Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

FACTORS DETERMINING STUDENTS' SELF-MOTIVATION AT UNIVERSITAS RIAU Mujiono Mujiono; Gani Haryana; Mifta Rizka
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i2.8211

Abstract

This research was a qualitative descriptive study aiming at revealing factors determining students’ self-motivation at Universitas Riau. Self-motivationwas a crucial element in the implementation of blended learning-based curriculum in the industrial 4.0 era. The data for this research were collected by using questionnaireswhich were distributed through google forms for all students in each faculty. They were selected as the samples in this research with a total of 515 students. The results showed that the score for ‘havingmotivation to achieve something’ was 4.21 or 84.12% which was categorized as good;the score for the commitment aspect was 4.34 or 86.70% which was categorized asgood; the score of the initiative aspect was 3.87 or 77.50% which was categorized assufficient;the score foroptimisticaspect was 4.15 or 83%, and theoverall average score was 4.14 or 82.85% which was categorized as good. Based on the 10 indicators as a determining factors for the students’ self-motivation at Universitas Riau, all of them can determine the level of achievement of the self-motivation . Sequentially, the determining factors from the highest to the lowest were needed for lectures, self-introspection, fulfilling class assignments, confidence in abilities, complacency/not giving up easily, enthusiasm for attending lectures,orientation  to success, prefering  to work on case studies, self-confidence, and managing times for study.
ANALISIS FAKTOR PENENTU KUALITAS PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN DI PERGURUAN TINGGI Icha Yolanda; Suarman Suarman; Gani Haryana
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i4.8644

Abstract

Pembelajaran dalam jaringan (daring) sebenarnya sudah menjadi bagian dari salah satu alternatif proses pembelajaran di perguruan tinggi sejak era 90-an. Dan sejak tahun 2020 telah terjadi pandemic covid-19 mengakibatkan semua Perguruan Tinggi melaksanakan pembelajaran daring ini. Hanya saja dalam pelaksanaannya menimbulkan banyak permasalahan baik dari Dosen maupun dari mahasiswa itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang menentukan berkualitas atau tidaknya pembelajaran dilaksanakan. Oleh karena itu penelitian dala artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu dan pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran daring. Penelitian tersebut menggunakan responden sebanyak 133 mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Riau yang dipilih secara random. Data dikumpulkan melalui angket dengan memanfaatkan google form, dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan analisis statistik menggunakan Chi-square. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa ternyata sebahagian besar respoonden menyatakan bahwa kualitas pembelajaran daring yang dilaksanakan sudah terlaksana secara baik sesuai dengan kriteria pembelajaran daring. Selanjutnya bila dilihat dari faktor penentu kualitas pembelajaran daring tersebut ternyata sebahagian besar responden menyatakan baik dari faktor sarana dan prasarana, faktor dari dosen dan faktor dari mahasiswa ternyata secara analisis diskriptif telah memadai dan sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya setelah dilakukan analisis statistik ternyata juga ketiga faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap kualitas pembelajaran daring. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berkualitas atau tidaknya pembelajaran daring yang dilaksanakan sangat terganturng kepada ketersediaan sarana dan prasarana baik yang disediakan oleh Perguruan Tinggi maupun oleh mahasiswa itu sendiri. Selain itu faktor dosen yang memiliki kualifikasi dan kompetensi serta faktor dari mahasiswa terutama berkaitan dengan semangat dan keterampilan belajarnya, literasi teknologi, dan komunikasi serta berkolaborasi juga menentukan kualitas pembelajaran daring tersebut. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran daring di Perguruan Tinggi, diperlukan sarana & prasarana yang mendukung terutama fasilitas jaringan dan LMS, serta peningkatan kompetensi dosen agar dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tuntutan abad 21 dan RI 4.0, serta peningkatan ketrampilan mahasiswa dalam belajar daring ini.
Faktor Penentu Tingkat Pemahaman Belajar dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Riau Veny Arsi Shintya; Gani Haryana; Mujiono Mujiono
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.863 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6486

