Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kepemimpinan dan Komunikasi yang Efektif pada Koperasi-Koperasi Baru Kota Cilegon Provinsi Banten Ami Purnamawati; Yuanita Indriani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi sebagai badan usaha membutuhkan seluruh sumber daya manusianya memahami dan mengimplementasikan visi, misi dan tujuan serta target kerja koperasi. Berkoperasi adalah membangun kerjasama dalam tim yang memiliki tujuan yang konkrit yaitu berjuang bersama untuk menyejahterakan anggota. Oleh karena itu menggerakkan partisipasi aktif seluruh anggota merupakan kunci utama dan menuntut kesadaran penuh para SDM koperasi. Keberhasilan koperasi tidak dapat bergantung hanya kepada pengurus sebagai pimpinan koperasi namun pada peran nyata semua personilnya. Untuk itu penting membangun sinergi antara mereka yaitu pengurus, pengawas, manajer, karyawan dan anggotanya. Anggota dapat terlibat aktif dalam memberikan saran dan masukan untuk perbaikan koperasi di mana anggota memerankan dirinya sebagai pemilik (owner); dan tidak kalah penting adalah pengurus membangun kohesivitas usaha koperasi dengan kebutuhan anggota agar anggota dapat berpartisipasi sebagai pengguna (users). Dengan tujuan memberikan pemahaman lebih kepada para pengurus koperasi baru, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Cilegon memiliki program bagi para pengurus koperasi-koperasi yang baru terbentuk. Program pelatihan ditujukan agar sumberdaya manusia koperasi mampu mengoperasionalkan lembaga, keuangan dan usaha koperasi sesuai dengan jati diri koperasi; dengan demikian materi yang disampaikan berkaitan dengan Jati Diri Koperasi, Partispasi Anggota, Komunikasi dan Kepemimpinan serta Model Bisnis Canvas. Antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat pelatihan, masa rehat maupun sesudah waktu pelatihan selesai.
Implementasi Manajemen Koperasi Bagi Pengurus Koperasi Baru di Kota Cilegon Yuanita Indriani; Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi adalah badan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Sebagai sebuah entitas bisnis, koperasi dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan anggota sekaligus memberikan manfaat bagi anggotanya, baik manfaat ekonomi maupun manfaat sosial. Pendiri koperasi yang hampir dapat dipastikan akan menjadi Pengurus/Pengawas/Anggota koperasi, harus memahami perbedaan yang mendasar antara usaha yang dijalankan oleh koperasi dengan usaha yang dijalankan oleh perusahaan bukan koperasi. Dampak yang muncul karena kekurangpahaman Pengurus terhadap makna dan konsekuensi dari perusahaan koperasi adalah bahwa perusahaan koperasi bersaing ketat dengan perusahaan bukan koperasi untuk memperebutkan konsumen dalam hal ini adalah anggota. Dalam kondisi ini seharusnya koperasi dapat menunjukkan keunggulannya bahwa koperasi memiliki anggota yang menjadi ‘Captive Market’; dengan demikian seharusnya terbangun hubungan bisnis yang mengarah pada contractual business koperasi dengan anggotanya. Pencegahan praktik perkoperasian yang menyalahi ketentuan dan jati diri koperasi dilakukan melaluipeningkatan pemahaman Pengurus Koperasi yang baru dibentuk tentang penerapan manajemen koperasi pada layanan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan dapat memberikan manfaat terbesar bagi anggotanya.
Pembekalan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instruksi Presiden Indonesia No 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan di Indonesia bertujuan untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan dengan membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Kota Bandung yang memiliki 30 kecamatan dan 151 kelurahan harus membentuk koperasi Kelurahan Merah Putih sesuai dengan Inpres tersebut. Leading sector dalam pembentukan KopKel Merah Putih ini adalah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bandung. Salah satu tahapan persiapan pembentukan koperasi dilakukan pembekalan kepada para tokoh masyarakat, pengurus organisasi kelurahan dan calon pengurus, anggota dan pengawas koperasi di setiap kelurahan. Dengan jadwal yang ketat dari 19 – 21 Mei 2025, Penulis ditugaskan untuk memberikan Pembekalan di Kecamatan Astana Anyar yang dilaksanakan di enam kantor kelurahan yaitu, Cibadak, Pelindunghewan, Karasak, Panjunan, Nyengseret, dan Astana Anyar. Acara Pembekalan dilanjutkan dengan pembentukan koperasi dan penandatanganan para pengurus dan pengawas yang terpilih untuk pengajuan Badan Hukum Koperasi. Materi pembekalan diarahkan pada pemahaman dasar tentang koperasi yaitu tentang Jati Diri koperasi yang terdiri dari definisi koperasi, nilai koperasi dan prinsip koperasi. Jati diri koperasi penting dipahami dan diimplementasikan karena pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih dianggap sebagai bentuk gerakan top down yaitu dari pemerintah ke masyarakat. Padahal sejatinya pembentukan koperasi adalah dari kesadaran masyarakat untuk membentuk badan usaha untuk pemberdayaan ekonomi mereka (bottom up).
