Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN KONSEP “MAWAH” SEBAGAI EDUKASI PERMODALAN MASYARAKAT ACEH Syamsuddin Syamsuddin
Negotium: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/njiab.v1i1.1093

Abstract

Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menjelaskan konsep mawahdalam masyarakat Aceh yang dapat dirumuskan dalampembelajaran akademik berkaitan dengan pembagian bagi mawahdilakukan sesuai dengan perjanjian antara pemilik dan pengelolaharta atau asset. Metode yang digunakan dalam penulisan jurnalini menggunakan metode penulisan yuridis empiris, di mana datadalam penulisan jurnal ini diperoleh dari tulisan ilmiah, buku teks,teori-teori. Sebagai hasil jurnal ini menunjukkan bahwa konsepmawah sudah berjalan dengan baik di Aceh tapi belum adanyapelaporan yang berkukuatan hukum. Namun konsep mawah yangdiimplementasi diluar sudah menunjukkan sebuah akuntabilitasyang baik dan dapat di rumuskan dalam pembelajaran melaluilembaga maupun lainnya.
Dayah Education Curriculum Transformation: Building Targeted and Inclusive Education in the Modern Era Alfi Khaira; Syamsuddin Syamsuddin; Nursanjaya Nursanjaya; Mauludi Mauludi
International Journal of Public Administration Studies Vol 3, No 1 (2023): International Journal of Public Administration Studies
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijpas.v3i1.12339

Abstract

Curriculum and learning in pesantren have a close relationship and support each other in creating holistic Islamic education. The curriculum acts as a teaching and learning design and arrangement that includes long-term, medium, and short-term goals in accordance with the periodisation of learner development. These goals must be in accordance with human nature and lead to the realisation of Muslim personality character. Learning in pesantren is the implementation of the curriculum, not only conveying learning materials, but changing student behaviour through direct experience. The learning process organises the environment so that the teaching and learning process occurs properly and creates conditions that allow students to learn materials in accordance with educational objectives. In addition, learning in pesantren also focuses on developing the character of students in accordance with Islamic values, beyond mere academic learning. Thus, curriculum and learning in pesantren have a crucial role in creating a holistic education, covering intellectual, moral, and spiritual aspects, and in accordance with Islamic values..
Pemberdayaan UKM Industri Tahu dalam Meningkatkan Kapasitas Produksi: Pengabdian Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Muklir Muklir; Aiyub Aiyub; Syamsuddin Syamsuddin; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6699

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan UKM industri tahu di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, dalam meningkatkan kapasitas produksi. Industri tahu memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan modal, tenaga kerja, teknologi produksi, dan sarana pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UKM industri tahu dilakukan melalui pembinaan oleh pemerintah gampong, pembimbingan tenaga kerja, upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan usaha, pemberdayaan kapasitas alat produksi, serta pengembangan jaringan pemasaran. Pembinaan yang diberikan meliputi bantuan modal usaha, pengawasan pengelolaan limbah, dan dukungan pemasaran produk. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas produksi belum optimal karena jumlah tenaga kerja terbatas, penggunaan teknologi yang masih sederhana, dan minimnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses permodalan, modernisasi peralatan produksi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan jaringan pemasaran untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing industri tahu.
Implementasi Peraturan Walikota Lhokseumawe Nomor 32 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kecamatan Muara Dua : Pengabdian Fadillah Fadillah; Ti Aisyah; Syamsuddin Syamsuddin; Muklir Muklir; Asrul Fahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5346

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Lhokseumawe City. This study aims to examine the implementation of stunting prevention and management programs at Muara Dua Community Health Center (Puskesmas) and to analyze the inhibiting factors. A qualitative approach was used through observation, interviews, and documentation. The results show that the program is carried out through nutrition counseling, provision of supplementary food and vitamins, monitoring child growth at posyandu, home visits, and nutrition counseling for pregnant and breastfeeding mothers. The roles of health workers, posyandu cadres, and village officials are significant, and continuous education improves community knowledge about child nutrition and health. However, the program still faces challenges such as low community awareness, limited facilities, participation dependent on incentives, and data recording issues. Cultural factors and misconceptions about short stature also slow program achievements. Effective communication strategies, improved facilities, and optimal resource management are needed to enhance program implementation.
Strategi Pengembangan Pariwisata Danau Tao Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara Sahdiah Harahap; Ferizaldi Ferizaldi; Syamsuddin Syamsuddin; T. Alfiady; Muslem Muslem
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qvppax13

Abstract

Tourism development strategy is an effort to improve the quality and competitiveness of tourist destinations through the enhancement of promotion, accessibility, and supporting facilities and infrastructure. This study aims to analyze the tourism development strategy of Danau Tao in Batang Onang District, North Padang Lawas Regency, and identify the factors that hinder its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving seven informants selected using purposive and accidental sampling techniques. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the promotion strategy has been implemented effectively through social media and community outreach, increasing public awareness of the destination. However, accessibility and tourism facilities remain inadequate due to poor road conditions, limited transportation, and insufficient supporting amenities. The main obstacles identified include budget constraints, weak government supervision, and low community participation. Therefore, the sustainable development of Danau Tao requires the integration of promotional activities, infrastructure improvement, stronger government oversight, and greater community involvement.