Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PROMOSI KESEHATAN) PADA SISWA SD NEGERI BUNG MAKASSAR Mahfud Mahfud
Jurnal Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN DAN SAINS (JKS)
Publisher : LPPM STIKES Griya Husada Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia adalah tercapainya bangsa yang maju dan mandiri, sejahtera lahir dan batin. Keadaan masyarakat Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan dirumuskan sebagai“Indonesia Sehat 2025”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (promosikesehatan) padasiswa SD Negeri Bung Makassar. Uji statistik yang digunakan Uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05, dan uji Regression Logistic pada SPSS versi 16. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampelpenelitian sebanyak 60 responden yang berada dalam lokasi penelitian dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.Cara pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, yang dilakukan langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner, dan observasi dengan caracheck list.Hasil penelitian dengan analisis bivariat didapatkan ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan (ρ=0,39), sikap (ρ=0,040), tindakan (ρ=0,023), ketersediaan fasilitas/sarana dan prasana kesehatan (ρ=0,046), peran guru (ρ=0,025), dukungan keluarga (ρ=0,033), dan teman sebaya (ρ=0,043) terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (promosikesehatan) padasiswa SD Negeri Bung Makassar. Sedangkan hasil multivariat, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (promosikesehatan) pada siswa SD Negeri Bung Makassar adalah pengetahuan dengan nilai (B-1.574), dan tingkat signifikan (ρ=0,032). Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan adanya peningkatan pembinaan dan pemberian pendidikantentang kesehatan, khususnya pendidikan kesehatan yang diberikan untuk anak usia sekolah, dan usia anak yakni melakukan PHBS dengan baik untuk memperoleh perilaku hidup sehat.
Analisis Eksistensi Budaya Ne'e Uma Riana Pada Masyarakat Suku Donggo Dalam Menjaga Kearifan Lokal Ditengah Arus Globalisasi dan Modernisasi Najamudin, Najamudin; Mahfud, Mahfud
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2696

Abstract

Masyarakat pada era globalisasi ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sehingga berdampak pada perubahan perilaku sosial dalam masyarakat. Hal ini memungkinkan masyarakat mudah melupakan nilai-nilai luhur warisan budaya. Namun, hal ini tidak berlaku pada masyarakat suku Donggo Bima, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat setempat tetap mempertahankan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur mereka. Salah satu budaya yang masih kental dan berlangsung lama hingga saat ini adalah “Ne’e Uma Riana” yang merupakan proses mengantar mempelai perempuan ke rumah orang tua laki-laki (mertua) yang biasanya dilakukan 3-5 hari setelah upacara resepsi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang keberadaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi budaya "Ne'e Uma Riana" pada masyarakat suku Donggo. Data dalam penelitian ini berkaitan dengan Eksistensi budaya lokal Bima “Ne’e Uma Reana” yang diperoleh dari Narasumber (Generasi muda, pasangan muda mudi, pasangan suami istri, orang tua dan kepala desa/pemerintah setempat). Data dianalisis secara deskriptif dengan cara membaca (mencermati) seluruh informasi yang diperoleh, kemudian memberikan makna atau memaknai data dengan mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya menjadi bagian-bagian berdasarkan pengelompokan informasi yang telah ditentukan.
Development of Hygyene and Sanitation Learning Tools Based on Typical Food “Mbohi Dungga” Using PBL Model to Improve Students' Creative Thinking Ability Mahfud, Mahfud; Feriyadin, Feriyadin
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal EduHealth, April - September 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.554 KB)