Pembekalan Public Speaking: Seni Berkomunikasi Secara Lisan Yang Efektif Bagi Tenaga Administrasi Sekretariat Dewan Kota Bandung Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekretariat Dewan merupakan unsur yang memiliki fungsi untuk memberikan dukungan dan pelayanan Dewan. Salah satu fungsinya adalah pengelolaan administrasi keuangan dan kesekretariatan. Program yang dirancang untuk memberikan pemberdayaan pada tenaga administrasi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung adalah Pembekalan yang berlangsung di Kabupaten Pangandaran selama tiga hari. Pembekalan merupakan aktivitas untuk para pegawai sebelum melaksanakan tugas-tugasnya. Materi yang diberikan kepada para tenaga administrasi Setwan berkaitan dengan Penyelerasan Hubungan Reses Dengan Rencana Pembangunan Daerah, Pertanggungjawaban Keuangan Reses Dalam Perspektif Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pembahasan Pedoman Pelaksanaan Reses Masa Sidang 1 tahun. Di sela-sela materi yang berkaitan dengan tupoksinya, materi Public Speaking disampaikan sebagai salah satu upaya untuk memberi pengetahuan dan kepercayaan diri bagi tenaga administrasi Sekretariat. Dewan dalam berkomunikasi dengan publik internal maupun publik eksternal. Peserta pelatihan berjumlah 45 orang dengan karakteristik durasi bekerja masih baru dan sudah lama bekerja. Metode pembekalan disampaikan dengan games, paparan dan kuis dalam waktu sekitar 75 menit. Topik-topik materi Public Speaking adalah Definisi, Jenis-Jenis, dan Hambatan Public Speaking serta Komunikasi Efektif. Respon positif ditunjukkan oleh seluruh peserta dalam setiap aktivitas hingga selesainya pemaparan. Indikator bahwa para peserta memberikan feed back positif adalah anstusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta dalam games, paparan, dan diskusi.
Bimbingan Teknik Komunikasi dan Koordinasi Pengurus dengan Anggota Koperasi Binaan Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Garut Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program yang diimplementasikan oleh Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Provinsi Jawa Barat adalah Bimbingan Teknis Manajemen Koperasi bagi Pengurus Koperasi binaannya di Kabupaten Garut. Program ini menjadi program kolaborasi ICARE dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin University). Pembinaan bagi koperasi-koperasi yang baru didirikan ini difokuskan pada pendalaman pemahaman yang berkaitan dengan karakteristik koperasi baik dari sisi kelembagaan maupun usaha koperasi. Materi-materi yang dirancang oleh tim pelatih adalah “Mengapa Berkoperasi”, “Menjalankan Usaha Koperasi”, dan “Mengukur Keragaan Koperasi dan Menetapkan Rencana Tindak Lanjut”. Kegiatan berlangsung selama satu hari dan dipandu oleh tiga pemateri yaitu tiga orang dosen dari Universitas Koperasi Indonesia. Salah satu materi yang menjadi topik penulisan dalam jurnal ini adalah ”Mengapa Berkoperasi” yang menjelaskan definisi, prinsip dan manfaat koperasi dan peran koperasi dikaitkan dengan teknik komunikasi dan koordinasi pengurus dan anggota sebagai kunci utama untuk mencapai tujuan berkoperasi. Beberapa metode digunakan seperti ice breaking, ceramah, dan diskusi. Peserta pelatihan merupakan para pengurus koperasi yang baru dan mengelola usaha koperasinya sebagian besar di bidang pertanian dan peternakan. Para peserta memiliki ragam pengalaman, pendidikan dan usia. Respon peserta menunjukkan sikap positif terhadap kegiatan bimtek ini, begitu pula terhadap materi dan pelatih. Kondisi tersebut diindikasikan dengan terjadinya proses interaktif pada sesi pemberian materi dalam suasana yang kondusif.
Fungsi Komunikasi Edukasi Manajemen Pariwisata Regional-Internasional Dengan Learning by Doing bagi Anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI) Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fungsi komunikasi instrumental adalah to educate yaitu memberikan edukasi atau pengajaran. Artinya pesan dan metode yang disampaikan bertujuan untuk membuat para penerima pesan menjadi memahami dan bahkan dapat mempraktikkannya. Dalam kegiatan ini, yang menjadi penerima pesan adalah anggota Bhakti Wanita Ikopin (BWI), dengan pesan tentang komunikasi manajemen pariwisata regional – internasional dan negara tujuannya Singapura dan Malaysia. Pemilihan jenis pariwisata regional-internasional diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas, peningkatan wawasan tentang negara-negara tersebut, destinasi wisata, sistem transportasi, sistem komunikasi, kuliner, budaya, dokumentasi perjalanan dan lain sebagainya. Tujuan kegiatan adalah agar para anggota BWI dapat memahami pengelolaan pariwisata (tourism management) secara mandiri karena tidak memanfaatkan agen perjalanan yang sudah pasti berbeda karakteristiknya. Materi disampaikan dengan menggunakan metode learning by doing atau experiential learning yang dimulai dengan kegiatan perencanaan dalam waktu dua minggu, perjalanan wisata selama satu minggu dan evaluasi kegiatan. Pada saat pelaksanaan, peserta pariwisata mandiri mendapatkan pengalaman secara nyata tentang pengelolaan pariwisata yang sudah direncanakan dan menikmati seluruh perjalanan ke tempat wisata.