Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh ekstrak kasar serai wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugiperda) (Lepidoptera: Noctuidae) pada tanaman jagung manis (Zea mays saccharata) Armansyah Silalahi; Asmanizar Asmanizar; Muhammad Rizwan; Aldywaridha Aldywaridha
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5085

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama infasiv di Indonesia, menyerang tanaman jagung dan menimbulkan serangan berat. Serai wangi (Cymbopogon nardus) mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat mempengaruhi serangga. Penelitian ini menggunakan ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi konvensional menggunakan pelarut air, diaplikasikan pada konsentrasi 10 dan 15%. Ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi soxchlet menggunakan pelarut aseton diaplikasikan pada konsentrasi 0.25 dan 0.5% pada tanaman jagung yang terserang S. frugiperda. Siantraniliprol konsentrasi 0.2% digunakan pada penelitian ini untuk membandingkan dengan insektisida sintetik. Perlakuan kontrol menggunakan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh melalui ekstraksi soxhlet menunjukkan efek pengendalian yang baik dibandingkan dengan ekstraksi konvensional dengan air. Konsentrasi aplikasi ekstrak kasar yang diperoleh dengan soxhlet 0.5% menunjukkan efek pengendalian yang sama dengan insektisida siantraniliprol dengan intensitas serangannya yaitu masing-masing 24.65% dan 18.06%, sedangkan konsentrasi 0.25% belum menunjukkan efek yang baik dengan intensitas serangan 34.03% tidak berbeda nyata aplikasi ekstrak serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi konvensional dengan air konsentrasi 15% dengan intensitas serangan 40.97%. Sementara itu konsentrasi 10% menunjukkan efek yang sama dengan kontrol, yaitu masing-masing 53.13 dan 65.97%. Ekstrak kasar serai wangi yang diperoleh dengan ekstraksi soxhlet konsentrasi 0.5% mempunyai potensi dalam mengendalikan S. frugiperda pada tanaman jagung manis.
Respons pertumbuhan dan produksi kacang tanah (Arachis hypogaea L.) serta perbaikan C-organik dengan pemberian MOL gedebok pisang dan vermikompos pada tanah Inceptisol Chairani Siregar; Muhammad Rizwan; Mindalisma Mindalisma
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.154 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2011

Abstract

Upaya meningkatkan produksi kacang tanah dan peningkatan C-organik pada tanah Inceptisol dapat dilakukan dengan menyediakan bahan organik untuk tanah. Penyediaan bahan organik seperti mikroorganisme lokal (MOL) batang pisang dan vermikompos dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain meningkatkan kesuburan tanah, penyediaan bahan organik juga mendukung fase vegetatif tanaman dan meningkatkan hasil kacang tanah di tanah Inceptisol. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2018 di Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, 3 ulangan dengan MOL gedebok pisang dan vermikompos sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MOL gedebok pisang dengan dosis 75 mL/L air/plot mampu memperbaiki pertumbuhan dan produksi kacang tanah serta memperbaiki C-organik tanah pada tanah inceptisol. Pemberian pupuk vermikompos dengan dosis 2.025 kg/plot mampu memperbaiki produksi kacang tanah dan C-organik tanah pada tanah inceptisol. Pemberian MOL gedebok pisang dan pupuk vermikompos hanya mampu memberikan pengaruh secara mandiri terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah serta perbaikan C-organik tanah pada tanah inceptisol
Pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di bawah tegakan tanaman karet Taufiq Akbar Daulay; Muhammad Rizwan; Syamsafitri Syamsafitri
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3077

Abstract

Beras merah merupakan beras yang dikonsumsi tanpa melalui proses penyosohan. Beras merah memiliki kandungan gizi seperti serat asam-asam lemak esensial dan beberapa vitamin lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo di bawah tegakan tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan tanaman karet umur 3-4 tahun, Balai Penelitian Sungai Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara dengan ketnggian tempat tempat ± 25 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti yaitu pemberian pupuk anorganik berupa NPK, dan jarak tanam. Parameter yang di amati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, produksi per plot, berat 1000 butir biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri pemberian pupuk anorganik mendapatkan hasil yang bagus ialah perlakuan P3 = 1 ½ dosis (N = 267 g + P = 166.5 g + KCl = 100.5 g) yang berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo. Sedangkan beberapa jarak tanam yang digunakan mendapatkan hasil yang bagus ialah perlakuan P1 (20 cm x 20 cm) yang menghasilkan nilai tertinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya.
Pemberian BAP dan NAA pada media MS terhadap pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium bifalce) secara in vitro Arif Anwar; Muhammad Rizwan; Indra Gunawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4971