Abstract

Research on hygiene and sanitation courses has been carried out on students of the tourism study program at STIPAR Soromandi Bima. This study aims to develop a hygiene and sanitation learning tool based on typical food "Mbohi Dungga" using the PBL model to improve students' creative thinking skills. By using a 4-D model (developmental research) which include of RPS Textbooks, Worksheets and Instruments of students' creative thinking skills. Based on the objectives and results of the study, it can be concluded that the procedure for developing hgyene and sanitation learning devices based on typical food "Mbohi Dungga" using Problem Based Learning Models to improve creative thinking ability of STIPAR Soromandi Bima students by using the Four-D research development model is in the "GOOD" category. Thus, the learning tools developed can be declared "FEASIBLE" to be used in the learning process in the Hygyene and Sanitation course at STIPAR Soromandi Bima.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Pelatihan Promosi Kesehatan untuk Mengubah Perilaku Pengelolaan Sampah di Desa Wisata Oi Marai Tambora Mahfud Mahfud; Marwan Marwan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Mei, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i5.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pelatihan promosi kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat lokal untuk mengubah perilaku pengelolaan sampah di Desa Wisata Oi Marai Tambora. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan sistematis terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional periode 2020–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa promosi kesehatan berbasis partisipasi masyarakat efektif meningkatkan literasi kesehatan lingkungan, kesadaran ekologis, dan perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Action Research (PAR) mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pemilahan, pengolahan, dan pengawasan sampah secara mandiri. Keberhasilan program juga dipengaruhi oleh dukungan sarana fisik, edukasi berkelanjutan, penguatan kelembagaan lokal, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, Pokdarwis, perguruan tinggi, dan masyarakat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program pelatihan berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ecological citizenship mampu menciptakan peluang ekonomi kreatif melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting dalam mewujudkan desa wisata yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Pengaruh Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMA Mahfud Mahfud; Erica Jihan Fahira
JANAH: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) "AMANAH"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/janah.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi makanan cepat saji terhadap konsentrasi belajar siswa di SMAN 1 Soromandi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas XI yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kelompok kontrol yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji secara teratur. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur konsumsi makanan cepat saji dan tes konsentrasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam berkonsentrasi selama pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang menghindari makanan cepat saji. Siswa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata 60 dalam tes konsentrasi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor rata-rata 85. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif konsumsi makanan cepat saji terhadap konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak sekolah dan orang tua dalam merancang kebijakan pola makan yang lebih sehat untuk mendukung keberhasilan belajar siswa.
Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Peningkatan Konsentrasi dan Prestasi Belajar Siswa SMA Mahfud; Marwan
JANAH: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) "AMANAH"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66371/janah.v2i2.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi seimbang berbasis digital terhadap peningkatan konsentrasi dan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Soromandi Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent parallel, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif secara simultan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI (n = 128), dengan sampel 80 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, serta informan kualitatif berupa 10 siswa, 5 guru, dan 1 guru BK melalui purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest pengetahuan gizi dan konsentrasi belajar, serta dokumentasi nilai akademik. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, focus group discussion (FGD), dan observasi partisipatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan dan korelasi Pearson, sedangkan analisis kualitatif menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan gizi (62,45 menjadi 81,32) dan konsentrasi belajar (58,88 menjadi 76,54), dengan korelasi yang kuat antara kedua variabel (r = 0,613; p < 0,05). Data kualitatif menegaskan adanya perubahan perilaku siswa, motivasi belajar yang meningkat, serta efektivitas media digital dalam pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi seimbang berbasis digital efektif meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa, sekaligus membangun budaya sekolah sehat.
Strategi Pengembangan Wellness Tourism melalui Kampanye Perilaku Hidup Sehat bagi Wisatawan Nusantara di Destinasi Wisata Kebugaran Lawata Kota Bima Mahfud; Hanafi
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2383

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan wellness tourism melalui kampanye perilaku hidup sehat bagi wisatawan nusantara di Destinasi Wisata Kebugaran Lawata Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan focus group discussion yang melibatkan pengelola destinasi, Pokdarwis, wisatawan, pelaku UMKM, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism di Lawata memerlukan integrasi antara kampanye perilaku hidup sehat, implementasi prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), promosi digital, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Penerapan standar kesehatan dan sanitasi yang konsisten terbukti meningkatkan rasa aman, kepuasan, dan loyalitas wisatawan. Selain itu, pemanfaatan media sosial dan edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan wisatawan sekaligus memperkuat citra destinasi wisata sehat. Penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem wisata kebugaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, Lawata memiliki potensi menjadi model pengembangan wellness tourism berbasis lokal yang kompetitif, sehat, dan berdaya saing di tingkat nasional.
Model Promosi Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal (Ethno-Wellness) dalam Meningkatkan Daya Tarik Desa Wisata Terintegrasi di Kota Bima Mahfud; Muzdalifah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i4.2384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model promosi kesehatan berbasis kearifan lokal (ethno-wellness) dalam meningkatkan daya tarik desa wisata terintegrasi di Kota Bima. Latar belakang penelitian ini adalah masih belum optimalnya integrasi antara sektor kesehatan, budaya, dan pariwisata dalam pengembangan desa wisata, meskipun potensi kearifan lokal dan biodiversitas tanaman obat sangat besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi potensi kearifan lokal dalam mendukung pengembangan wisata kesehatan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tanaman obat, praktik kesehatan tradisional, serta nilai budaya lokal seperti filosofi masyarakat Bima mampu menciptakan pengalaman wisata yang autentik, edukatif, dan berkelanjutan. Model ethno-wellness juga memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi melalui pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Selain itu, pemanfaatan media digital dan storytelling budaya terbukti meningkatkan daya tarik dan jangkauan promosi wisata kesehatan. Dengan demikian, model ini tidak hanya meningkatkan daya tarik desa wisata, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kearifan lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.