Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan

PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam.  
COOKIES PIRATEL (PISANG RAJA WORTEL) BERPENGARUH TERHADAP BERAT BADAN BALITA STATUS GIZI KURANG Masini, Masini; Prasetyaningtyas, Vivi Nur; Idhayanti, Ribkha Itha; Ayuningtyas, Ayuningtyas; Munayarokh, Munayaroh
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11393

Abstract

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, terdapat empat permasalahan gizi balita di Indonesia. Di antaranya stunting, wasting, underweight, dan overweight. Menurut SSGI 2022, prevalensi balita wasting di Indonesia naik 0,6 poin dari 7,1% menjadi 7,7% pada tahun lalu. Kemudian, prevalensi balita underweight atau gizi kurang sebesar 17,1% pada 2022 atau naik 0,1 poin dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan permasalahan gizi kurang balita di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, permasalahan gizi kurang pada balita perlu segera mendapatkan penanganan agar tidak terjadi gangguan pertumbuhan maupun permasalahan dikemudian hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cookies piratel terhadap berat badan balita status gizi kurang. Jenis penelitian menggunakan Pra Experimental dengan desain one group pretest dan posttest , populasi sejumlah 34 anak , tekning pengambilan sampel yakni total sampling sejumlah 34 responden balita gizi kurang yang diberikan intervensi selama 14 hari dan dianalisis perubahan berat badannya pada hari ke 15. Analisis hasil dengan uji T Test Berpasangan Paired T-Test menunjukkan terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian cookies piratel dengan p value 0.000 (p value <0,05).  Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian cookies piratel terhadap berat badan balita status gizi kurang. Diharapkan orang tua memberikan cookies piratel pisang dan wortel sebagai salah  satu alternatif makanan untuk meningkatkan berat badan balita yang mengalami kurang gizi. 
EFEKTIVITAS KELOMPOK IBU BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA STUNTING Phinasti, Rizqi Putri; Masini, Masini; Arum Lusiana, Arum Lusiana
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i1.11521

Abstract

Pada tahun 2018, angka stunting di Jawa Tengah sebesar 24,4% menurut Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM). Persentase tersebut menurun menjadi 18,3% pada tahun 2019, 14,5% pada tahun 2020, 12,8% pada tahun 2021, dan selanjutnya turun menjadi 11,9% pada tahun 2022. Kabupaten Brebes mempunyai angka stunting tertinggi yaitu sebesar 29,1%, disusul Kabupaten Temanggung dengan 17% di peringkat kedua. Peneliti tertarik untuk menganalisis efektivitas kelompok ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak intervensi kelompok pada ibu balita terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memberikan nutrisi tambahan pada balita gizi kurang.Penelitian ini bersifat kuantitatif dan mengikuti Pre Experimental Design dengan teknik One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian difokuskan pada 36 ibu yang memiliki anak gizi buruk di Desa Giripurno Kecamatan Ngadirejo. Metode pengambilan sampel menggunakan pendekatan Total sampel. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon untuk analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ibu yang memiliki balita efektif memberikan informasi dan kemampuan dalam memberikan makanan tambahan kepada bayi yang kekurangan gizi (p value = 0,000 < 0,05).Bidan dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi terjadinya stunting pada balita. Para ibu balita diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyebab terjadinya stunting, sehingga dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan keahlian para ibu dalam tumbuh kembang anaknya.
PENGARUH PENDAMPINGAN KESEHATAN WUS TERHADAP PERILAKU WUS DALAM PEMERIKSAAN IVA Idhayanti, Ribkha Itha; Sari, Nita Melia; Maryani, Siti; Masini, Masini
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12490

Abstract

Kasus kanker leher rahim menepati urutan kedua setelah kanker payudara yaitu sebanyak 36.633 kasus atau 9,2 % dari total kasus kanker di Indonesia. Cara sederhana mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin yaitu dengan melakukan IVA. Saat ini cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah(sekitar 5%). Di Kabupaten Temanggung cakupan pemeriksaan IVA 5,6% dan di Kecamatan Bejen 13,6% dari sasaran 1012Tujuan Umum:Untuk mengetahui pengaruh pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA di Desa Prangkokan Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan yang digunakan yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. jumlah sampel sebesar 40 orang. Pada saat kegiatan sosialisasi tanggal 04 Oktober 2023 sesuai kriteria inklusi. Dalam penelitian ini d menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini adalah: Perilaku pemeriksaan IVA sebelum di lakukan pendampingan kesehatan WUS masih rendah yaitu 12,5% dari 40 responden. Perilaku pemeriksaan IVA sesudah di lakukan pendampingan kesehatan WUS meningkat menjadi 80% dari 40 responden. Ada pengaruh yang signifikan pendampingan kesehatan WUS terhadap pemeriksaan IVA yaitu adanya peningkatan 27 responden dalam pemeriksaan IVA.Diharapkan responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA agar segara mungkin melakukan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi resiko kanker leher rahim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam penelitian selanjutnya dan dikembangkan oleh peneliti lain dengan menggunakan variable yang berbeda serta analisi yang lebih mendalam. Â