Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Sosial sebagai Lingkungan Pendidikan Islam : Analisis Pemikiran Hasan Langgulung Siti Mabruroh; Muhammad Arif Syihabuddin
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v3i1.1899

Abstract

This study aims to understand the essence and role of the Islamic educational environment according to Hasan Langgulung, and examine its relationship with social media as part of the educational environment in the digital age. This study applies a qualitative approach with a literature study type, sourced from books and scientific articles related to Hasan Langgulung's thoughts, the educational environment, and social media. Data collection was conducted through documentation studies, and data analysis used content analysis methods. The research findings indicate that the environment plays an important role in internalizing Islamic values ​​and shaping students' character, while social media has the potential to function as a non-formal educational environment that supports the learning process, the dissemination of Islamic values, and the strengthening of Muslim identity in the digital world. However, social media also presents challenges in the form of the dissemination of inaccurate religious information and the potential for moral degradation. Therefore, the integration of the concept of the Islamic educational environment with social media requires targeted management and the active role of educators and families so that social media remains within the corridor of Islamic educational values ​​and supports the achievement of Islamic educational goals.
Metode Kisah Qur’ani dalam Pendidikan Karakter: Analisis Tematik Ayat-Ayat Kisah Siti Mabruroh; Imroatus Sholekah; Muhammad Farih
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode kisah Qur’ani dalam pendidikan karakter melalui analisis tematik ayat-ayat kisah. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai narasi historis, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam penanaman nilai moral dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, serta literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis tematik dengan mengelompokkan ayat-ayat kisah berdasarkan nilai pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah-kisah Qur’ani mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti ketaatan, kesabaran, tanggung jawab, dan kepemimpinan, yang relevan untuk diintegrasikan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, metode kisah Qur’ani memiliki kontribusi penting dalam penguatan pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam.
Asbab An-Nuzul Qs. Al-Baqarah [2]:256 Dan Implikasinya Terhadap Konsep Toleransi Beragama Siti Mabruroh; Muhammad Shohib
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4670

Abstract

Artikel ini mengkaji asbāb an-nuzūl QS. Al-Baqarah [2]:256 dan implikasinya terhadap konsep toleransi beragama dalam perspektif Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemahaman parsial terhadap ayat-ayat toleransi yang sering dilepaskan dari konteks historis penurunannya, sehingga melahirkan sikap ekstrem, baik yang terlalu permisif maupun eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data utama berupa Al-Qur’an, kitab asbāb an-nuzūl, serta tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menempatkan teks ayat, konteks sosial penurunan, dan pandangan para mufassir dalam satu kesatuan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah [2]:256 diturunkan sebagai respons atas peristiwa sosial di masyarakat Madinah yang plural, khususnya terkait larangan pemaksaan agama. Implikasi asbāb an-nuzūl ayat ini menegaskan bahwa toleransi beragama dalam Islam berlandaskan pada kebebasan berkeyakinan dan penolakan terhadap pemaksaan, namun tetap memiliki batas yang jelas, yakni tidak mengarah pada relativisme agama. Dengan demikian, pemahaman asbāb an-nuzūl menjadi landasan penting dalam merumuskan konsep toleransi beragama yang kontekstual dan proporsional.