Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyelesaian Sengketa Nafkah Anak Pasca Perceraian di Pengadilan Agama Probolinggo Anis Fitria; Mohammad Hendra; Samsul Huda
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4qzmzf68

Abstract

Penelitian ini membahas mekanisme penyelesaian sengketa nafkah anak pasca perceraian serta hambatan dalam pelaksanaan putusan di Pengadilan Agama Probolinggo. Permasalahan muncul ketika putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap tidak dilaksanakan oleh pihak yang dibebani kewajiban sehingga hak nafkah anak tidak terpenuhi secara optimal. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan socio-legal yang memadukan kajian normatif hukum dengan realitas sosial di masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan aparatur Pengadilan Agama Probolinggo serta studi literatur dari jurnal ilmiah dan buku yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa nafkah anak secara formal berakhir pada putusan hakim, sedangkan pelaksanaannya bergantung pada permohonan eksekusi dari pihak yang berhak. Hambatan utama meliputi rendahnya kepatuhan pihak ayah, kesulitan pemanggilan akibat alamat yang tidak diketahui, serta keterbatasan koordinasi dengan instansi terkait. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan mekanisme pelaksanaan putusan dan peningkatan koordinasi antar lembaga agar pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian dapat terlaksana secara efektif.
Implementation of the Role of Advocates in Handling and Resolving Inheritance of Adopted Children at Lutfi S.H and Partners Advocate Office Musyarrofa, Nadia Farhatul; Hendra, Mohammad; Hitaminah, Khusnul; Basri, Hasan
Indonesian Journal of Law and Economics Review Vol. 21 No. 2 (2026): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijler.v21i2.1539

Abstract

General Background Inheritance disputes remain a major civil law issue because estate distribution often depends on contested interpretations of statutory heirship. Specific Background In cases involving adopted children, Indonesian civil inheritance law under the Civil Code prioritizes blood relations and surviving spouses, while adoption regulations emphasize child protection and administrative validity rather than automatic heir status. Knowledge Gap Limited empirical attention has been given to how advocates translate these legal rules into practical dispute handling at Lutfi S.H. and Partners Law Office. Aims This study examined advocates’ implementation in handling and resolving adopted child inheritance disputes and identified the legal standing of adopted children within the Indonesian civil inheritance system. Results The findings show that advocates work through consultation and case analysis, dispute-resolution strategy, and legal assistance and representation. Preventive work includes legal education and preparation of wills, adoption documents, and grants; repressive work includes negotiation, mediation, litigation, evidence organization, and courtroom representation. Adopted children are not automatic statutory heirs under Article 832 of the Civil Code but may receive estate portions through wills or grants, subject to legitieme portie. Novelty The study integrates empirical advocate practice with civil inheritance doctrine to explain preventive, educational, and solution-oriented legal services in adoption-related estate conflicts. Implications The findings support stronger legal planning, public legal awareness, and professional assistance to secure certainty, justice, and proportional protection in adopted child inheritance disputes. Highlights: Legal representatives use consultation, mediation, and courtroom assistance across conflict handling. The Civil Code prioritizes blood relatives and surviving spouses as statutory beneficiaries. Asset portions for non-biological minors depend on formal declarations or grant instruments. Keywords: Role of Advocates, Inheritance Disputes, Adopted Children, Civil Law, Inheritance.