Abstract

Penenelitian ini bertujuan untuk menguji faktor penentu tingkat pemahaman belajar yaitu minat membaca,waktu belajar,intesitas pemberian tugas, dan metode mengajar dosen berpengaruh terhadap tingkat pemahaman belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Pendidikan Ekonomi Universitas Riau angkatan 2019,2020, dan 2021. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dan diperoleh sebanyak 207 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan untuk menganalisis data menggunakan regresi linier berganda. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa minat membaca, waktu belajar, intesitas pemberian tugas dan metode mengajar dosen memiliki pengaruh positif dan signifikan secara silmutan terhadap tingkat pemahaman belajar. Besar pengaruh diketahui dari nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,492 atau 49,2%, sedangkan sisanya sebesar 50,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara parsial, minat membaca, waktu belajar, intesitas pemberian tugas,dan metode mengajar dosen berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas.
Pengaruh Tingkat Pendapatan UMKM Terhadap Kesejahteraan Pemiliknya di Pasar Kuliner Padang Panjang Vibiola Ananda Putri; Sakdanur Nas; Gani Haryana
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11645

Abstract

Permasalahan yang kerap dirasakan oleh pedagang yaitu tingkat pendapatan bersih yang diperoleh oleh pedagang tidak stabil setiap bulannya. Hal ini juga akan berdampak terhadap kesejahteraan yang dirasakan oleh pedagang tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat pendapatan UMKM terhadap kesejahteraannya di pasar kuliner Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat pendapatan UMKM terhadap kesejahteraann pemiliknya di Pasar Kuliner Padang Panjang. Dengan adanya penelitian ini pedagang UMKM dapat unttuk meningkatkan kesejahteraan dengan cara meningkatkan pendapatan bersih yang diterima
The Influence of the Effectiveness of Visual Learning Media on Economic Learning Outcomes across Interests of Class X Students at SMAN 1 Kampar Kiri Nur Izati; Gani Haryana; Mujiono Mujiono
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.785

Abstract

This study aims to determine the effect of the effectiveness of visual learning media on economic learning outcomes across interests of class X students at SMAN 1 Kampar Kiri. The method used in this study is a correlational method with a quantitative approach. The sample used in the study was 73 people. The data collection method used in this study used questionnaires and tests, test instruments to determine learning outcomes and questionnaires to determine student responses to the use of visual power point media. The analytical techniques used were descriptive analysis, classical assumption tests and simple linear regression. The research results obtained showed that the effectiveness of visual learning media had a positive and significant effect on student learning outcomes with the regression equation Y = 4,272 + 0.813 (X)X1 + e and contributed 48% and the rest was influenced by other factors not examined.
Formulation of Blended Learning Lecture Activities Based on the Assessment of Lecturers and Students of the Economic Education Study Program FKIP Universitas Riau Adinda Nurul Izzah Salma; Gani Haryana; Almasdi Syahza
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v2i2.677

Abstract

This study aims to formulate blended learning lecture activities based on lecturer assessments and student assessments of the Economics Education Study Program, FKIP, University of Riau. The background of this research is the use of blended learning models that will be used in lecture activities. This study uses a type of quantitative research. This research was conducted at the Economics Education Study Program, FKIP, University of Riau. The size of the population is 92 respondents, with a sample of 19 lecturers and 73 students of the Economics Education Study Program, FKIP, University of Riau. The data collection technique was carried out by distributing questionnaires. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the study show that face-to-face lecture activities and structured assignment lecture activities are effectively formulated into blended learning while independent learning lecture activities cannot be formulated into blended learning, because the results of lecturer and student assessments show differences in assessment of independent learning lecture activities.
The Effectiveness of the Google Classroom Application as a Learning Media to Improve Learning Outcomes in Economics Lessons in Classes XI IPS 1 and XI IPS 2 SMAN 1 Bungaraya Siak Regency Sri Lestari; Gani Haryana; Mujiono Mujiono
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.2257