Abstract

Anggrek berupa tanaman hias yang memiliki daya tarik, nilai estetik dan nilai ekonomis yang tinggi. Anggrek juga memiliki waktu mekar yang relatif lama dan apabila sudah mekar maka bunga anggrek mengeluarkan aroma yang harum. Anggrek D. bifalce mulai dieksploitasi dari alam karena memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dibudidayakan. Salah satu metode budidaya yang umumnya digunakan dalam perbanyakan anggrek adalah kultur jaringan atau in vitro. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian BAP dan NAA pada media MS terhadap pertumbuhan planlet anggrek (Dendrobium bifalce) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium UPT Kultur Jaringan Dinas Pertanian Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial tiga ulangan dengan dosis BAP dan NAA sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP dan NAA pada media kultur perbanyakan anggrek D. bifalce secara in vitro mampu meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek. Konsentrasi BAP terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek adalah 2 mL, dan konsentrasi NAA terbaik adalah 0.2 mL
Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Swakelola untuk Mendukung Desa Tumpatan Nibung sebagai Desa Agroekoedutorism: Pengabdian Ronald Hasudungan Sianturi; Ridha Haykal; Nurhayati; Elisabeth Sitepu; Hafiz Nurdiansyah; Ahmad Feri Tanjung; Muhammad Rizwan; Liandra Khairunnisa; Satrio Joko Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4985

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Desa Tumpatan Nibung sebagai desa Agroekoedutorism melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa secara swakelola. Pendekatan swakelola dipilih untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Desa Tumpatan Nibung dengan melibatkan Kelompok Tani Agro Saka Milenial sebagai peserta utama serta didukung oleh Yayasan Cendekia Hijau Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan kebutuhan, pelaksanaan pengadaan berbasis masyarakat, pendampingan teknis dan administratif, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan melalui swakelola mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani, memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program pembangunan, serta menyediakan sarana pendukung pertanian, edukasi, dan wisata agro yang berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi model pengadaan partisipatif yang dapat diterapkan di wilayah pedesaan lainnya.
OPTIMIZING THE USE OF SINABUNG VOLCANIC ASH AND ORGANIC MATTER AS SOIL AMENDMENTS TO SUPPRESS LATE BLIGHT (PHYTOPHTHORA INFESTANS) AND INCREASE POTATO (SOLANUM TUBEROSUM) PRODUCTION IN THE KARO HIGHLANDS Elpiani Br Sinulingga; Muhammad Rizwan; Diapari Siregar; Syamsafitri
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 6 No. 5 (2026): October (ON-PROGRESS)
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Surbakti Village, Simpang Empat District, Karo Regency, North Sumatra Province, Indonesia, at an altitude of approximately 1,250 meters above sea level (masl). The research was carried out from August to November 2025. This research was supervised by Dr. Ir. Muhammad Rizwan, M.P. as the Head Supervisor and Dr. Ir. Diapari Siregar, M.P. as the Assistant supervisor. Potato is a strategic horticultural commodity in North Sumatra, whose productivity has declined due to decreasing soil fertility and increasing pest and disease incidence. This study aimed to determine the effect of volcanic ash and organic matter formulations on soil nutrient status in potato cultivation fields in Surbakti Village.The experiment employed a Randomized Complete Block Design (RCBD). The first factor was the formulation of volcanic ash and organic matter, consisting of: A0 = control; A1 = 5 tons/ha (60% volcanic ash + 40% rice husk); A2 = 5 tons/ha (60% volcanic ash + 40% cattle manure); and A3 = 5 ton/ha (40% volcanic ash + 30% rice husk + 30% cattle manure). The second factor was the application time of the volcanic ash and organic matter, consisting of: B1 = one week before planting; B2 = at planting; and B3 = one week after planting.The results showed that the volcanic ash formulations significantly affected plant height, number of leaves per plant, stem diameter, number of tubers per plant, tuber yield, tuber diameter, and the severity of late blight disease. The application timing significantly affected plant height, number of leaves per plant, number of tubers per plant, tuber yield, and tuber diameter. Furthermore, the interaction between volcanic ash formulation and application timing significantly affected plant height and the number of leaves per plant