Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan desa binaan siaga bencana untuk pengurangan resiko bencana gempa bumi dan longsor di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Wanjat Kastolani; Darsiharjo Darsiharjo; Iwan Setiawan; Fitri Rahmafitria
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.38702

Abstract

Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang berada pada zona sesar Lembang dengan morfologi perbukitan membuatnya rawan bencana gempa bumi dan gerakan tanah seperti longsor. Potensi pertanian dan pariwisata menjadi ciri khas dari kecamatan ini, untuk mencegah masalah yang dapat ditimbulkan oleh gempa bumi dan gerakan tanah perlu adanya upaya pengurangan resiko bencana berbasis desa binaan, diharapkan dengan hal tersebut, masyarakat yang menjadi desa binaan ini menjadi lebih siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi. Laporan akhir pelatihan desa binaan untuk pengurangan resiko bencana longsor dan gempa bumi menunjukkan nilai positif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat antara lain: (a) pengenalan kebencanaan di Indonesia, (b) bencana longsor, gempa bumi dan penyebabnya, (c) informasi geografis potensi bencana longsor dan gempa bumi di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan (d) mitigasi bencana longsor dan gempa bumi. Pembentukan kader/relawan warga siaga bencana dan desa binaan siaga bencana untuk menjalin komunikasi dalam upaya pembinaan mitigasi bencana.
Pelatihan pemanfaatan limbah kotoran sapi di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung untuk mendukung program Citarum Harum Wanjat Kastolani
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.218

Abstract

Desa Sukamanah merupakan salah satu desa di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung yang merupakan desa penghasil susu sapi dan sayuran. Sampah organik dari sisa tanaman sayuran dan kotoran hewan sapi selama ini hanya ditimbun dan dialirkan ke sungai, sehingga semakin berat pencemaran sungai Citarum. Untuk mengurangi masalah tersebut maka pelatihan pemanfaatan sampah organik dan limbah kotoran sapi yang diolah secara mikrobial untuk menjadi media tanam akan menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini tentunya mendukung program Citarum Harum yang diusung oleh pemerintah dengan mengurangi pencemaran dari hulu sungainya. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan praktek. Ceramah dilaksanakan dalam ruangan untuk penyampaian materi mengenai sampah terhadap sungai Citarum dan praktek dilaksanakan di luar ruangan untuk pemanfaatan kotoran sapi dengan menggunakan mikroorganisme lokal yang langsung menjadi media tanam pada saat itu juga.
Pelatihan pembuatan briket kotoran segar sapi untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Wanjat Kastolani; lwan Setiawan; Ghoitsa Rohmah Nurazizah
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.38542

Abstract

Lembang adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Selain pariwisata, potensi kecamatan ini adalah agroindustri dan peternakan sapi perah. Selama ini sebagian besar peternak sapi di Lembang masih membuang limbah kotoran sapi langsung ke sungai sehingga mencemari lingkungan. Di beberapa tempat kotoran sapi sudah dimanfaatkan untuk biogas dan pupuk kompos namun kedua cara tersebut masih memiliki kekurangan. Pemanfaatan menjadi biogas masih menghasilkan sludge (lumpur) yang harus ditampung atau sebagian besar dibuang langsung ke saluran atau sungai. Sedangkan pengomposan kotoran sapi dengan cara diangin-anginkan memerlukan waktu yang lama untuk menjadi pupuk kompos. Oleh karena itu diperlukan cara lain untuk mendukung pengolahan limbah kotoran sapi, salah satunya dengan membuat briket kotoran segar sapi. Kotoran sapi yang baru keluar diaduk dengan mikroorganisme lokal (MOL) lalu dicetak dan dikeringkan. Lokasi pelatihan pembuatan briket yaitu di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Metode pelatihan pembuatan briket kotoran sapi adalah ceramah dan praktik langsung di lapangan. Pelatihan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, sarung tangan dan menjaga jarak.
Pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung Wanjat Kastolani; Fitri Rahmafitria; Ghoitsa Rohmah Nurazizah; U Supriatna
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 2 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i2.52935

Abstract

Topographically, Cimaung is in the form of hills and mountains with slopes above 30%. Slopes above 30% should only be used for moderate grazing, designated as nature reserves or planted with perennials. However, the reality on the ground is that the conditions that occur in Cimaung District are used as agricultural land and intensive horticulture carried out by rural communities. Based on observations, the vegetable plants that dominate the Cimaung District are mustard plants. The majority of mustard greens farmers are very intensive in using chemical fertilizers. Increasing agricultural production intensively by using chemical fertilizers, pesticides and other chemical compounds on a large scale by farmers often causes damage to the soil and the environment. To reduce the risks that have been caused by the use of these chemicals, it is necessary to balance it with the use of organic materials such as post-harvest crop residues and livestock waste. Utilization of livestock waste which has a function as compost which can be applied directly without tilling the soil needs to be socialized to farming communities who have used chemical fertilizers a lot. Changing the habits of farmers will not be easy, but efforts must still be made. Based on this, it is necessary to socialize and train the utilization of livestock waste for agriculture without tillage in the form of community service. The method of community service activities is lectures to provide material and direct practice in the field.   Abstrak Cimaung secara topografi adalah berupa perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng di atas 30%. Kemiringan lereng di atas 30% seharusnya hanya digunakan untuk pengembalaan sedang, dijadikan cagar alam atau ditanami tanaman keras. Namun demikian kenyataan di lapangan kondisi yang terjadi di Kecamatan Cimaung banyak dijadikan lahan pertanian sawah maupun hortikultura secara intensif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Berdasarkan pengamatan, tanaman sayuran yang mendominasi Kecamatan Cimaung adalah tanaman sawi. Mayoritas petani sawi sangat intensif dalam penggunaan pupuk kimia. Meningkatkan produksi pertanian secara intensif dengan pemakaian pupuk kimia, pestisida dan senyawa-senyawa kimia lainnya secara besar-besaran oleh petani sering menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan. Untuk mengurangi risiko yang sudah ditimbulkan dengan pemakaian bahan-bahan kimia tersebut, perlu diimbangi dengan pemakaian bahan organik seperti sisa tanaman pascakapen dan limbah ternak. Pemanfaatan limbah ternak yang memiliki fungsi sebagai kompos yang langsung dapat diaplikasikan tanpa mengolah tanah perlu untuk disosialisasikan pada masyarakat petani yang selama ini banyak menggunakan pupuk kimia. Untuk mengubah kebiasaan petani memang tidak akan mudah, akan tetapi tetap harus diusahakan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah untuk pemberian materi dan praktik langsung di lapangan. Kata Kunci: limbah ternak; pertanian; tanpa olah tanah