Abstract

This research aims to see the effectiveness of the Google Classroom application as a learning medium to improve student learning outcomes. The method used in this research is quantitative descriptive methods. The quantitative descriptive method aims to describe a phenomenon, event, symptom and occurrence that occurs factually, systematically and accurately. The focus of the discussion in this research is to explain and describe the objects of the variables studied. The sample in this study was 29 students of class XI IPS 1 and 29 students of XI IPS 2. Data collection techniques used questionnaires and documentation. Data analysis uses descriptive analysis with analytical tests, Validity Test, Reliability Test, Descriptive Analysis, Normality Test, and Wilcoxon Test. The results of this research show that the use of the Google Classroom application has a positive influence in improving student learning outcomes. The Wilcoxon test results in both classes show an Asymp sig value. (2-tailed) with a value of 0.000 0.05, which means that Google Classroom has a role in improving student learning outcomes.
The Influence of Self-Efficacy on Learning Outcomes in Economics Subjects in Class X IPS Students at SMA IT Al Bayyinah Pekanbaru Rabi Atul Adawiya; Caska Caska; Gani Haryana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1366

Abstract

This research aims to examine and explain the effect of self-efficacy on students’ learning outcomes. The background of this research is that students' learning outcome is still low. This research is included in the quantitative research. The population and sample in this study were all 84 students of grade X social studies at SMA IT Al Bayyinah Pekanbaru. Sampling technique with saturation sampling. Data collection techniques used are documentation and questionnaires. The classic assumption test includes the normality test, linearity test and multicollinearity test. Data analysis technique with simple linear regression.
Pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran interaktif dan menyenangkan berbasis digital bagi guru SMA Gimin Gimin; Henny Indrawati; Caska Caska; Sumarno Sumarno; Gani Haryana; Mujiono Mujiono; Dicha Putri Rezkia; Dinda Ardelia Ramadhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33595

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk dunia pendidikan. Penggunaan media pembelajaran digital yang interaktif dan menyenangkan menjadi salah satu tren yang semakin populer dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun implementasi pembelajaran digital di sekolah menghadapi keterbatasan sumber daya dan berbagai tantangan, di antaranya masih banyak guru yang belum memiliki kompetensi yang memadai dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Hal ini juga dialami oleh guru-guru di SMA Negeri 1 Kampar Provinsi Riau. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melatih dan mendampingi 25 orang guru di sekolah tersebut dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi Canva. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik (workshop) yang dilaksanakan dalam satu sesi kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui penyebaran angket pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan serta kemampuan peserta. Hasil kegiatan menemukan adanya peningkatan kompetensi guru, di antaranya: pengetahuan tentang AI meningkat dari skor rata-rata 1,52 menjadi 3,46 atau sebesar 90%, dan pengetahuan tentang Canva meningkat dari 2,13 menjadi 4,01 sebesar 88%. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan hardskill guru dalam pembuatan media pembelajaran digital berbasis AI dan Canva, sekaligus memperkuat softskill kolaborasi dan kreativitas dalam proses pengembangan media pembelajaran yang inovatif. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; media pembelajaran; artificial intelligence; aplikasi canva Abstract The rapid development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of life, including education. The use of interactive and enjoyable digital learning media has become an increasingly popular trend in efforts to improve the quality of learning. However, the implementation of digital learning in schools faces resource constraints and various challenges, including the fact that many teachers still lack adequate competence in utilizing technology for learning. This is also experienced by teachers at SMA Negeri 1 Kampar in Riau Province. Therefore, the purpose of this community service activity is to train and assist 25 teachers at the school in developing interactive digital learning media by utilizing Artificial Intelligence (AI) and the Canva application. The methods used include lectures, discussions, demonstrations, and workshops, which are carried out in one session. The evaluation was conducted through the distribution of pretest and posttest questionnaires to measure the participants' knowledge and abilities. The results of the activity found an increase in teacher competence, including: knowledge of AI increased from an average score of 1.52 to 3.46 or 90%, and knowledge of Canva increased from 2.13 to 4.01 or 88%. Thus, this activity has proven to be able to improve teachers' hard skills in creating AI and Canva-based digital learning media, while also strengthening their soft skills of collaboration and creativity in the process of developing innovative learning media. Keywords: training; mentoring; learning media; artificial intelligence; canva application.