and identify the factors that hinder its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving seven informants selected using purposive and accidental sampling techniques. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the promotion strategy has been implemented effectively through social media and community outreach, increasing public awareness of the destination. However, accessibility and tourism facilities remain inadequate due to poor road conditions, limited transportation, and insufficient supporting amenities. The main obstacles identified include budget constraints, weak government supervision, and low community participation. Therefore, the sustainable development of Danau Tao requires the integration of promotional activities, infrastructure improvement, stronger government oversight, and greater community involvement.
Implementasi Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah Studi di Sd Negeri 013817 Sei Pasir Kabupaten Asahan Annisa Farizki; Muhammad Hasyem; Syamsuddin Syamsuddin; Muklir Muklir; Lisa Iryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/70smtc83

Abstract

  Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak merupakan aspek penting dalam menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi standar sarana dan prasarana berdasarkan Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 di SD Negeri 013817 Sei Pasir, Kabupaten Asahan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi dan disposisi telah berjalan relatif baik melalui koordinasi antarpihak serta komitmen kepala sekolah dan guru dalam mempertahankan proses pembelajaran. Namun, aspek sumber daya dan struktur birokrasi masih menjadi kendala utama. Keterbatasan anggaran, kewenangan sekolah, kerusakan ruang kelas dan toilet, serta panjangnya prosedur pengajuan bantuan menyebabkan pemenuhan standar belum optimal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar normatif dan realitas fasilitas pendidikan di wilayah pesisir. Penelitian merekomendasikan penetapan prioritas bantuan berdasarkan tingkat kerusakan, keselamatan, dan kelayakan sanitasi.    
Collaborative Governance dalam Mengatasi Kekerasan Seksual pada Anak di Kabupaten Langkat Yusril Ihza Mahendra Lubis; Muklir Muklir; Yuli Santri Isma; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f4szp831

Abstract

Collaborative governance merupakan arena strategis yang mempertemukan institusi publik, sektor swasta, dan masyarakat dalam sebuah kerangka kerja untuk menyelesaikan persoalan publik yang kompleks, termasuk kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini mendeskripsikan proses collaborative governance dalam mengatasi kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Langkat serta mengkaji mengapa kasus yang dilaporkan terus meningkat meskipun kolaborasi antarpemangku kepentingan telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Ansell dan Gash (2008) yang meliputi dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil antara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktor kunci dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Unit PPA Polres Langkat, Dinas Sosial, serta Lembaga Aliansi Sumut Bersatu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah menghasilkan kemenangan kecil (small wins), terutama meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor, namun belum sepenuhnya mampu menekan angka kekerasan seksual karena rendahnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur pelaporan, faktor sosial-budaya berupa keengganan keluarga untuk terbuka, serta belum adanya pengaturan kelembagaan formal yang mengintegrasikan aktor nonpemerintah ke dalam struktur kolaborasi.
Pelatihan Penyusunan, Pengawasan Berjenjang dan Advokasi Qanun di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Ahmad Yani; Maryam Maryam; Asrul Fahmi; Mauludi Mauludi; Syamsuddin Syamsuddin; Ti Aisyah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12532755

Abstract

Pelatihan penyusunan, pengawasan berjenjang dan advokasi qanun gampong dapat menciptakan pemerintahan yang baik perlu adanya penguatan kelembagaan, berkompeten dalam penyatuan visi dan misi bersama, memiliki satu kepahaman dalam pengawsan berjenjang, mulai dari tingkat gampong di awasi oleh tuha peut, tingkat kecamatan diawasi oleh camat dalam penguatan dibutuhkan komitmen bersama dan pemikiran setara dan diperlukan tingkat pemahaman bersama dalam penyusunan, pengawasan berjenjang dan advokasi qanun gampong di Kecamatan Nisam.
Pelatihan Penyusunan, Pengawasan dan Advokasi Qanun di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Ahmad Yani; Maryam Maryam; Asrul Fahmi; Mauludi Mauludi; Syamsuddin Syamsuddin; Ti Aisyah
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penyusunan, pengawasan berjenjang dan advokasi qanun gampong dapat menciptakan pemerintahan yang baik perlu adanya penguatan kelembagaan, berkompeten dalam penyatuan visi dan misi bersama, memiliki satu kepahaman dalam pengawsan berjenjang, mulai dari tingkat gampong di awasi oleh tuha peut, tingkat kecamatan diawasi oleh camat dalam penguatan dibutuhkan komitmen bersama dan pemikiran setara dan diperlukan tingkat pemahaman bersama dalam penyusunan, pengawasan berjenjang dan advokasi qanun gampong di Kecamatan Nisam.