Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

YouTube as a Learning Tool: Shaping English Proficiency and Daily Phrases in a Young Dayakese Paulina, Novely Esterika; Karani, Elanneri; Perdana, Indra; Bungai, Joni
Lingua Franca Vol. 4 No. 1 (2025): Bahasa dan Sastra
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/linguafranca.v4i1.7170

Abstract

This study explores a young Dayakese individual's acquisition of English spoken expressions through YouTube as a learning medium. Employing a qualitative case study design, data were collected from naturalistic observation, semi-structured interviews with the subject’s mother and aunt, and documentation of daily English utterances from video recordings spanning the subject’s development from infancy to age seven. The population consists of children in a multilingual Dayakese-speaking environment, with a purposive sample focusing on one child with frequent exposure to English content on YouTube. Data were analyzed through transcription, categorization, and thematic analysis to examine pronunciation, vocabulary acquisition, fluency, and grammatical development. The findings highlight YouTube's potential as an accessible and effective language learning tool in communities where English is not the dominant language, offering valuable insights for educators, parents, and language learners.
The Students' Perceptions of AI-Generated and Teacher Feedback in English Writing Skills: A Comparative Study Perdana, Indra; Bungai, Joni; Ilham, Ilham
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v13i1.92668

Abstract

Both AI and teacher feedback have benefits in improving students' writing skills. However, there are still differences in perception about the effectiveness of each type of feedback in helping students develop their writing abilities. This study aims to compare students' perceptions of the effectiveness of feedback provided by AI and teachers in enhancing writing skills. A descriptive-quantitative research method was used to conduct a survey among 62 eleventh-grade students in Palangka Raya. A Likert scale assessment was used in the questionnaire to evaluate ten indicators, including unity, coherence, content development, grammar, vocabulary, mechanics, personalization ability, response speed, feedback reception, and alignment with learning objectives. The data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test, revealing various findings. The results indicate that AI is superior in terms of unity, content development, grammar, mechanics, and response speed, while AI and teachers are considered equally effective in coherence, personalization ability, and alignment with learning objectives. Both sources also show nearly equal effectiveness in vocabulary and feedback reception. In conclusion, AI plays a crucial role in providing fast and structured feedback, yet the teacher's role remains essential in more personal and contextual aspects, highlighting the importance of balancing technology and human interaction in education.
Implementasi Metode Pembelajaran Membaca Kritis untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Hasil Belajar Siswa Wihastyanang, Wardani Dwi; Perdana, Indra; Bungai, Joni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran membaca kritis terhadap kemampuan membaca dan hasil belajar siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yang diterapkan di SMPN dua Gudo Jombang dengan sasaran siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi yang akan dibagi dalam dua siklus PTK. Pada Siklus I, pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan metode membaca kritis kurang berjalan dengan baik karena masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dengan hasil belajar yang kurang memuaskan sehingga diperlukan siklus II. Teknik analisis data dari hasil belajar siswa akan dihitung dengan prosentase hasil angket observasi siswa. Hasil prosentase akan dihitung dan dipaparkan sebagai kesimpulan hasil dari kedua siklus. Pada Siklus II, pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan metode membaca kritis sudah berjalan dengan baik. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung dalam kelas. Hasil belajar yang diperoleh juga menunjukkan adanya peningkatan, baik hasil belajar secara individu maupun berkelompok. Dengan demikian, metode membaca kritis, meningkatkan tingkat pemahaman siswa terhadap sumber bacaan terutama artikel.
Edukasi kewirausahaan berbasis digital melalui pelatihan dan pendampingan bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas Bungai, Joni; Perdana, Indra; Supriyadi, Supriyadi; Pancawati, Ratna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24196

Abstract

AbstrakKemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital menjadi sangat penting di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi saat ini, tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk keberlangsungan berbagai sektor usaha dan industri. Menyadari pentingnya keterampilan digital, terutama di kalangan generasi muda, sekolah dipandang perlu mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dengan teknologi digital dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah SMA Kristen Palangka Raya. Terdapat beberapa permasalahan prioritas antara lain: kurangnya variasi kegiatan kewirausahaan yang dapat mengakomodir minat, bakat dan karakteristik siswa; kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis; kurangnya keterampilan tentang manajemen produksi suatu produk kewirausahaan berbasis digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi, berbagi pengetahuan kepada siswa dan guru tentang esensi kewirausahaan, pemanfaatan platform digital Canva untuk tujuan bisnis dan manajamen dasar kewirausahaan berbasis digital. Kegiatan ini melibatkan 23 orang siswa dan 4 orang guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan melalui pelatihan dan pendampingan dengan teknik ceramah, tanya jawab, demonstrasi, tutorial dan praktik. Diperoleh hasil utama yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa sebanyak 38,28%. Sedangkan hasil tambahannya adalah terciptanya prototype produk yang bernilai jual dari para siswa. Kata kunci: pelatihan; kewirausahaan digital; canva; manajemen; minat kewirausahaan. AbstrackThe ability to utilize digital technology has become crucial in the era of globalization and the advancement of information technology today, not only for individuals but also for the sustainability of various business and industrial sectors. Recognizing the importance of digital skills, especially among the younger generation, schools are seen as needing to integrate entrepreneurship education with digital technology into the curriculum and extracurricular activities. The partner in this community service activity is SMA Kristen Palangka Raya. There are several priority issues, including: the lack of variety in entrepreneurship activities that can accommodate the interests, talents, and characteristics of students; the lack of knowledge about utilizing the digital platform Canva for business purposes; and the lack of skills in managing the production of a digital-based entrepreneurial product. Based on these issues, this community service activity aims to provide education, share knowledge with students and teachers about the essence of entrepreneurship, the utilization of the digital platform Canva for business purposes, and basic management of digital-based entrepreneurship. This activity involves 23 students and 4 teachers as participants. The implementation methods include training and mentoring through lectures, Q&A sessions, demonstrations, tutorials, and practice. The main result obtained is an increase in students' knowledge and skills by 38.28%. Meanwhile, the additional result is the creation of prototype products with market value by the students. Keywords: training; digital entrepreneurship; canva; management; entrepreneurial interest.